
SRAKKK! >Pakaian Vilia di robek.
"Aghhhh" Teriak Vilia histeris berusaha menutupi kulit bagian atasnya yang terekspos.
"Hahah tubuh yang indah" Tukasnya semakin bergairah.
Melihat itu Vilia menendang Gengster tersebut dan berusaha untuk kabut, namun nihil, setelah berhasil lepas gari sang ketua sekarang malah di tangkap anggota lainnya dan diserahkan kembali kepada sang ketua itu.
"Pakai cara lembut gak mau, mau pakai cara kasar ya?!" Ketus nya suram.
Cup~
Gengster tersebut langsung saja menciumi leher Vilia, Vilia yang merasa jijik sontak memberontak, namun usahanya tak membuahkan hasil, pria itu sangat kekar, usaha kecil Vilia sungguh sia-sia dibawah tekanannya.
"Aghh hiks lepaskan aku, jauhkan mulut kotor mu itu bedebah!" Berontak Vilia penuh umpatan.
SRAKK! >Pakaian Vilia kembali di robek, kali ini bagian bawah.
Merasakan lidah menyapa pahanya membuat Vilia pasrah akan hidupnya, tak ada jalan keluar, Vilia merasa tak ada jalan untuknya bisa kabur dari genggaman Gengster tersebut, benar-benar pupus harapannya.
"Hikss, Ken,,, Keenan" Tangis Vilia menyebut nama Keenan, berharap bisa melihat Keenan untuk yang terakhir kalinya.
*Keenan, Keenan, Keenan, Keenan* Batin Vilia terus menyebut nama Keenan.
SREKK >Seseorang menyeret Gengster tersebut pergi menjauhi Vilia.
BUGHHH
"AGHHH" Teriak Gengster tersebut memegangi belakang kepalanya yang terkena benturan batang kayu dan langsung di pukul di bagian kaki oleh seseorang itu.
Gengster tersebut menatap seseorang di depannya itu dengan mendongak, Terlihat seorang pria yang tengah menatapnya dengan tatapan membunuh, nafas memburu, tubuh yang gemetaran menahan amarahnya yang ingin sekali membunuh dirinya.
BUGHHH
Gengster tersebut lantas menerima pukulan dari pria itu sebelum sempat mengatakan sesuatu, kali ini Gengster tersebut menerima pukulan di bagian perutnya, terlihat Gengster tersebut yang terpelanting akibat pukulan yang cukup untuk membunuh seseorang sekali pukul itu.
Tubuh kekar yang dimiliki Gengster tersebut membuatnya tidak langsung mati ataupun yang lain, hanya saja pukulan itu berhasil membuat Gengster tersebut tak berdaya untuk bergerak.
"Siapa.... Ka..mu?" Tanya Gengster tersebut lemah tak berdaya.
Bungkam, itulah yang terjadi, Pria misterius tersebut hanya bungkam tak mengidahkan pertanyaan orang yang benar-benar ingin sekali dirinya bunuh.
Pria tersebut lantas menghampiri Vilia yang terus menutup matanya dan terisak, ia tepuk pundak Vilia perlahan dan sangat lembut.
"Lepaskan aku, kumohon lepaskan aku" Ucap Vilia dalam tangisnya memohon, namun tetap memejamkan matanya tak berani melihat pemandangan yang cukup mengecewakan hatinya.
Pria tersebut menatap nanar Vilia, ia merasa bersalah sekaligus kasihan melihat kondisi Vilia. Ia lepas jaket yang dirinya kenakan kemudian menutupi tubuh Vilia, namun di bagian paha, karena bagian paha yang lebih terekspose, bagian atas hanya sedikit yang berhasil dirobek.
__ADS_1
Merasakan kain menutupi kulitnya membuat Vilia membuka matanya perlahan, melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Ken..." Lirih Vilia.
Suara lirih itupun bagaikan angin yang sedang menyayat habis hati Keenan, sakit melihat orang yang sangat dicintainya begitu terpukul dengan musibah yang menimpa hidupnya.
"Aku pasti halusinasi, atau apakah aku sudah mati?" Ujar Vilia bertanya pada dirinya sendiri.
"Maafkan aku datang terlambat" Ucap Keenan sontak memeluk Vilia.
Vilia termangu, ternyata itu nyata, orang yang diharapkan nya benar-benar ada dihadapannya, bukan sekedar halusinasi ataupun mimpi.
"Aghhh hiks hiks, hiks hiks hiks" Tangis Vilia pecah dalam pelukan suaminya.
Vilia peluk tubuh Keenan dengan erat, tubuh yang gemetaran yang dialami Vilia membuat Keenan kasihan, Keenan menenangkan Vilia sebelum akhirnya membawa Vilia mendekati Han dan menitipkan Vilia sebentar, karena Keenan masih punya urusan yang belum ia selesaikan dengan Gengster tadi.
Setelah kepergian Keenan menghampiri ketua Gengster, Vilia menjadi teralihkan dengan pemandangan yang dirinya lihat, sekelompok Gengster tadi ternyata sudah terkapar semua, dan di amankan oleh polisi.
Sementara itu, Keenan sedang meraih baju Gengster tersebut dan menariknya hingga berdiri, kemudian mencekiknya dengan amarah yang berkecamuk, dan hal itu disadari oleh Vilia. Vilia lantas berteriak kepada Keenan untuk tak membuat masalah yang akan merugikannya sendiri.
"Kau lihat!! Buka matamu!! Dia yang coba kau lecehkan malah menyelamatkan kau! Dasar manusia sampah!" Teriak Keenan diakhiri umpatan.
"Jika di dunia ini tidak ada hukum, aku sudah membunuhmu sejak awal! Dan jangan berpikir kau lepas dari ini bisa santai, aku akan membuat hidupmu menderita!! Aku akan membuatmu lebih menderita 10 kali lipat dari apa yang dirasakan Istriku!" Tegas Keenan dengan ancaman yang tidak main-main.
BRAKK! >Keenan melempar tubuh Gengster tersebut, kemudian mengelap tangannya dengan sapu tangan dan membuang sapu tangan itu begitu saja.
"Dery, Singkirkan sampah yang menggangu ini" Ucap Keenan jijik.
Sementara Keenan menghampiri Vilia, Kemudian ia gendong Vilia dalam dekapannya dan membawanya keluar dari dalam hutan, beruntung Keenan berhasil menemukan Vilia sebelum hal yang tidak dinginkan benar-benar terjadi.
๐๐๐
Keenan bawa Vilia duduk dengan perlahan di kursi belakang, Han masuk setelah melihat Keenan dan Vilia masuk kedalam mobil, Mobil mewah tersebut lantas melesat pergi meninggalkan wilayah sial itu.
"Ken, Fifi...." Cicit Vilia murung.
"Ada apa hem?" Tanya Keenan.
"Dia menghianati ku, dia ninggalin aku gitu aja" Jawab Vilia sendu.
Keenan lantas tersenyum tipis. "Kamu salah, dia tidak melakukan itu" Ucap Keenan.
"Hah, Maksud kamu?" Tanya Vilia bingung.
"Dia terpaksa melakukan itu demi mencari pertolongan, dia awalnya menghubungi Dery, namun Dary tak bisa di hubungi dalam waktu yang cukup lama, Fifi terus mencari jalan ramai dan meminta pertolongan, mungkin karena cemas dia tidak memerhatikan jalan, akhirnya dia tidak sengaja terserempet oleh Han" Jawab Keenan menjelaskan.
"Sungguh beruntung secara kebetulan bisa pas seperti itu, jika tidak,,, mungkin aku.... Mungkin aku akan gagal menyelamatkan kamu" Sambung Keenan lirih di akhir kalimatnya.
__ADS_1
Vilia lantas memeluk Keenan. "Aku pikir, aku tidak akan bisa melihatmu lagi, Awalnya aku pasrah, jika hal itu terjadi aku akan langsung menyusul ayah dan bunda" Ungkap Vilia tersenyum kecut.
Ucapan Vilia tersebut sukses membuat Keenan tersentak kaget.
Cup~
Keenan kecup bibir ranum istrinya itu, ia tak terima dengan ucapan Vilia, Vilia yang menerima serangan itupun kaget, namun pada akhirnya Vilia membalas ciuman Keenan itu, dan itu adalah pertama kalinya.
"Hosh hosh"
"Vil, Kamu...." Ucap Keenan pelan karena kaget Vilia membalas ciumannya.
"Han berhenti, dan keluar sebentar" Titah Keenan memerintah.
*Alhamdulillah ya tuhan.... Akhirnya bisa selamat dari pemandangan tadi* Batin Han lega dan langsung keluar dari mobil secara cepat.
"Vil, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku, jangan coba-coba!" Tegas Keenan menekankan.
Vilia tersenyum. "Mengapa? Toh perasaan yang kamu inginkan tak bisa aku berikan, untuk apa mempertahankan aku?" Tanya Vilia.
"Aku tidak peduli! Mau kamu mencintaiku atau tidak aku tidak peduli!" Sentak Keenan lalu memeluk Vilia.
"Aku tidak peduli itu semua, asalkan kamu ada di sampingku, aku bisa menunggu selamanya" Ungkap Keenan sungguh-sungguh.
"Mengapa kamu begitu bodoh Ken?" Tanya Vilia tersenyum.
"Aku bodoh karena terlalu mencintaimu" Jawab Keenan.
"Tapi aku tidak" Ucap Vilia.
Cup~
HOSHH >Ciuman dilepaskan.
"Sudah aku bilang aku tidak peduli" Ucap Keenan menegaskan kemudian kembali mencium Vilia.
"Ummppp"
Keenan seperti hilang kendali, Vilia juga meladeni permainan lidah Keenan di mulutnya, adegan kiss pertama dan terpanas yang pernah Vilia rasakan dalam hidupnya.
!!!!
"Eummmpp" Vilia berusaha mendorong Keenan.
"Hosh hosh hosh, apa yang kamu lakukan?" Tanya Vilia kaget Keenan meremat dadanya.
"Maafkan aku... Aku.... Aku tidak sengaja, aku hilang kendali, a- aku akan keluar, maafkan aku Vil" Jawab Keenan tergagap dan bersiap untuk pergi, namun Vilia menahannya.
__ADS_1
EITSSS AKU GANTUNG DULU YA๐คฃ JANGAN PANAS-PANAS GAK BOLEH
BERSAMBUNG..........................................