Suami Licik Versus Istri Cerdik

Suami Licik Versus Istri Cerdik
Hukuman Untuk Pelakor


__ADS_3

Jena baru keluar dari kamarnya, wanita itu habis membuang air kecil. Dia menatap tajam Laras yang tampak asik berbicara dengan suaminya. Wanita itu mengepalkan tangannya erat.


"Baiklah, jika dengan cara halus aku tidak bisa mengusirmu, maka terpaksa harus memakai cara lain untuk membuatmu pergi dari rumahku."


Jena berkata pada dirinya sendiri. Wanita itu segera berjalan mendekati Laras dan Jeno. Dia menghempaskan bokongnya di dekat sang suami.


"Lagi ngomong apa kok asik banget?" tanya Jena seraya tersenyum tipis. Dia merebahkan kepalanya di pundak sang suami membuat tangan Jeno tanpa sadar tergerak mengusap pundak istrinya.


Cup.


Jeno mengecup kening Jena tanpa sadar di depan Laras. Dia terbiasa memperlakukan istrinya dengan romantis dan manis.


Laras mengeraskan rahangnya. Dia sangat cemburu melihat kemesraan pasangan suami istri di depannya.


Rasa cemburu dalam hati Laras sangat membara. Dia kesal pada Jena yang selalu hidup bahagia. Punya pasangan tampan yang mencintai dengan tulus dan memperlakukan Jena dengan sangat romantis.


"Laras, tanya tentang hukum pidana bagi koruptor," ujar Jeno lembut seraya memandang Jena penuh cinta.


"Oh ya, kalau hukum pidana bagi pelakor apa ada, Mas?" tanya Jena asal membuat Jeno menganggukkan kepalanya.


Sontak Jena terkejut, doa menatap suaminya dengan sorot mata berbinar. Tak tahu kalau ada hukuman bagi pelakor, sedangkan Laras meradang mendengarnya. Dia seperti tersindir oleh pertanyaan Jena.


"Benarkah? Emang apa hukumannya, Mas?" tanya Jena semangat.


Jeno tergelak, pria itu hanya bercanda. Dia segera mencubit gemas hidung mancung istrinya.

__ADS_1


"Aku bercanda, Dinda. Tidak ada hukuman pidana untuk pelakor, terkecuali bila pelakor sudah memukul istri sah itu bisa dipidana penjara. Termasuk bila suami yang sudah berhubungan badan dengan pelakor, bisa dipidana juga. Lagian kenapa kamu tanya tentang ini sih? Emangnya ada pelakor di dekat ku hemm?"


Jeno bertanya dengan nada gemas pada istrinya membuat Jena terkikik geli. Dia melirik ke arah Laras, ekor matanya bertemu dengan mata Laras yang juga melihat kemesraan mereka berdua.


"Ya pasti ada, Mas. Terkadang pelakor itu bisa jadi adalah orang terdekat kita. Jangan sampai kamu jatuh ke dalam pelukan pelakor. Bisa-bisa pelakornya bonyok karena kujadikan samsak tinju," balas Jena sengaja menyindir Laras membuat wanita itu geram.


Entah mengapa dia merasa kalau perkataan dan pertanyaan Jena tentang pelakor ditujukan untuk nya.


"Sepertinya dia sudah tahu siapa aku? Tapi … bagaimana bisa? Selama ini aku selalu bermain lembut," batin Laras bertanya-tanya dalam hati.


Dia terheran-heran dengan Jena yang berubah total.


Kembali lagi pada Jeno yang tertawa pelan mendengar ucapan istri tercintanya.


"Kamu bisa menghajar ku kalau aku sampai jatuh ke dalam pelukan pelakor. Kamu bisa mengikatku di rumah, agar aku tidak lari ke dalam pelukan pelakor itu. Kamu bisa melakukan berbagai cara agar aku tidak memilih batu kali dan meninggalkan permata sepertimu. Hanya satu hal yang aku minta, tetap bersamaku! Karena aku tahu kalau aku bisa hidup nyaman hanya denganmu."


Jeno berkata dengan nada tegas membuat dada Jena bergetar. Mata wanita itu berkaca-kaca tak menyangka kalau cinta suaminya sangatlah besar.


Sedangkan Laras hanya bisa makan angin. Dia seperti obat nyamuk di antara pasangan suami istri yang romantis itu.


Jena tak mampu menahan diri untuk mencium bibir Jeno. Wanita itu meluapkan semua perasaan kasih sayangnya melalui ciuman itu.


Jeno membalas ciuman Jena dengan rakus dan penuh hasrat. Dia tidak mendapat jatah hampir sebulan lamanya.


Mata Laras membulat sempurna. Dia menutup mulutnya tak percaya, bisa-bisanya Jena dan Jeno ciuman di depannya.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Laras dengan nada tinggi membuat Jeno dan Jena terhenyak.


Pria itu melepaskan ciumannya. Dia melihat Laras yang tampak marah. Pikir Jeno mungkin Laras kesal, sebab merasa diabaikan.


Namun, ini bukanlah waktu yang tepat untuk peduli pada Laras. Pria itu tidak mampu menahan dirinya untuk menerkam sang istri.


Burung elang nya telah bangkit dari hibernasi. Segera minta di puaskan.


"Tolong pergi dari sini, Ras. Aku dan Jena sedang tidak ingin diganggu! Lagi pula ini sudah malam. Tidak baik kalau kamu terlalu lama di sini!" usir Jeno secara halus membuat Laras tercengang.


What??


Laras di usir?


Hello? Sejak kapan Jeno berubah begini.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️

__ADS_1


__ADS_2