
Hubungan Jeno dan Jena semakin membaik, keduanya benar-benar pasangan yang harmonis dan romantis. Tidak ada lagi keraguan dalam hati Jena tentang sang suaminya.
Hanya saja Jena sedang berusaha membujuk sang suami agar mau punya anak. Sedangkan, Jeno masih mendatangi rumah sakit untuk berobat pada Laras.
Pria itu telah memutuskan untuk berhenti ketergantungan pada obat-obatan seperti obat penenang dan lainnya. Dia merasa telah sembuh total, pasca pembicaraan nya dengan Jena malam lalu.
Hatinya yang penuh dendam dan rasa sakit telah lapang juga bahagia. Ternyata hidup tanpa dendam sangat menyenangkan.
"Hari ini adalah hari terakhir aku datang ke sini," ujar Jeno santai membuat Laras terhenyak.
Sang wanita sudah bahagia menyambut kedatangan Jeno, namun kebahagiaan itu hanya sementara saja. Pria yang dicintainya tak akan lagi datang kepadanya untuk meminta obat.
Jeno telah sembuh total. Sungguh, hati Laras terasa sakit, artinya dia tidak bisa bertemu dengan sang pujaan hatinya lagi.
Sungguh menyakitkan baginya.
"Maksud kamu apa, Mas?" tanya Laras menatap lekat wajah tampan suami sahabatnya.
"Aku sudah sembuh, Ras. Sudah sebulan aku tidak mengkonsumsi obat penenang. Panik attack ku juga sudah hilang. Saat bertemu dengan pria tua, aku sudah tidak sesak lagi. Semuanya baik-baik saja sekarang! Aku bisa menghadapi masa laluku sekarang!"
Jeno berbicara dengan nada tenang. Matanya menunjukkan dia sedang bahagia, karena telah berhasil bangkit dari masa lalunya.
Dulu Jeno sangat bergantung pada obat penenang. Kerap kali dia terserang panik attack dalam keramaian, apalagi bila bertemu dengan pria tua yang mirip dengan wajah pelaku s*domi yang menyakitinya dulu.
__ADS_1
Ternyata berbagi beban dengan wanita yang ia cintai sangatlah menenangkan. Dia bisa sembuh karena Jena telah mengambil setengah beban yang dipikulnya.
Mengingat wajah cantik sang istri membuat Jeno tersenyum kecil. Ahh … rasanya dia ingin segera menjemput istrinya di rumah sakit. Lalu ia lempar Jena ke atas ranjang.
Laras mengepalkan tangannya erat. Dia sangat tidak suka pada keputusan Jeno. Pria yang membuatnya tergila-gila ingin memutuskan hubungan mereka.
Tentunya hubungan antara dokter dan pasien, sebab hanya hubungan itu yang membuat Laras dan Jeno dekat.
Lainnya tidak.
"Tapi, Mas … kamu harus tetap melakukan hipnoterapi, agar aku bisa tahu kalau kamu benar-benar sembuh! Setelah ku periksa kamu benar-benar sembuh, it's okay kalau setelahnya kamu tidak mau datang kemari lagi!"
Laras berbicara panjang lebar, dia berusaha untuk membujuk suami sahabatnya agar mau melakukan hipnoterapi.
Jeno tersenyum dingin, dia menatap tajam bola mata Laras membuat wanita itu terhenyak. Tatapan mata Jeno kali ini tampak sangat dingin, aura musuh lebih kentara keluar dari tubuh Jeno.
"Lebih baik urungkan niat busukmu, Ras! Jangan kira aku tidak tahu kalau kamu telah mengelabui ku selama ini!"
Jeno berbicara dengan nada dingin membuat Laras terkejut. Dia menatap Jeno dengan sorot mata tak percaya. Bisa-bisanya pria di hadapannya berkata seperti itu.
"Maksud kamu a-apa, Mas?" tanya Laras gugup.
Jeno melipat kedua tangannya di atas meja. Dia mencondongkan wajahnya untuk lebih dekat melihat wajah gelisah Laras.
__ADS_1
"Aku tahu kamu terobsesi padaku!"
"Aku juga tahu kamu berusaha merusak rumah tangga ku!"
"And yang terakhir aku juga tahu kalau kamu mengirimkan pesan misterius ke nomor Jena, sehingga istriku datang ke hotel malam itu dan dia shock … and then, dia kecelakaan?!"
Jeno berkata sarkas membuat tubuh Laras membeku. Dia tidak tahu mengapa bisa Jeno tahu semuanya.
Namun, dia terus berusaha berkilah. Berlagak seperti ratu drama membuat Jeno muak.
"Jangan asal menuduh kamu, Mas. Kamu nggak punya bukti kalau aku bersalah!" elak Laras membuat Jeno tersenyum dingin.
"Secara tidak langsung kamu membenarkan kalau kamu bersalah, Laras! Oleh sebab itu, kamu mempertanyakan bukti yang ada padaku!" tandas Jeno cerdik membuat Laras yang licik diam membatu.
*
*
Maaf telat up ya, guys 🙏🙏❤️🌹
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️