Suamiku Gelandangan

Suamiku Gelandangan
Idaman


__ADS_3

Papi Raden memperkenalkan 10 orang anggota utama dalam bisnis pradipta pada Keenan, Hingga sampai kepada orang yang tak asing bagi Keenan ternyata juga berdiri disana.


"Tunggu, Saya merasa tidak asing dengan anda, Anda ini..... Pak Agus kan?" Tanya Keenan yang membuat orang itu tersenyum kecut.


"Bukan, Dia kakak saya, Raghsuvan Abimanyu." Jawab nya.


"Hemm pantas saja kamu mirip dengannya. Tapi bagaimana kehidupan pak agus dan kau berbeda?" Ujar Keenan bertanya-tanya.


"Ah sudahlah, Aku tidak mau ikut campur." Sambung Keenan tak mau melanjutkan sesuatu yang bukan urusannya.


"Jadi namamu?" Tanya Keenan.


"Ragav, Raghavan Abimanyu, Tuan muda " Jawab Pak Ragav.


Keenan pun berhenti bertanya-tanya pada pak Ragav, Saat Papi Raden ingin menyampaikan sesuatu Keenan lantas menghentikannya, Ia paham apa yang akan Papi Raden sampaikan.


"Senang mengenal kalian semua, Sebelumnya Papi sudah menjelaskan tujuan rapat ini, Saya disini hanya ingin menyampaikan satu hal, Saya tidak ingin kalian menerima hanya sekedar melihat saya sebagai tuan muda Pradipta, saya yakin di antara kalian masih ada yang meragukan saya untuk menduduki jabatan ini." Ucap Keenan panjang lebar lalu menjeda kalimatnya dan menatap orang-orang di hadapannya.


"Saya tidak akan meminta persetujuan kalian saat ini, saya hanya ingin kalian memberikan sebuah kesempatan untuk saya membuktikan diri, membuktikan bahwa saya putra Raden Kusuma Pradipta, Tuan muda Pradipta bukan hanya status saja, saya akan membuktikan bahwa saya layak untuk memimpin kalian dibawah naungan nama saya." Sambung Keenan tegas dan lantang.


PROK PROK PROK ๐Ÿ‘


Sebuah tepuk tangan bergemuruh di ruangan tersebut, Keenan mengangguk yang berartikan ucapan terimakasih, Papi Raden yang memimpin tepukan tangan itu lantas menepuk bahu Keenan dengan sangat bangganya, bangga bahwa faktanya ia memiliki putra seperti Keenan.


"Nak, Papi bangga memiliki putra seperti kamu, Yang memiliki jiwa kepemimpinan tanpa harus papi ajari." Ujar Papi Raden tersenyum puas.


โ€Apa yang Papi katakan? Aku tidak sehebat itu, aku masih butuh bimbingan dari semua orang." Balas Keenan merendah diri.


"Emm apa semuanya susah selesai?" Tanya Keenan kemudian.


"Iya sudah, Urusan kamu sudah selesai disini, Sekarang Papi akan mengadakan rapat penting bersama mereka, Kamu bisa tetap disini jika kau mau." Jawab Papi Raden sekaligus memberikan penawaran.


"Engga deh Pi, Aku ingin menjaga Vilia dikamar, kasian dia sendirian." Jawab Keenan menolak.


"Maaf semuanya, Saya undur diri, permisi." Lanjut Keenan kepada semua kemudian berlari kecil meninggalkan ruangan tersebut.


"Dasar penyayang istri." Ucap Papi Raden geleng kepala.


๐ŸŒฌ๏ธ๐ŸŒฌ๏ธ๐ŸŒฌ๏ธ๐ŸŒช๏ธ



"Vilia?" Seru Keenan ketika membuka pintu kamar.


Hening, itulah suasana di kamar Keenan saat ini, Vilia sedang tidur pulas, hanya terlihat bibi Ratna yang sedang memijat pinggang Vilia.


"Kenapa Bi?" Tanya Keenan.


"Nona muda mengeluh sakit pinggang tuan muda, biasa wanita saat datang bulang suka seperti ini, saya dulu sering ngalamin." Jawab Bibi Ratna menjelaskan.

__ADS_1


"Ohh makasih ya Bi udah menjaganya, Bibi bisa istirahat, Biar saya yang melanjutkannya sendiri." Ujar Keenan tersenyum tipis.


"Baik, Saya permisi tuan muda." Pamit Bibi Ratna yang di angguki oleh Keenan.


Keenan pun duduk di tepi ranjang dimana Vilia sedang tengkurap, Ia usap-usap dan memijat pinggang Vilia dengan lembut, berusaha membuat Vilia nyaman dan tetap rileks.


*Sepertinya ada beberapa panduan di internet mengatasi sakit perut saat Haid, Aku cari saja deh dan siapin buat Vilia.* Batin Keenan yang kemudian beranjak mengambil ponsel pemberian Papi Raden di lemari.


Ponsel tersebut tidak Keenan pakai karena ia juga tidak tau mau digunakan untuk apa, Namun sepertinya Keenan juga membutuhkannya mulai sekarang, secara ia banyak tanggung jawab saat ini dan statusnya bukan lagi status biasa.


Setelah menelusuri di internet beberapa panduan yang Keenan cari, akhirnya ia bergegas turun kebawah lalu menemui Bibi Ratna lagi.


"Bi, Saya mau keluar beli sesuatu, ada kendaraan yang bisa saya gunakan gak? Saya tidak bisa nyetir mobil." Tanya Keenan.


"Sepeda motor ada tuan muda, tanya Pak Alif saja tuan jika tuan muda membutuhkannya, dia yang memegang kunci garasi motor." Jawab Bibi Ratna sekaligus menjelaskan.


"Ohh makasih Bi, Titip Vilia lagi ya Bi ada apa-apa hubungi saya, ponsel saya sudah terhubung dengan telepon rumah." Ucap Keenan diselingi pesan.


"Baik tuan muda." Balas Bibi Ratna mengangguk.


Keenan pun pergi setelah memastikan semuanya, ia mencari keberadaan Pak Alif yang hanya ia temui satu kali kemarin, Beruntung Keenan sudah mengingat orang-orang yang bekerja di rumahnya.


"Pak Bayu, ada pak Alif tidak?" Tanya Keenan.


"Sedang kebelakang tuan muda, mungkin sebenar lagi dia akan datang." Jawab Pak Bayu, karena Pak Alif juga sudah dati tadi perginya.


Keenan mangut-mangut tanda mengerti, ia menunggu sebentar kembalinya Pak Alif, bisa saja Keenan langsung pergi, tapi letak rumahnya jauh dari keramaian kota dan sulit mencari toko terdekat.


"Tuan muda?" Ucap Pak Alif berlari pelan menghadap Keenan.


"Ada yang bisa saya bantu tuan muda?" Tanya Pak Alif membungkuk hormat.


"Bapak pegang kunci garasi motor, kan? Ayo bukakan garasi untuk saya, Saya memerlukan sepeda motor untuk ke suatu tempat." Ujar Keenan menjawab.


"Iya tuan muda, Mari-mari, mohon maaf telah membuat anda menunggu." Ucap Pak Alif sedikit tak enak.


Keenan tak menyahuti, ia hanya mengikuti langkah pak Alif menuju garasi motor. Setelah di buka Keenan pun dipersilahkan untuk memilih sepeda motor mana yang ingin ia gunakan oleh pak Alif, tentu saja Keenan bingung, isinya bukan sepeda motor sembarangan, jika dibawa keluar akan langsung menarik perhatian masyarakat.


"Pak, emang disini gak ada sepeda motor biasa apa? Contohnya BEAT, gak ada ya pak?" Tanya Keenan.


"Gak ada tuan muda, adanya cuma begini๐Ÿ˜…" Jawab Pak Alif canggung.



"Hadeh si Papi ini, ngapain juga beli motor satu model 2 warna? masih mending kan kalo beda beda, ini malah begini." Gerutu Keenan.


"Jadi tuan muda mau pakai yang mana?๐Ÿ˜…" Tanya pak Alif.


"Yang itu aja deh pak, Ninja 250R aja." Jawab Keenan menunjuk sepeda motor yang ia pilih.

__ADS_1


Pak Alif mangut-mangut dan segera mengambilkan sepeda motor tersebut untuk Keenan, Pak Alif dorong sepeda motor tersebut tepat di depan Keenan, setelah itu Keenan tak menunda waktu lagi, ia langsung tancap gas mencari toko terdekat untuk mencari benda yang ia mau.


๐ŸŒฌ๏ธ๐ŸŒฌ๏ธ๐ŸŒฌ๏ธ๐ŸŒช๏ธ


"Selamat datang~" Ucap kasir saat melihat kedatangan Keenan.


Keenan segera pergi mencari benda yang ia cari, sebelum itu ia menelepon Papi Raden untuk memastikan ia dapat menggunakan black card di tangannya semaunya.


"Baiklah Ken, Jangan menunda waktu, istri lu lagi nunggu." Tukas Keenan pada dirinya sendiri.


"Mba? Bisa saya bertanya sesuatu?" Tanya Keenan pada mba kasir.


"Eh iya mas boleh, tanya apa ya?" Jawab mba kasir di akhir pertanyaan.


"Kalau wanita lagi dapat tuh biasanya suka apa ya?๐Ÿ˜…" Tanya Keenan agak canggung.


"Ohh itu, biasanya kami para wanita cuma mau dimanja, terus pengennya jajan, biasanya seneng kalo dikasih cokelat yang banyak mas." Jawab mba kasir.


"Ohh gitu, makasih mba." Ucap Keenan kemudian bergegas mencari cokelat dan yang lainnya.



"Vilia suka cokelat yang mana ya? Bingung juga mau ambil yang mana๐Ÿง" Ucap Keenan bingung melihat deretan cokelat di depannya.


โ€ข 10 MENIT KEMUDIAN


Keenan telah kembali ke kasir, Alhasil mba kasir kaget melihat Keenan membawa begitu banyak cokelat, 3 paket cokelat setiap macamnya, bagaimana tidak kaget, Keenan memborong langsung cokelat yang ada.


"Ini semuanya?๐Ÿ˜…" Tanya mba kasir.


"Iya๐Ÿ™‚" Jawab Keenan.


"Mba hitung aja totalnya berapa, saya mau telepon dulu." Sambung Keenan berbalik badan untuk menelepon.


"Oh halo Han, Kamu bisa bawa mobil kesini gak? Saya membeli beberapa barang dan tidak bisa membawanya dengan sepeda motor." Ujar Keenan.


".........."


"Ok, Nanti saya share lock." Balas Keenan kemudian menutup panggilan telepon.


"Mba, Ini." Lanjut Keenan memberikan black card nya pada mba kasir untuk membayar.


Mba kasir itupun menggesek kartu Keenan, setelah semua prosedur selesai Keenan hanya menunggu kedatangan Han saja.


Benar-benar menumpuk sekali belanjaan Keenan untuk istrinya yang sakit, Selain cokelat yang sudah segunung masih ada jajanan lain disana, Keenan juga membeli permen gula, dan permen jahe, tidak lupa beberapa pembalut lengkap.


*Aihh iri sekali dengan wanita itu, Cowo nya udah ganteng, royal, perhatian lagi, ahh idaman, sisakan satu yang seperti ini tuhan.* Batin mba kasirnya.


PENGEN SATU AJA YANG SEPERTI KEENAN ๐Ÿ™‚๐Ÿ™ˆ

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2