
Beberapa hari pun telah berlalu, Vilia dan Keenan sudah menganggur sejak 4 hari lalu karena Bakery tutup, Fifi dan ibunya sedang pergi keluar negeri bertemu ayahnya, karena katanya ada masalah keluarga yang mendesak, yang memang ayah Fifi bukan orang Indonesia.
"Keenan, Aku ke pasar dulu ya sama Syifa buat beli bahan makanan." Ujar Vilia menemui Keenan yang sedang memotong rumput dihalaman belakang.
"Perlu di antar gak?" Tanya Keenan.
"Tidak usah, aku pergi ya Ken, assalamualaikum." Jawab Vilia sekalian berpamitan.
"Waalaikumsalam." Saut Keenan pelan.
Setelah istrinya pergi Keenan pun melanjutkan pekerjaannya, satu jam lamanya barulah Keenan santai, ia menunggu Istrinya pulang di teras, karena menurut Keenan Vilia sudah pergi cukup lama dan membuat Keenan khawatir.
"Ini Vilia kemana sih? Kok belum pulang juga." Tukas Keenan cemas.
"Aiya Mas Ken nungguin istrinya ya?" Tanya tetangga yang kebetulan lewat dan melihat Keenan risau.
Keenan lantas menatap tetangganya itu dan mengangguk. "Iya Bu, Vilia udah ke pasar dari tadi tapi belum balik juga." Jawab Keenan.
"Mas Keenan gak usah khawatir, Para istri tuh emang lama kalo belanja, tadi saya ketemu kok sama Mba Vilia di pasar." Ujarnya ramah.
"Iya kah, Bu? Yaaa yang namanya suami nih Bu, saya takut aja istri saya kenapa-kenapa." Balas Keenan.
"Wahh Mas Ken sayang banget sama istinya, saya jadi terharu." Celetuk ibu-ibu itu senang.
"Ah ibu bisa aja." Belas Keenan tertawa.
"Mas Ken gak usah malu, Ya udah ya Mas saya duluan." Ujar Ibu-ibu itu yang kemudian pergi.
"Iya Bu." Balas Keenan mengangguk sopan.
Usai dengan pembicara itupun Keenan menjadi tenang, kemudian datanglah Han yang membuat Keenan menjadi waspada, kemunculannya yang secara tiba-tiba semakin membuat Keenan mempunyai kecurigaan mendalam pada Han.
"Sebenarnya apa mau mu?" Tanya Keenan waspada tinggi.
"Saya tidak punya niat apa-apa, emm saya hanya menjalankan perintah tuan saya saja." Jawab Han santai.
"Lalu apa yang tuan kamu mau dariku?" Tanya Keenan lagi.
"Sebuah cincin yang ada pada anda, Cincin Batu Ruby yang ada dalam kotak ukiran pelangi." Jawab Han mantab.
Keenan lantas berdiri karena kaget. *Bagaimana dia tau aku memiliki sebuah Cincin seperti itu?* Batin Keenan kaget.
"Kamu.... Bagaimana kamu tau aku memilikinya?! Siapa kamu sebenarnya?!" Tanya Keenan mulai kesal.
__ADS_1
"Saya tidak hanya tau tentang cincin itu, bahkan kalung bulan bintang yang anda pakai saya juga tau." Jawab Keenan.
Keenan lantas berubah suram dan menarik kerah kemeja yang Han pakai, Kini Keenan benar-benar cemas, Han tau semuanya dan mungkin benar bahwa Han menargetkan dirinya, Kini Keenan benar-benar harus waspada setiap saat, apalagi sekarang ada Vilia di hidupnya.
"Ken ada apa dengan mu?" Tanya Vilia yang baru saja datang dan melihat situasi itu.
Keenan lantas kaget dan melepaskan Han, Han pun merapikan kerah kemeja nya lagi dengan santai seolah-olah tidak terjadi apapun barusan.
"Apa yang terjadi Ken? Siapa dia?" Tanya Vilia.
"Oh dia istri anda, kan?" Celetuk Han bertanya dengan santai.
"Apa?! Jangan berani-berani menyentuhnya! Aku tidak akan segan-segan padamu!" Ancam Keenan seraya menghalangi Vilia untuk di pandang oleh Han.
"Tuan.... Mungkin ulah saya benar-benar telah membuat banyak kesalahpahaman, tapi saya benar-benar tidak bisa mengatakan apapun jika tuan besar tidak mengizinkan." Ujar Han tak berdaya.
"Apanya salah paham?! Aku merasa telah diawasi selama ini, itu ulah mu kan? Kamu mengawasi pergerakan ku?!" Tanya Keenan sedikit ketus.
"Saya aku itu, saya telah mengutus banyak orang untuk mengawasi anda dari jauh." Jawab Han dengan isyarat yang seketika membuat banyak orang bermunculan tiba-tiba.
Vilia yang melihat itupun kaget dan takut, Ia tidak tau apa yang terjadi sekarang, Tapi orang-orang itu tampak sangat garang, Vilia merasa dirinya dan Keenan sedang dalam masalah serius.
"Apa yang akan kamu inginkan sebenarnya?! Jangan macam-macam." Cetus Keenan penuh aura mengancam.
"Jika anda ingin tahu, mari kita cari tempat yang tenang untuk bicara, atau....." Ujar Han menggantung kalimatnya.
"Atau apa?!" Tanya Keenan ketus.
"Anda bisa menyerahkan gadis dibelakang anda pada kami, dan saya akan mengatakan yang sebenarnya, juga bonus mobil dan rumah." Sambung Han yang secara cepat mendapatkan bogem mentah menyapa wajahnya.
Han kaget bukan kepalang, Ia berfikir sejak kapan Keenan bergerak dan melayangkan pukulan? Padahal Han tak melihat pergerakan apapun dari Keenan barusan.
"Jika kau mengatakan hal gila lagi aku tidak segan-segan memukulmu hingga mati!" Teriak Keenan suram menunjuk tajam muka Han.
"Ada apa? Jika ingin wanita cantik anda bisa memilikinya dengan mudah jika memiliki kekuasaan, 1 seperti dia akan mengantri 100 baris." Ujar Ken lagi seraya mengelap bekas pukulan Keenan.
Keenan lantas kembali memukuli Han. "Dasar brengsek!" Umpat Keenan emosi.
Orang-orang Han lantas turun tangan menahan Keenan, tidak mungkin mereka terus diam dan melihat Han dihajar, karena mereka tau betul bahwa Han tak akan melawan sedikitpun.
"Lepaskan aku!! Dasar sialan! Aku akan memukulnya sampai mati! B***ngan! Ini yang kamu sebut tidak ada maksud apapun?! Kau malah menginginkan istriku! LEPASKAN AKU!! DASAR B***NGAN!!" Umpat Keenan tak henti-hentinya terus memberontak.
"Anda tidak mau, tapi.... Bagaimana dengannya?" Ujar Han menatap Vilia yang mematung karena syok.
__ADS_1
"Jangan menyentuhnya!!" Teriak Keenan mengancam.
"Nona, Apa anda bersedia ikut saya? Gadis cantik seperti anda bisa hidup mewah jika bersama saya, anda tidak perlu hidup susah, bagaimana? Pria miskin seperti dia tidak pantas untuk bidadari seperti anda." Ujar Han mendekati Vilia.
Vilia diam dan menunduk dalam, kemudian setelah kesunyian yang cukup lama barulah Vilia bersuara. "Kamu benar." Ucap Vilia menatap Han.
*Hem? Setuju begitu cepat?* Batin Han terkesan kaget.
Keenan menatap Vilia dengan nanar, ia tak percaya dengan apa yang Vilia katakan. Sementara Han mengulurkan tangannya dan tersenyum untuk menyambut Vilia.
"Kamu benar-benar minta dihajar!! Dasar brengsek!! Kau kira kau siapa hah?! Mentang-mentang banyak uang lalu mau membeliku?! Kau kira aku ini barang!!" Sarkas Vilia meninju perut Han.
*Sial.... Pukulannya ternyata sakit sekali.* Batin Han memegangi perutnya yang terasa nyilu.
"Aku tidak akan meninggalkan suamiku apapun yang terjadi! Uang kalian aku juga tidak butuh! Lepaskan suamiku!" Tegas Vilia emosi.
"Kamu benar-benar mau hidup susah dengannya?" Tanya Han pelan.
"Haha idiot, Dia suamiku, tentu saja aku mau." Jawab Vilia mantap.
Han lantas tersenyum mendengarnya, kemudian ia mengisyaratkan untuk melepaskan Keenan, Vilia pun langsung menghampiri Keenan dan menanyai keadaannya.
"Ken kamu baik-baik saja kan?" Tanya Vilia.
"Iya, Emmm makasih ya udah bersedia bersamaku." Jawab Keenan sekaligus berterimakasih atas segalanya.
"Ken... Kita suami istri ingat. Kita sudah bersumpah akan melewati suka duka bersama, jadi tidak perlu berterimakasih, aku sudah pasti akan bersamamu." Jelas Vilia tulus.
"Maaf Tuan Muda, Saya harus menyela karena hal penting." Celetuk Han tiba-tiba menghadap Keenan.
"Ap-apa? Kamu.... Kamu bicara denganku?" Tanya Keenan kaget.
"Benar, Saya mohon maaf sebelumnya, perlakuan saya tadi hanyalah untuk menguji anda berdua." Jawab Han.
"Ken ada apa ini?" Tanya Vilia bingung.
"Aku.... Aku juga bingung." Jawab Keenan yang sama-sama tidak mengerti.
Han tersenyum sebelum kemudian menjelaskan masalah yang sebenarnya, Vilia mengajak Han masuk kedalam rumah setelah penjelasan setengahnya dari Han, Setelah itu barulah Han benar-benar menjelaskan semuanya.
TERKEJODD AKU🙃😂
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1