Suami Licik Versus Istri Cerdik

Suami Licik Versus Istri Cerdik
Kehidupan Pertama Jeno : Target Pertama Jeno


__ADS_3

Jeno dan Jena pulang ke rumahnya. Seperti yang dikatakan oleh Jeno, kalau pria itu telah membelikan banyak kue kering berbagai varian rasa untuk sang istri. Jena sangat suka ngemil, itulah sebabnya dia membeli banyak kue untuk istri tercinta.


"Hemm, kue saljunya enak, Kanda. Coba rasa!" Jena menyuapi sang suami, Jeno membuka mulutnya, dia ikut menggigit jari Jena membuat wanita itu jengkel.


"Iss, Kanda … ini jariku, bukan kue!" rengek Jena dengan nada manja membuat Jeno tertawa.


"Tapi, jarimu lebih enak dari kue ini, Dinda," goda Jeno mengunyah kue salju dengan cepat, lalu menj*ilat jari Jena. Pipi sang wanita merah merona. Matanya berubah sayu.


"Mas," lirih Jena pelan membuat Jeno tak dapat menahan dirinya lagi.


"Kita lakukan di ruang tamu, Dinda. Aku mau mencoba nuansa baru!" Jeno langsung mencium rakus bibir istrinya. Tak butuh waktu lama kedua insan itu melakukan ritual panas di siang hari. Mereka berdua benar-benar pasangan yang penuh hasrat.


Maklum saja, keduanya belum punya anak. Jadi, bebas melakukan apa saja saat di rumah.


*


*


Suara musik DJ terdengar memekakkan telinga. Banyak pasangan muda-mudi yang bergoyang di lantai dansa. Banyak gadis dan wanita dewasa yang melenggak-lenggok tubuhnya di sana bersama pasangan mereka. Tak sedikit pula ada yang melakukan adegan panas tanpa rasa malu.


Seorang pria paruh baya berciuman panas dengan wanita primadona dari klub kupu-kupu malam. Keduanya tampak sedang dilanda hasrat yang tinggi dan menggebu-gebu.


"Tuan, aku pengen dimasukin … kita ke hotel saja, ya!" rengek sang wanita manja membuat pria paruh baya itu tertawa kecil. Dia sudah setengah mabuk


"Baiklah, manis. Ayo kita ke hotel! Aku juga sangat ingin mencekik dan membanting mu ke kasur!" balas pria paruh baya itu dengan nada nakal.


Dia segera mengajak sang wanita pergi menuju hotel bintang lima. Tak tanggung-tanggung, mereka dibawa ke penthouse langsung oleh pegawai hotel.

__ADS_1


"Terima kasih!" ujar wanita primadona itu pada sang pria hotel.


"Sama-sama, Nona." Pria itu tersenyum misterius membuat sang wanita primadona mengedipkan matanya penuh arti.


Pintu tertutup, pria paruh baya tak lain adalah Broto sudah tidur terlentang di atas ranjang. Tidak ada lagi kain yang melekat pada tubuh tuanya.


"Datanglah padaku, Manis. Bergoyang lah di atas ku!" racau Broto membuat sang wanita tersenyum sinis.


"Cih, siapa juga yang mau bergoyang di atas tubuh tua dan keriput sepertimu, Pak Tua. Yang ada sekali ku goyang, pinggangmu langsung patah, karena osteoporosis!" ledeknya membuat Broto yang mendengarnya marah.


"Kau, jaga mulutmu j*lang … cepat naik ke atas tubuhku. Atau ku buat tubuhmu menjadi kaku seperti kayu!" ancam Broto murka.


Cuih.


Sang wanita meludah ke kanan. Dia menatap Broto penuh hina.


Jelita adalah wanita yang pernah Jeno selamatkan dulu. Dia merupakan seorang janda tanpa suami, hampir bunuh diri, karena stres dililit hutang. Namun, Jeno menolongnya saat Jelita ingin terjun dari atap gedung hotel.


Jeno mengajak Jelita diskusi, sampai-sampai Jeno rela menceritakan masa kelamnya pada Jelita, agar Jelita tahu kalau ada orang lain yang punya masalah lebih berat darinya.


Jelita iba pada Jeno, dia juga termotivasi untuk melanjutkan hidupnya. Singkat cerita Jeno mengajak Jelita kerja sebagai pelayan di bar milik Dani. Tetapi, wanita itu malah lebih suka menjadi kupu-kupu malam.


Jeno tidak bisa berbuat banyak, karena itu keputusan Jelita. Mereka berdua bekerja sama untuk menjerat Broto dan teman-temannya. Dengan senang hati Jelita mau bergabung dalam rencana balas dendam Jeno. Sebab, selain berterima kasih, karena Jeno telah menyelamatkan hidupnya, dia juga membenci pria jahat seperti Broto dan kawan-kawan.


Rak buku yang berada di kamar penthouse itu bergeser. Membuat Jelita tersenyum manis, dia melihat Jeno keluar dari sana.


"Akhirnya kamu datang juga, No. Gimana? Bagus, 'kan, kerjaku?" tanya Jelita membanggakan dirinya sendiri membuat Jeno tersenyum tipis.

__ADS_1


"Bagus, terima kasih telah membantuku!" ujar Jeno tulus.


"Tidak usah berterima kasih, aku malah bersyukur bisa ikut membasmi manusia hama seperti bajingan tua itu!" umpat Jelita kasar menatap Broto jijik.


Broto meracau tak jelas. Dia sedang mabuk, tetapi, alam bawah sadarnya berusaha untuk menyadarkan Broto.


"Kemarilah, Sialan! Aku ingin menghajar mu. Cepat bergoyang di atas ku! Ah … ya seperti itu!"


Broto meracau membuat Jeno tersenyum dingin. Dia berjalan mendekati Broto, seraya mengeluarkan suntikan dari saku jaket kulitnya.


"Apa kabar, Broto?" tanya Jeno santai membuat pria tua itu membuka matanya. Samar-samar dia melihat wajah Jeno yang tak asing baginya.


"Kau … kenapa wajahmu tidak asing? Ha ha .. oh apa kau salah satu lady boy yang pernah ku tiduri? Ha ha … sepertinya benar. Kemarilah Lady Boy, come to Daddy, buka celana mu!" Broto berusaha untuk bangkit duduk. Dia menggapai tangan Jeno lalu berusaha untuk menarik lengannya.


Namun, secepat mungkin Jeno menepis tangan Broto.


"Benar, aku salah satu laki-laki yang pernah kau perkosa. Dan sekarang aku kembali untuk mengambil nyawamu!" desis Jeno dingin lalu segera menancapkan jarum suntik ke leher pria tua itu.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️

__ADS_1


__ADS_2