Suamiku Gelandangan

Suamiku Gelandangan
Pesona Presdir Muda


__ADS_3

...• 2 HARI KEMUDIAN ...


2 hari yang lalu, Keenan dan Vilia sudah mendiskusikan perihal masuk universitas yang mereka sepakati, Bersamaan dengan itu Keenan dan Vilia untuk sementara pisah rumah atas permintaan Vilia.


Tapi hanya untuk siang hari, di malam hari Keenan bisa datang dan tinggal dengan Vilia di rumah mereka sebelumnya itu, Hal itu Vilia lakukan karena Vilia ingin tetap menjaga rahasia perihal pernikahan mereka.


Walaupun berat hati, Keenan mau tak mau menyetujui permintaan Vilia itu, Mungkin Vilia masih tidak mau ada orang lain yang mengetahui tentang pernikahan mereka, atau mungkin ada alasan lain yang tidak Keenan ketahui ataupun untuk di tebak.


"Vil,,, Bolehkah aku tau alasan kamu yang sebenarnya? Mengapa tiba-tiba tidak ingin tinggal bersamaku." Tanya Keenan sendu.


"Ini hanya untuk siang hari, Kita bukannya akan pisah Ken, kenapa wajahmu begitu?" Ujar Vilia diselingi pertanyaan.


"Ku pikir,,, kamu melakukan ini karena tidak bersedia menerima pernikahan kita." Jawab Keenan murung.


PLETAKK


"Aduh! Kenapa malah menjitak dahi ku?😓" Tanya Keenan.


"Ya kamu sih pikirannya ngaur,,,, aja! Jangan berfikiran yang aneh-aneh." Jawab Vilia diakhiri penuturan.


"Aku begini kan karena aku gak mau kamu ninggalin aku, Vil." Ujar Keenan serius.


"Iya iya😄 dan yang perlu kamu ketahui dan percaya adalah, Aku tidak akan meninggalkan mu Ken, kamu harus percaya itu." Balas Vilia tak kalah serius.


Keenan tersenyum senang mendengar penuturan Vilia itu, Ia sedikit lega mendengarnya, perasaan serta pikirannya mulai ringan, Yang harus dirinya lakukan kali ini adalah percaya pada istrinya, percaya bahwa Vilia juga tak menginginkan hal yang Keenan takuti itu terjadi.


"Kamu percaya kan, Ken?" Tanya Vilia.


"Iya, aku percaya." Jawab Keenan tersenyum.


"Emm jadi, sekarang aku harus pulang nih?" Tanya Keenan kemudian.


"Iya, nanti malam kamu bisa nginap disini." Jawab Vilia.


"Aghh Vil,,,, Bolehkah kamu cabut permintaan kamu ini?🥺" Tanya Keenan puppy eyes.


"Ada apa denganmu Ken? Gak pernah loh aku tau kamu punya sisi begini😳" Timpal Vilia kaget.


"Kamu tau sendiri aku begitu menyukaimu Vilia, Sekarang setelah aku mendapatkan kamu, aku gak mau jauh dari kamu, tapi kamu malah meminta hal beginian." Tukas Keenan jujur.


"Aku tau,,,, Maaf ya Ken, aku melakukan ini karena punya alasanku sendiri, tapi maaf aku tidak bisa mengatakannya padamu." Ucap Vilia.


"Iya, Aku tidak akan memaksa mu untuk jujur Vil." Balas Keenan tersenyum hangat seraya mengusap puncak kepala Vilia.


"Terimakasih Ken, Terimakasih karena sudah berusaha untuk selalu mengerti aku, Terimakasih atas kasih sayang yang kamu berikan padaku, dan maaf karena aku belum bisa membalas perasaan mu." Ujar Vilia tersenyum tipis dan sayu.


"Tidak apa-apa, Aku akan menunggu." Ucap Keenan.


"Ya sudah aku akan pulang sekarang, Emm jika butuh sesuatu hubungi Ari, dia ada di rumah itu." Sambung Keenan di akhiri penuturan.


Vilia lantas kebingungan, Ari? Vilia tidak pernah mendengar nama itu, dan sejak kapan Keenan memiliki teman tetanggaan dengannya, padahal sejak Vilia tinggal bersama Keenan, Vilia tak pernah mengenal tetangga dengan nama Ari.


"Ari? Siapa itu Ken?" Tanya Vilia bingung.


"Dia masih termasuk bawahan ku, aku mengutusnya untuk tinggal di dekat sini untuk mengawasi lingkungan rumah ini, aku gak mau kamu punya masalah saat aku tidak ada." Jawab Keenan menjelaskan.

__ADS_1


"Jangan menolak!" Sambung Keenan saat Vilia ingin mengatakan sesuatu.


Vilia lantas menghembuskan nafas panjang. "Baiklah, Terimakasih." Ucap Vilia mengalah.


"Iya, Ya sudah aku pulang ya Vil." Balas Keenan sekaligus pamit pergi.


"Mungkin malam ini aku tidak bisa menginap, Tapi besok tunggu aku disini, aku akan menjemputmu untuk berangkat ke universitas bersama-sama." Sambung Keenan diakhiri pesan.


"Baiklah." Balas Vilia mengangguk mengiyakan.


Setelah itupun Keenan pergi menaiki sepeda motornya dan pulang ke kediaman Pradipta. Setelah Keenan sudah tak terlihat dalam pandangan Vilia, Vilia pun masuk kedalam rumah mininya untuk istirahat.


"Hufft, Aku harap,,,, dengan aku melakukan ini semuanya bisa jelas." Ucap Vilia menghela nafas.


_


_


...[09:00]⏳...


Fifi Is Calling~✌️


"Halo, ada apa Fi?" Tanya Vilia.


"Gue pengen keluar jalan-jalan, shopping atau apalah, pokonya gue suntuk banget nih dirumah." Jawab Fifi di sebrang telepon.


"Ha-ha-ha Ya udah ayo, tapi Lo jemput gue ya." Ujar Vilia.


"Oke siap, Ya udah gue tutup ya, Lo cepetan siap-siap, gue otw nih." Ucap Fifi di sebrang sana seraya meraih kunci mobilnya.


Tutt~~ [Panggilan telepon di tutup]


"Gue pake baju apa dong biar gak terlihat kampungan?" Ucap Vilia pada dirinya sendiri seraya menatap pakaian nya yang baru di tata rapi di lemari.


"Gue gak mau Fifi di pandang rendah karena punya temen kayak gue." Lanjut Vilia.


Vilia pun meraih baju yang menurutnya sudah sangat mewah jika hanya ingin digunakan untuk shopping semata, rata-rata baju Vilia adalah model sederhana, karena ia dari awal memang bukanlah anak konglomerat, ia hanya anak pengusaha biasa yang penghasilannya masih jauh dari orang kaya lainnya.


Setelah dirinya siap Vilia pun menunggu Fifi di jalan komplek rumahnya, 15 menit kemudian Fifi pun sampai, ia melihat Vilia yang tengah menunggu dirinya di pinggir jalan.


"Vilia." Seru Fifi.


"Emm?" Dahem Vilia.


"Lama ya nunggunya?" Tanya Fifi.


"Engga, ya udah ayo Fi." Jawab Vilia di akhiri ajakan.


"Oke." Balas Fifi mengangguk.


Keduanya pun masuk kedalam mobil dan tancap gas menuju Mall terlebih dahulu, setelah shopping barulah Fifi akan mengajak Vilia ke tempat lain, dan Vilia hanya bisa mengikuti saja kemana Fifi membawanya pergi, toh niatnya memang untuk menemani Fifi melepas suntuk.


_


_

__ADS_1


...[11:00] WIB ⏳...


Keenan tengah berkunjung ke perusahaan keluarganya dan juga bisnis lainnya, Bisnis yang begitu besar, pantas saja keluarga Pradipta di cap sebagai keluarga no 2 terkaya yang hampir menyalip kekayaan konglomerat ternama.


Sudah satu jam waktu yang Keenan habiskan di perusahaan keluarganya, sejauh ia mengamati perusahaan itu cukup baik, orang-orang nya berbeda dengan orang-orang yang ia temui dulu di perusahaan lain.


"Setelah ini, saya akan membawa anda melihat perusahaan cabang kita, dan juga Mall yang ada di bawah naungan Group kita." Ujar Han menyodorkan iPad pada Keenan yang berisikan nama-nama bisnis keluarga Pradipta yang lain.


"Sekarang saja Han." Tutur Keenan.


"Baiklah kalau begitu, mari tuan muda." Ucap Han mengangguk dan mempersilahkan Keenan lewat lebih dulu.


🚪🚪🚪~


Dalam perjalanan kelantai bawah Keenan banyak membahas tentang perusahaan dengan Han, Keenan memantapkan hatinya untuk tetap mempertahankan suasana perusahaan itu setelah dirinya memimpin.


> Keenan dan Han Memasuki Lift~


*Aku cukup senang bahwa perusahaan keluargaku adalah perusahaan yang baik.* Batin Keenan senang.


"Oh iya, Han. Bagaimana dengan perusahaan cabang? Siapa yang mengurusnya?" Tanya Keenan.


"Kami jarang sekali terjun langsung ke dalam perusahaan cabang, semuanya kami percayakan kepada manager utama perusahaan cabang, mereka adalah yang paling di percaya." Jawab Han menjelaskan.


"Baiklah, kita lihat dulu Mall nya, perusahaan cabang bisa kita lihat setelahnya." Ujar Keenan.


"Baik tuan muda." Balas Han mengangguk sopan.


"Tapi sebelum itu, bisakah kamu ganti pakaian dengan pakaian sehari-hari? Yang lebih santai dilihat, jangan seperti ini." Ucap Keenan seraya menatap penampilan Han yang seperti pengawal seorang mafia.


"O-oh Baik, tuan muda." Jawab Han canggung.


Ting~


Tak tak tak~ (Keenan dan Han mulai melangkah keluar dari dalam Lift.)


"Wahh lihat lihat! Itu Presdir muda! Aghh dia sangat tampan." Celetuk salah satu karyawati ketika Keenan muncul di Lobby.


"Iya, dia benar-benar sempurna! Apakah aku bisa memiliki nya?" Timpal yang lainnya.


"Hey, Minggiran dikit dong, gue juga mau liat!" Tukas yang lainnya yang tidak kebagian tempat untuk mengintip Keenan.


"Hey, Sudah-sudah, Presdir muda sudah pergi tuh, bubar bubar! Kembali ke pekerjaan kalian sekarang!" Perintah asisten manager administrasi yang kebetulan lewat.


"Baik, Maaf nona Leiria, Kami akan kembali berkerja sekarang." Ucap salah satu mewakili yang lain seraya saling dorong dengan rekan yang lain.


"Dasar mereka ini, gak bisa banget liat cowo ganteng, haduuuh!" Keluh Leiria geleng kepala.


"Eh, tapi iya sih bener, Presdir muda ganteng banget ya tuhan...." Sambung Leiria terkagum-kagum.


"Stop Lei stop, tahan,,, perhatikan image!" Lanjutnya berusaha menetralkan kondisi.


ANEH BANGET NONA IRI ALIAS LEIRIA INI, NONA IRI MAU COGAN? TENANG NANTI AUTHOR KASIH😎, KALAU ADA TAPI😌🤣


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2