
Keenan dan Vilia kini sudah selesai dengan acara makan nya, sebut saja acara sarapannya, karena masih terbilang pagi saat ini.
"Mau jalan-jalan?" Tanya Keenan seraya keluar dari resto
*Penampilan lusuh banget, sekalinya bayar Black Card ya tuhan....😱*
*Ini nih definisi sultan rendah hati dan tidak sombong😍 idaman~ tapi sayang udah ada yang punya🥲* Batin Pelayan Resto.
*Hah?! Jalan-jalan?! Apa tuan muda lupa bahwa dia harus keperusahaan?* Batin Han kaget dan bingung.
"Tuan muda, anda masih harus ke perusahaan." Bisik Han pada Keenan.
"Sebentar saja Han, lagi pula kita bos nya." Balas Keenan tak kalah berbisik.
*Haihh, benar-benar suami penyayang istri🙂* Batin Han tak berdaya.
"Ga usah Ken, kita pulang aja ya?" Ajak Vilia.
"Oke, terserah padamu😊" Saut Keenan mengusap puncak kepala istrinya lembut.
Vilia tersenyum, kemudian mereka pergi untuk pulang ke kediaman Pradipta, sebelum waktu benar-benar siang.
Dalam perjalanan, tiba-tiba saja Keenan menyuruh Han memberhentikan mobil di sebuah tempat kecil, tepatnya jalanan, ada beberapa penjual keliling disana.
"Ken, mau kemana?" Tanya Vilia ketika Keenan mulai membuka pintu mobil.
"Sebentar saja 😊." Ucap Keenan tanpa berniat menjawab.
"Ba- Baiklah...." Balas Vilia pasrah.
Keenan pun pergi meninggalkan Vilia dan Han yang bingung dan penasaran, Beberapa saat kemudian Vilia ikut menyusul Keenan, karena Keenan tak kunjung selesai.
"Ken🥱" Seru Vilia sedikit menguap.
"Eng? Kamu ngantuk?" Tanya Keenan.
"Iya, cape dari kemarin." Jawab Vilia.
"Kenapa ga di mobil aja? Tiduran sebelum sampai rumah." Ujar Keenan mengusap surai istrinya.
"Engga mau." Menggeleng.
"Kamu beli apa?" Tanya Vilia kemudian.
"Itu." Nunjuk sesuatu yg tengah di siapkan pedagang di depannya.
Vilia termangu, ia bersemangat melihat makanan itu di hadapannya, sudah lama Vilia tidak pernah menyentuhnya, bahkan hampir tahunan.
"Ken... Boleh makan disini ga?🥺" Tanya Vilia.
"Boleh...😄" Jawab Keenan gemas.
"Yeay🤩 bentaran aku panggil Han." Tukas Vilia kemudian pergi memanggil Han di mobil.
__ADS_1
BRUKKK
"Aww." Lenguh seseorang yang tak sengaja bertabrakan dengan Vilia.
"Maaf, Maafkan aku, aku tidak sengaja." Ucap Vilia merasa bersalah.
"LO TUH GA PUNYA-" ucapannya terpotong ketika menatap Vilia.
"Lo?!" Sentaknya tak suka.
"Kak Manda?😨" Vilia resah mengetahui di depannya itu adalah kakak sepupunya.
"Maaf aku ga sengaja kak😨" Sambung Vilia setelah diam kisaran 5 detik.
"Lo itu jalan ga pake mata ya?!" Sentak Amanda.
"Huh! Udah sono lu pergi! Sebelum gue berbuat kasar ke lo!!" Sarkas Amanda tak ingin membuat masalah di luar.
"I- iya, makasih kak." Balas Vilia takut-takut dan menyingkir.
Vilia berniat membuka pintu mobil, namun seketika hal itu di hentikan oleh Amanda, Vilia heran, bukankah Amanda berkata bahwa dirinya melepaskan Vilia? Tapi mengapa masih menahan?
"Lo mau ngapain?" Tanya Amanda.
"M- masuk mobil." Jawab Vilia gagap.
"Sembarang banget hidup lo!! Mobil orang mau lo masukin! Jadi maling lo sekarang?" Ketus Amanda mempertanyakan.
"Engga, aku ga gitu😨" Tangkas Vilia.
"Aku ga gitu!😖 Ini mobil suamiku kak." Tangkas Vilia membela diri.
"Hahahahaha." Tawa Amanda pecah.
Amanda tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan itu dari mulut Vilia, mobil suaminya? Konyol bagi Amanda, sedangkan yang ia tahu Vilia menikahi teman miskinnya, lebih tepatnya sahabat gelandangnya, jangankan mobil, makanan saja susah untuk di miliki.
"Ngaca woy ngaca! Suami sampah lo itu cuma pemulung! Gelandang! Gimana mau beli mobil kalo makan aja susah?🤣" Sarkas Amanda di selingi tawa.
"Kak!! Kamu bisa menghinaku! Tapi tidak dengan suamiku!!" Sentak Vilia emosi.
"Lo udah berani bentak gue hah?!!" Sentak Amanda emosi seraya menarik rambut Vilia.
"Aghhh😫 sakit kak, sakit😭." Lenguh Vilia menahan rambutnya yang di tarik.
Amanda yang memang asalnya tak suka pada Vilia lantas tersenyum mendapati Vilia kesakitan, sementara di sisi lain Keenan bertemu dengan Han, Keenan kaget bahwa Han di depannya, sedangkan istrinya belum datang sedari tadi, yang bilang ingin menjemput Han.
Mobil mereka terparkir jauh dari tempat dimana pedagang keliling berjualan, itu ada disisi jalan lain. Setelah Vilia keluar, Han juga ikut keluar, ia menumpang buang air kecil di sebuah toko tak jauh dari tempat Keenan membeli makanan.
"Mobil kamu kunci?" Tanya Keenan.
"Iya tuan muda." Jawab Han.
*Kalo di kunci seharusnya Vilia udah kembali dari tadi, secara ga bisa masuk, jadi ga mungkin istirahat di mobil, ga beres nih.* Batin Han cemas.
__ADS_1
"Han jaga itu untukku." Tutur Keenan sebelum akhirnya pergi.
"Eh? Ada-" Tak jadi melanjutkan kata-katanya.
_
_
"Aghh sakit kak, lepas hiks." Rintih Vilia benar-benar kesakitan.
"Sekarang baru tau sakit?! Tadi keberanian dari mana lo bentak-bentak gue?! Hah?!" Sentak Amanda mempertanyakan dengan ketus.
"Hiks... Lepas kak~" Vilia hanya bisa menangis, Jika melawan Amanda akan melakukan hal yang lebih parah padanya.
"Lo itu benar-benar bikin gue enek!!" Menghempaskan Vilia dengan kasar.
BRAKK!
"Akhhh s-sakit~" Lenguh Vilia dimana punggungnya membentur sisi mobil.
"Vilia?!" Teriak seseorang menghampiri Vilia dengan panik.
"Ken🥺 hiks sakit Ken~😭" Adu Vilia.
Keenan menatap sendu istrinya yang sedang kesakitan itu. "Maaf sayang, maaf karena terlambat😔" Ucap Keenan sendu.
"Heh?! Oh ini suami sampah lo?" Celetuk Amanda mempertanyakan.
Keenan berdiri dan menopang tubuh Vilia, ia rangkul pinggang istrinya dan dipeluknya tubuh ramping wanita cantik miliknya itu.
"Lo itu siapa sih?! Ngapain kasar ma istri gue?!" Sentak Keenan emosi.
"Gue ini kakak ipar lo!! Upss sorry, gue ga sudi punya adik ipar GELANDANGAN 😏" Jawab Amanda menekan kata gelandangan di akhir kalimatnya dengan senyum meremehkan.
"Lo kira cuma lo? Gue juga ga sudi punya ipar modelan kaya' lo!!" Ketus Keenan meremehkan.
"Udah sok!! Sombongnya kebangetan!! Lo ga punya kaca dirumah lo hah?!" Sentak Keenan.
"Upss sorry, bukan rumah lo, tapi rumah RAMPASAN lo😏" Lanjut Keenan tersenyum meremehkan.
"Lo?!!" Teriak Amanda emosi.
"Apa?!" Sentak Keenan tak kalah berteriak.
"Denger ya!! Jangan berani-berani ganggu Vilia lagi, kalo ga, besok lo itu tinggal nama doang!" Ancam Keenan sebelum akhirnya membawa Vilia pergi.
Amanda termangu tak percaya, gelandang yang ia kenal berani mengancamnya, bukankah itu konyol? Amanda murka mendapati dirinya di ancam orang rendahan seperti Keenan.
"Awas aja lo ya?! Gue bakal hancurin kalian berdua!" Sentak Amanda yang sudah kesal tingkat lanjut.
Setelah marah-marah tidak jelas Amanda pun pergi meninggalkan wilayah itu dengan perasaan dendam yang berkecamuk.
CHAPTER CLOSED😋🤭 See you in the next episode readers👋❤️
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................