Suamiku Gelandangan

Suamiku Gelandangan
Kembali Ke Keluarga


__ADS_3

Kini Raden tengah mengantar Keenan dan Vilia untuk pulang, Keenan dan Papi Raden mengobrol banyak hal, Mereka membahas keluarga Pradipta yang merupakan keluarga no 1 di Surabaya.


Papi Raden menawarkan pada Keenan untuk melanjutkan S3 nya setelah mendengar cerita hidup Keenan, Namun Keenan menolak, Kini ia sudah beristri dan memilih untuk merawat istrinya baik-baik.


"Ken? Kita kuliah sama-sama gimana?" Tawar Vilia.


"Tapi...." Ucap Keenan menggantung kalimatnya karena ragu.


"Ayolah Ken, Kamu lanjutkan kuliah sampai S3 dan aku akan kuliah S1 di universitas yang sama dengan mu, jadi kamu bisa sekalian menjagaku kan?" Bujuk Vilia, ia berusaha membantu Papi Raden agar tidak kecewa. Walaupun sebenarnya Papi Raden sama sekali tidak merasa seperti itu.


"Kamu beneran mau lanjut masuk universitas?" Tanya Keenan.


"Sangat ingin, kamu tau sendiri sejak dulu aku memimpikan ini." Jawab Vilia.


Keenan diam, Ia tak ingin menghancurkan mimpi Vilia untuk menempuh pendidikan di universitas pilihannya.


"Baiklah, Kita kuliah bareng di universitas yang kamu mau." Ucap Keenan setuju seraya mengusap puncak kepala Vilia.


Vilia lantas tersenyum bahagia, Selain berhasil membujuk Keenan ia juga berhasil mewujudkan impiannya. Walaupun sebenarnya Vilia pernah mundur dari harapan itu tapi demi melihat Keenan memiliki jaminan masa depan yang tak terbatas Vilia pun kembali memutuskan untuk kuliah.


"Sepertinya Vilia ini sangat penting bagi Keenan." Batin Raden menatap Vilia dan Keenan dari kaca tengah mobil.


"Tuan Muda, Kita sudah sampai." Celetuk Han ketika memberhentikan mobil tepat di halaman rumah Keenan dan Vilia.


Keenan mengangguk dan akhirnya keluar dari mobil bersama dengan Vilia, Papi Raden juga keluar bersama keduanya sekedar mengucapkan sampai jumpa.


Sebelum masuk Keenan menatap lekat Papi Raden lalu memeluknya erat, Keenan benar-benar merindukan sosok seorang ayah yang ia nanti nantikan setelah lebih dari 5 tahun lamanya.


"Papi maafkan Keenan." Ucap Keenan benar-benar merasa bersalah atas penolakannya terhadap Papi Raden.


"Tidak apa-apa nak, Papi mengerti. harusnya Papi yang mengatakan itu, Maaf Papi telat dalam menemukan kamu." Balas Papi Raden mengusap punggung Keenan dengan kasih dan penyesalan.


"Pasti sulit sekali bagi kalian saat aku menghilang." Balas Keenan merasa perih membayangkan semuanya.


"Papi, Aku bersedia untuk kembali." Sambung Keenan tersenyum seraya melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Kamu.... Kamu serius Keenan? Kamu beneran bersedia kembali ke keluarga kita?" Tanya Papi Raden bersemangat.


"Iya, Aku ingin menemui Mami, Dia.... Dia pasti lelah menungguku kembali selama ini." Jawab Keenan sendu.


"Mami kamu pasti sangat bahagia ketika melihat kamu telah kembali." Ujar Raden tersenyum hangat.


"Besok... Besok aku akan datang bersama Vilia." Ucap Keenan menatap Vilia sesaat.


Vilia lantas terkejut mendengar penuturan dari Keenan, Ia tak menyangka Keenan akan membawanya kerumah keluarganya, dan itupun di awal awal semua rahasia itu terungkap.


"Tapi Ken, Aku...." Ucap Vilia ingin menolak namun di potong oleh Keenan.


"Vil, Kamu istriku. Jika Keluargaku benar-benar menginginkan aku maka mereka juga harus menerimamu." Tegas Keenan.


"Vilia, Turuti saja kemauan Keenan, Apa yang Keenan katakan benar, Kamu istrinya dan berarti menantu keluarga Pradipta, Temuilah ibu mertuamu besok bersama Ken." Timpal Papi Raden turut membantu Keenan membujuk Vilia.


Vilia hanya bisa pasrah, Ia juga terharu dengan pernyataan yang diutarakan Suami berikut ayah mertuanya itu, Keenan mengangguk senang dan menyetujui untuk ikut menemui ibunda Keenan yang dikenal dengan nama Windy Cahyani itu.


Setelah berbagai perbincangan, Akhirnya mereka berpisah setelah usai dengan semua topik pembicaraan, Keenan masuk kedalam rumah bersama Vilia, sementara Papi Raden pulang dengan sebuah kabar gembira, Putranya telah kembali.


"Han, Nanti sampai dirumah ingatkan bibi agar besok menyiapkan hidangan terbaik untuk menyambut putraku, Harus yang terbaik." Ujar Papi Raden begitu bersemangat.


🌬️🌬️🌬️🌪️


Hari yang amat dinantikan oleh Papi raden akhirnya telah tiba, Hari ini putranya akan pulang membawa menantunya, Menantu yang kini sangat Papi Raden sayangi, Ia sangat cocok dengan Vilia sebagai menantunya, dan ia juga yakin bahwa sang istri juga akan merasa puas dengan istri pilihan putra mereka .


"Perhatikan baik-baik semuanya, Jangan ada kesalahan nantinya, Kalian harus membuat putraku puas dengan jamuan ini, mengerti." Tutur Papi raden menegaskan.


"Mengerti Tuan." Jawab semuanya serempak.


"Akhirnya Tuan muda kita telah ditemukan, Nyonya pasti akan segera pulih, secara penantiannya kini telah usai, putra kesayangannya akan pulang." Celetuk salah satu pelayan merasa bersyukur.


"Iya, Tadi malam aku dengar Nyonya mulai berbicara loh." Timpal yang satunya pula.


Semua orang tampak tak sabar menantikan kedatangan pemuda yang telah ditunggu-tunggu selama 20 tahun ini, Selama 20 tahun rumah sebesar bak istana itu sunyi senyap bagaikan rumah kosong, berpenghuni namun tampak tak ada kehidupan.

__ADS_1


Sementara di sisi lain Vilia dan Keenan sudah dijemput oleh Han untuk kembali ke keluarga Pradipta, Keenan tampak sangat gugup melebihi Vilia, Mungkin karena ini pertama kalinya ia menemui keluarga aslinya yang ternyata bukan orang sembarang.


"Tenanglah Ken, Semuanya akan baik-baik saja." Ucap Vilia berusaha menenangkan pikiran Keenan.


"Emm, Aku hanya penasaran akan reaksi keluargaku saat aku kembali." Balas Keenan menghembuskan nafas panjang.


"Semua orang sangat menanti kedatangan anda Tuan muda, tentunya semua orang akan sangat bahagia menyambut kedatangan anda." Timpal Han berusaha meyakinkan Keenan.


"Emm terimakasih sudah menenangkan ku Han." Ujar Keenan menatap Han dari kursi belakang.


"Tidak masalah tuan muda." Balas Han tersenyum.


Perjalanan membutuhkan waktu yang cukup lama, Beruntung keluarga Keenan menetap di Jakarta dengan status konglomerat No.2 di Jakarta. Jika tidak akan sangat banyak persiapan yang harus mereka siapkan untuk pergi ke Surabaya.


Mobil Alphard warna putih itupun memasuki halaman rumah besar yang cukup elegan dan sangat mewah, Rumah tersebut berpatok dengan warna putih dan bergaya nuansa eropa, interior bagian luarnya saja sudah sangat mencuci mata.



"Entah mengapa aku ingin memilih tetap dirumah ku yang kecil." Celetuk Keenan membuat Han sedikit menahan tawanya.


"Silahkan Tuan muda dan Nona." Ucap Han ketika membukakan pintu mobil untuk Keenan dan Vilia.


Baru melangkah keluar saja Keenan sudah disambut bagaikan seorang pangeran oleh para maid dan pelayan lainnya, terdapat Papi Raden di pintu masuk yang sedang memegangi kursi roda seorang wanita paruh baya yang masih cukup cantik walaupun agak pucat.


Keenan dan Vilia pun menghampiri Papi Raden di pintu masuk. "Papi, Dia...." Ucap Keenan bermaksud untuk bertanya siapa wanita tersebut.


"Ken, Kenalkan Mami kamu, Namanya Windy." Jawab Papi Raden yang langsung mengerti.


Keenan terkejut, Kemudian ia memandangi wanita yang merupakan ibu kandungnya itu, Seorang ibu yang kini menangis haru atas kembalinya putra yang ia tunggu-tunggu selama ini.


Keenan sigap memeluk Maminya dan mengatakan maaf. Mami Windy, kita sebut saja begitu, ia hanya bisa mengangguk pelan san terisak seraya mengusap punggung anaknya dan mencium puncak kepala putranya itu.


"A-Akhirnya penantian mami terbalaskan.." Lirih Mami Windy.


Keenan nampak bingung melihat maminya nampak seperti kesulitan untuk bicara. "Papi, Apa yang terjadi? Mengapa Mami seperti ini?" Tanya Keenan sendu. Ia prihatin melihat kondisi Maminya.

__ADS_1


AKU GANTUNG DULU YA GUYS Heheh😁🙏


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2