
Kini Han sedang berada di sebuah gedung besar yg
menjadi pusat berkumpulnya semua orang-orang hebat dibawah naungan keluarga Pradipta.
Ia sedang menyelidiki hal-hal yang bersangkutan dengan masalah video tak senonoh tentang Vilia, selama itu juga, Keenan berusaha menghindari Vilia, karena bisa saja orang itu tengah mengawasi Vilia.
Derttth
Derttth
Derttth
"Vilia?" Seru Keenan menatap layar ponselnya yg tertera nama penelepon.
"Maaf Vil." Ucap Keenan yang langsung memutuskan panggilan telepon dari Vilia.
"Bisa lanjut tuan muda?" Tanya Han.
"ya, lanjutkan Han." Jawab Keenan mempersilahkan.
Han pun kembali menjelaskan apa yang memang menjadi pembahasan mereka dari awal.
Sementara itu disisi lain, Vilia tengah gelisah, Keenan semakin hari semakin menjauhinya, Vilia tidak bisa membiarkan ini terus berlanjut, ia harus memperjelas akhir hubungan mereka berdua.
"Apa aku kerumah Pradipta aja?"
"iya deh, dari pada terus-menerus seperti ini."
Vilia lantas mengambil tas selempangnya dan keluarga rumah guna mencari Keenan di rumah keluarga Pradipta.
apa kalian ada yg mencari Fifi? dia dipindahkan untuk kuliah diluar negeri, tapi ia tau masalah yang terjadi dengan sahabatnya, namun ia tak bisa sering berhubungan dengan Vilia karena tuntutan tugas pendidikannya.
_
_
"Han, aku akan pulang." Ujar Keenan.
"Baik, Mari." Saut Han.
Keenan dan Han pun keluar dari ruangan canggih itu, saat dalam perjalanan, Keenan meminta Han untuk menemui dekan di universitas nya, lalu menunjukkan bukti kecurangannya.
Han tentu saja menurut, ia tak mungkin menolak, Han harus menanyakan kepada dekan universitas atas apa yang sudah Han dan Keenan dapatkan(informasi).
sampainya dirumahnya, Keenan berpapasan dengan Vilia yang juga ingin menemuinya, Vilia membatu ketika melihat wajah suaminya itu, wajah yang mendiamkan nya, wajah yg ia amat rindukan.
"Ken~" Lirih Vilia.
Keenan berbisik pada Han sebelum akhirnya masuk begitu saja meninggalkan Vilia, Hati Vilia bagaikan ditusuk, sangat sakit melihat suaminya mengabaikannya untuk waktu yang lama.
"Nona muda, ayo masuk." Ujar Han mempersilahkan.
"apa bisa?" Tanya Vilia menatap rumah besar itu dan Han terdiam.
"Disini bukan lagi wilayahku, Suamiku bukan lagi suamiku, masih pantaskah aku menginjakkan kaki dirumah ini?" Sambung Vilia menatap nanar kearah Han.
"Saya mohon nona, jangan mengatakan itu, Tuan muda sangat mencintai anda, disini masihlah wilayah anda nona muda." Ujar Han.
"Terimakasih atas penghiburan mu, tapi aku tau kenyataannya, mungkin saja aku akan sendirian setelah ini." Ucap Vilia tersenyum getir.
Han merasa kasihan melihat nona mudanya dalam kondisi seperti itu, matanya sayu, sangat jelas ia baru saja habis menangis.
PRANGG~
__ADS_1
Suara bising itu berhasil membuat Vilia dan Han kaget, Vilia cemas, ia langsung masuk kedalam rumah diikuti Han yg juga khawatir, Han menduga itu pasti tuan mudanya, karena akhir-akhir ini juga begitu, Keenan sering mengamuk hingga memecahkan banyak barang berharga.
"Astaghfirullah Ken?!" Pekik Vilia.
keadaan Keenan benar² kacau, nafasnya memburu, tampak sekali dirinya sedang emosi.
"keluar Han." Ucap Keenan.
Han menatap Vilia sekilas lalu pamit pergi.
"K- Ken?" Seru Vilia takut-takut.
Keenan diam, ia mendekati Vilia lalu memeluknya erat, dan Vilia membatu mendapati perlakuan itu setelah beberapa hari di diamkan suaminya.
"Ke- Ken, kam-" Ucapan Vilia terpotong kala Keenan mencium bibirnya sensual.
Brukk
"akh." Pekik Vilia kala ia di dorong ke atas ranjang.
"ke- ken?" Seru Vilia yg sudah takut.
Cup
"eump!"
"ahhh."
Keenan menjelajahi tubuh Vilia setiap incinya, Hingga akhirnya ia membobol istrinya untuk yg kedua kalinya sejak hubungan mereka diresmikan.
"akhh shht Ken pe- pelanhh ku mo- mohonhhh ahh." Lenguh Vilia.
Keenan tak menggubrisnya sama sekali, ia malah menambah temponya hingga membuat Vilia tak dapat berkata-kata, hanya lenguhan yg keluar dari mulutnya menahan sakit yg sulit dijelaskan.
"akhh hiks sa- sakithh~ pe- perihh."
Keenan membeku seketika ketika sadar akan apa yang dia lakukan, tepat p e l e p a s a n pertamanya Keenan menyadarinya.
ia langsung melepaskan tautannya dan menatap Vilia yang meringis dengan tatapan nanar, menyesal, itulah yang ia rasakan, Keenan menatap sesuatu yg telah ia terobos dengan ganas barusan, itu lecet karena perbuatannya, dan seketika itu juga Keenan dapat memastikan bahwa istrinya tak bersalah.
"Vil- Vilia~😟" Seru Keenan.
hiks hiks hiks
hanya suara tangisan yang terdengar, sakit rasanya bagi Vilia, ini pertama kalinya suaminya itu memperlakukannya dengan kasar.
"sayang maaf~" Ucap Keenan.
"Ken~ sakit~" Adu Vilia.
"Maaf, kumohon maafkan aku😟"
Keenan memeluk Vilia dan tak henti hentinya minta maaf, hingga akhirnya Vilia terlelap karena lelah dan tangis.
Keenan menidurkan Vilia dgn benar dan menyelimutinya, setelah itu Keenan kekamar mandi dan membersihkan diri, setelah itu ia pergi menuju ruang kerjanya hanya dengan menggunakan handuk kimono nya.
Tok tok tok
"Masuk" Tutur Keenan.
seseorang diluar masuk, yang ternyata itu adalah Han, Keenan memanggil Han untuk datang ke ruangannya untuk menindak lanjuti orang yang telah menjebak Vilia.
"Han, Hubungi Ayah untuk membuat surat gugatan atas tuduhan pencemaran nama baik kepada ******" Perintah Keenan dingin.
__ADS_1
"Baik tuan muda." Saut Han mengangguk mengiyakan.
"Pergilah, aku akan menghubungi Papi untuk bertindak pada Dekan tak tahu diri itu." Ujar Keenan yang sudah benar-benar tersulut amarah.
"Kalau begitu sa- saya permisi." Pamit Han gugup.
"hemm" Dahem Keenan menyahuti.
_
_
"Halo Papi" Ucap Keenan berusaha membuat tak terjadi apa-apa.
"Ken, jangan sembunyikan apapun, Papi tau semuanya dari orang-orang Papi." Ujar Papi Raden.
"Maaf Pi, Mami udah tau juga?" Tanya Keenan.
"Tidak, Saat pertama kali menyebar papi langsung menyuruh orang memblokir beritanya, jadi mami kamu belum sempat melihat."
"Jadi papi yang memblokir berita itu?" Tanya Keenan tak percaya.
"Iya, kamu sudah tau pelakunya?" Jawab Papi Raden sekaligus bertanya balik.
"Sudah papi, Ken lagi nyiapin surat gugatan pada orang itu." Jawab Keenan menjelaskan.
"Bagus."
"Lalu.... apa ada yang ingin kamu minta dari Papi?" Sambung Papi Raden bertanya.
"Iy- Iya Pi." Jawab Keenan.
Keenan menjelaskan kemauannya, itu membuat Papi Raden benar-benar senang, bagaimanapun Keenan anak kandungnya, tentu saja Papi Raden senang dengan permintaan itu.
"Kamu serius mau publish?" Tanya Papi Raden memastikan.
"Iya Pi, Ken mau orang-orang tau siapa Vilia sebenarnya." Jawab Keenan.
"Baiklah, Papi akan menurutinya." Balas Papi Raden senang.
"Oh iya Pi, tentang Dekan......" Menggantung kalimatnya.
"Iya, terserah padamu, dia harus menerima hukumannya." Ucap Papi Raden yang mengerti.
"Makasih Papi." Ucap Keenan.
"Iya, Jaga baik-baik istrimu Ken, dia gadis yang baik" Tutur Papi Raden.
"Ya Papi." Saut Keenan.
"ngomong-ngomong, kapan kalian akan memberikan kami cucu hem?"
"hahaha, Papi tunggu saja kabarnya dalam 3 minggu kedepan." Ujar Keenan.
"Mantap, ini baru putraku hahaha."
"Ya Allah Papi😅" Tak dapat berkata-kata.
"Bercanda~ ya sudah, Papi tutup ya, Sudah waktunya mami kamu minum obat." Ujar Papi Raden.
"Iya Pi, salam buat Mami." Pesan Keenan.
"Iya, assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam." Saut Keenan.
BERSAMBUNG..........................................