Suamiku Gelandangan

Suamiku Gelandangan
Mengambil Haknya


__ADS_3

"Maafkan aku... Aku.... Aku tidak sengaja, aku hilang kendali, a- aku akan keluar, maafkan aku Vil" Jawab Keenan tergagap dan bersiap untuk pergi, namun Vilia menahannya.


"Vilia??" Seru Keenan bingung.


"Dasar suami bodoh, aku tidak marah" Ungkap Vilia.


"Hah?" Kejut Keenan.


Cup~ >Vilia berinisiatif mencium.


"Hahh.... Aku tidak keberatan jika itu kamu, Aku tidak mau pria lain menyentuhku, hanya kamu Ken, hanya kamu yang bisa melakukannya, pria yang aku cintai" Ungkap Vilia serius.


Keenan kaget bukan kepalang, ia tak percaya jika Vilia benar-benar telah membuka hatinya untuk Keenan.


"Kamu serius? Kamu gak bohong?" Tanya Keenan.


Bukan jawaban yang Keenan dapatkan, melainkan ciuman lembut dari Vilia, setelah melepaskan ciumannya Vilia mengangguk mengiyakan, setelah kejadian tadi membuat Vilia sadar akan perasaannya sendiri.


"Maaf aku baru menyadarinya, mungkin perasaan ini sudah lama, Karena aku pernah cemburu saat melihatmu dengan teman kelas wanita mu dulu" Ungkap Vilia.


"Bodoh... Apa yang kamu pikirkan? terimakasih Vilia, terimakasih karena bersedia membuka hatimu, aku mencintaimu" Ujar Keenan tersenyum senang.


Keenan dan Vilia sama tersenyum bahagia, kemudian menyatukan kembali bibir mereka, ciuman cinta, sebut saja begitu.


👩‍❤️‍👨


👩‍❤️‍👨


👩‍❤️‍👨


"Ahhhh" Remang Vilia saat Keenan mencium lehernya.


Keenan kaget mendengar d*s*han merdu dari mulut Vilia, benar-benar bersedia? Begitulah batin Keenan saat ini.


"Vil, Apa kamu... Apa..." Ucap Keenan ragu-ragu.


"Aku bersedia, Aku serius tidak keberatan Ken" Ujar Vilia yang paham maksud Keenan.


"Maafkan aku" Ucap Keenan kemudian mencium bibir ranum istrinya itu dengan penuh gairah.


Kabut gairah benar-benar telah menyelimuti Keenan, Vilia yang sadar itu lantas tersenyum, hari ini jika Keenan mau, maka Vilia akan melakukannya, Vilia siap menyerahkan mahkota yang ia jaga bertahun-tahun lamanya.


"Maaf" Ucap Keenan, kemudian.....


SRAKK >Pakaian Vilia benar-benar telah robek semua, tinggal pakaian dalam saja yang tersisa.


Vilia lantas menutupi tubuhnya karena malu, ini pertama kalinya dirinya telanjang di depan seorang pria.


"Mengapa di tutup?" Tanya Keenan lembut.


"Malu." Jawab Vilia membuang muka.

__ADS_1


"Kenapa harus malu? Kamu memiliki tubuh yang sangat indah, sayang" Ungkap Keenan deep Voice.


"Ken~" Remang Vilia blushing.


Cup~


"Ken,,, Geli.." Ucap Vilia ketika Keenan mencium leher nya lagi, dan tangannya terus menjelajahi tubuh Vilia.


Tangan Keenan sangat lihai dalam bermain, Tangan itu terus menelusuri tubuh indah itu hingga masuk kedalam lapisan kain yang menutupi sebuah gundukan berlian.


"Eumn Ken~ ughh, Aku..." Ucap Vilia yang terpotong oleh ciuman ganas suaminya.


Bercumbu mesra dengan berbagai gerakan tak menghentikan usaha Keenan untuk mendapatkan haknya, Vilia pasrah, ia membuka pakaian Keenan dengan gerakan cepat, setelah terlepas, Keenan melepaskan ciumannya dan membuat dirinya sendiri serta Vilia dalam keadaan telanjang bulat.


Sementara Vilia yang juga telah terpancing gairah menjadi lupa diri, dapat di tebak bahwa Vilia cukup handal. Vilia telah diselimuti kabut gairah sentuhan suaminya, bahkan tampak benar-benar menginginkan hal ini sejak lama, ia buka penutup akhirnya yang menutupi akses utama menuju mahkotanya.


Keenan yang menyaksikan hal itu di depan matanya langsung lantas menelan ludah, benar-benar telah terpancing dan tidak bisa untuk di kontrol, Keenan pria normal, tentu saja dirinya tidak akan melewatkan kesempatan itu.


Keenan menelan gumpalan salivanya berat sebelum akhirnya bergerak menyesap gunung cantik milik istrinya, hanya suara kenikmatan merdu yang terdengar dari mulut Vilia, tidak ada penolakan sedikitpun.


"Shhh~ Ja... Jangan di mainkan!" Tukas Vilia saat jemari Keenan asik bermain di pintu goa.


"Eumn aku... Aku tidak bisa menahannya lagi Vilia" Ungkap Keenan.


"Kalau gitu langsung masuk aja, kenapa masih mengetuk? Aku kan udah ngizinin" Titah Vilia menahan d*s*h*nnya.


• SEMENTARA ITU DI LUAR MOBIL~


"Astaga... Seharusnya aku tidak menunggu disini😭" Ucap Han yang terus mendengar d*s*han nyaring Vilia.


"Ternyata tuan muda bisa ganas juga" Lanjut Han.


Dling~ Dling~


Nada dering ponsel mengalihkan perhatian Han. Han meraih ponselnya dan menatap layar ponselnya yang tertera nama Tuan besar, panggilan masuk dari Papi Raden.


"Aduhhh gimana ini? Pasti nyariin tuan muda" Tukasnya serba salah.


"Jawab apa ya nanti" Ucap Han bertanya-tanya pada dirinya sendiri kemudian menjawab panggilan telepon itu.


"Halo tuan besar, ada apa ya?" Tanya Han.


"Pakai nanya, dimana kalian? Saya sudah menunggu di dealer mobil, kapan kalian sampai?" Tanya Papi Raden.


"Engg tuan muda sedang... Sedang berkunjung ke rumah orang tua angkat nona muda tuan, mungkin beli mobilnya di tunda dulu" Jawab Han berbohong.


"Aduhh kenapa gak bilang dari awal? Tau gitu saya gak kesini, ya sudah saya tutup teleponnya" Ucap Papi Raden kemudian langsung memutuskan panggilan teleponnya.


BLUSHH KEMBALI KE KEENAN DAN VILIA🌬️


"Tahan ya, Pertama kali akan sangat sakit" Ujar Keenan sedikit tak tega untuk menyakiti Vilia.

__ADS_1


"Aku tau, Cepatlah... Aku malu seperti ini!" Tukas Vilia membuang muka tak sanggup melihat aksinya sendiri yang buka paha di depan pria.


"Baiklah..." Ucap Keenan.


"UGHH!!" Kejut Vilia ketika batang Keenan menyapa pintu pribadinya.


"Vil,,, sulit sekali, sangat sempit" Ungkap Keenan.


"Pakai cara, lebarin" Ucap Vilia spontan tanpa sadar.


Keenan menahan tawanya, kemudian ia memasukkan 2 jarinya kedalam goa istrinya, terdengar jeritan keras dari mulut Vilia, Vilia sampai-sampai terduduk dan memeluk Keenan.


"Perih~" Adu Vilia menangis.


"Shuut, nanti akan baik-baik saja, tahan sayang" Ucap Keenan berbisik.


Keenan terus memainkan jarinya di dalam goa sang istri, Setelah beberapa saat Keenan menyudahinya, karena merasa sudah cukup untuknya berusaha menerobos masuk ke goa pribadi Vilia.


Vilia lagi lagi merasa geli saat batang Keenan menyentuhnya, Vilia memandangi apa yang suaminya lakukan, Usahanya benar-benar butuh perjuangan, Hingga.....


AGHHH


"Hikss sakit.... Sakit banget,,,Ken~" Keluh Vilia meremat punggung Keenan.


"Sabar sayang, sebentar lagi tidak akan sakit" Ucap Keenan mendiamkan batangnya, tak tega melihat Vilia menangis.


"Aku mulai ya?" Tanya Keenan pelan dan Vilia mengangguk.


Keenan pun perlahan menggoyangkan pinggulnya naik turun, depan belakang hingga akhirnya setelah beberapa saat Vilia mulai terbiasa dengan aksi suaminya dalam mencetak gol di area sensitifnya.


Suara-suara khas nikmat terus melantun hingga beberapa menit lamanya, Berkali-kali pelepasan telah Keenan alami, namun dirinya masih ketagihan untuk mencicipi lebih lama makanan lezat di depan matanya itu.


Keenan mengangkat kaki Vilia kembali, kemudian membuka akses untuk memasuki Vilia kembali, setelah itu tanpa aba-aba Keenan langsung menancapkan batangnya di inti Vilia.


"Eummp, Kenapa masuk lagi?" Tanya Vilia.


"Masih ingin lanjut, Maafkan aku." Ucap Keenan mulai menggoyangkan batangnya kembali.


"Aghh kapan.... Se... selesainya, Ken?" Tanya Vilia di bawah sentakan maut suaminya.


"Sampai aku puas" Jawab Keenan.


Vilia diam, dirinya tak bisa menolak kemauan suaminya itu, Vilia hanya bisa membiarkan Keenan bermain sampai dirinya puas, dari awal mulai sampai sekarang sudah menghabiskan kurang lebih 30 menit, hingga menit ke 5 terakhir Keenan benar-benar telah sampai di puncaknya.


"Aghhhh" Seru Keenan menyemprotkan benih terakhir di dalam tubuh Vilia.


"Hosh hosh" Seru Vilia yang benar-benar sudah kelelahan.


"Maaf, dan terimakasih, sayang" Ucap Keenan yang kemudian mencium kening Vilia.


*Ternyata begitu nikmat, maaf telah menyakitimu* Batin Keenan puas dan bahagia.

__ADS_1


OWALAHHH, KOK GERAH YA?🤔🥵


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2