
... [17:30] ⏳...
... ~ BANDARA ~...
"Aghh Fifi,,, Gue kangen banget sama Lo." Pekik Vilia memeluk Fifi.
"Gue juga, Gimana kabar Lo?" Balas Fifi diselingi pertanyaan.
"Gue baik." Jawab Vilia melepaskan pelukannya.
"Gue kira lo bakalan lama di AS, Ternyata cuma beberapa hari." Sambung Vilia.
"Engga, Gue pengennya lama sebenarnya, tapi bokap buru-buru ingin ke Indonesia karena urusan penting." Timpal Fifi.
"Ya sudah nanti lagi aja bicaranya, Ayo kerumah gue dulu." Tutur Fifi dan Vilia mengangguk mengiyakan.
Fifi pun pergi menghampiri mobil yang terdapat Mama dan Papanya sedang menunggu dirinya untuk naik, sementara Vilia dan Keenan kembali menaiki sepeda motor dan mengikuti laju mobil keluarga Fifi.
30 menit lamanya mereka menelusuri jalanan kota yang cukup ramai hingga akhirnya sampai di kediaman Fifi. Mereka semua masuk kedalam rumah dengan senyum mengembang, Fifi mengajak Vilia dan Keenan duduk diruang tamu, sementara kedua orang tua Fifi pamit ke kamar duluan untuk istirahat.
"Maafin tante gak bisa menemani kalian berbincang ya Lia." Ujar Riana.
"Iya tante, tidak apa-apa, tante istirahat saja." Balas Vilia tersenyum.
"Iya mah, Udah mama istirahat aja, ada aku kok yang menemani Vilia dan Keenan." Timpal Fifi sependapat.
Riana akhirnya mengangguk dan tersenyum sebelum akhirnya pergi menuju lantai atas untuk istirahat, Fifi yang sudah tidak melihat punggung mamanya terlihat lantas melanjutkan pembicaraannya dengan Vilia yang sempat tertunda.
"Oh iya Fi, Ini buat Lo." Ujar Vilia menyodorkan 2 paket cokelat pada Fifi.
"Oh ya ampun,,, makasih Lia, harusnya gue yang ngasih oleh-oleh, Ini malah kebalikannya." Ucap Fifi canggung.
"Gapapa, Ini nih gara-gara Ken, Dia beli cokelat kebanyakan jadinya bingung mau gue apakan, ya udah gue kasih ke Lo deh." Timpal Vilia menjelaskan.
"Ohhh, Ya udah makasih sekali lagi." Ujar Fifi lagi.
"Iya sama-sama." Balas Vilia.
"Eh bentar, tapi kok.... Ini kan mahal." Celetuk Fifi tiba-tiba.
"Eng.... Itu,,, itu..." Ucap Vilia gelagapan.
"Diskon." Potong Keenan kemudian.
"Lagi diskon jadinya murah." Sambung Keenan menjelaskan.
"Ohh diskon,,," Timpal Fifi mangut-mangut.
*Ya udah lupain deh, Bukan urusan aku juga, gak baik juga nanyain hal beginian sama mereka, bisa-bisa Keenan tersinggung nanti.* Batin Fifi.
Mereka pun lanjut berbincang dengan topik lain, gelak tawa terdengar halus dari mulut kedua gadis cantik itu, Keenan hanya bisa tersenyum senang melihat Vilia tertawa seperti itu, sejak kemarin wajah Vilia sayu karena sakit yang ia rasa dan tahan.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu rumah Fifi diketuk seseorang, Maid membukakan pintu untuk orang diluar itu, saat melihat wajah tamu tersebut Fifi lantas berdiri dan berlari kecil menuju pintu.
Fifi peluk dengan erat tubuh tamu tersebut yang ternyata adalah seorang pria tampan, namun Vilia tak mengenal pria itu sama sekali.
"Der,,, Kenapa gak pernah bilang kalau kamu udah balik ke Indonesia minggu lalu? 3 hari lalu aku ke AS dan nyariin kamu, kata penjaga Villa kamu udah balik ke Indonesia, kok gak pernah ngasih tau aku?! Kalo bukan karena aku hubungi kamu dan nanya langsung, aku pasti masih tetep nyariin kamu di AS sekarang." Tanya Fifi panjang lebar dengan sedikit nada jengkel.
"Maaf, Niat nya mau ngasih kejutan buat kamu, tapi aku malah ada urusan dan gak sempat menemui kamu." Jawab Dery mengutarakan alasannya.
"Ishh kamu ini." Desis Fifi malas.
"Maaf ya, sayang." Ucap Dery mengusap puncak kepala Fifi dengan sayang.
"Iya deh iya, mumpung mood ku baik." Balas Fifi mengangguk.
"Ayo masuk, aku kenalin sama sahabat aku dan suaminya." Sambung Fifi menarik tangan Dery dan membawanya masuk.
Sampai dihadapan Vilia, Fifi mulai memperkenalkan Dery pada Vilia, Keenan yang tak memerhatikan Dery lantas kaget saat mendengar Fifi menyebutkan nama Dery, Keenan lantas mendongak dan menatap Dery, alangkah terkejutnya keduanya saat saling menatap satu sama lain.
Keenan lantas berdiri dengan kagetnya, sementara Dery sedikit mundur dan menunduk. "Dery?" Seru Keenan terkejut.
Vilia dan Fifi lantas saling memandang karena bingung.
"Kalian saling kenal?" Tanya Vilia dan Fifi hampir bersamaan seraya menatap Keenan dan Dery bergantian.
"Mmm gimana cara ngejelasinnya ya, nanti saja aku kasih tau kamu dirumah ya Vil." Ujar Keenan.
"Jangan coba-coba! Aku ingin tau. dan kamu Dery! Jangan coba-coba menyembunyikan apapun dariku." Tukas Fifi memangku tangan di dada.
"Tidak apa-apa Dery, Fifi bukan orang lain bagi istriku." Ucap Keenan yang seketika membuat Vilia tersenyum.
Dery mengangguk, Kemudian keempatnya mulai duduk kembali dan membahas perihal Keenan dan Dery yang saling mengenal satu sama lain.
"Ayo jelasin Der!" Cetus Fifi.
"Jadi... Emm kamu tau keluarga Pradipta kan?" Tanya Dery pada Fifi.
"Iya tau, Keluarga Pradipta atasan kamu kan? Pengusaha sukses itu kan, tapi yang sangat disayangkan putra semata wayangnya hilang saat tragedi beberapa tahun lalu." Jawab Fifi.
"Iya, dan.... Putra tuan Raden sudah kembali." Balas Dery.
"Hah?! Serius?" Tanya Fifi kaget dan Vilia serta Keenan hanya menyimak.
"Tapi.... Apa hubungannya dengan keluarga Pradipta dan kalian saling kenal?" Sambung Fifi bertanya-tanya.
"Karena pewaris tunggal keluarga Pradipta itu, Ya..... Ya dia, mas Keenan, tuan muda Keenan Daniel Pradipta." Jawab Dery sedikit terpenggal.
"Hah?!" Kejut Fifi sontak beralih menatap Keenan.
Vilia menunduk, dan Keenan hanya tersenyum tipis. Fifi termangu karena kaget seraya menatap Keenan, ia tak menyangka bahwa selama ini pemulung sahabat Vilia yang sekarang berstatus suami Vilia, sahabatnya adalah pewaris tunggal dari konglomerat besar.
"Dia?! Tuan muda Pradipta?" Tanya Fifi lagi pada Dery, dan Dery mengangguk.
__ADS_1
"Oh ya ampun,,, Maaf jika saya pernah menyinggung anda😰" Ucap Fifi menyatukan telapak tangannya🙏.
"Kamu bicara apa? Aku tidak pernah merasa tersinggung, bahkan kamu sangat baik terhadapku dimasa sulit, kedepannya jika kamu punya masalah kamu bisa datang padaku dan Vilia." Ujar Keenan sungguh-sungguh.
"Hufft Alhamdulillah.... Beruntung banget aku bisa berteman dengan tuan muda keluarga Pradipta." Tukas Fifi menghela nafas.
"Tolong rahasiakan ya Fi, aku tidak mau ini tersebar untuk sementara waktu." Pinta Keenan.
"Siap, tenang saja, aku bisa menjaga rahasia kok." Balas Fifi mantap.
"Tapi.... Lia!! Lo kok ga ada ngasih tau gue sih?!" Ketus Fifi menatap Vilia tak terima.
"Lah?! Lo juga sama kali, Kenapa gak pernah bilang kalo Lo udah punya pacar selama ini?!" Ketus Vilia balik.
"Ya,,, Ya lupa." Jawab Fifi canggung.
"Lupa apaan! Bilang aja Lo gak mau ngasih tau gue. Huh malas deh bicara sama Lo!" Ketus Vilia membuang muka.
Alhasil Fifi juga melakukan hal yang sama, Kedua pawang hanya bisa saling tersenyum satu sama lain dengan kecanggungan yang terjadi di hadapan mereka.
Kedua gadis dewasa itu sudah seperti anak kecil ketika bertengkar memperebutkan permen, Dery hanya diam dengan senyum tipisnya menatap Fifi, sementara Keenan mengelus puncak kepala Vilia karena merasa gemas dengan tingkah Vilia itu.
"Kenapa jadi pemarah gini sih? Bawaan ya? Mau sesuatu?" Tanya Keenan lembut dan tersenyum hangat.
"Engga!" Cetus Vilia.
"Eumm udah dong manyunnya, Gemesin tau gak sih." Ucap Keenan terkekeh kecil.
*Hah?! Tuan muda keluarga Pradipta yang aku temui hari lalu juga punya sisi begini? Padahal waktu itu tampak serius dan dingin, tapi ini malah sebaliknya.* Batin Dery tak menyangka.
Di tengah-tengah itu, Tiba-tiba ponsel Keenan berdering, yang ternyata Papi Raden menelepon Keenan dan menyuruhnya pulang. Setelah selesai dengan percakapannya dengan Papi Raden, Keenan lantas berdiri dan mengutarakannya pada Fifi dan Dery.
"Maaf, Aku harus pulang, Papi sedang menungguku." Ujar Keenan.
"Ohh ya udah, Hati hati dijalan." Timpal Fifi berdiri di ikuti oleh Dery.
Keenan mengangguk mengiyakan. "Iya, Ayo Vil." Ucap Keenan kemudian mengajak Vilia pergi.
Keenan dan Vilia pun pergi dari rumah Fifi, Tinggal Fifi dan Dery saja yang tersisa. Mendapat panggilan untuk pulang membuat Vilia takut dan risau, ia takut ada hal serius yang terjadi di rumah.
"Ada apa Papi nyuruh kita pulang?" Tanya Vilia.
"Tidak ada apa-apa, hanya masalah masuk universitas saja." Jawab Keenan.
"Ohh, Syukurlah jika semuanya baik-baik saja." Balas Vilia.
"Ehemn, Kamu jangan selalu cemas tiap waktu, tidak akan ada yang terjadi." Tutur Keenan.
"Iya😁" Saut Vilia.
MAAF JIKA BANYAK TYPO YA READERS 🙏😭
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................