
Di dalam Mobil Rayyan bingung Entah bagaimana dia harus bersikap. " Entah kenapa aku ko jadi gugup seperti ini " Batin Rayyan.
Rayyan melirik Zoya yang duduk dengan anggun nya dengan mengenakan baju kantor nya. Zoya mengenakan jas cream baju dasarnya putih dan bawahan yang senada dengan jas nya, terlihat sangat manis ditambah dengan rambut yang di ikat asal namun terlihat rapi .
"Apa ada yang salah dengan penampilan saya saat ini Tuan penyusup" Celetuk Zoya datar membuyarkan pikiran Rayyan. Rayyan tersenyum tipis mendengar kata Tuan penyusup dari mulut Zoya.
"Astaga, perasaan apa ini .Nggak, jangan sampai aku punya perasaan dengan wanita ini ,dia orang yang telah membunuh calon istri ku" batin Rayyan sambil mencengkram stir mobil nya dengan keras.
"Tidak ada" Sahut Rayyan singkat tanpa melirik Zoya lalu menambah kecepatan mobil agar cepat sampai kantor.
Ketika sampai kantor Zoya langsung keluar dari mobil Rayyan tanpa mengucapkan sepatah kata pun .
"Dasar tikus kecil, bisa bisa nya menganggap ku sopir dan meninggalkan ku begitu saja tanpa kata terimakasih. Astaga Dosa apa aku di masa lampau hingga aku bertemu dengan wanita itu" Ucap Rayyan langsung menyusul Zoya .
Saat sampai di depan lift , pintu lift terbuka dan terlihat sosok wanita yang ingin sekali Rayyan hindari.
" Rayyan.... Zoya....." Ucap Valerie heran Dan tidak jadi pulang lalu memilih ikut bergabung lagi masuk dalam lift.
"Kalian habis dari mana? " Ucap Valerie
"Dari rumah" Ucap Zoya singkat sambil menatap Valerie sedangkan yang di tatap semakin bingung
"Astaga tikus kecil satu ini jujur sekali, oh iya harus nya aku omongin dulu masalah ini tadi di mobil " batin Rayyan sambil memijit pelipis nya dengan raut wajah kikuk
"Manager ko dateng nya siang banget yah kaya Bos" Celetuk Valerie dengan senyum mengejek
"Rayyan kamu ko tumben cepet banget meeting nya" Ucap Valerie langsung memeluk lengah kanan Rayyan.
Bisa di pastikan posisi berdirinya itu Valerie di tengah antara Zoya dan Rayyan.
"Val apaan sih, lepas nggak ini tuh di kantor" Ucap Rayyan dingin sambil berusaha melepaskan lengan nya dari jeratan Valerie.
__ADS_1
Baru saja Zoya membuka mulut ingin sekali berkomentar, pintu lift sudah terbuka dan langsung buru buru keluar menuju Ruangan nya begitu pun dengan Rayyan. Valerie pun mengekori Rayyan di belakang.
"Kamu apaan sih Valerie, lepasin tangan saya malu di liatin karyawan " Ucap Rayyan dingin saat melewati meja para karyawan.
Ketika melewati Meja sekertarisnya, Rayyan melirik Dinda seakan meminta tolong .Sedangkan Dinda hanya menaikan kedua bahu nya dan tersenyum masam .
"Oke aku lepasin, toh ini udah sampe ruangan kamu sayang. Emmm aku kesini mau bilang kalau besok lusa itu Anniversary Perusahaan Papi. Kamu dateng yah please apa kita bareng aja dateng nya" Ucap Valerie panjang lebar dengan penuh semangat
"Iya saya sudah tau, tuh undangan nya di atas meja" Ucap Rayyan acuh sambil melonggarkan dasi nya se akan pasokan udara di ruangan nya semakin nipis membuat nya merasa sesak.
"Kalau engga ada kepentingan lagi mending kamu pergi Val, saya banyak kerjaan " Ucap Rayyan sambil melangkah mendekati kursi kebesaran nya begitu juga Valerie yang langsung duduk di pangkuan Rayyan tanpa izin membuat sang empu terkejut dan menatap dengan tatapan marah.
"Astaga, kamu ngapain sih. Pergi dari hadapan saya sekarang Val " Ucap Rayyan menatap Valerie tajam namun Valerie hanya tersenyum lalu semakin mendekat kan wajah nya
Rahang Rayyan mengeras ingin sekali dia mencekik wanita penggoda ini. Tapi itu terkesan sangat kejam nanti nya.
"Bagaimana kalau kita melanjutkan pertunangan kita " Ucap Valerie sambil melingkarkan tangannya di leher Rayyan
"Permisi saya......Oops, sorry tadi pintu nya engga di kunci" Ucap Zoya acuh.Valerie kesal selalu saja ada pengganggu ketika sedang berduaan dengan Rayyan. Saat melihat wajah pengganggu itu Valerie menampilkan seringaian nya
Rayyan pun langsung menyingkirkan Valerie dengan kasar dari pangkuan nya lalu melangkah mendekati Zoya dengan senyum tipis nya
"Awww.....Rayyan kamu kasar sekali" Gerutu Valerie dengan wajah kesalnya namun Rayyan tidak memperdulikan nya.
"Tikus kecil" batin Rayyan sambil tersenyum tipis
Melihat dia mendekat dan berdiri di depan nya Entah kenapa Zoya menjadi gugup. Benar kata Dinda dan para karyawan kalau Bos nya ini, Bukan hanya perawakan saja yang tinggi namun juga memiliki rahang tegas, bertubuh sispex satu lagi tampan yah sangat tampan dan sexy. "Oh Astaga, ada apa dengan ku " Ucap nya lirih sambil menggelengkan kepala nya agar terdasar.
"Ini ada beberapa dokumen yang harus saya diskusikan dengan Anda Pak" Ucap Zoya lagi dengan lebih formal. Zoya merasa ia harus bersikap profesional selama berada di kantor termasuk berharapan langsung dengan Bos tengil nya.
"Kamu dengar kan , saya sibuk Val mending kamu keluar dari kantor saya " Valerie pun langsung keluar dengan kesal dan dengan sengaja menyenggol tubuh Zoya
__ADS_1
Zoya yang pun kehilangan keseimbangan karena Heels yang dikenakan nya hari ini cukup tinggi.
Rayyan yang melihat nya dengan sigap menangkap tubuh Zoya yang limbung. Adegan seperti di sinetron pun terjadi. Mereka pun saling bersitatap, hingga beberapa detik Zoya pun tersadar dengan posisi nya saat ini . Rayyan pun ikut tersadar lalu melepaskan pelukan nya
"Ekheemmm Maaf, saya kehilangan keseimbangan " Ucap Zoya memecahkan ketegangan dia antara kedua nya
"Mata yang indah" Ucap Rayyan dalam hati sambil tersenyum tipis hingga Zoya tidak menyadari nya.
Saat sedang membahas nya , tanpa sadar Zoya melihat satu bingkai foto yang terpajang di rak buku. Zoya pun bangkit menghampiri nya untuk melihat nya lebih dekat.
Ternyata penglihatan nya tidak salah, di dalam foto ada 2 lelaki remaja tersenyum sambil duduk di Cap mobil
"Ada apa dengan foto itu" Ucap Rayyan merasa heran
"Ini mobil siapa?" tanya Zoya basa basi
"Oh, mobil saya dulu jaman SMA" kata Rayyan
"Lalu kemana mobilnya, padahal bagus loh kenapa nggak di pakai" Ucap Zoya penasaran.
"Udah rusak karena kecelakaan 8 tahun lalu" Ucap Rayyan sambil menatap Zoya menyelidik .Zoya mendengar penjelasan Rayyan semakin yakin kalau mobil ini lah yang telah menabrak dirinya dan Nina.Tapi apa motif Rayyan , apa dia juga yang menabrak nya juga pikir Zoya
"Ya Allah memikirkan nya saja sudah membuat ku merasa pusing" batin Zoya sambil menggelengkan kepala nya
"Ada apa,kamu sak..." Ucap Rayyan
"Saya nggak apa apa, karena urusan kita sudah selesai jadi saya pamit undur diri pak" Ucap Zoya kembali dingin dan langsung keluar dari ruangan Rayyan. Rayyan yang melihat nya merasa heran ,ada dengan wanita itu pikir Rayyan sembari memasukkan kedua tangannya di saku celana.
lalu menatap bingkai foto itu kembali dan tersenyum tipis.
"Ternyata aku membutuhkan mu lagi Si merah ku" setelah mengucapkan itu Rayyan pun keluar ruangan untuk makan siang .
__ADS_1
TBc.....