
Shakila berceloteh membuat Rayyan dan Elisa tergelak mendengarnya. Bagaimana tidak,mulut mungil yang cadel ini terus saja berbicara seperti burung beo .
Tidak lama ada panggilan masuk dari Reana. Shakila yang melihat Nama si pemanggil di layar monitor mobil Rayyan pun sangat girang. Dengan bersemangat langsung menekan tombol hijau.
" MOM......" pekik Shakila dengan riang nya
"Halo Princess nya Mom" sahut Reana di sebrang sana
"Keterlaluan kamu Re, mau kemana kamu?" Ucap Rayyan datar
"Hehe mau kencan dulu cama cuami akoh Kak, nanti malem aku jemput Shakila ko" Sahut Reana
"Okey, havefun sayang. Mama mau oleh-oleh cucu" Celetuk Elisa disambut gelak tawa dari Reana
"Yes,Mom ...Yaudah by by Kakak tampan ku" goda Reana sembari terkekeh .Reana sangat yakin kalau Kakak nya tidak mungkin menolak meski responnya sangat datar .Setelah itu sambungan nya terputus. Rayyan yang sedang menyetir sedikit menoleh dan menaikan satu alisnya mendengar pertanyaan Shakila
"Om Yan, cucu itu apa sih" Ucap Shakila sambil mengerjapkan matanya berulang kali membuat Rayyan gemas melihatnya
"Kalo Gemma minta cucu sama Mom nya Princess itu artinya Gemma minta adik sama Mom nya Princess" Terang Rayyan sambil mencubit pelan pipi gembul Shakila dengan tangan kanan nya
"Shakila mau punya adik nggak?" Tanya Elisa
"Emmm, mau. Tapi nanti mainan Kila di ambil sama adek " Celetuk Shakila
"Ya nanti Gemma belikan lagi yang banyak" Ucap Elisa, Shakila langsung mengangguk
"Yeeaaay ,asik beli mainan baru" Celetuk Shakila membuat Rayyan tersenyum gemas melihat tingkahnya
Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, Akhirnya mereka pun sampai di sana. Mereka bergegas untuk berganti pakaian di ruang ganti begitu pun dengan Shakila.
Ketika Rayyan keluar dari ruang ganti, Rayyan seperti melihat sosok Fahri yang keluar dari Toilet. Rayyan pun mengikuti nya dengan langkah pelan.
Ternyata benar itu Fahri sedang menunduk seperti sedang membetulkan ikatan tali sepatu milih seorang wanita.Entah siapa itu karena wanita tersebut membelakangi nya.
"Oke sudah Nona... " Ucap Fahri sopan.
Rayyan menaikan satu alisnya saat samar samar mendengar suara Fahri. Nampak seperti bawahan yang patuh dengan atasannya.
Rayyan masih setia berdiri dari kejauhan mengamati Fahri. Dalam benak Rayyan seolah bertanya, 'sedang apa Fahri berada di sini? '
__ADS_1
Tidak lama muncul seorang laki-laki setengah baya mendekati wanita itu dan merangkul pinggang wanita itu mesra. Saat wanita itu berbalik menghadap laki-laki setengah baya itu dan membalas pelukan nya
DEG
"Zoya......." Ucap Rayyan lirih
"Hah.... kebetulan macam apa ini" gumam Rayyan dengan raut wajah yang sulit di artikan. Tepukan di pundak Rayyan membuat nya berbalik.
"Kamu, ngapain disini sayang" ucap seseorang, membuat Rayyan kembali menampilkan wajah datarnya.
"Kamu ngapain disini" Tanya Rayyan balik
"Aku.... sengaja kesini nyusulin kamu "Ucap nya santai,belum sempat membalas ucapan wanita di depan nya.Terdengar sautan dari arah samping
"Valerie, kamu cepat sekali datangnya" Ucap Elisa sembari menggadeng tangan mungil milik Shakila.
"Iya kebetulan aku lagi ada di sekitar sini, Tan " sahut Valerie dengan senyum kikuk
Saat para orang dewasa sedang asik bercengkrama, lain hal nya dengan shakila. Mata bulat nya meneliti semua yang ada di sekitarnya. Begitulah ketika anak kecil sedang berada di lingkungan baru.
Ketika netral bulat itu sedang melihat lihat suasana , tiba tiba ia melihat seseorang yang tidak asing di mata nya.
"Tante Cantik " Pekik Shakila sambil mengerjap ngerjapkan matanya membuat seseorang itu menghentikan gerakan nya Begitu pun pria setengah baya itu. Saat Zoya menoleh,mata nya membelalak, Yah dia Adalah Zoya.
Fahri langsung mendekat dan berusaha mengamankan anak kecil itu
"Maaf, Adik manis. Kamu sama siapa disini" sambil menarik pelan tangan Shakila sedikit menjauh.
"Fahri, biarkan saja, nggak apa" Ucap Zoya pelan
Aditya melihat Zoya mendekat kearah Shakila pun akhirnya ikut mendekat.
"Oh, Hai Kila.... " Ucap Zoya sambil berjongkok mensejajarkan tubuh Shakila.
Belum sempat Shakila menjawab, seseorang dari arah samping kanan memanggilnya membuat semua orang menatapnya.
"Shakila " Pekik Rayyan sambil berjalan melangkah mendekati Shakila berada. Dengan mata yang masih setia menatap wajah Zoya dengan tajam seperti laser.Begitu pun dengan Elisa dan Valerie yang mengikuti langkah Rayyan di belakang nya
"Rayyan.....mampus aku, berasa ketauan bolos sekolah" Ucap lirih Zoya sambil meringis.
__ADS_1
Aditya menatap dengan senyum tipis sambil memasukan jemarinya kedalam saku celana nya.
"Om Yan, aku ketemu sama tante cantik loh ini..." Celetuk Shakila saat Rayyan sudah berada di samping nya. Rayyan menanggapi nya dengan senyum manis nya sambil sebelah tangannya mengusap lembut rambut Shakila.
"Pak Aditya, maafkan cucu saya sudah mengganggu anda" Ucap Elisa dengan sopan
"Tidak masalah Bu Elisa, dia anak yang manis" sahut Aditya sembari tersenyum ramah.
"Valerie, kamu juga ikut....gimana kabar kamu? " Sapa Aditya kepada Valerie. Rayyan masih memperhatikan interaksi antara Mamanya Dan Valerie bersama Aditya.
Begitupun dengan Fahri dan Zoya yang saling pandang seakan mereka berbicara lewat tatapan mata.
"Oh, Hai om kabar ku baik "Sahut Valerie dengan senyum canggung.
"Halo Pak Aditya, perkenalkan saya Rayyan Atmadja " Ucap Rayyan Formal sembari mengulurkan tangan kanannya dan langsung di sambut Aditya dengan senyum ramah
"Oh yah,perkenalkan saya Aditya Pramana, kamu.... pemilik Rayyan Group?" tanya Aditya sambil melepaskan tautan tangan nya. Rayyan mendengar nama itu langsung terkesiap langsung bersikap biasa saja. Zoya langsung menatap Aditya dengan kening berkerut.
"Benar sekali Pak" Sahut Rayyan sambil Tersenyum tipis
Aditya beralih menatap Zoya dengan senyum manis sambil mengusap kepala Zoya lembut.
Gerakan itu tidak luput dari pandangan Rayyan. Rayyan kembali menekan pertanyaan yang ada di pikiran nya .
"Kapan kapan kita bisa bertemu, Rayyan...?" Ucap Aditya
"Tentu boleh Pak " sahut Rayyan
Semua nya masih memperhatikan interaksi antara Rayyan dan Aditya hingga membuat gadis cantik itu kembali merasa bosan. Shakila kembali merengek
"GEMMA AKU BOSAN" pekik Shakila lagi sambil bergelayut di kaki Elisa membuat semua mata memandang ke arah nya.
"Oh ,yaudah sus kamu ajak Shakila keliling saja dulu ya" Ujar Elisa sambil mengusap pipi gembul Shakila. Shakila pin mengangguk
Setelah kepergian Shakila tidak lama dari arah belakang. Jauh dari pengawasan ada seorang sniper yang bersembunyi di balik pohon sebrang danau mengarahkan senapan nya kearah seseorang yang ia jadikan Tarjet. Dengan keahlian nya ia langsung melepaskan peluru nya dengan sekali tarik dan
DOR !!!
AAHH !!
__ADS_1
Tbc.....