
Keenan sudah pulang bersama dengan Vilia, Vilia sudah berganti pakaian yang Keenan suruh beli pada Han tadi, Namun kondisi Vilia di gendong oleh Keenan, karena Vilia masih merasa nyeri untuk berjalan.
"Ada apa dengan istrimu Ken?" Tanya Papi Raden.
"Emm nanti aku ceritakan Pi, Sekarang biarkan aku membawa Vilia istirahat dulu." Ujar Keenan pelan.
"Baiklah, Sebaiknya kalian ke kamar kalian dulu." Tutur Papi Raden.
Keenan mengangguk, kemudian membawa Vilia ke atas menuju kamar mereka untuk istirahat, Vilia memang benar-benar kelelahan disini, karena masalah tadi dan juga secara mendadak di unboxing di dalam mobil oleh suaminya.
"Vilia?" Seru Keenan menatap Vilia.
"Hem? Ketiduran?" Ujar Keenan tersenyum tipis melihat sang istri tertidur di pelukannya.
"Pasti kamu kelelahan kan? Maaf sayang~" Lanjut Keenan, kemudian membaringkan Vilia di ranjang dengan lembut.
Setelah memastikan posisi tidur Vilia tepat, Keenan pun turun kebawah menemui kedua orangtuanya, ia menceritakan semuanya pada Mami Windy dan Papi Raden.
Papi Raden murka, ternyata ada orang yang semena-mena di wilayahnya, ia segera menghubungi seseorang dan mencari penanggung jawab wilayah dimana Vilia hampir ter-lecehkan, lalu memintanya untuk menemui Papi Raden segera, hari ini juga.
Setelah itupun Papi Raden menyuruh Keenan untuk kembali ke kamarnya menemani Vilia, dalam kondisi begini walaupun terasa baik-baik saja, namun nyatanya berbeda untuk mental Vilia sendiri, ia membutuhkan waktu tak sedikit untuk menghilangkan rasa takutnya atas kejadian tadi.
"Ken~" Lirih Vilia dalam tidurnya.
"Jangan tinggalkan aku, ku mohon~" Sambungnya.
"Hey,,, kamu bermimpi apa sih sayang? Aku disini, dan tetap disini, gak akan kemana-mana." Ujar Keenan mengusap lembut surai istrinya.
"Aku akan menjagamu kedepannya, tenanglah~ tidurlah dengan nyenyak, semuanya akan baik-baik saja." Sambung Keenan lembut, dan Vilia berhenti mengerutkan keningnya lalu pulas kembali.
Keesokan harinya, tiba-tiba saja papi Raden dan mami Windy pamit keluar negeri, itu membuat Keenan agak berat hati berpisah dari kedua orangtuanya, bagaimanapun.... Keenan belum lama bertemu kembali dengan kedua orangtuanya, sekarang malah harus berpisah lagi.
Vilia juga kaget mendapati kabar itu, secara tiba-tiba saja ingin keluar negeri, bagaimana Vilia tidak kaget, ia bahkan belum menghabiskan banyak waktu untuk membangun hubungan dengan kedua mertuanya itu, rasanya ada perasaan mendalam di hati Vilia.
"Mam~ tidak bisakah di tunda?😥" Tanya Keenan.
"Tidak bisa sayang~🙂" Jawab Mami Windy.
"Sebenarnya cuma Papi yang pergi, tapi Papi terpaksa bawa mami kamu pergi juga untuk terapinya, kami janji tidak akan lama Ken." Timpal Papi Raden menjelaskan.
"Aku merasa sedikit tidak rela~ aku baru saja bertemu kalian lagi, sekarang malah begini~ aku belum menghabiskan banyak waktu untuk kalian berdua~😥" Ungkap Keenan sendu.
"Papi janji jangan lama-lama perginya, aku ingin menghabiskan banyak waktu bersama kalian🥲" Sambung Keenan.
"Iya Papi janji🙂" Saut Papi Raden.
__ADS_1
"Mami juga janji Ken😊" Timpal Mami Windy.
Keenan lantas memeluk kedua orangtuanya itu, sungguh berat rasanya untuk berpisah, mungkin ini arti ikatan keluarga yang telah lama Keenan ingin rasakan, berharga, itu yang Keenan rasakan, moment bersama keluarnya adalah hal yang berharga.
*Ibu, ayah~ aku sudah bertemu mami dan papi, tapi sekarang kami akan berpisah lagi~🥲* Batin Keenan.
"Mam, Pi, kalian harus jaga diri, hati-hati dalam perjalanan." Ujar Keenan seraya melepaskan pelukannya.
"Iya~" Saut mami Windy mewakili.
"Kita pergi dulu, jaga istrimu Ken." Tutur Papi Raden seraya menatap Vilia yang tengah memeluk Mami Windy.
"Iya Papi." Saut Keenan tersenyum dan mengangguk.
"Kami pergi ya, jaga diri kalian." Tutur Papi Raden tersenyum.
"Vilia, sayang, kalo Ken galak sama kamu, hubungi mami ya, mami akan marahin dia buat kamu." Ucap Mami Windy tersenyum.
"Tentu mam, terimakasih😆" Saut Vilia terkekeh.
"Ga akan ya, Keenan ga akan galak ke istri Keenan." Timpal Keenan.
"Iya, mami percaya." Balas Mami Windy tersenyum.
"See you sayang~" Balas Mami Windy.
Papi Raden dan Mami Windy perlahan menjauh, mereka masuk ke pesawat pribadi mereka dan terbang menuju luar negeri, Mereka menuju London tepatnya.
Setelah kedua orangtuanya dipastikan terbang dengan lancar, Keenan mengajak Vilia pulang, karena Keenan juga harus ke perusahaan, dengan alasan lain pada Vilia, karena Keenan tidak ingin Vilia tau jalan yang ia ambil, untuk sementara saja tapi, Keenan berencana memberitahu Vilia ketika semuanya berjalan mulus.
•AT DALAM MOBIL
"Sayang~ kamu lapar gak?" Tanya Keenan.
*Dia baru aja bangun setelah kejadian kemarin, dia pasti lapar.* Batin Keenan.
"Iya hehe😁" Jawab Vilia.
"Han cari restoran, kita mampir sebentar." Titah Keenan yang di angguki oleh Han.
"Baik tuan muda." Saut Han patuh.
"Sayang, mari saling kenal lebih dalam, coba katakan padaku makanan yang tidak kamu sukai, aku akan mengingatnya." Ujar Keenan mengusap lembut surai Vilia yang bersandar di bahunya.
"Aku semuanya oke Ken, tapi ada satu makanan yang aku ga suka, tapi bukankah kamu udah tau ya?" Saut Vilia di akhiri pertanyaan.
__ADS_1
"Jadi kamu oke semua kecuali cumi? Cuma itu?" Tanya Keenan memastikan.
"Iya." Jawab Vilia mengangguk.
"Baiklah, kalau aku... kamu tau lah ya hehe." Balas Keenan nyengir kuda.
"Iya, kamu ga pilih-pilih, asal bisa dimakan dan halal ya oke, ya kan?" Ucap Vilia beralih duduk dengan benar.
"Pintarnya istri aku." Gemas Keenan mencubit hidung Vilia.
"Maaf lancang mengganggu, tuan muda. Kita sudah sampai." Celetuk Han canggung.
"Oke."
"Ayo sayang." Ajak Keenan dan Vilia mengangguk.
Keduanya pun keluar dari mobil dan masuk kedalam restoran, banyak mata memerhatikan mereka berdua, cantik dan tampan, tapi sang lelaki tampak lusuh saat ini, karena kebiasaannya dalam hidup sederhana.
Keenan dan Vilia mulai duduk, seorang pelayan restoran mendatangi mereka untuk mencatat menu yang keduanya inginkan, setelah mencatat pesanan kedua insan tersebut, pelayan itupun pergi.
Keenan dan Vilia berbincang santai selama menunggu, Vilia bercerita banyak hal, apalagi tentang kisah persahabatannya dengan Fifi.
Tak berselang lama pesanan keduanya pun datang, tentu saja keduanya berhenti berbincang-bincang, karena sekarang saatnya untuk makan.
"Gimana sayang? Enak?" Tanya Keenan.
"Eum enak😊" Jawab Vilia mengangguk.
"Makanlah yang banyak~" Tutur Keenan.
"Siap hehe😁" Saut Vilia yang sesungguhnya benar-benar lapar sekali.
"Ngomong-ngomong, kita kapan mulai masuk kuliah?" Tanya Vilia.
"Dua hari lagi sayang." Jawab Keenan.
"Ohh oke." Balas Vilia mangut-mangut.
*Jantungku maraton jir di panggil sayang mulu dari tadi😖💘* Batin Vilia.
STOP SAMPAI DISINI😆😅 BTW VILIA~ YG NAMANYA SUAMI UDAH MULAI BUCIN AKUT YA GITU, PASTINYA AGHHH YA GITU LAH POKONYA🤭
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1