Suamiku Gelandangan

Suamiku Gelandangan
Masa Lalu Keenan


__ADS_3

Han sudah selesai menjelaskan semuanya, Kini didalam rumah Keenan tengah sangat sunyi senyap, Keenan dan Vilia dalam kondisi canggung dan gugup dikarenakan hadir seseorang didepan mereka, seseorang yang baru bagi mereka, dan memiliki aura yang cukup mendominasi.


"Khem, Sampai kapan kita diam seperti ini?" Tanyanya memecah keheningan itu.


"Eng... Maafkan saya." Celetuk Keenan canggung.


"Keenan, Jangan formal padaku, aku ini Papi kamu." Ucapnya tersenyum.


"Tapi saya tidak bisa percaya itu, Ayah saya itu bernama Rama." Balas Keenan kurang percaya.


"Keenan~ Han belum menjelaskan tentang bagaimana kamu bisa dirawat oleh Rama karena aku sebagai ayahmu ingin menjelaskannya sendiri." Ujarnya.


Kemudian ia menjelaskan kronologi hilangnya Keenan hingga bisa dirawat oleh Rama, Itu bermula pada saat orang tua kandung Keenan tengah dalam masalah besar, Keluarga Pradipta tepatnya sedang diserang waktu Keenan masih berumur 6 Bulan.


Penyerangan itu bukanlah penyerangan biasa melainkan pembunuhan, Penyerangan itu berhasil merenggut nyawa nenek Keenan yang bernama Erika, dan membuat orang tua Keenan terpaksa melepaskan Keenan dari genggaman mereka.


"Aku menyerahkan kamu pada Rama demi menyelamatkan hidup kamu, Tapi orang-orang itu mengetahuinya dan menargetkan kalian lagi, Pada akhirnya aku kehilangan jejak kalian bertiga, Aku sudah mencari kalian bertahun-tahun, Hingga pada akhirnya 2 tahun lalu aku berhasil menemukan jejak kalian lagi." Jelasnya panjang lebar dengan nada sedih.


"Tapi setelah 2 bulan mencari informasi keberadaan tepatnya kalian berada aku baru mengetahui bahwa Rama dan Dina sudah meninggal." Sambungnya lirih.


"Keenan~ Papi sudah berusaha keras mencari keberadaan kamu, Akhirnya usaha Papi tidak sia-sia." Lanjutnya bahagia.


"Sekarang..... Apa keluarga kita baik-baik saja?" Tanya Keenan berusaha untuk mulai menerima.


"Semuanya baik-baik saja sekarang, Hanya saja...." Jawabnya menggantung kalimatnya terakhirnya.


"Hanya saja kenapa?" Tanya Keenan.


...... "Kamu akan mengetahuinya ketika pulang, Kembalilah nak." Jawabnya penuh harapan.


"Maaf tapi.... Bisakah memberiku waktu lagi? Aku tidak bisa langsung menerima kenyataan ini dan masuk ke keluargamu." Ucap Keenan Ragu.


Raden yang merupakan ayah Keenan itupun hanya bisa diam, Ia menghembuskan nafas panjang dan pasrah, dirinya tak bisa memaksa Keenan untuk kembali, sedangkan mereka sudah berpisah bertahun-tahun lamanya, pasti sulit bagi Keenan untuk menerima semuanya, Raden sangat paham akan itu.

__ADS_1


"Baiklah Ken, Papi tidak akan memaksa kamu untuk kembali ke keluarga Pradipta sekarang, Kamu bisa memikirkannya dulu, Papi hanya berharap kamu bisa pulang dan mengunjungi Mami kamu." Ujar Raden pelan.


"Papi harus pergi sekarang, Papi harus kembali ke perusahaan." Sambung Raden seraya berdiri dari duduknya.


Keenan dan Vilia lantas ikut bangun untuk mengantar Raden ke pintu. Sejauh ini Raden sudah memerhatikan Vilia dari tadi, Keenan bersedia membagi semuanya dengan Vilia yang membuat Raden merasa tertarik.


"Ini istri kamu kan?" Tanya Raden basa basi yang sedari tadi tidak menanyakan identitas Vilia.


"Iya." Jawab Keenan.


Vilia lantas tersenyum. "Hati-hati dijalan Om." Pesan Vilia sopan.


"Kamu ini masih panggil saya Om? Saya ini Papi Keenan, Panggil saya Papi seperti Keenan memanggil saya nantinya." Balas Raden tersenyum tipis.


Raden terdiam sejenak sebelum melanjutkan perkataannya. "......... Papi sangat berharap saat-saat itu akan ada." Sambung Raden lirih dan tersenyum miris.


Vilia lantas tak enak hati mendengar perkataan Raden, Setelah kepergian Raden dan yang lainnya Vilia pun berusaha berbicara dengan Keenan, Barang kali Keenan akan mau mulai mencoba dari sekarang untuk menerima Raden.


"Ken, Kamu bilang kamu merasa ada sesuatu yang tidak kamu ketahui dari mendiang Ayah dan Ibu kan?" Tanya Vilia.


"Ken, Semuanya jelas sekarang, tapi.... Tidakkah Ayah dan Ibu meninggalkan sesuatu yang bisa semakin memperjelas semuanya? Terutama masalah keluarga asli kamu." Balas Vilia diselingi pertanyaan.


"Peninggalan? Mereka hanya meninggalkan Cincin langka itu padaku, dan mengatakan untuk menjaga baik-baik kalung yang aku pakai." Jawab Keenan mengingat-ingat.


"Hanya itu? Apa tidak ada lagi?" Tanya Vilia lagi.


"Tidak ada, ha..... Bukan! Ada satu lagi Vil, Aku ingat sekarang, Besok kita harus pergi mencari benda itu dirumah yang pernah kami tinggali dulu." Jawab Keenan yang secara tiba-tiba mulai teringat sesuatu.


"Tapi..... Aku tidak yakin apakah aku bisa menemukan benda itu lagi." Sambung Keenan murung.


Melihat suaminya yang tampak tak percaya diri membuat Vilia refleks menghibur Keenan dan menyakinkan nya bahwa ia pasti bisa menemukan benda tersebut.


Sementara di sisi lain, Raden dan Han sudah sampai di perusahaan, Raden tampak murung hari ini, mungkin ia takut Keenan tak akan mau menerimanya sebagai ayah.

__ADS_1


"Tuan, Harap tenang, Sebentar lagi akan diadakan rapat penting, tolong jangan banyak pikiran tuan besar." Ujar Han berusaha membujuk.


"Aku tau, Terimakasih sudah mengingatkan, Kamu bisa kembali ke pekerjaan mu Han." Ujar Raden seraya perlahan melangkah pergi.


Han hanya menunduk hormat sebelum akhirnya pergi melakukan pekerjaannya, Han adalah yang paling dipercaya di keluarga Pradipta, Selain sebagai asisten pribadi yang ditunjuk langsung untuk Keenan Han juga memikul tanggung jawab sebagai manager departemen keuangan di perusahaan.


🌬️🌬️🌬️🌪️


KEESOKAN HARINYA ⛅


Seperti yang direncanakan, Kini Vilia dan Keenan tengah berada di rumah yang pernah keluarga kecil Keenan tinggali, Kini rumah itu sudah dihuni orang lain, Karena Keenan terpaksa menjual rumah itu untuk menuntaskan pendidikan terakhirnya di S2.


"Ken, Kamu lulusan S2 kenapa menjadi terpuruk seperti ini? Padahal dengan gelar itu kamu bisa cukup mudah untuk mencari pekerjaan yang memadai."


"Yah~ kamu memang benar Vil, setahun yang lalu aku pernah berkerja di sebuah perusahaan besar, Namun mereka pilih kasih dan menyingkirkan aku demi menjilat seseorang yang memiliki kedudukan tinggi jauh di atas ku." Jelas Keenan tampak masih sakit hati dengan kejadian itu.


"Dasar perusahaan sampah!!" Umpat Vilia kesal.


"Bukan perusahaannya yang sampah, Tapi orang-orang nya yang sampah. Kamu tau Vil, Manager perusahaan itu semena-mena menggunakan kedudukannya karena CEO perusahaan tidak mengurus langsung perusahaan itu, Perusahaan itu hanyalah perusahaan cabang terendah, Jadi sangat kurang pengawasan dari atasan tertinggi." Balas Keenan menjelaskan panjang lebar.


"Ck! Pantas saja." Tukas Vilia berdecak kesal.


Percakapan mereka berdua pun berhenti sampai titik itu, Karena seorang wanita paruh baya yang kini menempati rumah tersebut menghampiri Keenan dan Vilia.


Keenan pun menjelaskan kedatangannya kepada ibu-ibu tersebut. Sebut saja namanya ibu Marti, Beliau langsung menyambut dengan hangat kedatangan Keenan dan Vilia, Beliau juga tak keberatan dengan tujuan Keenan.


Setelah mendapatkan izin, Keenan pun pergi ketempat dimana ia menyimpan benda yang ia sembunyikan dahulu. Saat berusia 5 tahun, Keenan menguburkan kotak pemberian orang tua angkatnya di bawah sebuah pohon besar, dan kini pohon itu sudah di potong, hanya tersisa batang bekas pemotongan, itu membuat Keenan susah mengingat disebelah mana kotak itu ia kubur.


"Maaf mas Keenan, Saya gak tau kalo ada sesuatu seperti itu dibawah pohon ini." Ujar ibu marti tak enak hati.


"Tidak apa-apa bu, Saya mengerti itu, anda tidak mengetahui apapun tentang itu karena saya juga sempat melupakannya." Balas Keenan memaklumi.


"Ibu tenang saja, Insyallah saya bisa menemukannya dengan cepat." Sambung Keenan berusaha menenangkan pikiran tak enak di kepala Ibu Marti.

__ADS_1


UDAH YGY CUKUP SAMPAI SINI AJA😁 SEE YOU ORANG BAIK😚


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2