Suami Licik Versus Istri Cerdik

Suami Licik Versus Istri Cerdik
Ancaman Dari Jeno


__ADS_3

Laras tersentak saat mendengar ucapan Jeno. Dia tidak menyangka kalau pria di hadapannya tahu semua rencana nya. Padahal selama ini Jeno baik-baik saja dengan nya. Pria itu bersikap seolah tak tahu apa yang telah terjadi.


Tak tahu saja Laras siapa Jeno sebenarnya. Pria itu adalah manipulatif sejati. Dia tidak akan membiarkan siapapun menipunya lagi.


"Kenapa? Kamu kaget karena aku tahu semua rencana kamu?" tanya Jeno dengan nada dingin. Dia tersenyum kecil melihat wanita di hadapannya bergetar ketakutan.


Laras menelan ludahnya kasar. Tatapan Jeno padanya sangatlah dingin dan sinis. Seumur hidup baru kali ini dia mendapatkan tatapan penuh intimidasi dari seseorang.


Ternyata pendiam seperti Jeno kalau marah sangat menakutkan.


"Mas … a … aku," ujarnya terbata-bata takut salah bicara bisa memantik amarah Jeno lagi.


Jeno tersenyum tipis. Pria itu sudah menebak kalau Laras akan ketakutan seperti sekarang.


Wanita ini memang licik, namun sekali digertak maka akan ketakutan.


"Jangan pernah mengganggu rumah tanggaku lagi! Jangan pernah mengusik ketenangan aku dan Jena. Kalau sampai kamu keras kepala, maka jangan harap kamu bisa hidup tenang, karena aku tidak akan segan-segan membunuh mu," bisik Jeno pelan membuat tubuh Laras bergetar hebat.


"Ka … kamu gila, Mas," desis Laras takut dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Ya … aku akan gila kalau kamu berani membuat wanitaku menangis. Ketahui posisi mu, Laras! Selamanya kamu akan jadi Laras, bukan Jena!" sarkas Jeno tajam memukul mundur ambisi Laras yang selalu ingin menjadi Jena.


Pria itu tahu betul kalau wanita di hadapannya selalu ingin menjadi istri tercintanya.


"Aku datang ke sini untuk memberi peringatan. Jangan sampai kedepannya aku datang ke sini untuk memberi hukuman," dengus Jeno dingin lalu beranjak keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Laras yang langsung luruh ke lantai.


Dia tidak sanggup menahan bobot tubuhnya. Lutut Laras terasa lemah untuk menopang berat tubuhnya.


"Hah … di … dia tahu rencana ku selama ini dan dia tetap bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja. Mas Jeno … di …dia benar-benar manipulatif," gumam Laras gemetar ketakutan.

__ADS_1


Dia tidak berani untuk mengusik Jena lagi. Laras adalah psikiater Jeno. Dia tahu betul bagaimana keadaan psikis Jeno bila marah.


Tentu saja nyawanya terancam kalau berani mengusik Jena.


*


*


Jena mengerucutkan bibirnya. Dia merasa sangat kesal karena sang suami lama menjemputnya pulang. Sedari tadi gadis itu mengomel tak henti-hentinya.


"Mas Jeno ke mana lagi, nih … udah jam segini belum juga datang? Nyebelin banget jadi suami," gerutu Jena kesal, entah mengapa hari ini dia sangat sensitif dan suka marah-marah.


Mood nya seperti lift baik dan turun.


Benar-benar menjengkelkan. Selama bekerja tadi saja sudah berapa banyak teman-teman suster nya yang diomeli oleh Jena untuk pertama kalinya.


Tak seberapa lama mobil Pajero sport terparkir di hadapan Jena. Wanita itu tahu betul kalau sang suami telah datang. Namun, dia tidak ingin masuk ke dalam mobil, karena kesal Jeno terlambat menjemput nya.


Jena ingin tersenyum, namun sekuat mungkin ia tahan.


"Apaan nona nona … kenapa kamu terlambat jemput aku, Mas? Kamu tahu nggak–,"


"Enggak."


"Ihh … aku belum selesai ngomong!" Jena memukul dada bidang suaminya kesal membuat Jeno tertawa. Dia segera merengkuh tubuh istrinya. Pria tampan itu merasa sangat senang karena sang istri bersikap manja padanya.


Jena yang menyebalkan sangat menggemaskan di matanya.


"Ya sudah, silahkan ngomong, Nona," goda Jeno membuat Jena mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Nggak mau … kamu nyebelin banget jadi suami." Jena memukul dada bidang suaminya lebih keras lalu segera masuk ke dalam mobil. Dia pura-pura merajuk karena ingin dimanja oleh suaminya.


Jeno menghela nafas panjang. Dia ikut masuk ke dalam mobil bersama sang istri.


"Mau makan apa, Nona?" tanya Jeno lembut.


"Terserah," jawab Jena asal.


"Ya sudah kita makan pizza," balas Jeno membuat Jena menoleh ke arahnya.


"Aku nggak mau pizza," rengek Jena membuat Jeno pusing tujuh keliling.


"Lah, tadikan terserah?" Jeno menatap aneh istrinya.


Jena menggigit bibirnya lalu membuang wajah ke jendela mobil.


"Pokoknya aku nggak mau pizza. Maunya seafood," dengus Jena cepat.


Jeno hanya bisa menghela nafas berat.


"Dasar woman," gumam Jeno pelan.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2