Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Kehebohan


__ADS_3

Di sisi lain Soraya pulang dengan wajah ceria nya ketika sampai di depan pintu, Dia melihat made berlari kecil seraya membawa kotak P3k, dan Soraya pun panik.


"Made ada apa lari lari kenapa bawa kotak P3k" ujar Soraya curiga seraya melangkah mendekati made.


"Itu nyah, Non Zoya jatuh katanya dan saya disuruh ngambil ini sama tuan. Mereka nunggu di Taman samping" ujar made menerangkan, dan Soraya pun langsung merebut kotak P3k dari tangan made dan berlari menuju ke taman samping. ketika jarak nya sudah cukup dekat


"Zoya kamu kenapa Nak" teriak Soraya seketika mengagetkan Zoya dan Aditya yang sedang minum jus hingga tersedk jus yang sedang di minum bersamaan.


Zoya dan Aditya melirik Soraya yang sedang berjalan mendekat dari pintu kanca dengan wajah kesel


"khawatir nya Hmmm Mama itu berlebihan sekali, bisa nggak jangan teriak teriak Yaya sama Papa yang lagi asik minum ini jadi keselek kan, kebiasaan deh" gerutu Zoya, Aditya hanya mengeleng kan kepala nya.


"Hah? I am sorry, habis kan Mama panik" ujar Soraya duduk di depan Zoya dan Suami. ,


"Mana yang sakit Ya, biar mamah yang obati. Kenapa bisa jatuh sih hati-hati dong sayang" Ucap Soraya Seraya mengobati luka Zoya,seketika Zoya langsung melirik papah nya yang hanya diam saja.


"Nah udah beres sayang,lain kali hati hati dong kamu ini bikin khawatir aja, Papa lagi bukannya jagain Yaya. padahal tadi pergi nya sama Papa kenapa bisa sih sampe jatoh gitu" ocehan Soraya yang tak henti henti.


" Yah begini lah mamah padahal Zoya sudah dewasa masih saja di perlakuan seperti ini jadi makin sayang sama mamah" gumam Zoya dalam hati. Zoya meringis mendengarnya omelan Mama nya.


"Maaahhh, bukannya Papa nggak bisa jagain, kan Yaya juga sudah dewasa. Dia juga bisa jaga diri ya kan sayang cuman sikap peduli nya ini kadang tidak di kontrol sampai Enggak memperhatikan diri sendiri bakal seperti apa" ujar Aditya seraya mengusap kepala Zoya dan ketika Aditya menurun kan tangan nya dari kepala Zoya,Soraya mata nya membelalak karena terkejut


"Loh Pah, tangan Papa kenapa ko berdarah?" tanya Soraya panik dari mana darah.


Aditya yang heran pun seketika melirik Zoya dan langsung mengecek kondisi kepala Zoya dan ternyata benar dugaan Aditya ada yang tidak beres dengan kepala Zoya. Suasana makin panik apa lagi mamah Soraya langsung mengambil tisu untuk menutup luka di kepala Zoya.


"pantesan dari kepala ku semakin pusing ya" gumam Zoya dalam hati Seraya tersenyum meringis menahan nyeri di kepala nya.


"Kita kerumah sakit ya sayang" bujuk Soraya kepada Zoya namun Zoya menolak kerasdi bawa kerumah sakit.


Soraya maupun Aditya semakin panik dan langsung membawa Zoya ke kamar nya. Untuk mempercepat pergerakan nya Aditya langsung sigap mengangkat tubuh Zoya ala Bidal . Soraya memanggil para made untuk membawa perlengkapan medis lain nya untuk di bawa ke kamar Zoya. Semua berbondong bondong menuju kamar Zoya.

__ADS_1


Setelah sampai kamar Zoya dan menudukan Zoya di ranjang Soraya dengan sigap membersihkan darah di kepala Zoya.


Sedangkan Aditya dengan sigap menghubungi Dr.Edo, beliau adalah Dr. pribadi keluarga Pramana sekaligus sahabat karib nya.


"Halo Assalamu'alaikum Do, cepat kerumah, Zoya terluka" ujar Aditya langsung menutup sambungan telefonnya tanpa menunggu jawaban dari Dr. Edo. Kebiasaan Aditya jika sedang panik memang selalu seperti itu,tidak perduli lawan bicara nya akan merespon seperti apa.


****


Dr. Edo bagas Prawira POV


Di tempat lain di Rumah Sakit Prawira milik nya sedang kedapatan pasien dadakan dari sebuah kecelakaan beruntun. Dan memang hari ini dengan kebetulan yang sangat tidak terduga di waktu yang masih pagi Rumah Sakit sudah ramai dengan pasien padahal ini adalah weekend waktu yang seharus nya untuk bersantai meski hanya sejenak. Tapi seakan waktu tak mengizinkan nya beristirahat.


"Huuhh Hari ini kenapa pasien banyak sekali sampai kuwalah saya untung para dokter sigap jadi semua terselesaikan " gumam Dr. Edo.


"Sepertinya saya butuh istirahat, rasa nya badan ini sudah mulai lapuk" kata Dr. Edo ketika hendak masuk ke ruangannya tiba-tiba ada yang memanggilnya,Beliau langsung menghentikan langkah nya seketika menoleh ke arah sumber suara.


"Selamat siang Dok. maaf mengganggu" sapa suster dengan sopan


"Gini dok, ada pasien yang meminta dokter untuk memeriksa nya ulang, pasien yang sudah beberapa hari di rawat di Rumah Sakit Prawira ini,kata nya sih sudah ingin pulang" kata suster yang berjaga.


"Baiklah saya segera kesana. ohya apa ada pasien gawat lagi hari ini? soalnya saya......." kata Dr. Edo belum sempat melanjutkan omongan nya Ponsel nya sudah berdering tertera nama sahabat nya Aditya Pramana.


"Sebentar yah sus, saya angkat telfon dulu" ujar Dr. Edo


"Iya Halo Wa...." belum selesai menjawab dan belum sempat menanyakan sudah di potong dari sebrang sana


"..........."


tutt tuutt tuuttt....


"Haiishh...Kebiasaan buruk ini orang kalo lagi panik,belum juga kelar ngomong udah dimatiin. Kelakuan semasa muda masih aja nemplok dasar adit adit, Tapi tunggu... apa tadi Zoya terluka? Zoya sudah pulang? dari nada nya kaya......" Racau Dr. Edo yang kesal dengan sahabat dan seketika tersadar matanya membelalak dan panik langsung menyiapkan peralatan medis dan bergegas pergi keluar Rumah sakit.

__ADS_1


Sedangkan kan suster yang tadi bersama nya merasa kebingungan dengan tingkah dokter nya.


" Loh loh mau pergi kemana Pak Dokter?, katanya tadi mau periksa pasien. Saya jadi bingung ini" Racau suster pada Dr. Edo yang bergegas pergi dengan wajah panik ya. Dan seketika tersadar menghentikan langkah nya lalu berbalik menghadapnya dari kajauhan.


" Oh iya sus, maaf sekali saya buru buru ada panggilan Darurat tadi dan saya harus pergi sekarang.Masalah pasien tadi minta Dokter lain yang mengambil alih saja ya. Mungkin saya akan lama pergi nya kalo gitu saya permisi sus, Assalamualaikum" ucap dokter lalu suster langsung mengiyakan perintah dokternya dan Edo pun pergi menuju mobilnya yang terparkir di Pelataran Ruamah sakit nya.


Ketika dalam perjalanan dering ponsel nyapun berbunyi. Dan tertera nama sahabat sialan nya itu yang nggak pernah sabar menunggu dan iya hanya mengabaikan panggilan.


" Sabar lah dit, ini aku bentar lain sampai, tolong lah jangan telfon terus. aku jadi semakin panik ini" ucap Dr. Edo yang meracau sendirian. dan nggak lama kemudian tiba lah di rumah Pramana sahabat nya itu.


*****


Ketika masuk di pelataran rumah Pramana yang Megah, Aditya sudah berkacak pinggang dan langsung menghampiri Dr. Edo.


"Kamu lama sekali sih Do, ayo cepetan dikit itu Zoya Kritis" ucap Aditya panik ketika sahabat nya keluar dari mobil nya.


"Iya iya dit ini juga lagi jalan kau kira aku sedang apa Hah? . Ayo mana Yaya nya. Trus tau kritis kenapa tidak kau bawa ke Rumah Sakit ku Adit bodoh" kata Dr.Edo seraya berjalan mensejajarkan langkahnya dengan Aditya.


"Tadi aku bawa dia ke kamar nya" ucap Aditya tidak menghiraukan ocehan Sahabat, dan Dr. Edo hanya manganggukan kepalanya.


Ketika sampai di kamar Zoya, dr. Edo dengan sigap menangani luka Zoya dengan sabar dan telaten.


Setelah selesai menangani zoya, Edo pun baru sadar dan kembali menatap zoya dengan intens. Sekian lama tidak bertemu dengan anak sahabat nya yang Cantik dan pintar ini. Banyak sekali perubahan dalam diri Zoya, mungkin jika dia memiliki anak laki-laki sudah iya jodohkan dengan Zoya.


Tbc......


memang ya kalau lagi panik itu ,mau ngapain aja bingung yah guys..... 😅


gimana cerita hari ini?


Jangan lupa coment & like ya ,biar aku makin semangat ini...

__ADS_1


mumpung mood aku lagi baik hari ini🤭


__ADS_2