Suamiku Gelandangan

Suamiku Gelandangan
Pertolongan Dari Ken


__ADS_3

Hujan lebat membasahi seluruh kota, Aktifitas malam masyarakat pun berubah, mobil dan kendaraan lain yang melintas mulai melaju dengan perlahan, Para pejalan kaki banyak yang berteduh menunggu hujan reda.


Begitu juga dengan Vilia yang sudah tidak punya tempat untuk ia singgahi. Ia sudah tidak tau harus bagaimana, sudah seharian dirinya berkeliling mencari tempat tinggal, namun ia tak mendapatkan nya karena masalah biaya.


"Ya Allah..... Harus kemana lagi aku pergi? Sudah seharian aku mencari tapi tak ada sedikitpun yang mau menerima." Gumam Vilia sendu.


*Sudah seharian aku nahan lapar, rasanya perutku perih sekali.* Batin Vilia seraya mengelus perutnya yang terasa menusuk.


"Mba gak apa-apa?" Tanya seseorang yang sedang berteduh juga.


"Iya, saya baik-baik saja." Jawab Vilia tersenyum.


"Tapi wajah mba pucat loh, Yakin gak apa-apa?" Ujarnya prihatin.


"Iya saya baik kok, mungkin cuma karena dingin." Ucap Vilia sekilas menatap rintikan hujan.


Orang itupun mangut-mangut, Vilia juga kembali teralih dengan lamunannya. Hampir 30 menitan Vilia menunggu hujan redah, Akhirnya hujan pun redah dan Vilia bergegas pergi untuk mencari tempat tinggal.


Vilia bisa saja minta bantuan Fifi, Namun Vilia merasa tak enak hati untuk merepotkan Fifi. Dan itupun berakhir dengan keputusasaan, Tidak tau harus kemana dan hanya bisa luntang lantung di jalanan menahan haus dan lapar.


Beberapa Km Vilia berjalan, Akhirnya Vilia sampai di sebuah perempatan menuju pemukiman sederhana masyarakat. Berharap ada seseorang yang bersedia menolongnya setidaknya satu malam saja.


"Ughh kepalaku sakit sekali...." Keluh Vilia memegangi kepalanya.


"Mba? Mba baik-baik aja?" Tanya seseorang yang kebetulan lewat.


"Kepala saya... Sakit sekali..." Lirih Vilia.


"Mba ayo kerumah saya, Mba gak punya tempat tinggal ya? Kebetulan saya sendirian di rumah, Mari." Ujar seseorang itu baik hati.


Vilia pun mau tak mau ikut orang itu pergi kerumahnya, namun belum juga masuk ke pekarangan rumahnya Vilia sudah jatuh pingsan. Beruntung ada seorang laki-laki lewat dan membantu Vilia dan gadis itu.


Vilia di bawa masuk kedalam rumah gadis itu di bantu pria gagah tersebut, kebetulan rumahnya tak jauh dari rumah gadis itu, masih termasuk tetangga.


"Ada apa dengannya?" Tanya pria itu.


"Gak tau mas, Tadi mba nya ngeluh sakit, dia juga gak punya tempat tinggal, saya jadi kasian dan berniat membantunya." Jawab gadis itu prihatin.


"Badannya panas, mungkin demam karena cuaca, perutnya juga kosong." Jelas Pria itu mengecek kondisi Vilia.


"Kosong? Dia seharian gak makan?" Tanya gadis itu terkejut.


Pria itu lantas menekan perut Vilia lagi. "Aku rasa iya." Jawabannya pelan.


"Cepat ambil kompresan air hangat dan kantong es, juga minyak wangi apapun itu yang bis merangsang kesadarannya." Sambungnya menginstruksi.


Dengan cepat gadis itupun menuruti apa yang pria itu instruksikan, Ia kembali dengan membawa baskom berisi air hangat dan kanto es juga minyak.

__ADS_1


Pria itu segera mengompres Vilia dan gadis itu mengompres perut Vilia dengan kantong es yang ia ambil, sebenarnya mereka tidak tau apakah itu efektif atau tidak. Beberapa saat kemudian, Usaha kecil mereka membuahkan hasil, Vilia membuka matanya dengan berat dan melihat gadis yang telah menolongnya.


"Mba gak apa-apa?" Tanya gadis itu khawatir.


"Aku... Aku baik-baik aja." Jawab Vilia tampak sedikit bingung.


"Mba tunggu sebentar ya, aku ambilkan makanan." Ujarnya seraya berdiri dan meninggalkan Vilia dengan pria itu.


Vilia belum menyadari keberadaan pria yang menolongnya, itu di sebabkan karena pikirannya yang kacau, ia sedikit bingung saat ini.


"Kamu yakin baik-baik aja?" Tanya nya.


"Iya, Makas...." Jawab Vilia menggantung kalimatnya karena terkejut.


"Kenapa? Kaget? Kenapa kamu gak pernah cerita apapun? Sampai kapan kamu mau menyembunyikan ini dari ku?" Tanya nya sedikit kesal.


"Maaf...." Hanya kata itu yang bisa Vilia ucapkan saat ini.


"Baiklah aku tidak akan memarahi kamu, Sekarang kamu butuh istirahat, besok aku akan menanyakan langsung padamu dan kamu harus jawab yang jujur, aku tidak menerima penolakan!" Ujar nya penuh ketegasan.


Vilia hanya diam, Ia tak bisa berkata apa-apa mendengar penuturan dari pria tersebut. Tak lama kemudian gadis itu datang dengan semangkuk bubur dan air putih, Ia menyodorkan nya pada Vilia dan Vilia tentu menerimanya.


Setelah itu pria tadi pamit pulang, waktu juga sudah malam dan tidak baik untuk berlama-lama di rumah gadis itu. Setelah kepergian pria itu, Vilia dan gadis itupun pergi istirahat, beruntung rumah gadis itu terdapat 2 kamar jadi Vilia memiliki tempat untuk istirahat.


"Terimakasih sudah menolong ku." Ucap Vilia yang di antar ke kamar oleh gadis itu.


"Sama-sama." Balas nya tersenyum.


"Syifa kak." Jawab Nya.


Syifa pun mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Vilia, dan Vilia menerimanya dengan senang hati, keduanya pun berkenalan, ternyata Syifa ini sedang kuliah di universitas lulusannya Vilia.


Syifa tinggal sendiri karena ia bukan orang asli kota ini, Ia seperti itu karena pendidikannya dan juga sekaligus mencari seseorang, walaupun Syifa tidak tau bagaimana wajah orang yang ia cari sekarang, secara mereka berpisah dari kecil.


😴😴😴🌬️


Morning again πŸŒ„πŸŒ₯️


"Selamat pagi kak." Ucap Syifa saat Vilia datang ke dapur.


"Pagi." Balas Vilia tersenyum.


"Kamu mau masak apa? Biar aku bantu." Tanya Vilia.


"Telur dadar doang kak, aku gak pandai masak." Jawab Syifa.


"Hahaha kamu masih punya banyak waktu untuk belajar, aku bisa mengajarimu, tapi kemampuan ku juga tidak sehebat chef terkenal." Ujar Vilia terkekeh kecil.

__ADS_1


"Wahh kakak serius mau ngajarin?" Tanya Syifa bersemangat.


"Iya." Jawab Vilia.


Keduanya pun mulai memasak, hari ini menunya cuma telur dadar, tapi berkat Vilia telur dadar nya bukan telur dadar biasa lagi. Satu bahan jadi 3 menu makanan, Syifa amat kagum dengan keterampilan memasak Vilia, padahal itu hal biasa.


*Aduh anak polos satu ini....* Batin Vilia terkekeh.


Mereka pun sarapan bersama, Setelah syifa pergi kuliah Vilia membersihkan halaman rumah, ia hari ini tidak masuk kerja karena toko juga tutup, Fifi dan ibunya sedang ada urusan di bandung, jadi Vilia bebas sepanjang hari hari ini.


"Vilia." Seru seseorang mendatangi Vilia.


"Ken?!" Kejut Vilia.


Benar, itu adalah Keenan, pria semalam adalah Keenan, dan sesuai kesepakatan hari ini Keenan ingin Vilia jujur padanya.


Keenan pun mendekat ke arah Vilia lalu merebut sapu lidi yang Vilia pegang, Keenan lantas memarahi Vilia karena dirinya masih sakit dan malah bekerja.


"Sudah aku saja." Ujar Keenan.


"Tapi Ken." Ucap Vilia ragu.


"Sudah diam! Jangan membantah dan duduk manis disana." Tukas Keenan melirik kursi yang ada di teras rumah.


*****


Pekerjaan rumah sudah selesai berkat bantuan Keenan, Kini Vilia sedang menceritakan semuanya pada Keenan, Keenan amat terkejut mendengar itu, ia juga sedikit memarahi Vilia karena terlalu naif dan percaya pada keluarga jahatnya.


"Aku sudah ikhlas dengan rumah itu Ken, Aku bisa mendapatkan rumah baru yang lebih damai untuk di tinggali, Tapi bagaimana aku harus mendapatkan warisan ku? Hanya itu yang dapat menolong ku saat ini." Ucap Vilia sendu.


"..... Jika kamu mau aku bersedia menikahi mu." Ujar Keenan tulus setelah terdiam beberapa saat.


"Ap-Apa?!" Kejut Vilia.


"Aku ingin jujur, sebenarnya aku sudah lama menyukaimu, tapi aku tidak berani mengharapkan gadis sempurna seperti mu, aku sadar diri." Ungkap Keenan tulus dan sendu.


"Aku ingin menjagamu Vilia, Walaupun dari jauh aku akan tetap menjagamu, melihat mu bahagia saja itu sudah cukup untukku. Tapi jika bisa aku ingin menjagamu di sisiku, menjagamu tampa batasan dan jarak." Sambung Keenan panjang lebar.


Pernyataan itupun membuat Vilia tersentuh, entah mengapa dirinya amat senang mendengarnya.


"Vil, Izinkan aku membantumu, Aku tidak akan memaksamu untuk melakukan tugas sebagai seorang istri, aku hanya ingin menjagamu dan membantumu." Ujar Keenan.


"Kamu serius?" Tanya Vilia agak syok.


"Iya." Jawab Keenan sungguh-sungguh.


"Terimakasih Ken, terimakasih." Ucap Vilia menangis haru.

__ADS_1


SETELAH BERPIKIR PANJANG DAN AKHIRNYA BERAKHIR DENGAN PLOT INI, GIMANA MENURUT KALIAN?


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2