Suamiku Gelandangan

Suamiku Gelandangan
Mulai Lengket


__ADS_3

Kini Keenan dan Vilia kembali menemui Han, Han kaget melihat mata sayu milik Vilia, namun ia tak berani untuk bertanya.


"Ga mau pulang aja?" Tanya Keenan.


Vilia menggeleng. "Engga, Aku pengen itu~🥺" Jawab Vilia melas.


"Oke☺️"


"Pak, Gorengannya makan di tempat ya." Ujar Keenan pada pak pedagang.


"Iya mas, yang bungkus ga jadi?" Tanya nya.


"Jadi pak, porsi tetap." Jawab Keenan.


"Yang makan di tempat 5 porsi ya pak." Sambung Keenan.


//Satu porsi itu 7 gorengan, 7 gorengan harganya 12 ribu, murah ya😍😋


Setelah menentukan pesanannya, Keenan membawa Vilia duduk di bangku yang tersedia, dan juga yang masih kosong, dengan Han yang ikut bergabung atas permintaan kedua majikannya itu.


"Han? Ada yang kamu pikirkan?" Tanya Vilia.


"Ah?! Eng- enggak, ga ada nona muda." Jawab Han gelagapan.


"Anggap kita teman kamu Han, jika ada yang ingin disampaikan maka utarakan-lah." Titah Keenan sungguh-sungguh.


"Itu, eng... Nona kenapa milih makan di tempat?" Tanya Han ragu-ragu.


"Puftt jadi kamu dari tadi memikirkan itu? Aku kira apa😂" Ucap Vilia tertawa pelan.


Han hanya tersenyum canggung, ia memang memikirkan hal itu sedari tadi, dirinya heran mengapa Vilia memilih makan di tempat? Jika di bawa pulang kan lebih leluasa menurut Han.


"Begini Han, gorengan itu enaknya makan di tempat, masih anget-angetnya, kalo di rumah keburu dingin, ga sempurna saat makan, apalagi yang seharusnya crunchy sampe rumah malah jadi lembek." Jelas Vilia.


"Ohh gitu~" Ucap Han mangut-mangut tanda mengerti.


"Iya, kamu pasti jarang makan gorengan begini kan?" Jawab Vilia di akhiri pertanyaan.


"Bukan jarang lagi Nona, tapi tidak pernah😅" Jawab Han.


"Pantas saja😄" Balas Vilia terkekeh kecil.


Tak lama kemudian, pesanan mereka tiba, Vilia menyantap gorengan di depannya dengan lahap, seolah tak pernah merasakannya, buka tak pernah, nyatanya ia sudah hampir bertahun-tahun tidak merasakan gorengan, akibat uang yang ia punya tidak bisa ia pakai sendiri, ia harus menyerahkannya pada Bibi nya.


"Pelan-pelan sayang~ ga ada yang rebut☺️" Tutur Keenan mengusap puncak kepala Vilia.


"Ini enak banget Ken😍 kapan-kapan kesini lagi boleh ga?" Tanya Vilia.


"Boleh dong😄" Jawab Keenan.


"Wahhh makasih😍" Balas Vilia girang.


Vilia pun lanjut menyantap gorengan itu, Keenan hanya memandangi istrinya yang begitu menikmati hidangan di hadapan mereka itu, sungguh menggemaskan menurut Keenan.


Setelah selesai, Vilia pun mengajak Keenan pulang, sampai dirumah Vilia langsung istirahat, dan tanpa sepengetahuan Vilia Keenan memanggil Dokter untuk memeriksa Vilia, dan tentu saja dokter tersebut adalah Ferdi.



"Bi, Tuan mudanya ada?" Tanya Ferdi.


"Ada Mas, silahkan masuk." Jawab Bi Ratna.


"Dokter Ferdi, anda sudah di tunggu di kamar tuan muda." Ujar Han ketika melihat Ferdi telah datang.


"Oke, terimakasih Han, dan jangan terlalu Formal, kita teman, ingat?" Tutur Ferdi.


"Tapi bukankah masih jam kerja?" Tanya Han.

__ADS_1


"Tapi ini bukan di rumah sakit ataupun di luar lingkungan kita." Tukas Ferdi.


"Oke, Lo udah di tunggu tuan muda di kamarnya❄️" Ucap Han mengulang kalimatnya dengan nada yang berbeda.


"Kebiasaan banget Lo😑" Cetus Ferdi, kemudian ia pergi menuju kamar Keenan, dan Han mengekor.



Tok tok tok


"Masuk." Tutur Keenan.


Seseorang yang mengetuk pintu itupun masuk setelah di izinkan sang pemilik ruangan.


"Oh kamu sudah datang Fer, periksalah punggung istriku, tadi dia terjatuh." Ujar Keenan.


"Baik." Saut Ferdi.


"Loh Ken? Aku baik-baik aja." Pungkas Vilia.


"Udah nurut aja, aku khawatir ini." Tukas Keenan.


"Ba-baiklah..." Pasrah Vilia.


Ferdi pun mulai memeriksa Vilia, dengan Keenan yang membantu, bagaimanapun Ferdi harus memeriksa punggung Vilia, Keenan tak tenang membiarkan Ferdi melihat kulit mulus istrinya itu.


Dan ya..... Seharusnya Keenan dan Vilia pisah rumah kan? Tapi untuk sekarang tidak, Keenan membawa pulang Vilia untuk tinggal bersamanya lagi setelah kejadian itu.


Tapi pengaturan yang di minta Vilia tak berubah, itu akan dijalani untuk beberapa minggu mereka masuk kuliah, setelahnya barulah mereka akan tinggal bersama lagi.


//Oke kembali ke situasi pengecekan kondisi Vilia.


"Nona muda baik-baik saja, punggungnya hanya sedikit memar, di olesi salep akan baik-baik saja setelah beberapa hari, memar nya tidak akan lama." Jelas Ferdi.


"Baiklah, terimakasih." Ucap Keenan.


Keenan mengangguk, kemudian Ferdi pun berlalu pergi meninggalkan pasutri yang baru saja membina hubungan tersebut.


_


_


//Skip ya guys, langsung masuk universitas.


Sudah satu minggu setelah kejadian yang lalu, Keenan dan Vilia yang menunda masuk universitas selama ini, kini sudah masuk kuliah selama 5 hari, hampir satu minggu.


Keenan dalam beberapa hari langsung menjadi most wanted di universitas nya, dan dikenal dengan tuan muda kaya, walaupun tidak diketahui bahwa Keenan adalah tuan muda Pradipta.


Vilia juga terkenal dengan sebutan primadona kampus ke 7, mengalahkan 3 primadona kampus yang dulunya menduduki pangkat tersebut.


Tidak ada yang tau hubungan Keenan dan Vilia, karena mereka masih menyembunyikannya, setiap bertemu seolah-olah mereka adalah orang asing.



BRUKKK


"Awww, shhht." Lenguh Vilia yang terjatuh karena tertabrak dengan seseorang.


"Gila lu Ken, cepet tolongin itu😑" Cetus teman Keenan.


"Iya iya, ah bawel lu!😒"


"Maaf ga sengaja." Ucap Keenan mengulurkan tangannya untuk membantu Vilia berdiri.


"Gapapa." Balas Vilia tersenyum dan menerima uluran tangan Keenan.


"Kenalan boleh?" Tanya Keenan.

__ADS_1


*Udah kenal suamiku tercinta😅* Batin Vilia.


Sementara kedua teman baru Keenan kaget dengan penuturan itu.


"Boleh~" Jawab Vilia.


"Keenan, kamu?" Ucap Keenan memperkenalkan diri di akhiri pertanyaan.


"Vilia😊" Jawab Vilia tersenyum.


"Woy, liat noh, Keenan kenalan sama primadona kampus ke 7!!" Pekik seseorang mulai membuat keramaian.


Semua orang lantas melihat Keenan dan Vilia dengan ekspresi kaget, bagaimana tidak? Secara selama beberapa hari ini Keenan banyak di ajak kenalan oleh orang lain tapi di tolak mentah-mentah oleh Keenan, Apalagi primadona pertama pun tidak dilirik sedikitpun saat ingin kenalan dengan Keenan.


"Sepertinya situasinya kacau, gue duluan ya, maaf udah nabrak lo tadi." Pamit Vilia diselingi permintaan maaf.


Deghh!


*Aghhh gak! Ga bisa😭 gue ga bisa liat Vilia ngomong lo gue ke gue~😫* Batin Keenan merengek.


"G-gapapa." Saut Keenan.


"Oke, gue duluan ya, bye." Pamit Vilia sebelum akhirnya pergi menjauh dari Keenan dan kedua temannya.


"Ky, Rey, gue ke toilet dulu, kalian duluan aja ke kantinnya." Ujar Keenan tiba-tiba.


"Ohh oke." Saut Risky dan Reyhan hampir bersamaan.


Keenan pun pergi setelah mendapat balasan dari kedua teman barunya itu, namun beberapa detik kemudian temannya baru sadar dengan arah pergi Keenan, jalurnya bertolak balik dengan toilet berada.


"Lah, kok Keenan kearah sana? Kan toilet lewat situ?" Bingung Risky seraya menunjuk arah lokasi toilet berada.


"Udah, serah dia aja mau kemana, yuk ah ke kantin, laper gue cok." Timpal Reyhan sebelum akhirnya menarik Risky pergi menuju kantin.


Sementara itu di tempat Keenan, ia tengah di taman belakang kampus, masih lumayan sepi disana, hanya ada 2 atau 3 orang yang berlalu lalang, karena mungkin pada ke kantin.


"Ken~ nanti ada orang dateng bisa ketahuan." Ujar Vilia.


Yang di ajak bicara hanya diam, ia sibuk menduselkan kepalanya dicuruk leher Vilia, Vilia sampai-sampai merasa heran sekaligus gemas dengan tingkah suaminya itu.


"Ada apa Ken?" Tanya Vilia lembut.


"Sakit hati~" Jawab Keenan sendu.


"Sakit hati kenapa?" Tanya Vilia yang kebingungan.


"Kamu manggil aku dengan sebutan Lo😫" Jawab Keenan dibumbui rengekan.


"Ututu suamiku sayang~😚 kan demi mempertahankan penyamaran kita, sabar ya~🙂 2 minggu lagi kita publish deh." Ujar Vilia.


"Eung?" Keenan berdiri tegak dan menatap wajah cantik istrinya itu.


"Beneran ya, jangan bohong😟" Melas Keenan.


"Iya janji, aduhhh lucunya suamiku😆" Saut Vilia terkekeh.


Cup😙~ >Vilia mencium sekilas bibir Keenan.


"Udah sana, keburu dilihat orang." Titah Vilia.


"Hemn iya deh, Jangan lupa makan siang ya, aku pergi dulu." Tutur Keenan tersenyum.


"Iya suamiku😊" Saut Vilia.


Cup~ >Keenan mencium kening Vilia kemudian pergi ke arah berbeda dengan arah yang Vilia tuju.


PERASAAN KEENAN INI MANJA BGT DEH SEKARANG😅

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2