
Jeno tersenyum cerah, akhirnya dia bisa bernafas lega. Sang istri telah sadar dari koma setelah seminggu tak sadarkan diri. Pria itu menggenggam tangan sang istri, lalu mengecup punggung tangan Jena dengan sangat lembut. Dia menatap sang istri dengan sorot mata penuh cinta.
"Apa ada yang sakit?" tanya Jeno pada istri tercintanya.
Jena tidak menjawab, dia hanya memandangi wajah teduh sang suami. Dadanya terasa sangat sesak mengingat masa kelam sang suami yang sangat-sangat memilukan. Betapa kuatnya Jeno bisa bertahan sampai titik ini. Mungkin kalau Jena yang merasakan seperti Jeno, diperkosa oleh tujuh pria, dia pasti akan bunuh diri.
Terlalu sulit untuk korban pelecehan hidup. Trauma, hinaan dari masyarakat dan perihnya hari bila minat pelaku hidup bahagia.
"Kamu kenapa lihatin aku begitu, Dinda?" Jeno bertanya dengan suara lembut. Dia bisa salah tingkah saat melihat sang istri menatapnya dengan sorot mata penuh arti.
"Terima kasih, karena sudah bertahan sampai detik ini!" Jena berkata dengan suara serak, air matanya meleleh keluar.
Jeno yang mendengarnya tersenyum tipis. Sang pria mengira kalau sang wanita terharu, sebab dirinya menunggu sang istri dengan penuh kesabaran.
"Sama-sama, Dinda. Aku akan menunggu kamu sampai kapanpun. Karena aku yakin, kamu bakal sadar dan kita bisa bersama-sama lagi seperti dulu!" Jeno menjawab dengan nada lembut. Wajahnya berbinar bahagia menunjukkan pria itu senang sekali istrinya telah sadar.
Jena mengelus rahang tegas suaminya. Dia menatap lekat wajah tampan Jeno.
"Aku mau tidur sambil peluk kamu!" pinta Jena pada sang suami dengan wajah memelas.
__ADS_1
"Tapi, kamu baru sadar, Dinda. Pasti tubuhmu masih remuk dan sakit kalau aku peluk nantinya," tolak sang suami secara halus.
"Nggak apa-apa, Kanda. Aku mau kamu peluk aku!" Jena terus merengek membuat Jeno mau tidak mau mengabulkan permintaan istrinya.
Segera pria itu naik ke atas ranjang, lalu dia memeluk istrinya dengan lembut. Jena langsung merengsek masuk ke dalam pelukan Jeno. Dia hidup aroma tubuh sang suami, membuatnya terasa sangat tenang.
Wanita itu merasa sangat bersalah, karena telah salah paham pada suaminya. Ternyata sang suami tidak selingkuh sama sekali.
"Maafkan aku," lirih Jena membuat Jeno mengerutkan keningnya.
"Kenapa minta maaf, Dinda? Emang kamu salah apa?" tanya Jeno heran membuat Jena semakin menangis.
Sang wanita memeluk erat tubuh suaminya. Dia meluapkan rasa rindu yang ia tahan selama berada di tempat lain. Melihat wajah teduh suaminya, membuat hati Jena terasa sangat sesak. Bagaimana bisa dia meragukan suamimu sendiri.
"Katakan kalau Kanda cinta padaku!" pinta Jena dengan suara serak membuat Jeno kebingungan. Namun, pria itu tidak banyak tanya, dia menuruti permintaan sang istri.
"Aku cinta padamu, Dinda. Sangat … sangat mencintaimu, jangan sampai terluka lagi, ya! Aku tidak bisa hidup tenang kalau tidak ada kamu di sisiku!" ujar Jeno mengeluarkan rasa sesak dalam hatinya.
Jena tersenyum getir. Dia mengeratkan pelukannya. Teringat perjanjian nya dengan sang Dewi.
__ADS_1
"Aku juga cinta sama kamu, Kanda. Sangat …"
Jena membalas ungkapan cinta Jeno. Dia merasa bersalah pada suaminya, andai saja dia percaya pada Jeno dan lebih peka pada lingkungan nya, kalau ada ular berbisa yang mengincar dirinya.
Saat sedang asik bermesraan dengan sang suami. Pintu ruangan terbuka secara tiba-tiba.
"Jena!" panggil wanita itu dengan senyuman palsu terbingkai di wajahnya, sontak suaranya membuat Jena dan Jeno melepas pelukan mereka lalu menoleh ke arah pintu.
Jena mengepalkan tangannya erat dikala melihat sosok ular berbisa berkedok manusia di hadapannya. Laras tampil seksi dengan gaun yang kurang bahan.
"Lintah darat," batin Jena tersenyum sinis. Dia tidak akan pernah melupakan pengkhianatan Laras di kehidupan pertamanya.
*
*
Maaf telat up. Bentar lagi insya Allah up lagi 🌹🥰
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️