Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Dinosaurus


__ADS_3

Setelah dilakukan tranfusi darah, akhirnya operasi berjalan dengan lancar. Beruntung 2 peluru yang menancap di tubuh Fahri tidak sampai mengenai jantung nya.


Sekarang Fahri sudah di pindahkan keruang perawatan VVIP Namun kondisinya masih belum siuman. Jika sudah sadar, Fahri masih harus menjalani Serangkaian pemeriksaan.


Soraya sudah berada di rumah sakit,sekitar 1 jam yang yang lalu. Soraya mendengar kabar mengejutkan ini langsung bergegas menuju rumah sakit. Walaupun Fahri bukan darah dagingnya,tapi ia sudah menganggap Fahri seperti anaknya sendiri. Soraya juga khawatir akan kondisi Zoya yang mana pasti shok dengan kejadian ini.


Mereka Semua menunggu di ruang tunggu, yang mana masih 1 ruangan dengan Fahri.


Waktu sudah menunjukan pukul 21: 30 , namun Fahri masih9 tetap belum sadarkan diri. Edwin yang masih setia menatap Fahri yang terbaring tak berdaya di ranjang ,langsung menoleh saat Tuan nya berbicara


"Lebih baik kamu istirahat Ed, di kamar sebelah. Kamu juga harus jaga kesehatan. Saya dan Soraya pulang dulu ya besok kita kesini lagi" Ucap Aditya memecahkan keheningan . Edwin mengangguk dambil tersenyum tipis


"Zoya, pulang dulu yuk sayang, kamu harus istirahat dulu" Ucap Soraya lembut sambil membelai rambut Zoya


"Aku ... mau nungguin Fahri Mam" sahut Zoya


"Nona pulang dulu saja. Mungkin besok Fahri baru akan siuman" Edwin turut memberi saran.


Dengan berat hati akhirnya Zoya menurut untuk ikut pulang. Saat mereka sampai di lobi, Zoya melihat Edo masuk dari arah pintu masuk. ketika sudah berdiri di depan Aditya, Soraya dan Zoya


"Bagaimana keadaan Fahri, Maaf aku baru pulang dari bandung jadi nggak bisa turut andil menangani Fahri" Ucap Edo dengan raut menyesal


"Dia sekarang sudah baik baik saja,mungkin besok sudah siuman" jaawab Aditya dengan wajah lelahnya


"Bagaimana ini bisa kejadian, Dit..." Tanya Edo lirih tapi masih bisa di dengar oleh ketiga nya.


"Sayang, kamu sama Yaya ke mobil dulu bisa. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Edo" Ucap Aditya lembut sambil mengusap pipi sang istri . Soraya pun mengangguk mengiyakan dan langsung menggandeng Zoya menuju parkiran. Aditya merasa aman ,karena diluar penjagaan sudah di perketat jadi penyusup tidak akan bisa masuk atau berkeliaran disekitar nya. Meski begitu Aditya tidak ingin meninggalkan keduanya terlalu lama.


"Erik masih menyelidiki nya,mungkin besok baru bisa ketauan hasil nya" sahut Aditya dengan sorot mata yang penuh dengan kecemasan .


"Apa ini ada hubungannya dengan proyek mu yang bulan lalu Dit?" Tanya Edo dengan suara seminum mungkin seperti orang berbisik


"Entah lah, tapi yang pasti kejadian ini bukan perkara sepele. Dia mengincar Zoya, jika itu terjadi semakin susah Zoya untuk bergerak bebas lagi" Sahut Aditya dengan rahang mengeras. Dia merasa kasian jika Zoya harus hidup terkekang lagi bahkan identitas nya harus di hilangkan lagi seperti semasa di SMP dan SMA.


Entah kenapa dia harus berurusan dengan client yang mana seorang mafia. Oh ya Tuhan, Kesalahan sedikit saja itu akan berimbas pada keluarganya , batin Aditya

__ADS_1


Edo menepuk pundak Sahabat nya, ia tahu se frustasi apa Aditya jika harus berurusan dengan keselamatan keluarga nya termasuk Zoya.


Tidak lama terdengar dering ponsel dari saku celana Aditya. Tertera nomor asing dengan kode +1 ,Aditya menghela nafas panjang


Disisi lain Zoya dan Soraya menunggu di dalam mobil merasa gelisah. Karena sedari tadi Aditya belum juga muncul . Apa se penting itu kah hingga harus membutuhkan waktu cukup lama untuk berbicara dwngan Edo ,pikir Soraya


"Mam, ko Papa lama yah, Zoya susulin saja deh. Mama pasti udah cape yah? " tanya Zoya sambil menggenggam tangan Soraya


"Justru Mama yang khawatir sama Yaya, Are you okey baby? ( Apakah kamu baik-baik saja sayang? ) " tanya Soraya balik namun zoya hanya tersenyum sambil mengangguk


Saat Zoya menatap keluar Mobil, Zoya tanpa sengaja melihat seseorang memakai baju santai turun dari mobil BMW M8 putih masuk kedalam Rumah Sakit . Kening Zoya berkerut dalam, untuk apa dia datang kesini malam malam pikir Zoya.


Tapi seketika tersadar kalau dia adalah sahabat Fahri. Yah seseorang itu Rayyan Atmadja


Tidak lama Keluar lah Aditya dengan langkah tergesa gesa menuju mobil nya yang didalam terdapat sang istri dan anak nya.


"Maafin Papa yah sayang harus nunggu lama, kita pulang yah" Ucap Aditya sambil duduk di kursi kemudi yang mana terdapat sang istri duduk di sampingnya dan Zoya duduk di kursi belakang. Tidak lama mobil mahal Aditya melaju dengan kecepatan menuju rumahnya.


*****


Tidak lama pintu kamarnya terbuka dan muncul wanita paru baya yang masih terlihat cantik.


"Adin, belum tidur kamu..." tanya Rima


"Belum ngantuk Mi " Sahut Dinda sambil menutup buku nya saat Rima mendekat dan duduk ranjangnya kemudian meletakkannya di nakas. Dinda yang menatap Rima dengan tatapan Haru terbersih rasa Sedih yang mendalam dalam diri Dinda. Wanita yang tegar dan sabar meski terkadang menyebalkan jika di waktu tertentu.


"Adin, Kamu punya hubungan apa sama Fahri ?" Tanya Rima sembari menatap anak semata wayang nya yang masih betah melajang semenjak putus cinta. Dinda yang mendengarnya pertanyaan Mami nya keningnya berkerut dalam.


"Hah?, Enggak ...nggak ada apa-apa Mi " Ucap Dinda santai


"Ko bisa....?" Tanya Rima lagi membuat satu alis Dinda terangkat satu


"Ko bisa apanya sih Mi" tanya balik Dinda heran


"Kelihatan nya Fahri orang baik, sopan juga , mapan dan ganteng pula " terang Rima sembari menerawang sambil senyum senyum

__ADS_1


"Iya terus, hubungan sama Adin apa Mi? "tanya Dinda gemas. Rima suka sekali berbicara satu objek tapi selalu berputar putar dulu membuat nya harus berfikir lebih keras akan maksud dari pembicaraan nya itu. Rima menjitak kepala anaknya dengan gemas


TUK !


"Awww..., ini kepala Adin Mih, bukan daun pintu " Keluh Dinda sambil mengusap keningnya


"Iya kamu ngeselin, masa Mami ngomong gini aja kamu nggak tau sih. Kamu kenapa nggak pacaran aja sama Fahri ,Din " Celetuk Rima membuat Dinda mengerjapkan matanya berulang kali . Dinda baru membuka mulut,Rima sudah lebih dulu berbicara lagi


"Dari pada kamu sama Dinosaurus itu, mending sama Fahri aja Mami setuju banget " Ucap Rima menggebu-gebu dengan senyum yang tak ketinggalan membuat Dinda memutar bola mata.


"Dino aja Mi, nggak pake saurus" Ucap Dinda malas


"Iya pokoknya itu , kemarin kan Dinosaurus itu datang " Ucap Rima membuat Dinda melotot mendengar nya


"Mami colok ya mata kamu, berani kamu melotot sama Mami" Ucap Rima gemas sedangkan Dinda hanya meringis sebagai tanda maaf nya


"Terus "tanya Dinda


"Terus apa? " Tanya Rima balik dengan kening berkerut


"Iya lanjutan nya gimana Mami, Dino nyariin Adin? " tanya Dinda dengan sabar sambil meremas bantal yang ada di pangkuannya


"Iya jelas nyariin kamu,tapi udah keburu Mami usir lebih dulu sebelum dia ngomong panjang lebar kali tinggi " Ucap Rima dengan santai nya


"Dan kamu tau, Pas kamu pulang di antar Fahri pun dia datang lagi tapi dia masih setia di dalam mobil " Ucap Rima lagi membuat mulut Dinda menganga lebar


"Itu alasan kenapa Mami tiba-tiba aja narik Pak Fahri buat makan malam bersama kita" Ucap Dinda membuat Rima mengangguk dengan santai nya sambil melipat kedua tangan nya ke depan dada nya.


"Tumben pinter " Celetuk Rima membuat Dinda menatapnya sengit


"Adin memang pintar Mi, Mami saja yang baru menyadari nya...." sahut Dinda malas


"Mana ada orang pintar tapi nilai matematika nya selalu di bawah rata-rata Adiiinnn....... " Ucap Rima dengan senyum mengejek lagi lagi mulut Dinda menganga melihat ejekan sang ibu.


"Iya itu karena Adin malas mikir aja Mi "Ucap Dinda mengelak sambil menggaruk leher nya yang tidak gatal . Dalam hati Dinda sangat gemas mendengar ejekan sang ibu yang selalu saja seperti ini

__ADS_1


__ADS_2