Suamiku Gelandangan

Suamiku Gelandangan
Jatah Lagi


__ADS_3

[16:00] WIB.


Jam kampus Vilia pun selesai, ia kini tengah di sebrang universitas menunggu taxi, Sekarang untuk biaya transportasi Vilia tidak perlu pusing, karena ada Keenan yang menafkahinya, berbeda dengan dulu yang selalu dinistakan keluarganya sendiri.


"Kok ga ada satupun taxi yang lewat sih?😟" Gumam Vilia.


"Kalo kemalaman pulang bisa gawat! Apa aku telpon Ken aja? Tapi nanti kalo ada yang liat gimana?" Bimbang Vilia mengambil keputusan.


PUKK~ >Seseorang menepuk pundak Vilia.


"Astaghfirullah ya Allah!" Refleks Vilia karena kaget.


"Kaget banget?" Tukas Seseorang di belakang Vilia.


Vilia pun menoleh guna mencari tahu siapa orang yang mengagetkannya itu. Dan.................


"Kenn!!" Sentak Vilia.


"Maaf... Kaget ya?" Tanya Keenan nyengir menunjukkan deretan giginya.


"Iya, lagian ngapain disini? Kalo ketahuan orang gimana?" Jawab Vilia di akhiri pertanyaan.


"Aku udah masti-in tadi, ga ada siapa-siapa, semuanya udah pulang." Jawab Keenan meyakinkan.


"Serius?" Tanya Vilia memastikan.


"Iya." Jawab Keenan mengangguk mengiyakan.


"Hemm, terus kamu kesini untuk?" Tanya Vilia kemudian.


"Mau pulang bareng kamu😁" Jawab Keenan.


Vilia lantas tersenyum mendapati jawaban itu dari sang suami. "Oke oke, ayo😄" Ucap Vilia di akhiri ajakan.


Keenan pun mengangguk antusias, kemudian membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya itu, setelah siap, Keenan pun menyuruh Han untuk segera tancap gas menuju rumah.


Ingat kan bahwa Keenan tidak bisa menyetir mobil? Keenan sudah berlatih menyetir mobil 5 hari yang lalu, mungkin butuh sekitar dua bulan lagi supaya Keenan bisa mendapatkan SIM nya sendiri, tapi sebelum itu ia akan membeli mobil baru miliknya sendiri.


_


_


"Manda pulang~" Seru amanda memasuki rumah.


"Selamat datang non~" Sambung maid baru yang bekerja di rumah itu.


Amanda tak menghiraukan, ia langsung pergi ke kamarnya, karena sang mama pasti masih diluar jam segini.


Sekitar 20 menit kemudian barulah terdengar suara mobil di depan rumah, terlihat Faizal dan sang istri turun dari mobil dan memasuki rumah.


Sadar dengan itu Amanda bergegas turun kelantai bawah untuk menemui kedua orangtuanya, dan juga sekalian mengeluh, bisa ditebak begitu.


"Papa~" Seru Amanda.


"Iya, ada apa?" Tanya Faizal.


"Vilia itu nyebelin banget! Aku mau dia menderita!" Jawab Amanda dengan kesalnya.


"Emang dia ngapain?" Tanya Faizal lagi, dan istrinya hanya menyimak pembicaraan anak dan suaminya itu.


"Dia merendahkan Amanda papa~😩" Rengek Amanda.


"Hah?!" Kejut Faizal.


"Iya, apalagi suaminya itu, masa dia berani ngancem aku tinggal nama doang?😤" Lanjut Amanda mengadu.

__ADS_1


"Pemulung itu?" Tanya Faizal tak percaya.


"Iya pa☹️" Jawab Amanda.


"Berani sekali dia mengancam kamu begitu, punya apa dia sampai berani mengancam?! Dasar tidak sadar diri." Ketus Faizal.


"Tenang Manda, Papa akan mengurus b@jing@n kecil itu, tunggu saja." Sambung Faizal.


*Hemm mampus Lo pemulung rend@h@n, gue pastikan Lo bersujud di kaki gue😏* Batin Amanda.


"Makasih Papa~ papa yang terbaik😃" Ucap Amanda seraya memeluk sang Papa.


_


_


Keenan kini telah sampai di rumah mini yang menjadi tempat tinggalnya dalam beberapa waktu di masa lalu.



Vilia turun dari mobil setelah pamitan pada sang suami, yang menjadi pertanyaan di benak Vilia bisakah suaminya itu menginap malam ini? Mungkin iya, atau mungkin saja tidak.


"Ken." Seru Vilia berbalik memanggil Keenan dari luar mobil.


Keenan lantas menurunkan kaca mobil dan menyahuti panggilan istrinya. "Iya? Ada apa?" Tanya Keenan.


Vilia langsung saja berbisik di telinga Keenan, Keenan tersenyum, kemudian memberikan jawabannya.


"Kalau kamu memintaku untuk tinggal, maka aku akan tinggal, ingat, permintaan mu selalu aku turuti." Ujar Keenan tersenyum.


"Kalau begitu...... Bi- bisakah kamu tinggal? Satu malam saja, bisa?" Tanya Vilia kemudian.


"Tentu saja sayang." Jawab Keenan mengusap puncak kepala Vilia gemas.


"Terimakasih." Ucap Vilia senang.


"Eng.... Baiklah, sampai jumpa nanti." Vilia melambaikan tangannya sebelum akhirnya masuk kedalam rumah.


Melihat sang istri sudah sampai di rumah dengan aman, Keenan pun memerintahkan Han untuk tancap gas menuju kediaman Pradipta.


Setelah sampai dirumahnya, Keenan cepat-cepat menyelesaikan urusannya, baik tentang perusahaan ataupun yang lain, setelah selesai Keenan segera pergi untuk menemui Vilia, dan kini ia sendiri, tidak bersama Han, Keenan mengendarai sepeda motornya sendiri.


"Hati-hati tuan muda." Pesan Pak penjaga.


"Iya Makasih pak." Saut Keenan sebelum akhirnya tancap gas meninggalkan kediaman Pradipta.


_


_


_


CKITTT~


Mendengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah, Vilia lantas berlari menuju pintu, entah kenapa, Vilia saat ini ingin selalu dekat dengan suaminya itu.


"Ken~"


PHUK


Vilia langsung saja tanpa basa basi memeluk tubuh suaminya, kurus dilihat namun sangat berotot saat disentuh, apalagi Vilia tau persis body suaminya itu, yang pasti akan membuat para wanita menggila jika melihatnya.


"Tumben~" Seru Keenan tersenyum tipis.


"Ishh ga suka?" Tanya Vilia mengintimidasi.

__ADS_1


"Suka kok, suka benget malah." Jawab Keenan membalas pelukan sang istri.


Keenan tanpa aba-aba menggendong Vilia ala koala dan membawanya masuk kedalam rumah, Vilia kaget mendapati perlakuan itu dari sang suami, refleks akibat kaget, Vilia lantas melingkarkan kakinya di pinggang sang suami.


Keenan membawa Vilia masuk kedalam kamar lalu menurunkannya perlahan, dengan lembut dan kasih sayang, dan kemudian Keenan menyusul dan berbaring di sebelah Vilia.


Saat ini waktu sudah larut, jam menunjukkan waktu 21:40, artinya jam 9 malam malah lebih, Keenan tentu saja tidak mau jika istrinya tidur terlalu larut.


"Tidurlah sayang~" Tutur Keenan.


"Hemm, sini mendekat, pengen dipeluk." Pinta Vilia terus terang.


Keenan mendekat kemudian mendekap tubuh istrinya dalam pelukannya, Vilia merasa sangat nyaman menerima pelukan itu.


CUP~


Keenan mencium bibir istrinya sekilas, Vilia mengangkat sebelah alisnya heran, kemudian menarik tengkuk suaminya dan mencium sang suami, toh sudah di unboxing, tidak perlu malu jika mau😌


Keenan membalas, kemudian *****@* bibir ranum istrinya itu, setelah beberapa menit Vilia memukul dada bidang suaminya tanda ia tak bisa mengambil nafas.


"Hosh hosh hosh~"


"Santai saja Ken~" Pinta Vilia.


"Oke, maaf sayang~" Saut Keenan.


"Boleh minta ga?" Tanya Keenan kemudian.


"Minta apa?" Tanya Vilia.


"Itu loh sayang~ masa ga peka😩" Rengek Keenan.


"Iya apaan, ga tau aku ishhh." Desis Vilia.


Keenan lantas memperlihatkan gerakan isyarat, Vilia kaget dengan itu, melihat wajah melas suaminya membuat Vilia tak bisa menolah, lagian itu kewajiban Vilia.


"Kan tinggal ngomong mau jatah🙄" Jengah Vilia.


"Takut kamu ga mau☹️" Ucap Keenan.


"Kan itu kewajiban aku Ken~😊" Ujar Vilia.


"Jadi boleh?" Tanya Keenan.


"Hemm." Dahem Vilia mengangguk mengiyakan.


"Terimakasih." Ucap Keenan bersemangat.


Cup~


Setelah pemanasan yang cukup lama, akhirnya keduanya benar-benar melakukan itu, sama-sama mencari kenikmatan yang diincarnya, Beruntung rumah mereka berjarak tanah kosong kanan dan kiri, kalau tidak pasti tetangga sudah terganggu.


"Engg akhhh pelannn pelan sajaaaa Kenn." Lenguh Vilia dibawah gempuran suaminya.


"Call me honey." Pinta Keenan.


"Sa- akhh Sa-sayang~ ahhh shhht." Ucap Vilia menurut.


"Good." Keenan semakin menumbuk dengan dalam.


"Akhh ter- terlalu dalamm." Tubuh Vilia bergetar, Vilia membusungkan dada karena serangan maut suaminya.


Keenan bermain dengan cara yang berselang-seling, Pelan, cepat, pelan, dan cepat lagi, hingga akhirnya keduanya mencapai puncak, Keenan tentu saja mengeluarkannya di dalam, dan mereka bermain 3 ronde, di awal Keenan mengeluarkan diluar, dan di amuk oleh Vilia.


Pikirnya takut Vilia tidak siap untuk hamil, tapi ternyata Vilia sangat mengharapkan, dan tentu saja itu membuat Keenan bahagia, Vilia bersedia mengandung benihnya yang berarti telah menerimanya seutuhnya.

__ADS_1


UDAH YA GUYSA AKU MAU SEKOLAH DULU, BYE BYE~ 👋


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2