Suamiku Gelandangan

Suamiku Gelandangan
Rumah Baru


__ADS_3

Lanjut episode sebelumnya ygy🙃


"Ken?" Seru Vilia dan Keenan hanya menoleh sejenak.


"Ken, Aku bukan bermaksud mengecewakan kamu, sesungguhnya dari awal aku nyaman sama kamu, tapi aku tidak tau perasaan apa itu, tolong jangan tersinggung dengan kata-kata ku." Ujar Vilia merasa tak enak hati.


"........ Kamu ini ngomong apa sih? Aku kesini bukan karena jawaban kamu, aku ngerti kok, aku bisa menunggu untuk itu, aku sedang memikirkan hal lain." Balas Keenan sedikit kaget dengan penuturan Vilia.


"Apa itu?" Tanya Vilia.


Keenan diam sesaat kemudian mengajak Vilia masuk lagi kedalam kamar, Sudah larut dan angin kencang tidak baik untuk kesehatan Vilia.


Sampainya didalam kamar, Vilia kembali bertanya pada Keenan apa yang di pikirannya, namun lagi-lagi Keenan terdiam, Ia memikirkan banyak hal kali ini, memikirkan masalah Vilia, dan kemudian memikirkan masalahnya sendiri.


"Huftt, Udah tidur sana gih, Istirahat, jangan banyak berfikir." Ujar Vilia berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian ganti.


Keenan hanya diam seraya menatap Vilia yang berjalan menuju kamar mandi, 15 menit kemudian Vilia keluar dan bersiap untuk tidur, saat itu juga barulah Keenan bersuara.


"Beberapa hari lalu ada orang asing mendatangiku." Celetuk Keenan tanpa menatap Vilia.


Vilia lantas memposisikan tubuhnya duduk lalu menatap Keenan. "Lalu?" Tanya Vilia yang seketika membuat Keenan ikut menatap dirinya.


"Namanya Han, dia tau nama ayah dan ibuku, tapi aku sama sekali tidak mengenalnya, aku bahkan tidak tau kalau ayah dan ibu punya kenalan sepertinya." Jawab Keenan bingung.


"Aku merasa ada sesuatu yang tidak aku ketahui, bahkan aku merasa seperti di targetkan olehnya." Sambung Keenan curiga.


"Apa dia akan membahayakan kamu? Ken dengarkan aku, Jauhi sesuatu yang membuatmu ragu, aku tidak mau kamu menempatkan dirimu dalam masalah." Ujar Vilia khawatir.


"Vil, Jika hari itu benar-benar tiba, aku harap kamu memprioritaskan keselamatan kamu, jangan terlibat." Tutur Keenan tiba-tiba.


"Apa yang kamu katakan Ken! Jangan bicara seolah-olah kita akan berpisah!" Cetus Vilia.


"Aku gak bermaksud gitu, tapi..." Balas Keenan yang langsung di potong oleh Vilia.


"Sudah aku ngantuk mau tidur." Ucap Vilia berbaring membelakangi Keenan.

__ADS_1


Keenan diam tak bersuara, kemudian ia ikut menyusul Vilia dan tidur, Keenan akan berusaha menganggap tak terjadi apa-apa, mungkin suasana canggung saat ini akan lebih baik esok hari.


Esok harinya Keenan dan Vilia sudah pergi dari rumah Indra setelah sarapan bersama, Setelah pulang dan bersiap untuk bekerja Keenan dan Vilia langsung berangkat ke bakery milik Fifi, Mereka berdua tampak normal, seolah-olah sudah melupakan perdebatan kecil tadi malam.


"Keenan." Seru Vilia menghampiri Keenan di luar.


"Emm, Iya Vil ada apa?" Tanya Keenan menatap Vilia.


"Eng...... Maaf ya soal semalam, aku udah kasar sama kamu dan gak mau dengerin penjelasan kamu." Jawab Vilia merasa bersalah.


"Eh? Minta maaf padaku?" Tanya Keenan terkejut.


"Kenapa Ken?" Tanya Vilia balik, ia bingung atas perkataan Keenan.


"Eng... Engga apa-apa, Maksudnya tidak masalah, Justru aku yang harus minta maaf, aku udah berkata seperti itu padamu aku tau kamu pasti kecewa." Jawab Keenan.


"Ken... Aku marah karena aku tidak suka kamu berkata seperti kemarin, kamu berjanji akan melindungiku dan menjagaku seumur hidupmu, Maka dalam keadaan apapun jangan pernah berharap aku akan menjauh darimu." Ungkap Vilia serius.


"Ken berjanjilah satu hal pada ku, berjanjilah kita akan menghadapi semuanya bersama-sama, jangan memendam masalahmu sendiri." Sambung Vilia.


"Emm Ken, Aku ingin membahas sesuatu dengan mu, tapi aku mohon jangan tersinggung dan marah. Kamu hanya perlu menjawab setuju atau tidak, apapun keputusan kamu aku akan ikut." Ujar Vilia ragu-ragu.


"Iya, ada apa? Kenapa terlihat begitu serius?" Tanya Keenan mengernyit.


"Emmm aku ada mempertimbangkan untuk membeli rumah sendiri untuk kita." Jawab Vilia takut-takut.


"Vil." Seru Keenan kaget.


"Ken aku mohon jangan salah paham, aku bukan karena bosan atau apapun, bukan karena lelah dengan hidup kita sekarang, bukan,- bukan karena apapun sungguh, aku hanya ingin....." Ucap Vilia super panik yang pada akhirnya dipotong oleh Keenan.


Keenan menutup mulut Vilia dengan jarinya, lalu ia menatap Vilia dengan nanar yang membuat Vilia benar-benar takut. Vilia mengira Keenan telah salah paham akan maksudnya yang ingin membeli sebuah rumah baru.


"Vil, Aku mengerti... Kamu adalah seorang nona muda yang tiba-tiba harus hidup susah dengan ku, aku tau itu susah, sangat sulit untuk membiasakan diri." Ucap Keenan yang seketika membuat Vilia rasanya ingin menangis.


"Tapi.... Pernahkah kamu mempercayaiku? Pernahkah kamu memiliki keinginan untuk mengandalkan ku?" Sambung Keenan bertanya dengan lirih.

__ADS_1


"Ken.... Aku selalu mempercayaimu, sungguh. Aku selalu ingin mengadakan kamu, dan aku percaya itu akan ada suatu saat." Jawab Vilia sungguh-sungguh.


Keenan lantas tersenyum mendengar jawaban itu dari Vilia. "Jadi aku tidak setuju, dapatkan kamu menerima itu?" Ucap Keenan sekaligus bertanya.


"Ehem, Tentu." Jawab Vilia mengangguk.


"Vil, Percayalah, Aku akan memberikan kehidupan yang lebih baik untukmu, Aku hanya berharap kamu bisa bersabar menunggu untuk itu." Ujar Keenan berharap.


Vilia lantas terharu dengan apa yang diutarakan oleh Keenan. Vilia lantas mengangguk mantap memilih mempercayai Keenan bahwa suaminya itu akan mampu mewujudkan kata-katanya, kalaupun tidak Vilia juga tidak keberatan, Asalkan Keenan tetap ada bersamanya maka kehidupan bagaimanapun bukan masalah bagi Vilia.


Suasana haru itu hanya berlaku sebentar saja, Karena Vilia di panggil oleh Fifi untuk menangani pesanan kue ulang tahun yang baru saja masuk lewat panggilan telepon dari salah satu costumer tetap.


"Pesanan apa aja hari ini yang masuk Fi?" Tanya Vilia.


"Ada 3 pesanan masuk dari costumer berbeda, Cake itu udah kita bahas, sekarang masalah ada pada pesanan roti." Jawab Fifi.


"Pesanan Roti yang masuk hari ini ada total 200 Roti. 50 Roti taro isi selai coklat, 50 Roti biasa isi selai kacang, untuk yang 100 biji lagi yang biasa isian keju." Sambung Fifi menjelaskan.


"Besok lembur dong." Tukas Vilia manyun.


"Ya mau gimana lagi." Balas Fifi tak berdaya.


"Hemm ya udah yuk, Kita cuma harus fokus dengan cake nya sekarang, masalah kemas Roti masih besok. Eh tapi Fi, Lo yakin karyawan bisa menyelesaikannya besok?" Ujar Vilia di akhiri pertanyaan.


"Iya, walaupun keluarga gue belum bisa mendirikan pabrik, tapi tempat yang kami miliki masih cukup kok." Jawab Fifi mengangguk.


"Eh BTW, Gue baru ingat, Gue kan belum pernah bawa Lo lihat-lihat tempat pembuatan Roti kita, kan?" Sambung Fifi tersadar.


Vilia mengangguk mengiyakan, "Iya, Lagian gue kan gak pernah nanya dan penasaran dengan itu, tante pernah ngakak sih tapi gue nolak." Jawab Vilia.


"Lo gak boleh nolak kali ini." Cetus Fifi dan Vilia hanya bisa menghembuskan nafas panjang tak berdaya.


Kali ini Fifi bertekad untuk membawa Vilia ke sana nanti untuk berkunjung dan melihat-lihat suasana, bagaimanapun Vilia sudah lama bersama Fifi di bakery cake nya, Dan Vilia juga harus tau apapun tentang Bakery cake.


UDAH SAMPAI SINI AJA YA READERS, MOHON MAAF YA AKU JARANG UP😭🙏

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2