
2 haripun berlalu, anehnya semua orang menatap Vilia dengan sinis, ada apa dengan hari ini? Tatapan orang-orang begitu menusuk bagi Vilia.
"Ini ada apa sih?" Tanya Vilia pada dirinya sendiri.
"Vilia!" Teriak seseorang memanggil Vilia.
"Eng? Chintya, pas banget Lo datang." Ujar Vilia.
"Gue mau nanya sesuatu." Sambung Vilia.
"Apa?" Tanya Chintya.
"Orang-orang kenapa liatin gue segitunya ya hari ini? Ada apa?" Tanya Vilia.
"Lo ga tau?" Tanya Chintya balik.
Vilia menggeleng, Kemudian Chintya memberitahukan alasan mengapa Vilia menjadi tontonan orang-orang, dan itu membuat jantung Vilia serasa berhenti.
"Engga, ga mungkin, itu bukan gue Chin, sumpah." Tangkas Vilia membela diri.
"Tenang, gue percaya kok." Ujar Chintya tersenyum tulus.
"Eh btw, laki Lo?" Tanya Chintya.
Deghhh
Vilia seketika merasa gusar, hatinya tidak nyaman, seperti merasa semuanya akan segera berakhir, ber-Do'a saja itu semua hanya pikiran sekilas Vilia.
"Gue pergi dulu ya, Izin aja kalo ada dosen." Ujar Vilia langsung berlari pergi.
"Aishh semoga semuanya baik-baik saja, gue percaya lo bukan cewe kek gitu Vil." Gumam Chintya sebelum akhirnya beranjak pergi.
Sementara itu, Vilia sudah mencari di seluruh gedung fakultas, tapi sang suami masih tidak ketemu, Vilia tak peduli banyak mata yang menatapnya, yang ia cemaskan hanya suaminya, tanggapan suaminya, akankah ia percaya? Atau tidak? Vilia benar-benar ketakutan sekarang.
"Kenn kamu dimana~" Lirih Vilia.
Vilia memutuskan mencari diluar, barangkali Keenan ada di taman atau di sekitarnya, namun nihil, Vilia sudah berkeliling universitas tapi tak kunjung menemukan Keenan.
Hingga matanya terpaku pada sosok punggung yang tak asing baginya tengah berdiri di pinggir jalan dekat halaman universitas.
Tanpa menunda waktu, Vilia langsung menghampirinya, yang ternyata benar adalah suaminya, ia tengah menonton apa yang menjadi penyebab dirinya menjadi tontonan orang-orang.
"Apa benar ini Vilia? Tapi ga mungkin!! Vilia ku bukan orang seperti itu." Ucap Keenan berusaha meyakinkan diri sendiri.
"Tapi jelas ini Vilia, wajahnya, ga mungkin di dunia ini ada orang asing yang mirip 99% dari yang asli." Sambung Keenan yang mulai dirasuki keraguan.
"Kau tidak percaya aku?" Tanya Vilia.
Keenan kaget dan menoleh, Vilia di belakangnya tengah menangis mendengar penuturan suaminya barusan, yang seakan-akan tak mempercayainya sama sekali.
__ADS_1
"Vilia."
"JAWAB AKU KEN!! KAMU TIDAK MEMPERCAYAIKU?!" Teriak Vilia.
"Aku, aku hanya ingin bukti." Jawab Keenan seraya membuang muka tak ingin menatap Vilia.
"Hiks, kau sama sekali ga percaya aku? Ken~ itu bukan aku, bukan~" Tangis Vilia.
"Tapi ini wajahmu Vilia! Aku harus percaya bagaimana?" Tanya Keenan agak ketus.
Vilia ingin membela diri lagi, namun kemudian dirinya di panggil oleh dekan untuk menemui dekan di ruangannya, dan Keenan juga tentunya, ia diperintahkan untuk masuk, karena jam kampusnya sudah mulai.
"Saya tidak akan berbelit-belit, Kamu saya keluarkan dari universitas." Ucap Dekan to the point.
"Kenapa pak?" Tanya Vilia.
"Kamu masih nanya?! Kamu itu sudah membuat nama universitas tercemar?! Video p0rn0mu sudah menyebar keseluruhan fakultas! Apa kamu pikir saya harus diam saja?! Begitu?!!" Sentak Pak Dekan.
"Tapi itu bukan saya pak!!" Tangkas Vilia.
"Saya ga butuh alasan kamu, keluar." Cetus pak Dekan mengusir.
Dengan berat hati Vilia meninggalkan ruangan Dekan, Vilia menelusuri sepanjang jalan koridor dengan tatapan kosong, apakah sesulit itu untuk Vilia bisa hidup tenang? Rasanya tuhanpun tak mengizinkan Vilia hidup tenang.
Vilia pergi ke taman universitas, ia menangis sejadi-jadinya sebelum akhirnya pulang kerumahnya, ingin mencari Keenan? Percuma, bahkan suaminya itu meragukan kebenaran Vilia.
"Hikss Ken~ kenapa kamu ga percaya? Aku ga salah~ itu bukan aku~ hiks hiks." Lirih Vilia tersedu-sedu.
Vilia terus saja menangis hingga ia tertidur karena kelelahan menangis, berharap saja semua hanya mimpi, setelah bangun semuanya akan baik-baik saja, dan semoga.
Berhasil? Tentu tidak, semuanya nyata, saat Vilia bangun tidur ia berusaha menghubungi suaminya, namun malah ditolak mentah-mentah oleh Keenan, Keenan sama sekali tidak mau menerima panggilan telepon Vilia, bahkan pesan tidak ia balas.
Vilia pasrah, mungkin kebahagiaan akan berakhir dari sekarang, Vilia tersenyum, ini bukan pertama kalinya ia kehilangan kebahagiaannya, tidak masalah jika terulang, mental kuat? Tidak, ia hanya sudah tak berdaya, ingin melawan tapi bagaimana? Semuanya tak bisa Vilia kendalikan dengan tangannya sendiri.
_
_
Keenan bergelayut dengan pikirannya sendiri di ruang kerjanya, ia benar-benar terpukul dengan berita yang ada, namun hatinya berkata istrinya tak mungkin seperti itu.
"Vilia wanita baik-baik, itu tidak mungkin, yah!! Pasti itu palsu, tapi wajahnya......" Ucap Keenan asik bertarung dengan pikirannya sendiri.
"..........."
"Astaghfirullah Keenan, kenapa pake lupa?!" Cetus Keenan tiba-tiba ketika menatap laptop dihadapannya.
__ADS_1
"HAN!"
Cklekk
"Ya tuan muda."
"Aku tanya sesuatu, eng apa kalian bisa memeriksa asal suatu berita yang di-posting seseorang?" Tanya Keenan.
"Maksudnya alamat ID dan informasi pengirim?" Tanya Han balik.
"Iya, itu." Jawab Keenan.
"Iya tuan muda, Unit kita lengkap, masalah politik, teknologi, kesehatan, dan jaringan internal unit lain juga ada, hanya tinggal memanggil penanggung jawab." Jelas Han.
"Yang waktu itu dikenakan padaku? Aku melupakan hal itu, karena aku juga tidak sempat berkunjung ke pusat-pusat intelejen kita." Ujar Keenan.
"Anda punya waktu untuk berkunjung?" Tanya Han.
"Tidak, aku sedang ada masalah." Jawab Keenan.
"Masalah?" Tanya Han lagi.
"Iya, kemarilah, aku ingin menunjukkan sesuatu." Jawab Keenan.
Han mendekat, kemudian Keenan menunjukkan gambar dari Video yang beredar, tanpa memutar Video tersebut, hanya menunjukkan foto dan penjelasan yang ada.
"Nona?!" Kejut Han.
"Istriku bukan orang yang seperti itu, bisa tolong selidiki ini?❄️" Ujar Keenan diakhiri pertanyaan.
"Tentu tuan muda." Jawab Han.
"Baiklah, selidiki itu sekarang juga, aku mau itu selesai dalam waktu dekat, tidak sampai 3 hari aku mau itu semua terungkap❄️" Tutur Keenan serius.
*Nada bicara tuan muda berubah, sepertinya ini akan berakhir buruk.* Batin Han.
"Saya mengerti, saya undur diri tuan muda." Ujar Han.
"Hemm❄️" Dahem Keenan menyahuti.
Han pergi, ia segera menghubungi seseorang yang bertanggung jawab dalam masalah tersebut, tentu saja seorang Hacker pastinya.
Han tak ingin menunda waktu, bagaimanapun, masalah itu menyangkut rumah tangga tuan mudanya, keharmonisan rumah tangga majikannya sedang terancam, dan itu tak boleh terjadi.
*Benar-benar tak menyangka, ternyata ada yang berani mencari masalah terhadap ahli waris keluarga Pradipta 🤨* Batin Han.
*Beruntung tuan besar tidak disini, jika tidak maka seluruh kota akan gempar dengar perintah penangkapan orang ini* Batin Han lagi.
GUYSS, UNTUK DUA MINGGU KEDEPAN AUTHOR BAKAL SIBUK BANGET, MUNGKIN BAKALAN LAMA BANGET KALO MAU UP, TAPI BAKAL AUTHOR USAHAIN TIAP 3 HARI SEKALI UDAH UP, SEMOGA BISA YA🥺
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................