
Kini Keenan tengah menemani Vilia di ruang rawat. Setelah Vilia sadar Keenan langsung menghujani Vilia dengan banyak pertanyaan, Dan juga Keenan melontarkan kata-kata amarahnya pada Vilia karena ia tak mengatakan pada Keenan jika dirinya sedang dalam keadaan tidak fit.
"Kamu ini kenapa sih? Apa sulitnya mengadu sakit padaku?! Apa aku orang asing bagimu hem?!" Ketus Keenan membuat Vilia terkejut sekaligus sedih.
"Maaf.... Aku gak bermaksud begitu,," Ucap Vilia menunduk dalam.
"Vil, Lihat aku." Pinta Keenan namun Vilia tetap diam tak menurut.
Keenan lantas memalingkan wajah Vilia menghadapnya, Namun mata Vilia tetap enggan untuk menatap Keenan.
"Maaf karena aku membentak mu, Aku hanya khawatir, Aku takut terjadi sesuatu padamu." Ucap Keenan merasa tak tega melihat Vilia bersedih.
"Hikss maaf... Aku gak tau kalo bakal jadi begini,,," Ucap Vilia terisak, Ia benar-benar merasa takut saat melihat tampang Keenan yang menakutkan saat marah.
Keenan kaget melihat Vilia menangis, Padahal ia berjanji akan selalu membahagiakan Vilia, Tapi lihatlah sekarang, Keenan malah membuat Vilia takut dan menangis, Hal itu benar-benar membuat hati Keenan tercubit.
"Hiks,, Kamu udah ilfil sama aku, kan? Kamu udah gak cinta lagi sama aku,,, itu sebabnya kamu mulai kasar padaku, kan?" Ujar Vilia menangis dan berbicara ngaur.
"Vilia tenang,, Apa yang kamu bicarakan? Jangan seperti ini Vil, Aku tidak pernah memiliki pikiran seperti itu." Ucap Keenan kaget akan pemikiran yang dimiliki Vilia.
Sesaat kemudian Vilia senyap berbarengan dengan Keenan yang kebingungan ingin menenangkan Vilia bagaimana, Keenan pun menatap Vilia yang ternyata telap tertidur, hanya saja ia masih tetap sesenggukan.
"Apa ini semacam sindrom? Dia rewel saat sakit, bahkan bicaranya ngaur sekali." Ujar Keenan bertanya-tanya.
"Bunda maaf~ Gara-gara Lia rumah kita di ambil Bibi~" Ngigau Vilia sendu.
"Vil, Karena aku sudah memiliki kekuatan cukup untuk melindungi kamu, Maka aku berjanji akan mendapatkan rumah itu kembali, Tunggulah." Ucap Keenan mantap.
"Khem!"
Suara daheman itupun berhasil membuat Keenan terkejut, Ia berpaling melihat kearah dimana daheman itu berasal, yang ternyata itu berasal dari Papi Raden, Ia berdahem ketika mendengar perkataan terakhir Keenan.
"Pa- Papi?! Sejak kapan papi disana?" Tanya Keenan terkejut.
"Baru saja." Jawab Papi Raden.
"Boleh papi tanya sesuatu?" Sambung Papi Raden bertanya dengan serius.
__ADS_1
"Bo- boleh,," Jawab Keenan gugup.
"Bagaimana kehidupan istrimu sebelumnya?" Tanya Papi Raden to the point.
Keenan terdiam, Ia ragu untuk menjawab pertanyaan Papi Raden, secara itu adalah kehidupan Vilia, dan tiada izin dari Vilia untuk ia ceritakan pada orang lain, walaupun sebenarnya Papi Raden bukanlah orang lain melainkan orang sendiri.
"Kamu tidak perlu menjawab jika tidak mau, Tapi biarkan Papi menebaknya sendiri." Ujar Papi Raden serius.
"Menurut yang Papi dengar, Seharusnya kehidupannya tidak bagus, Dan tentang kekuatan yang cukup untuk melindungi yang kamu bilang itu,, YA! Itu memang cukup, Tapi untuk membalas itu masih kurang." Sambung Papi Raden.
"Maksudnya?" Tanya Keenan bingung.
"Langsung ke inti saja, pertanyaannya, Kamu ingin membalas atau hanya melindungi?" Jawab Papi Raden diselingi pertanyaan.
"Tentu saja dua-duanya." Jawab Keenan mantap.
"Kalau begitu Papi ada 2 penawaran disini, Pertama kamu lanjut kuliah S3 dan membalasnya setelah kamu selesai S3, Atau mengambil alih perusahaan sekarang dan mengontrol semua koneksi dan kekuatan yang ada,, Kamu pilih mana Ken?" Ujar Papi Raden panjang lebar diakhiri pertanyaan.
Keenan bingung, Ia harus memilih apa? Di satu sisi ia ingin melindungi Vilia dan membalas orang-orang yang telah menyakiti Vilia, Namun disisi lainnya ia tidak mau mengecewakan Vilia, Vilia ingin Keenan untuk melanjutkan pendidikannya ke S3, dan Keenan tidak mau menolak keinginan Vilia.
Andai saja ada pilihan lain,,, begitulah pikiran Keenan saat ini. Ia menginginkan jalan aman, jalan tengah yang sama-sama menguntungkan.
"Emmm,,, Papi sudah menebaknya dari awal, sebenarnya Papi ada satu usulan disini." Timpal Papi Raden.
"Apa itu, Papi?" Tanya Keenan.
"Papi akan menetapkan namamu sebagai CEO baru perusahaan utama, dan Han asisten pribadi terpilih mu akan mewakili kamu mengurus perusahaan, Kamu bisa bekerja dibelakang layar tanpa harus mengecewakan harapan istrimu." Jawab Papi Raden membuat Keenan kurang mengerti.
"Maksud Papi?" Tanya Keenan.
"Kamu bisa terus kuliah tanpa harus mengkhawatirkan masalah perusahaan, Han akan membantumu mengurus perusahaan, kamu hanya akan turun tangan untuk masalah serius perusahaan, bagaimana?" Jawab Papi Raden memberikan penawaran mudah.
Keenan diam, Ia memikirkan matang-matang penawaran yang di ajukan oleh Papi Raden, Setelah mempertanyakan keyakinan Papi Raden akhirnya Keenan pun setuju untuk menerima penawarannya.
Papi Raden amat senang karena Keenan bersedia menerima tawarannya, Akhirnya Papi Raden pergi untuk mempersiapkan semuanya, Ia akan memanggil semua orang dalam untuk datang berkumpul di kediaman Pradipta dan memperkenalkan Keenan sebagai penguasa baru.
"Vil, Aku akan melakukan segalanya untukmu, Aku akan menjagamu dengan sungguh-sungguh." Ucap Keenan menyingkap anak rambut Vilia.
__ADS_1
🌬️🌬️🌬️🌪️
Kini Vilia sudah kembali bersama Keenan dan Papi Raden ke kediaman Pradipta, Sampainya di rumah mami Windy langsung melontarkan pertanyaan kepada Vilia tentang apa yang sebenarnya terjadi padanya.
"Vilia baik-baik aja kok Mam, Jangan khawatir." Ucap Vilia berusaha menenangkan pikiran mami Windy.
"Bibi Ratna, Antar Vilia ke kamarnya, Saya punya urusan penting untuk dilakukan bersama Keena." Tutur Papi Raden menatap Bibi Ratna.
"Baik tuan." Ucap Bibi Ratna mengangguk.
"Istirahat baik-baik ya, Aku akan segera kembali." Ujar Keenan sebelum Vilia di antar pergi oleh Bibi Ratna.
"Ayo Ken, Semuanya sudah papi persiapkan." Tutur Papi Raden yang di angguki oleh Keenan.
Keduanya pun pergi keruang pertemuan yang ada di paviliun belakang, Ruang itu memang khusus untuk pertemuan keluarga, ataupun untuk rapat khusus dirumah mengenai pekerjaan.
Papi Raden juga meminta Han untuk hadir dalam pertemuan tersebut, Karena pertemuan kali ini sangat penting, dan semua bawahan utama harus hadir dalam pertemuan ini.
"Selamat sore semuanya, Kalian semua rata-rata pasti sudah mendengar kembalinya pewaris keluarga Pradipta, Ini dia putraku, Pewaris keluarga Pradipta KEENAN." Ucap Papi Raden mulai memperkenalkan Keenan kepada semua orang.
"Selamat datang kembali tuan muda." Seketika semua orang serentak mengucapkan selamat datang kepada Keenan.
"Terimakasih." Balas Keenan mengubah nada bicaranya menjadi tegas dan tentu saja membuat semua orang kaget, apalagi Papi Raden.
*Anak ini, perasaan aku belum mengajarinya untuk bersikap tegas dalam semua kondisi, tapi dia sudah memiliki sifat itu, benar-benar putraku.* Batin Papi Raden merasa bangga.
"Hari ini saya akan mengumumkan hal resmi, Mulai saat ini Keenan akan mengambil alih perusahaan utama." Ungkap Papi Raden tegas dan semuanya hanya mendengarkan tampa komplain satupun.
"Han, Kamu sebagai asisten pribadi Keenan akan mengelolah perusahaan menggantikan Keenan, Karena Keenan hanya bekerja dibelakang layar, Kamu keberatan?" Sambung Papi Raden diselingi pertanyaan.
"Tidak Tuan, Saya akan selalu stand by saat tuan muda membutuhkan." Jawab Han.
"Bagus, Kalau begitu semuanya sudah jelas, sekarang biarkan Papi memperkenalkan semuanya padamu Ken." Ucap Papi Raden melirik Keenan dan Keenan mengangguk mengiyakan.
"Mereka adalah 10 anggota utama di keluarga kita, Dia Dery, Merupakan komisaris polisi muda, dia bertanggung jawab atas masalah militer keluarga Pradipta. dan dia Cristian, Dia adalah hacker terkenal yang bekerja dibawah naungan kita, Dan disebelahnya adalah Ferdi, Dia dokter pribadi keluarga kita, jika ada masalah kesehatan kamu bisa memanggilnya untuk datang kapan saja."
__ADS_1
SAYA GANTUNG LAGI YA GUYS CERITANYA, TENANG PASTI DILANJUTIN KOK😌
BERSAMBUNG..........................................