
Vilia dan Fifi tengah memasuki sebuah Mall, Fifi membawa Vilia untuk membeli baju baru, Vilia hanya bisa mengikuti tanpa bisa menolak dengan ajakan sahabatnya itu.
Terdapat banyak deretan dress dan baju santai lainnya, Fifi menyuruh Vilia untuk memilih satu untuk dirinya dan juga untuk Vilia sendiri, namun Vilia menolak, karena ia merasa tidak memerlukan baju baru saat ini.
Ma
"Ayolah Lia,,,, Ini sebagai ganti oleh-oleh gue hari lalu." Rengek Fifi melas.
"Gue lagi gak butuh baju baru Fi, emmm tapi kalo Lo mau traktir gue sesuatu, ada satu hal yang gue inginkan sekarang." Ucap Vilia.
"Ya udah ayo pergi sekarang, emang lo gk bosen disini mulu dari tadi? Belanjaan Lo itu udah hampir segunung!" Cetus Vilia melanjutkan kata-katanya.
"Emm ya udah deh iya, Ayo. Gue juga udah selesai kok." Ucap Fifi nyengir canggung di akhir kalimatnya.
🌬️🌬️🌬️🌪️
Vilia dan Fifi akhirnya sampai di tempat yang Vilia ingin kunjungi, Melihat tempat itu Fifi lantas merasakan firasat buruk akan menimpanya.
"Vilia,,, Ketempat lain aja yuk." Ajak Fifi pelan.
"Engga!" Tolak Vilia tegas.
"Lia gue tau Lo pasti bakal ngajakin gue nonton horor, kan?" Tanya Fifi merinding.
"Hehe tau aja Lo." Ucap Vilia nyengir tanpa dosa.
"Ihh udah ah ampun.... Gue gak sanggup Lia." Rengek Fifi melas.
"Udah ah jangan jadi penakut mulu, Ayo ikut gue ambil tiket." Tukas Vilia menarik paksa Fifi yang berusaha berontak.
Dengan sangat terpaksa Fifi mengikuti Vilia menonton horor, Vilia sebenarnya tidak terlalu ingin menonton horor, Ia hanya ingin mengerjai Fifi dengan alasan ingin menonton horor.
"Udah duduk sini." Tutur Vilia.
"Lia...." Cicit Fifi melas dan Vilia mengabaikannya.
Fifi lantas mendengus kasar dan kemudian duduk di tempatnya, ia menelan salivanya berat saat film mulai diputar. Menutup mata, itulah yang Fifi bisa lakukan saat ini, ia benar-benar sangat takut menonton film horor, sangat bertolakbelakang dengan karakternya sendiri.
Sementara di sisi lain, Keenan dan Han telah sampai di Mall. Han mengantar Keenan bertemu manager Mall tersebut untuk memperkenalkan diri, setelah itu Keenan dan Han mulai berkeliling untuk membantu Keenan mengenal kondisi Mall tersebut.
Han menjelaskan beberapa detail tentang Mall tersebut pada Keenan, Keenan menyimak dengan seksama mendengarkan penjelasan dari Han tersebut, agar mempermudah dirinya dalam memahami kondisi Mall.
"Seleksi karyawan disini bagaimana?" Tanya Keenan.
"Para karyawan di Mall ini di seleksi secara ketat tuan muda, Mulai dari pengalaman dan juga latar belakang. Jadi jika ada seseorang yang bermasalah datang untuk melamar kerja, kami akan segera mengetahuinya." Jawab Han menjelaskan.
"Hemmm" Dahem Keenan.
"Dan untuk masalah kualitas produk?" Sambung Keenan bertanya lagi.
"Produk yang kami keluarkan juga adalah produk terbaik, Bahan kain dan yg lainnya adalah kualitas teratas, dan karena itulah Mall ini hanya di datangi oleh orang-orang yang mampu dengan harga barang kita." Jelas Han lagi.
"Hemm, Jadi Mall ini adalah Mall ternama untuk produk terbaik?" Tanya Keenan.
"Benar tuan muda, dan rata-rata orang yang datang ke Mall ini adalah orang-orang kelas atas." Jawab Han.
• 30 Menit Kemudian
__ADS_1
~ Restoran Mall ~
"Silahkan tuan muda." Tutur Han mempersilahkan Keenan untuk duduk.
Keenan pun duduk, Ia memerhatikan suasana sekitar untuk memberikan pendapat atau kritikan jika semisalnya ada sesuatu yang kurang cocok di mata Keenan.
"Aku perhatikan semuanya cukup bagus, tapi bisakah aku mengubah beberapa hal?" Ujar Keenan diselingi pertanyaan.
"Tentu tuan muda." Jawab Han.
"Kau lihat pelayan yang itu, itu, dan itu. Aku mau kau pecat mereka." Tegas Keenan menunjuk satu persatu pelayan yang tidak cocok dimatanya.
"Hah? Ke- Kenapa tuan muda? Apa mereka bermasalah?" Tanya Han.
"Hemn? Sudah lancang kamu menanyakan alasanku melakukan sesuatu?" Tanya Keenan balik, alisnya ia angkat sebelah dengan tajam.
"Tidak berani, tidak berani tuan muda. Maafkan saya." Jawab Han takut-takut.
"Sudah lakukan saja, aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang akan merugikan bisnis keluarga sendiri." Tutur Keenan datar.
"Baik tuan muda, nanti saya akan menghubungi pihak yang bersangkutan untuk melakukan apa yang ada perintahkan." Balas Han sopan.
"Hemm" Dahem Keenan.
Setelah perbincangan pribadi, Keenan dan Han mulai menyantap apa yang mereka pesan. Karena tuajuan mereka masih banyak, Keenan juga akan ke dealer mobil untuk membeli mobil pribadinya atas perintah Papi Raden.
NEXT~
_
_
"Fi.... Maafin gue ya" Ucap Vilia merasa bersalah.
"Gapapa Lia, Bentar lagi gue juga udah baikan kok" Balas Fifi tersenyum ke arah Vilia.
"Emm, ya udah Lo tunggu disini, gue mau beli sesuatu yang bisa ngurangin mual Lo." Tutur Vilia.
"Gak, gak bisa! Gue gak bisa biarin Lo bepergian sendirian" Ucap Fifi khawatir.
"Gapapa, gue ga bakalan kenapa-kenapa. udah diem disini, gue bakal segera balik" Ucap Vilia di selingi paksaan.
"Udah Lia gak usah, gue udah gak mual lagi" Cegah Fifi.
Vilia lantas menatap sinis ke arah Fifi. "Gak usah bohong deh" Desis Vilia.
"Engga sungguh, gue gak bohong" Pungkas Fifi sungguh-sungguh.
Vilia pasrah, Melihat wajah Fifi yang tampak serius,,, Vilia hanya bisa mempercayainya, walaupun sedikit ragu.
Vilia mengajak Fifi untuk langsung pulang, namun Fifi menolak karena masih ada satu hal yang belum ia lakukan, Akhirnya terpaksa Vilia yang menyetir sampai ke tempat tujuan yang Fifi maksud.
CKITTT!!! >Rem mobil secara dadakan.
"Ada apa Lia?" Tanya Fifi kaget.
"Tuh!" Tukas Vilia menatap serius ke arah depan.
__ADS_1
"Turun!!" Perintah Gengster berbadan kekar dengan suara lantang dan sangat kasar.
"Lia... Ini gimana dong?" Tanya Fifi takut.
"Gue... Gue juga gak tau" Jawab Vilia menelan salivanya kasar.
"KELUAR ATAU AKU PECAHKAN KACA MOBILNYA!!" Teriaknya mengancam.
Vilia dan Fifi lantas menelan salivanya berat, mereka benar-benar takut kali ini, jalan sepi menjadikan keduanya sulit untuk melawan.
"Harus mencari pertolongan kemana gue?" Gumam Vilia bertanya-tanya.
"Fi, Lo tetep didalam, jangan keluar" Pesan Vilia.
"Engga Lia!" Tolak Fifi tegas.
"Jangan membantah, Lo itu lagi dalam keadaan gak baik-baik aja, udah nurut" Tegas Vilia yang kemudian keluar dari dalam mobil.
"Lia, Vilia!" Teriak Fifi mencoba menghentikan Vilia namun usahanya nihil.
"Yoo ternyata gadis yang sangat cantik" Tukas Gengster tersebut.
"Maaf, Saya perasaan gak ada mengganggu kalian, kenapa malah mencegat kami? Apa yang kalian inginkan?" Tanya Vilia.
Gengster itupun lantas tersenyum sinis seraya sesekali melirik kedalam mobil, yang ternyata Fifi sudah tidak terdapat di dalam sana, Gengster tersebut lantas tertawa geli, ia mengira bahwa Fifi telah mengorbankan Vilia demi menyelamatkan diri.
"Haha teman kecil mu itu telah pergi meninggalkan mu" Ujar Gengster tersebut.
Vilia lantas menoleh. "Gak, gak mungkin Fifi ninggalin gue" Gumam Vilia rada syok dan tidak percaya.
"Ayolah, aku tidak jadi meminta barang-barang mu, tapi jangan sia-siakan usaha temanmu itu, bermainlah denganku, eh salah, bermainlah dengan kita." Ucapnya menunjuk ke belakang yang ternyata ada sekelompok orang lagi yang satu genk dengan nya.
Vilia lantas gugup"Jangan macam-macam ya!" Sentak Vilia memperingati.
"Kalau tidak?" Tanya Gengster itu menantang.
"Kalau tidak aku,,, aku,,," Ucap Vilia gemetar.
UMGGHHH HEUMMMM
Secara cepat Gengster itu membungkam mulut Vilia dengan tangannya yang kekar, Ia seret Vilia pergi ke arah hutan diikuti orang-orangnya yang lain.
Vilia kini benar-benar sudah ketakutan setengah mati, ia menangis sejadi-jadinya mengeluarkan segala rasa takut dan rasa gelisah nya. Kini,,, siapa yang bisa menolongnya? Dipikirkan saja tidak mungkin.
*Apakah aku akan kehilangan semuanya hari ini?* Batin Vilia terisak dibawah seretan Gengster tersebut.
*Ayah bunda, mungkin aku akan segera menyusul kalian* Batin Vilia lagi.
"Hahaha jangan menangis, sebentar lagi kau akan merasa nikmat" Ujar Gengster tersebut setelah memasuki hutan dengan kedalaman yang lumayan.
"Lepaskan aku!!" Berontak Vilia berusaha melepaskan dirinya dalam cengkraman Gengster tersebut.
SRAKKK! >Pakaian Vilia di robek.
"Aghhhh" Teriak Vilia histeris berusaha menutupi kulit bagian atasnya yang terekspos.
"Hahah tubuh yang indah" Tukasnya semakin bergairah.
__ADS_1
ADUH GIMANA YA KIRA-KIRA AKHIRNYA 🥲🤔
BERSAMBUNG..........................................