Suami Licik Versus Istri Cerdik

Suami Licik Versus Istri Cerdik
Jena Kejang-kejang.


__ADS_3

Jeno turun dari mobilnya dengan buru-buru. Jantungnya berdetak kencang sedari tadi, melihat istrinya membawa mobil dengan kecepatan tinggi membuatnya takut.


"Jena …sayang … istriku, Dinda!" panggil Jeno dengan keras lalu naik ke lantai dua. Dia masuk ke dalam kamar, terkejut sekali melihat Jena sedang memasukkan ke dalam koper.


"Hey, kamu mau ke mana? Jangan termakan amarah, Sayangku. Kita bisa bicarakan masalah ini dengan baik-baik, aku akan jelaskan semuanya sama kamu. Tapi, jangan begini ya … jangan pergi!"


Jeno memeluk istrinya dari belakang. Dia ikut menangis sesenggukan, takut sekali istrinya pergi meninggalkannya.


"Lepaskan, aku mau cerai!" bentak Jena dengan nada tinggi membuat Jeno sedih dan sesak.


Istrinya adalah pelita kehidupannya. Dia tidak mau berpisah dengan Jena. Sampai kapanpun tidak mau, mereka berdua harus tetap bersama , sebab keduanya saling mencintai.


"Nggak mau … aku nggak mau cerai … hiks … maafin aku, aku salah, karena nggak jujur sama kamu. Tapi, aku benar-benar nggak selingkuh, Dinda. Jangan tinggalin aku!" tangis Jeno pecah. Dia tidak takut di anggap lemah, sekarang hatinya hancur mendengar kata cerai keluar dari lisan istrinya.


Biarlah dia menceritakan masa lalu juga rencana balas dendam nya pada Jena. Agar wanita itu paham akan kondisinya sekarang dan tidak lagi salah paham padanya.


"Jena, Jeno … ada apa ini?" tanya Jafar heran membuat Jeno terkejut melihat kedatangan mertuanya. Bersamaan dengan Laras.


Ternyata Laras yang mengirimkan pesan misterius itu. Dia sengaja mendatangi rumah Jena untuk menonton langsung pertengkaran suami istri bucin itu.


Sedangkan, Srikandi dan Ja'far, Jena yang mengundang mereka untuk datang. Dia ingin orang tuanya datang untuk menjemputnya.


"Papa, hiks … mama!"


Saat pelukan Jeno melonggar, Jena langsung berlari memeluk erat tubuh ibunya. Dia menumpahkan segala rasa sakitnya dalam pelukan sang ibu.


"Jena, mau cerai … Kak Jeno dia selingkuh, Ma, Pa!" adu Jena pada kedua orang tuanya membuat Ja'far langsung menatap intens Jeno.


Pria itu menggelengkan kepalanya cepat. Dia menatap mertuanya dengan sorot mata sendu.


"Demi Tuhan, aku tidak selingkuh, Pa, Ma. Jena hanya salah paham. Aku ingin menjelaskan semuanya, tapi, dia tidak mau mendengarkan ku. Papa tahu sendiri siapa aku, 'kan?"

__ADS_1


Jeno berbicara dengan suara serak membuat Ja'far mengerti. Pria paruh baya itu bisa melihat ketulusan dan kejujuran di mata Jeno.


"Papa percaya sama kamu." Ja'far berkata datar membuat Jena langsung menjauhi tubuh ibunya. Dia menatap sang ayah dengan sorot mata tak percaya.


"Dia selingkuh, Pa. Aku punya buktinya!" Jena segera mengambil ponselnya dan membuka kotak masuk. Mata Jena membulat sempurna saat pesan misterius itu tidak ada lagi.


Laras tersenyum tipis. Dia telah menarik pesannya kembali. Sehingga, Jena tidak dapat mengakses bukti apapun.


"Enggak … enggak … tadi ada buktinya. Aku lihat sendiri video m*sum dia dengan wanita asing!" tunjuk Jena ke arah Jeno. Dia menatap suaminya dengan sorot mata penuh kebencian.


"Je, tenanglah … mungkin kamu sedang berhalusinasi, karena kelelahan." Laras berbicara dengan sangat lembut membuat kedua orang tua Laras mengangguk setuju.


"Benar, Nak. Mungkin kamu sedang berhalusinasi, karena kelelahan. Tenangkan diri kamu dulu!"


Jena menatap wajah ibu dan ayahnya dengan sorot mata penuh kekecewaan. Orang tua Jena merasa sakit hati ketika bertatapan dengan anak tunggal nya itu. Namun, mereka tak bisa berbuat banyak, karena yakin betul kalau menantu mereka tidak selingkuh.


"Baiklah! Lebih baik aku yang disalahkan. Aku terlalu lelah untuk membela diri! Beban yang ku pikul juga sangat berat. Aku sudah capek!"


Tiba-tiba wanita itu mengeluarkan pisau kecil dari jas putihnya, lalu dengan gerak cepat dia menancapkan pisau pada lehernya.


Krekk.


Suara kulit sobek terdengar menakutkan saat Jena membawa pisau itu membela leher jenjangnya. Jeno menutup matanya saat darah segar Jena mengenai wajahnya. Kejadian itu sangat cepat membuat semua orang berteriak histeris.


"JENA?!" teriak mereka semua serempak kecuali Jeno yang berdiri membeku di hadapan Jena.


*


*


Ctakk.

__ADS_1


Sang Dewi menjentikkan jarinya dan layar kaca itu menghilang. Jena termangu, cairan bening merembes keluar sedari tadi dia menonton rekaman kehidupan pertamanya. Ternyata sang suami sangat menderita, dia telah salah paham dan orang ketiga yang mencoba menghancurkan rumah tangganya adalah sahabat karibnya sendiri.


"Sekarang saatnya kamu kembali. Ada banyak hal yang harus kamu selesaikan, termasuk memberi garam pada lintah yang ingin menghisap darahmu!" tegas sang Dewi tenang dan penuh makna.


Belum sempat Jena berbicara. Sang Dewi telah menjentikkan jarinya, membuat jiwa Jena diserap portal perpindahan jiwa.


{Kehidupan Pertama Jena Berakhir}


*


*


{Kehidupan Kedua Jena}


Titt … tit …


Jeno yang sedang menjaga istrinya terkejut saat melihat sang istri mengalami kejang-kejang. Segera dia menekan tombol nurse.


"Dokter, tolong istri saya!" teriak pria itu panik.


"Sayang, Dinda … hey, bertahanlah," pinta Jeno dengan suara parau seraya menggenggam tangan istrinya.


*


*


Nah, saatnya melakukan balas dendam 🤭


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2