Suamiku Gelandangan

Suamiku Gelandangan
PROLOG


__ADS_3

Seorang Gadis cantik tengah sibuk melayani pelanggan di tempat ia bekerja. Toko kue, itulah tempat kerja Vilia selama 2 tahun ini, semenjak tamat sekolah Vilia sudah banting tulang dengan pekerjaannya.


Vilia tidak bisa mengejar cita-cita nya lagi, Ia harus bekerja untuk makan sehari-hari, bukan tak mampu membeli makanan, tapi karena Paman dan Bibinya tak akan memberikan Vilia makanan jika ia tak memberikan uang pada Paman dan Bibi nya itu.


Vilia tinggal bersama Paman dan Bibinya semenjak orang tuanya meninggal 20 tahun yang lalu, 15 tahun terakhir inilah dimana Vilia mulai merasakan rasanya di tindas keluarga sendiri. bahkan harta warisannya terancam di rebut oleh Paman dan Bibinya yang jahat itu.


"Mba Lia nya mana?" Tanya seorang pelanggan pada salah satu rekan kerja Vilia.


"Vilia sedang melayani pelanggan lain nyonya, Mari biar saya saja yang melayani anda." jawabnya sopan.


"Maaf, Tapi saya sedang ingin dilayani Mba Vilia." Balasnya menolak.


"Ini... Baiklah sebentar nyonya, Saya panggilkan Vilia dulu." Ujar nya canggung.


Gadis itupun pergi mencari Vilia untuk membahas kemauan pelanggannya, Tak mungkin ia menolak kemauan pelanggan, atau toko kue mereka bisa mendapatkan kritikan dari pelanggan karena ketidak puasan pelanggan itu, dan nama baik toko kue mereka bisa hancur, yang tentu akan kekurangan pengunjung.


"Vilia?" Seru nya menghampiri Vilia.


Vilia lantas menoleh saat mendengar namanya di sebut. "Eh Fifi, Ada apa?" tanya Vilia menghentikan aktivitas nya yang sedang menghias Cake.


"Ada pelanggan yang ingin dilayani Lo tuh." Jawab Fifi menghela nafas panjang.


"Ha? kok gitu?" Tanya Vilia heran.


"Gak tau, Itu udah orang yang keberapa tau gak sih?! gak ada habis habisnya dari kemaren dapet pelanggan kek gitu." Tukas Fifi menjawab Vilia dengan ekspresi jengkel.


"Tapi gue seneng juga sih ada Lo disini, Jadi toko kita ramai." Sambung Fifi memekik girang.


"Yee ada-ada aja, Ya udah Lo gantiin nih hias cake nya, gue kedepan dulu ya." Ujar Vilia melepas celemek yang ia pakai.


Vilia pun pergi dan Fifi menggantikan Vilia untuk menghias cake tersebut, Sebenernya cake itu sudah selesai tadi malam, tapi costumer cake tersebut meminta sedikit perubahan dengan topingnya, jadi toping awalnya terpaksa di bongkar.

__ADS_1


Padahal pelanggan itu seharusnya tidak meminta perubahan di hari jadinya kan? Tapi Vilia tidak keberatan dan malah mengikuti kemauan pelanggannya. Sungguh salut dengan kelembutan hati yang Vilia miliki.


Sementara di tempat lain, Pria tampan sedang istirahat di pinggir jalan, Hari yang panas amat sangat membuatnya lelah, Tapi semangat kerjanya tak pernah pudar sedikitpun.


"Ya Allah.... Kuatkan hamba lagi untuk hari ini." Ucapnya menatap langit-langit.


"Permisi mas, Ini." Celetuk seseorang menyodorkan sebuah botol bekas pada Keenan.


"Terimakasih Pak." Ucap Keenan menerima botol itu dengan perasaan senang.


seseorang itupun pergi menghampiri istrinya, Setelah kepergian dua pasangan itu Keenan melanjutkan perjalanan nya untuk memulung, karena ia sudah merasa cukup beristirahat menghilangkan penat.


"Hari ini Vilia bakal datang lagi gak ya?.. Aku harap iya, aku merindukannya." Gumam Keenan tersenyum.


"Aishh sudahlah Ken, Kau tak pantas dengan bidadari seperti Vilia." Sambung Keenan mendesis pasrah.


"Mas Ken!!" Panggil seseorang ketika Keenan mulai memasuki perkomplek-an.


"Ini ada botol, di dalam juga ada barang bekas lain, Mau tidak?" Ujar ibu itu menunjukkan botol bekas di tangannya dan menunjuk ke dalam rumah tanpa melihat ke arah yang di tunjuk.


Keenan lantas tersenyum lebar. "Mau lah Bu." Jawab Keenan sumringah.


"Ya sudah ayo masuk, Tadi saya sudah pisahkan, Mas Ken tinggal angkat aja." Tutur Ibu itu menuntun jalan.


Keenan pun mengikuti langkah ibu itu masuk kedalam pekarangan rumah tersebut. Sampai di halaman belakang bear saja sudah tertata rapi barang barang bekas yang telah di pisah.


Keenan amat senang, Walaupun ia tak punya apa-apa, Masih ada orang-orang baik yang bersedia membantunya, dengan ini Keenan bisa membeli makanan untuk ia makan. Setidaknya dapat membeli makan malam saja sudah cukup Kata Keenan.


Keenan mengambil Barang-barang bekas itu dan segera membawanya pergi untuk di timbang, semoga saja uang yang ia dapat cukup untuk membeli makan dan minum.


_

__ADS_1


_


"Udah pada balik?" Tanya Keenan pada teman-temannya yang berstatus sama.


"Iya Ken, Hari ini lumayan dapat banyak lebih awal." jawab temannya itu.


"Alhamdulillah." Seru Keenan.


Keenan melihat antrian di tempat penimbangan barang bekas, Ternyata sudah lumayan banyak orang yang datang untuk menimbang dan itu mungkin membuat Keenan harus menunggu lebih lama untuk tiba gilirannya, Padahal perutnya sudah keroncong. 😅


Satu Jam lamanya Keenan menunggu hingga akhirnya tiba gilirannya menimbang barang bekas yang ia dapat. dan tentu itu adalah hal paling mendebarkan bagi Keenan, entah berapa ribu yang akan ia dapatkan.


"Wah Ken, Kamu dapat banyak hari ini ya." Ujar Pak Agus selaku petugas penimbangan tersebut.


"Haha Iya Alhamdulillah pak." Balas Keenan mengangguk dan tersenyum.


Pak Agus pun mulai menimbang bawaan Keenan, Dan hari ini Keenan dengan susah payah menggotong 2 karung barang bekas, tak terbayang seberapa lelah Keenan hari ini, dan semoga saja hasilnya memuaskan seperti kerja kerasnya.


"Hemm Bagus bagus." Ucap pak Agus seraya meraih uang untuk ia berikan pada Keenan.


"Ini ken hasil kamu hari ini." Ujar pak Agus menyerahkan uang pecahan senilai 150 Ribu.


"Ini beneran? Saya dapat segini banyak?" Tanya Keenan tak percaya.


"Iya, Ini ambillah." jawab pak Agus tersenyum.


Keenan pun dengan senang menerima hasil jerih payahnya hari ini. setelah itu ia pamit pada pak Agus dan pergi membeli makanan ke warung ataupun penjual keliling, Karena tempat itulah satu-satunya yang bisa Keenan datangi.


GUYS GUYS GUYSSS ADA YANG BARU TERNYATA HARI INI YA🤭


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2