
//Lanjut Ya guyss😉
"Ken, lihat aku." Pinta Vilia dan Keenan menggeleng.
Vilia mendekati Keenan lalu mendongakkan kepala Keenan menatapnya. "Malu karena ini di kampus? Tadi saat ciuman sama lontong sate itu kemana malu nya?" Tanya Vilia memangku tangan di dada.
"Maaf~ hiks ga sengaja~ b-bukan kemauan aku~🥺" Ucap Keenan gemetar.
"Jangan cengeng deh Ken🤦🏻♀️" Tukas Vilia.
"Jangan marah, aku minta maaf hiks maaf~ maaf hiks~" Pinta Keenan sesenggukan.
"Kenapa jadi cengeng lagi?" Tanya Vilia menghapus air mata Keenan.
"Aku emang gini kalo beneran sayang😢 m-mau gimana lagi😭" Jawab Keenan menghindari tatapan mata orang-orang.
"Ututu suami bayi ku😙 Gemes banget sih bayi besarku ini🤭" Ucap Vilia gemas sendiri melihat suaminya cengeng.
"Aku minta maaf, maafin aku, maaf, maaf sayang maaf😭 jangan bentak aku, jangan marah, jangan ngejauh, jangan tinggalin aku🥺" Pinta Keenan tersedu-sedu.
Vilia lantas memeluk Keenan, ia usap punggung gagah suaminya guna memberikan ketenangan.
"Baru juga begini udah sesedih ini, gimana kalo ditinggalin beneran?" Ujar Vilia.
"Jangan ngomong gitu!!!" Ketus Keenan disela-sela isakannya.
"Lucunya aduhh, Udah sesenggukan masih marah-marah." Ledek Vilia.
"🥺"
"Oke oke aku serius, udah nangisnya, malu tuh diliatin banyak orang." Tutur Vilia dan Keenan mengangguk, walaupun masih ada sedikit isakannya yang terdengar.
Keenan menatap mata Vilia, Vilia tengah berdiri dengan posisi memangku tangan di dada dan tatapan yang penuh penekanan kepada Keenan.
"Aku ga akan marah lagi, tapi kamu puasa 3 hari kedepan." Ujar Vilia.
"Hah?! Kok?! Sayang ja-" Ucap Keenan ingin menolak namun dipotong oleh Vilia.
"Masih mending aku beri hukuman tiga hari, mau kamu puasa 3 bulan penuh?!" Cetus Vilia.
"Iya iya, engga, 3 hari aja🥲" Ucap Keenan menurut.
Vilia tersenyum kemudian pergi diikuti Keenan dari belakang, setelah keduanya menghilang, kantin yang senyap akibat kaget langsung ramai seketika, membuat penjaga kantin kaget setengah mati.
//Bayangin pas lagi senyap tiba² berisik kek ada guntur dadakan, kaget kan? Ya seperti itulah situasinya👈:author.
"Gilaaa mimpi kali gue, Keenan cengeng @njir." Cetus Risky.
PLAKK
"Aduh! Ngapa malah geplak gua lu ngab?!" Sentak Risky.
"Sakit?" Tanya Reyhan santai.
"Ya iyalah pake nanya b@ngke!😑" Jawab Risky sewot.
"Berarti lu ga mimpi g0bl0k!😒" Cetus Reyhan.
Risky diam, kemudian ia melanjutkan menyantap makanannya yang sempat ia tunda akibat keributan tadi, Reyhan juga sama, tapi hanya sedikit, karena napsu makannya berkurang saat melihat Vina lewat di sebelahnya.
*Kesel kalah saing ya wes, kok julidnya ke gue😑* Batin Reyhan.
"Btw jangan lupa tf 5jt nya ye ky😏"
__ADS_1
Khuk khuk khuk
"B-bisa dibatalin ga sih?😅" Tanya Risky.
"Ga bisa, elu udah sumpah tadi ya, ga boleh di langgar😒" Jawab Reyhan dengan ketus.
"Aishh mulut sialan😑" Umpat Risky terhadap diri sendiri.
"Ngumpat kok ke diri sendiri🙄" Guman Reyhan.
"Gue denger ya!😒" Sewot Risky.
Reyhan diam saja, Ia kemudian berdiri karena urusan maknanya sudah selesai karena tidak selera, Risky pun menyusul, walaupun mereka sering berdebat tapi Reyhan sahabat yang sudah bersamanya selama 5 tahun.
Teman? Risky punya banyak sekali seorang teman, tapi bukan sahabat, Reyhan adalah sahabatnya satu-satunya, sebelum Keenan hadir. Kini Risky mempunyai 2 sahabat, Reyhan dan Keenan, mengapa begitu? Karena keduanya merasa Keenan cocok untuk dijadikan sahabat, wajahnya penuh kejujuran.
"Keenan kira-kira udah ke kelas ga sih?" Tanya Reyhan.
"Belom mungkin, palingan lagi minta maaf ma bininya." Jawab Risky menebak-nebak.
"Ngomong-ngomong, gua masih ga nyangka Keenan itu cengeng, padahal depan kita behhh udah sama kek lagi di kutub utara." Sambung Risky mengeluh.
"Namanya juga depan bininya, ya manja lah, itu laki-laki bener, cengeng dan manjanya ke-istri ga ke-oranglain." Timpal Reyhan.
"Oh ya, ini udah gua tf, jan sampe elu bilang gua ngingkarin sumpah gua sendiri." Tukas Risky memperlihatkan layar ponselnya.
"Beh enak banget hidup gua hari ini, 5jt cuma-cuma deng😂"
"😒" Risky julid mode on.
_
_
_
"Apa sih Manda? Kenapa teriak-teriak?" Tanya Lidiya.
"Ma, coba sini." Menarik tangan Lidia menuju sofa.
"Ada apa?" Tanya Lidiya setelah keduanya duduk.
"Tadi aku liat Vilia di universitas aku." Jawab Amanda.
"Kok bisa?" Tanya Lidiya kaget.
"Katanya dia juga mahasiswi di kampus Manda, bahkan menduduki gelar primadona kampus ke 7!! Ihhh sebel!" Jawab Amanda berdecak sebal.
"Kok dia bisa kuliah di sana? Uang dari mana?" Ucao Lidiya bertanya-tanya.
"Ga tau, mungkin dari keluarganya pengacara Indra." Timpal Amanda hanya menebak-nebak.
"Ma, aku ga mau dia sekampus sama aku, dia harus keluar!" Sambung Amanda.
"Caranya?" Tanya Lidiya.
Keduanya diam, mereka sama-sama memikirkan siasat licik untuk menyingkirkan Vilia, beberapa saat kemudian Amanda memekik girang ketika dirinya mendapatkan ide jahat yang brilian.
Amanda langsung saja membisikkannya pada sang ibu yang sudah penasaran akut, setelahnya keduanya tersenyum miring memikirkan rencana mereka berjalan lancar, maka kala akan membuat Vilia sepenuhnya hancur.
__ADS_1
"Oh ya, jam segini kok udah pulang?" Tanya Lidiya menatap sang anak.
"Ga ngampus pagi ma, Dosennya izin ada urusan, tunda d ke sore sekalian sama anak tingkat lain." Jawab Amanda.
"Hemm baiklah, kamu masuk kamar sana gih, istirahat aja." Ujar Lidiya.
"Iya ma." Saut Amanda beranjak dari ruang tamu dan menuju kamarnya.
Tok tok tok
Lidiya yang mendengar suara pintu yang diketuk lantas berdiri dari duduknya, ia menuju pintu dan membukanya, tampaklah seorang pria tampan kaya raya yang berstatus sebagai pacar putrinya.
"Zergan, Cari manda ya?" Tanya Lidiya basa basi.
"Iya tante." Jawab Zergan.
"Masuk aja, Manda di kamarnya, baru aja pulang." Ujar Lidiya.
"Oke tante, makasih." Ucap Zergan memasuki rumah dan kemudian menuju kamar Amanda.
Sampai dikamar Amanda, Zergan membuka pintu yang tidak tertutup rapat, terlihat amanda yang tiduran tengkurap di ranjangnya, Amanda asik bersenandung seraya menonton Video di ponselnya.
Zergan tersenyum miring, kemudian mendekati Amanda dan menindih tubuh Amanda, Amanda memekik kaget kala dikejutkan dengan kehadiran seseorang di kamarnya.
"Tidak merindukanku, hem?" Tanya Zergan Deep Voice.
"Zergan~ kamu bikin kaget aja." Ujar Amanda seraya membalikkan posisi badannya.
"Eng? Menggodaku?" Tanya Zergan kala melihat paha Amanda yang terekspos.
"Itu tidak disengaja kau tau." Pungkas Amanda.
"Tapi aku suka ketidaksengajaan ini." Ungkap Zergan menyusutkan badannya hingga ke kaki Amanda.
"Mau apa kamu Zer?" Tanya Amanda.
"Bukan apa-apa." Jawab Zergan menjilati lutut Amanda.
Amanda menegang, Lidah Zergan begitu hangat di lututnya, begitu sensual hingga membangkitkan keinginan Amanda.
"Jangan ditahan, sayang." Ujar Zergan.
"Tapi ini dirumahku." Ucap Amanda.
"Om Faizal sudah tau kok." Pungkas Zergan.
Pstttt
"Eng?!" Kejut Amanda kala Zergan membuat kismark di pahanya.
"Ahhhh~" Satu des@h@n lolos dari mulut Amanda ketika jari Zergan masuk kedalam pakaian dalamnya.
"Ada pengedap suara?" Tanta Zergan.
"A-ada~" Jawab Amanda.
Zergan pun menyalakan pengedap suara diintruksikan oleh Amanda, setelahnya Amanda merentangkan tangannya tanda meminta Zergan untuk mendekatinya.
Zergan mendekat, kemudian Amanda langsung menarik tengkuk Zergan dan *****@* bibir Zergan sensual, itu membuat Zergan benar-benar bersemangat.
"Mau memulainya?" Tanya Zergan kala cium@nnya sudah terlepas.
"Tak ada pilihan, kau memancing." Jawab Amanda yang sudah merah merona karena n@fsu nya naik.
__ADS_1
UDAH GUYSSSS, JANGAN BANYAK-BANYAK TAKUT DIKASIH HADIAM AMA PAK TOON🗿
BERSAMBUNG..........................................