Suami Licik Versus Istri Cerdik

Suami Licik Versus Istri Cerdik
Kehidupan Pertama Jena : Kematian Broto


__ADS_3

Mata Broto membesar. Dia merasakan kenikmatan yang tiada banding. Tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.


"Obat apa yang kau berikan padaku? Kenapa sangat nikmat dan menenangkan. Aku ingin obat itu. Suntik aku lagi …" Broto merengek pada Jeno membuat pria itu terkekeh kecil.


Broto adalah pecandu obat-obatan terlarang. Termasuk narkoba dan lainnya. Dia raja dari segala pecandu, termasuk pecandu alkohol, $eks, narkoba dan LGBT.


Gelar Broto sudah profesor doktor, hartanya berlimpah ruah. Tetapi, tak menjadikannya manusia yang baik. Semakin dia pintar, maka semakin dia menyeleweng dari kebenaran.


Pria itu menggunakan jabatan dan hartanya ke jalan yang salah. Sekarang saatnya dia mendapatkan ganjarannya.


Jeno tersenyum sinis.


"Tentu, aku akan memberikanmu obat ini lagi. Bukan hatimu saja yang tenang, tapi, dunia ini juga tenang, karena manusia hama sepertimu pergi untuk selama-lamanya!" ujar Jeno dengan nada dingin.


Dia kembali menyuntikkan cairan berwarna kuning itu ke leher Broto. Jeno tersenyum senang, suntikan itu terdapat gabungan obatan terlarang dan racun mematikan yang telah diracik oleh ilmuwan yang berasal dari dunia hitam (mafia).


Jeno membelinya di pasar gelap. Bahkan, ahli medis tidak akan bisa menciptakan penawarnya.


"Pergilah ke neraka," dengus Jeno dengan nada dingin.


Tiba-tiba Broto mengalami kejang-kejang. Mulutnya berbusa, mata hitamnya tak lagi tampak, tersisa mata putih saja. Pernapasannya berhenti dengan cepat membuat Jeno dan Jelita tersenyum tipis.


"Lalu, apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Jelita pada Jeno.


"Aku akan memukul mu? Apa boleh?" tanya Jeno meminta izin membuat Jelita menelan ludahnya kasar.


Jelita lupa kalau dia harus terluka, seolah-olah Broto hilang kendali karena mengkonsumsi banyak obat terlarang. Lalu, Jelita menangis dan berlari keluar.

__ADS_1


"Ekhm … baiklah, ta-tapi jangan terlalu sakit, No."


Jeno menganggukkan kepalanya. Dia menampar Jelita dengan sangat kuat sebanyak tiga kali membuat pipi wanita itu merah kebiruan dan bibirnya robek, serta cairan kental berwarna merah keluar dari hidung mancungnya.


Jeno berusaha menahan tawa sekaligus merasa bersalah pada sahabatnya.


"Anjrittt … Jeno, Sialan! Udah aku bilang jangan sakit, tapi kau tuli?!" jerit Jelita menangis membuat Jeno tertawa seraya mengangkat dua jarinya.


"Sorry, Jelita. Tapi, kamu lebih badas dengan luka di bibirmu. Lihatlah di cermin, kau seperti artis hebat yang sedang bermain di film laga!" bujuk Jeno berusaha untuk menenangkan sahabatnya.


Sontak saja Jelita terdiam. Dia menatap dirinya di pantulan cermin. Lalu meraba-raba wajah cantiknya yang memerah karena Jeno.


"Benarkah, No. Aku mirip artis di film laga? Berarti cocok dong kalau aku jadi peran utama?" tanya Jelita semangat membuat Jeno terkikik geli.


"Benar, apalagi kalau berperan sebagai ibu tiri, kau lebih cocok lagi!" canda Jeno membuat Jelita marah dan kesal.


"Jeno?!" teriak Jelita kesal membuat Jeno tertawa terbahak-bahak.


Alhasil, Jelita tersenyum senang. Dia meringis pelan saat bibirnya terasa sakit.


"Auch, pergilah dari sini. Sebelum aku membalasmu!" usir Jelita kesal membuat Jeno segera masuk ke dalam ruangan rahasia yang berada di belakang rak buku.


Setelah itu, Jelita langsung menangis. Dia menjerit ketakutan, dan berlari keluar kamar.


"Akkk … tolong! Tolong!" jerit wanita itu berlagak seperti korban yang diperkosa.


Teriakan Jelita membuat beberapa orang yang baru keluar dari lift terkejut melihat Jelita berlari ketakutan.

__ADS_1


Jelita terjatuh tepat di depan lift. Dia menangis sesenggukan lalu bersimpuh di bawah kaki pria di hadapannya. Terdapat lima orang yang baru keluar dari lift. Dua laki-laki dan tiga perempuan.


"Hiks … tolong saya, Tuan! Pria di penthouse itu sangat mengerikan … hiks." Jelita menunjuk ke arah tempatnya keluar dengan tangan yang bergetar.


Tiga wanita dewasa di sana langsung memeluk Jelita. Mereka merasa iba dan bersimpati melihat Jelita terluka parah seperti saat ini.


"Ayo, bangun, Nona. Tuan, tolong panggil polisi dan ambulance. Kasihan, Nona, ini!" pinta salah satu wanita itu pada dua pria yang bersama mereka.


"Baik."


Jelita yang mendengarnya tersenyum sinis, lalu kembali memasang wajah ketakutan dan pura-pura pingsan.


Jelita mendengar banyak suara yang berusaha untuk menyadarkan nya yang sedang pura-pura pingsan.


Kerja keras Jelita dan Jeno berjalan sukses. Polisi datang bersama dengan ambulance, mereka segera memeriksa Broto dan terkejut melihat Broto sudah tak bernyawa lagi.


Indonesia digemparkan dengan kabar meninggalnya Broto. Malam itu juga kebusukan Broto yang ternyata pelaku LGBT, pemerkosa, koruptor, terlibat perdagangan anak dan wanita, juga kebiasaan buruknya mengkonsumsi obat-obatan terlarang tersebar di internet.


Jeno benar-benar cerdas, dia mengumpulkan semua bukti kejahatan Broto dan mengviralkan nya. Agar tidak ada campur tangan orang ketiga untuk menutupi kebusukan Broto.


"Target pertama, sudah berhasil ku musnahkan. Berlanjut ke target kedua," gumam Jeno tersenyum psikopat seraya mencoret wajah Broto.


*


*


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2