
Jeno melihat gadis ini tampak tak asing. Seperti pernah melihatnya, dia bawah sinar rembulan, Jeno dapat melihat samar-samar wajah Jena yang sangat cantik.
Jena menundukkan kepalanya. Dia merasa sangat malu. Apalagi bisa melihat wajah Jeno yang sangat tampan.
"Siapa nama kamu?" tanya Jeno lembut.
"Jena," jawabnya pelan membuat Jeno tersenyum tipis.
"Nama kota hampir sama. Beda satu huruf saja. Kamu Jena, aku Jeno!" seru pria itu membuat Jena mendongak kepalanya. Dia menatap Jeno dengan sorot mata berbinar terang.
"Benarkah?" tanya nya tak percaya.
Sang gadis tidak lagi ketakutan seperti tadi. Dia sudah lebih tenang, dan bersama dengan Jeno membuatnya nyaman juga tenang.
"Benar. Sudah larut malam, kenapa kamu bisa terjebak di sini?" tanya Jeno penasaran membuat wajah gadis itu kembali sedih.
"Tadi aku harus membuat tugas kuliahku dulu di rumah temanku. Aku pulang jam sepuluh, tapi, tiba-tiba mobilku mogok dan dua pria tadi datang menyeret ku ke gang ini!" jelas Jena dengan suara serak.
Kejadian tadi memang sangat mengerikan baginya. Seumur hidup baru kali ini dia hampir diperkosa.
Ternyata pulang larut malam benar-benar tidak aman. Jena kapok, dia tidak mau mengulangi kesalahannya lagi.
Jeno yang mendengarnya tersenyum tipis. Ternyata mereka sama.
"Terus gimana sekarang? Sudah telpon bengkel? Atau orang rumah buat jemput kamu?" tanya Jeno serius.
"HP ku lowbat, lupa bawa charger." Jena merutuki kebodohannya. Dia benar-benar sangat kesal.
Jeno yang mendengarnya segera mengeluarkan ponsel bututnya. Tak lain adalah ponsel Nokia biasa.
Berbeda dengan anak-anak lain yang memakai ponsel Blackberry. Bahkan, pria itu tidak punya pin BB.
__ADS_1
"Maaf kalau ponselku jadul. Tapi, aku punya pake nelpon! Kalau punya nomor orang tua, kamu bisa menghubunginya!" jelas Jeno tanpa rasa malu membuat Jena terpana.
Di jaman modern ini, Jena baru melihat ada seorang pemuda tampan dan gagah memakai ponsel jadul.
"Terima kasih."
Jena segera menekan nomor orang tuanya. Tidak lama kemudian terhubung.
[Halo, ini siapa ya?]
"Papa, ini Jena." Gadis itu tersenyum haru. Dia senang mendengar suara sang ayah lagi.
[Ya Ampun, Jena. Susah dari tadi papa tunggu kamu, kenapa nggak pulang-pulang? Mama dan papa khawatir sekali di rumah.]
Sang ayah terdengar memarahi Jena. Gadis itu tersenyum malu, karena suara sang ayah sangat keras, membuat Jeno mampu mendengarnya.
Pria itu tersenyum getir. Iri sekali dengan Jena. Orang tuanya tidak pernah mengkhawatirkan dirinya. Adiknya meninggal pun orang tuanya tidak peduli. Yang penting bisa cetak lagi.
[Baiklah, hati-hati.]
Jena segera mengerutkan keningnya. Mendengar jawaban Jena.
"Emang temen kamu datang ke sini buat jemput kamu?" tanya Jeno heran membuat Jena menggigit bibirnya.
"Enggak."
"Terus?" tanya Jeno lagi.
"Ya, 'kan ada Kak Jeno. Kata mamaku, kalau mau berbuat baik sama orang jangan setengah-setengah. Harus tuntas!" celetuk Jena malu-malu membuat Jeno nyaris tersedak ludah.
"Tapi, aku nggak punya motor atau mobil. Punyaku cuma sepeda butut!" jelas Jeno membuat Jena menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
__ADS_1
"Sepeda pun nggak masalah, kalau kakak punya niat buat bantu aku," cicit Jena pelan membuat Jeno menghela nafas berat.
Dia sudah sangat lelah dan mengantuk. Tetapi, ya sudahlah … sudah terlanjur juga Jeno menolong Jena.
"Ya sudah ayo!" ajak Jeno membuat Jena tersenyum lebar.
Mereka keluar dari lorong gelap. Saat tiba di tempat terang, barulah Jena sadar kalau bajunya sudah robek dan menunjukkan pakaian dalamnya.
"Kenapa?" tanya Jeno berbalik saat tidak mendengar suara derap langkah Jena.
Dia berbalik dan melihat Jena menundukkan kepalanya seraya menutupi dadanya.
Jeno yang melihatnya menghela nafas berat. Pria itu segera membuka kemejanya, terpaksa Jeno hanya memakai baju singlet putih saja.
Jeno memberikan pada Jena.
"Pakailah! Maaf, kalau bau asem," ujar Jeno membuat Jena tersenyum cerah. Dia berbalik dan segera memakai kemeja Jeno.
Setelah selesai dia segera duduk di kursi penumpang sepeda butut Jeno.
*
*
Tolong bantu karya ini masuk rangking karya baru 🙏🥰😘
Bersambung
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak beradik 🙏🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1