
Akhirnya Rapat berjalan lancar meskipun di awal sedikit gangguan namun bisa di atasi.
Setelah Rapat, siang nya ada acara peresmian gedung baru sekaligus proyek baru.
Namun raut wajah Zoya sudah tidak nyaman dengan kehadiran Valerie di setiap acara.Rayyan juga sangat menyebalkan menurut nya, di acara itu banyak orang entah kenapa dia selalu menyuruh manager yang tidak lain adalah Zoya. Meski Zoya sudah terbiasa dengan sikap bos nya tapi rasa nya sikap jutek Rayyan sangat lah terlihat dan satu lagi entah hanya ia saja merasa kan,seperti Rayyan yang selalu bersikap semena mena terhadapnya selama sebulan lebih. Bahkan seminggu setelah ia masuk kerja.
"Maaf karena acara nya sudah selesai jadi saya ingin pulang.permisi...." Ucap Zoya langsung melenggang pergi tanpa peduli jawaban bos nya, dan para karyawan lain nya.
"Hari ini cape banget aku, Ya Tuhan. Punya bos kaya Rayyan rasa nya kaya ketiban sial" Gerutu Zoya sambil masuk kedalam mobil Honda Jazz berwarna sky blue nya.
"Seperti nya aku butuh yang seger seger, mampir ke Cafe dulu deh baru pulang ke Apartemen " Ucap Zoya sambil menyalakan mesin mobil nya dan melaju dengan kencang menuju Yaz Cafe.
*****
Sedangkan di tempat lain di ruangan nya Fahri juga di sibukan dengan berkas mengenai proyek perumahan Zoya yang sudah ada beberapa pembeli.
"Astaga dari pagi aku belum sempat menanyakan kabar Nona, terlalu banyak berkas penting yang harus di teliti sampe lupa dengan tugas awal ku" Ucap Fahri sambil mengambil ponsel nya dan mendial nama yang tercantum 'Nona ' dan langsung memencet tombol memanggil
tuutttt.......
Tuuttt....
tuuttt...
"Iya Halo Assalamu’alaikum Fahri " jawab nya sopan dengan nada datar 'seperti nya dia sedang kesal ' batin Fahri
"Wa'alaikumussalam Nona, kau lagi ada di mana?" tanya Fahri
"Aku mau ke Yaz Cafe" jawab nya singkat
"Oke aku kesana sekarang " jawab Fahri dan langsung mematikan panggilan setelah mendengar sautan dari sebrang sana.
Fahri merasa kalau saat ini perasaan nya tidak enak dengan Nona nya. Ia pun buru buru membereskan berkas itu dan pamit kepada penanggung jawab . Setelah itu Ia langsung pergi menuju Yaz Cafe untuk menemui bos nya.
*****
__ADS_1
Sampai lah Zoya di Yaz Cafe, ketika baru saja akan duduk di meja favorit nya paling ujung Zoya merasa melihat ada seseorang yang dia kenal dan seseorang itu juga sedang menatap Zoya sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya.
"Zoya hai....." ucap nya sambil memanggil Zoya untuk bergabung dengan nya. Zoya pun mengangguk sambil tersenyum dan bangkit dari duduk nya menuju meja tengah yang baru saja ia lewati.
"Hai, ka Endi kan yah. Aku kira tadi siapa sampe pangling loh" Ucap Zoya sambil duduk di kursi berhadapan dengan Rendi.Zoya tersenyum menatap Orang di depan nya tampak lebih berisi dari sebelumnya dan tampan
" Hahaha iya begini lah aku sekarang Zoy, kamu apa kabar? " tanya nya sedangkan Zoya hanya terkekeh
"See....Aku Alhamdulillah sehat. Cuman mood ku lagi jelek hari ini ka" ucap Zoya " Kaka ngapain disini,sendiri? " tanya Zoya lagi
"Emmmm, tadi habis meeting sama client baru aja mau pulang kebetulan liat kamu, jadi ya bisa dong ya ngobrol ngobrol dulu dengan pasien saya " ujar nya sambil tertawa dan Zoya pun ikut terkekeh sambil mengangguk mengiyakan
Mereka pun saling bertukar cerita dan bersenda gurau setelah 5 tahun tidak bertemu .
Tanpa mereka tahu kalau ada yang sedang menatap nya tajam dengan mata elang nya dari arah pintu masuk. Dia pun segera duduk di meja dekat dengan pintu masuk dan segera mengambil buku menu untuk menutupi wajah nya.
Baru 15 menit dia merasa sudah sangat muak, lalu dia bangkit dari duduk nya bertepatan dengan Fahri sampai di pintu masuk.
Fahri yang melihat seseorang yang ia kenal merasa senang ,baru saja akan menyapanya namun ia urungkan. Kening Fahri berkerut dalam karena meresa heran ketika dia bangkit dari duduknya dan berjalan mengarah ke arah meja lain yang tak lain adalah meja Zoya.
Rendi dan Zoya yang sedang asik mengobrol pun mengalihkan pandangan nya pada sumber suara dan terkejut siapa pemilik suara itu. Tidak lama Rendi pun tersenyum lalu bangkit dari duduk nya. Sedangkan Zoya malah heran dan menaikan satu alis nya
"Ehh Yan, kamu ngapain disini ayo gabung sama kita. ." Ucap Rendi sambil tersenyum
" Harus nya saya yang tanya kamu ngapain disini sama perempuan lain"Ucap nya Rayyan dingin
"Hei santai dong, makanya duduk nanti biar aku...." Ucap Rendi Terpotong dan
BUUGGHHH....
Satu pukulan mendarat dengan sempurna di pipi kiri Rendi dan Zoya terkesiap,ia langsung bangkit dan melerai sebelum terjadi keributan yangtidakdi inginkan. Perlakuan Rayyan yang kasar tadi menjadi pusat perhatian semua pengunjung Cafe
"Pak Rayyan ini apaan sih dateng dateng maen pukul orang se enaknya " Ucap Zoya merasa heran
"Saya tidak sudi duduk satu meja dengan wanita simpanan dan penghianat seperti kalian " sahut Rayyan sambil selirik Zoya dan Rendi
__ADS_1
"Wait, maksud kamu wanita simpanan itu aku begitu?, Hah...lelucon macam apa lagi ini " Ucap Zoya tersenyum hambar
"Wow.... wow...wow...Hei kamu salah paham Yan dia itu...." Rendi berusaha menjelaskan agar tidak terjadi salah paham dan bisa kacau kalau sampai Istri nya tau namun Rayyan lebih dulu menyela Ucapan nya.
"Kamu memang cantik tapi sayang sekali, hanya wanita murahan yang mau jadi simpanan lelaki beristri" Ucap Rayyan dengan senyum sinis nya .
PLAAKKKK.....
Tamparan keras melayang di pipi kiri Rayyan dan yang di tampar hanya tersenyum tipis. Zoya sangat marah merasa harga dirinya di rendah kan begitu saja oleh Rayyan. Dikantor sudah biasa dengan sikap dan mulut pedas nya tapi di tempat umum seperti ini dia sudah benar benar keterlaluan .
Fahri yang sedari awal melihat nya mengeraskan rahang nya, mengepalkan tangan nya geram. Lalu melangkah pasti kearah Zoya, Rendi dan Rayyan
"Sudah puas ? " tanya Rayyan mengusap pipi nya " Satu lagi , kamu . . .itu pembunuh. Yah kamu itu pembunuh gara-gara kamu Nina meninggal" Ucap Rayyan sambil menunjuk Zoya dengan tatapan tajam 'Akhirnya apa yang selama ini saya pendam keluar juga'.
"Jangan Asal bicara kamu Yan" Ucap Rendi langsung menatap Rayyan dengan marah lalu beralih menatap Zoya dengan raut panik
Bak di sambar petir mendengar kalimat itu tubuh Zoya lemas tak bertenaga jantung nya merasa tertusuk. Kembali mendengar tuduhan tuduhan itu terus berputar di kepala nya. Rendi langsung mendekati Zoya dan memapahnya ketika melihat Zoya yang lemas
Fahri mendengar itu langsung berlari dan menarik baju Rayyan dan
BUUGGHHH
"Brengsekkkk kamu" Ucap Fahri sambil mencengkram kerah baju Rayyan dengan kuat namun Rayyan tetap menyeringai
"Sudah kuperingatkan jangan macam macam dengan nya kamu malah menghina nya terang terangan seperti ini Yan " Ucap Fahri geram seraya mendorong dada Rayyan hingga membuat nya mundur beberapa langkah kemudian beralih ke Zoya yamg sudah terlihat lemas dan langsung mengendong nya
"Urusan kita belum selesai " Ucap Fahri dan melangkah meninggalkan Cafe.
"Kamu keterlaluan Yan" Ujar Rendi marah dan melangkah pergi meninggalkan Rayyan sendiri .
Setelah membayar semua kerusakan akibat ulah nya Rayyan pun memutuskan untuk pulang .
Tbc.....
Haii mohon kalau banyak typo nya yah guys... gimana cerita nya .ada yang ikutan kesel ga sama mulut pedas nya si Rayyan😅
__ADS_1
kalo iya komentar dong.bagian mana nya...😉