
Lanjut Episode sebelumnya ya✌️😋
Keenan nampak bingung melihat maminya nampak seperti kesulitan untuk bicara. "Papi, Apa yang terjadi? Mengapa Mami seperti ini?" Tanya Keenan sendu.
"Mari kita bicara nanti, Sekarang bukan saat yang tepat untuk membahas ini." Tutur Papi Raden.
Keenan lantas menatap maminya sejenak sebelum kemudian mengangguk mengiyakan penuturan dari Papi Raden. Setelah itu semuanya pun mulai memasuki rumah megah itu yang dipimpin oleh Papi Raden.
Papi Raden cukup menjelaskan beberapa lokasi saja pada Keenan, untuk selengkapnya akan Keenan telusuri besok bersama Han, sekalian berkenalan dengan semua maid dan pelayan dirumah tersebut.
"Ken, Biar Papi tunjukkan kamar kamu." Ujar Papi Raden yang di angguki oleh Keenan.
"Kedepannya kamu dan Vilia akan tinggal dikamar itu, Papi sudah menjaga kamar itu dari semenjak kamu menghilang, Akhirnya kamar itu tidak akan kosong lagi." Sambung Papi Raden tersenyum seraya memimpin jalan menuju lantai atas tempat kamar Keenan berada.
"Terimakasih Papi karena tidak pernah menyerah terhadap ku." Ucap Keenan penuh rasa terimakasih dan haru.
"Orang tua mana yang akan menyerah terhadap anaknya sendiri hem?" Balas Papi Raden tersenyum kearah Keenan.
Keenan diam, sementara Vilia hanya menyimak sembari mengikuti langkah kedua pria di hadapannya.
Beberapa saat kemudian sampailah mereka bertiga di kamar Keenan, Kamar yang begitu mencuci mata. tidak berlebihan, interiornya pas dengan selera Keenan, dan sangat nyaman dimata Keenan saat menatap ruangan tersebut.
"Ini adalah kamar kamu Ken, apa kamu suka?" Ujar Papi Raden diselingi pertanyaan.
"Awalnya ruangan ini di dekorasi full hitam, Tapi Papi ingat kamu sekarang pulang tidak sendiri melainkan membawa istri kamu, Jadi Papi melakukan perubahan dadakan tadi malam, Apa ini sesuai dengan selera kamu?" Jelas Papi Raden diselingi pertanyaan.
"Jika kamu tidak suka katakan saja Ken, Papi akan menyuruh orang untuk mengubahnya menjadi seperti yang kamu mau." Sambung Papi Raden, ia takut Keenan tak suka dengan kamar itu, secara mereka sudah berpisah 20 tahun lebih dan belum mengenal satu sama lain.
"Tidak Papi, Aku suka dengan ruangan ini, Tidak terlalu banyak dekorasi sesuai yang aku sukai." Jawab Keenan tersenyum.
"Syukurlah jika sesuai." Ucap Papi Raden menghembuskan nafas lega.
Vilia tersenyum melihat ekspresi Papi Raden yang tampak sangat takut jika apa yang dirinya persiapan tak sesuai keinginan putranya. Jelas sekali Papi Raden sangat menyayangi Keenan meskipun sudah lama berpisah.
"Kalian istirahatlah dulu, Papi akan memanggil kalian saat makan siang sudah di sajikan di ruang makan." Tutur Papi Raden perhatian.
"Baiklah, Terimakasih Papi." Ucap Keenan mengangguk.
Setelah itupun Papi Raden pergi meninggalkan Keenan dan Vilia berdua saja dikamar itu. Setelah kepergian Papi Raden Vilia membantu Keenan menata baju Keenan di lemari, walaupun sebenarnya sudah terdapat banyak pakaian baru didalamnya, Pakaian yang sengaja disiapkan Papi Raden secara dadakan juga tadi malam.
Tok tok tok~
"Tuan dan Nona, Maaf jika saya mengganggu istirahat anda berdua, Tuan besar memanggil kalian untuk makan siang bersama." Ucap Han setelah mengetuk pintu tampa membuka pintu tersebut.
"Baiklah, Terimakasih Han." Saut Keenan dari dalam yang mengenali suara Han.
"Sama-sama tuan muda, Kalau begitu saya permisi." Balas Keenan yang kemudian pamit pergi.
__ADS_1
Tak lama setelah kepergian Han, Keenan dan Vilia keluar untuk turun kelantai bawa, di ujung tangga ada seorang maid yang berdiri seperti sedang menunggu kedatangan mereka.
"Tuan dan Nona muda, Mari saya antar menuju ruang makan." Ujarnya setelah Keenan dan Vilia pas didepannya.
"Baiklah terimakasih." Ucap Keenan yang memang kenyataannya belum hafal dengan rumahnya sendiri.
Maid itupun mulai memimpin jalan menuju ruang makan, Keenan dan Vilia mengikuti di sebelah maid itu seraya bertanya-tanya, dan hal pertama yang mereka tanyakan tentu saja nama maid tersebut
"Bibi Ratna udah berapa lama kerja disini?" Tanya Keenan.
"Sudah sepuluh tahun tuan muda." Jawab Bibi Ratna.
"Sudah lama juga ya Bi." Ujar Keenan mangut-mangut.
"Begitulah tuan muda, Saya sudah nyaman dengan pekerjaan saya." Balas Bibi Ratna tersenyum.
"Silahkan Tuan dan Nona muda." Lanjut Bibi Ratna saat sampai di ruang makan dan mempersilahkan Keenan dan Vilia berjalan didepan.
"Oh Kalian sudah datang, Ayo duduk." Tutur Papi Raden menatap Keenan dan Vilia.
Keenan mengangguk dan tersenyum kemudian membawa Vilia duduk di sebelahnya, Setelah semua persiapan akhirnya mereka mulai makan siang bersama-sama.
🌬️🌬️🌬️🌪️
• MALAM HARI 🌜
Kini Keenan tengah menemui Papi Raden diruang kerja Papi Raden, Mereka berdua membahas tentang kondisi Mami Windy semenjak satu jam yang lalu, Setelah itupun mereka mengganti topik ke permasalahan lain.
Sebenernya Keenan yang memulai topik baru setelah memahami apa yang terjadi dengan maminya, Kini Keenan tengah mendiskusikan tentang masalah kuliahnya yang ditawari Papi Raden sebelumnya.
"Papi, Aku ada satu permintaan tentang itu." Ujar Keenan.
"Permintaan? Permintaan apa?." Tanya Papi Raden.
"Aku akan kuliah dengan syarat tidak ada yang boleh tau identitas ku, Buatlah aku seolah-olah kuliah dengan bantuan." Jawab Keenan mantap.
"Kenapa?" Tanya Papi Raden heran.
"Aku punya alasan ku sendiri, Papi setuju atau tidak?" Jawab Keenan sekaligus bertanya
"Baiklah, Apapun kemauan kamu Ken." Jawab Papi Raden menyetujui permintaan Keenan.
Setelah mendapatkan keinginannya Keenan pun pamit pergi, Ia akan istirahat di kamarnya, mungkin saja Vilia sedang menunggunya.
Saat tiba di kamarnya Keenan menemukan Vilia sedang santai menonton TV, Menyadari suaminya telah kembali Vilia refleks mematikan televisi dan berdiri menghampiri suaminya itu.
"Kenapa belum tidur Vil?" Tanya Keenan.
Vilia tak mengatakan apapun, ia hanya memeluk Keenan tanpa permisi yang membuat Keenan sangat kaget dengan apa yang Vilia lakukan.
__ADS_1
"Vilia, Ada apa?" Tanya Keenan.
"Sebentar saja, Biarkan aku memelukmu sebentar Ken." Ujar Vilia tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan Keenan.
Keenan akhirnya diam dan membiarkan Vilia melakukan apa yang ia inginkan, Sementara di sisi lain Papi Raden sudah menghubungi seseorang untuk mengurus masalah prosedur kuliah Keenan dan Vilia.
Papi Raden melakukan semua prosedur tanpa mengungkapkan identitas yang sebenarnya dari Keenan dan Vilia,, Yah.... Sesuai dengan kemauan putranya, Keenan.
"Terimakasih Frank, Pastikan hanya kau dan aku yang mengetahui identitas mereka." Ucap Papi Raden kepada temannya itu.
"Tenang saja Raden, Kau ini seperti baru mengenalku." Balas Frank sedikit tertawa.
"Ya ya ya,,, aku tau." Cetus Papi Raden malas.
"Kau ini, Sudahlah aku tidak mau berdebat, Besok aku akan berkunjung, Ingat kenalkan aku dengan putra dan menantumu oke?!" Tukas Frank terkesan pemaksaan.
"Iya iya, Tapi jangan membuatnya takut, Dia baru saja kembali setelah bertahun-tahun, aku tidak mau kehilangannya lagi!" Ucap Papi Raden menggoda Frank.
"Emmm, Selamat Ya. Akhirnya kamu menemukannya, Aku ikut bahagia mendengar kabar ini." Ucapnya tersenyum tulus.
"Terimakasih Frank." Balas Papi Raden ikut tersenyum.
"Hey, Jangan nangis ingat usia!" Cetus Frank jahil.
"Siapa yang nangis?! Lagian kau juga tuh ingat usia! Udah 40 tahun masih saja bertingkah sok remaja!" Cetus Papi Raden tak mau kalah.
"Ah sudahlah malas berdebat dengan tua bangka seperti mu." Ucap Frank malas.
"Kau pikir aku tidak?! Huh dasar tua bangka!" Balas Papi Raden segera menutup teleponnya.
Setelah memutuskan panggilan telepon Papi Raden marah-marah tidak jelas akibat merasa kesal pada Frank temannya itu.
"Huh dasar! Tiap kali selalu saja membuatku kesal! Teman macam apa itu?!" Ketus Papi Raden.
"Mas.... Kenapa?" Tanya Mami Windy pelan.
"Eh sayang, engga apa-apa kok, Cuma frank lagi-lagi buat aku kesal." Jawab Papi Raden.
"Mas, Mulai besok aku mau ikut terapi." Ujar mami Windy.
"Hah?! Serius? Kamu bersedia untuk terapi?" Tanya Papi Raden memastikan.
"Iya, Aku gak mau Keenan punya ibu yang sakit." Jawab mami Windy tersenyum tipis.
"Alhamdulillah.... Baiklah nanti aku hubungi Dokter Vina untuk mempersiapkan segalanya." Ucap Papi Raden merasa senang. Ia amat bahagia mendengar istrinya bersedia untuk terapi kali ini.
MAAF YA GUYS AKU GAK JELASIN SECAR DETAIL ABOUT MOMMY WINDY🙏 BTW selamat hari kemerdekaan READERS 🥳🇮🇩
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1