Suamiku Gelandangan

Suamiku Gelandangan
Mulai Terbiasa


__ADS_3

15 menit lamanya Keenan menunggu kedatangan Han untuk membantunya membawakan cokelat yang ia beli.


Han kaget bukan kepalang ketika Keenan memerintahkannya untuk mengangkat tumpukan cokelat itu kedalam bagasi mobil, Han hanya bisa menuruti tampa berani bertanya lebih untuk apa cokelat cokelat itu.


"Han?" Seru Keenan dan Han menoleh.


👀 "Ada apa tuan muda?" Tanya Han.


"Sudah pernah punya pacar belom?" Tanya Keenan to the point.


"Belum pernah tuan muda, saya tidak punya waktu untuk itu 😅" Jawab Han canggung.


"Ohh saya kira kamu tau." Balas Keenan kecewa.


"Memang ada apa tuan muda?" Tanya Han lagi.


"Saya ingin membeli sesuatu yang bisa menghibur Vilia, Tapi saya tidak tahu menahu soal itu😕" Jawab Keenan.


"Kenapa tidak mengajak nona belanja saja? Orang-orang bilang gadis muda itu suka shopping, dan nona bisa memilih sendiri apa yang ia inginkan." Saran Han mantap.


"Mmm baiklah nanti ku coba saat Vilia baikan." Ucap Keenan mengangguk setuju.


Setelah itu, Keenan pergi duluan di susul oleh Han dibelakangnya, sampai dirumah Keenan langsung menuju dapur untuk meminta seseorang membuatkan Air jahe gula merah yang bermanfaat mengurangi nyeri.


"Bi Ratna, Vilia masih tidur?" Tanya Keenan.


"Masih tuan muda😊" Jawab Bibi Ratna.


"Tolong buatkan air jahe gula merah ya Bi, Kasian Vilia ngeluh sakit pinggang terus." Ujar Keenan yang di angguki oleh Bibi Ratna.


"Baiklah, Nanti kalau sudah antarkan ke kamar aja ya Bi, saya mau liat Vilia dulu." Sambung Keenan seraya melangkah pergi.


🌬️🌬️🌬️🌪️


"Han? Siapa yang membeli cokelat begitu banyak?😯" Tanya Mami Windy.


"Itu Keenan yang beli untuk Vilia mam." Jawab Keenan dari kejauhan.


Keenan menghampiri kedua orangtuanya berikut Han yang membawa tumpukan cokelat di bantu Pak Alif dan Pak Bayu.


"Mas, Kamu dulu gak seromantis anak kamu deh!" Cetus Mami Windy mendongak menatap kearah suaminya.


"Udah sih sayang, Udah tua jangan diungkit lagi, malu depan anak😰" Ucap Papi Raden salah tingkah karena malu.


"Cih biarin aja." Decak Mami Windy tak perduli.


"Ya sudah sana Ken lihat istri kamu, Jaga Vilia baik-baik." Tutur Mami Windy menasehati.


"Iya Mam, Ayo Han." Balas Keenan kemudian mengajak Han pergi.


"Permisi Tuan, Nyonya." Ucap Han sebelum melewati Papi Raden dan Mami Windy diikuti pak Alif dan Pak Bayu.


_


_


Perlahan Keenan mulai membuka pintu kamar, Terlihat Vilia yang sedang menahan sakit sana sini. Melihat hal itu Keenan lantas berlari mendekati Vilia dengan perasaan khawatir, ia sungguh kasihan melihat istrinya dalam kondisi seperti itu.


"Vil, Kamu baik-baik saja? Perlukah kita ke dokter?" Tanya Keenan cemas.


"Aku baik-baik saja Ken, Jangan khawatir, aku bisa melewati ini." Jawab Vilia.


"Tapi aku tidak bisa melihatmu begini." Ucap Keenan sendu.

__ADS_1


"Ken~ jangan khawatir oke? Ini biasa saat aku awal-awal dapat, besok aku akan baikan, sungguh." Bujuk Vilia menggenggam tangan Keenan.


"Baiklah..... Aku sudah meminta Bi Ratna untuk membuat air jahe, sebentar lagi juga datang, kamu harus meminumnya." Ujar Keenan diakhiri penuturan.


"Iya~😊" Jawab Vilia mengangguk.


Tak lama kemudian Bibi Ratna pun datang bersama Han dan yang lain yang baru berani masuk, mereka takut mengganggu karena itu menunggu diluar, Beruntung Bibi Ratna cepat datang, jika tidak bisa gawat tangan mereka menahan beban cokelat-cokelat tersebut.


"Ken? Untuk apa cokelat sebanyak itu di kamar kita?" Tanya Vilia.


"Untuk mu, aku membelinya buat kamu, aku gak tau kamu suka cokelat jenis apa jadinya ya... Mmm jadinya ya aku beli aja semua jenis yang ada." Jawab Keenan canggung.


"Keenan~ Keenan~ mau heran tapi ini kamu, Yasudah lah, Makasih ya." Ucap Vilia sekilas menggelengkan kepalanya.


"Ini non air jahenya." Celetuk Bibi Ratna menyodorkan air jahe pada Vilia.


"Terimakasih Bi." Ucap Vilia seraya menerima air jahe tersebut.


"Kalau begitu Bibi pamit ke dapur lagi ya Tuan, Nona." Pamit Bibi Ratna sopan.


"Iya Bi." Balas Vilia dan Keenan hanya mengangguk mengiyakan.


_


_


🌬️🌬️🌬️🌪️


Keesokan harinya Vilia benar-benar sudah membaik, Walaupun perutnya suka ngilu dadakan tapi tidak separah kemarin, walaupun begitu Keenan masih ekstra mengawasi Vilia, ia takut jika tiba-tiba Vilia memburuk.


"Ken,,, udah ih! Aku gapapa dan gak akan terjadi apa-apa." Ucap Vilia.


"Tapi aku khawatir🙁" Cicit Keenan.


"Mmmm Ken?" Seru Vilia setelah diam beberapa saat.


"Iya?😊" Saut Keenan.


"Nanti kita ketemu Fifi yuk? Dia kembali ke Indonesia hari ini." Ajak Vilia.


"Kamu tau dari mana?" Tanya Keenan.


"Tadi dia chet aku." Jawab Vilia masih fokus mengunyah cokelat.


"Ohh, Baiklah😊" Ucap Keenan yang memang selalu menuruti kemauan Vilia.


"Hehe makasih, Nanti mampir juga kerumah Syifa ya, aku mau kasih cokelat ini, kamu belinya kebanyakan sih😆" Ujar Vilia tertawa kecil.


"Iya iya, Aku kan gak tau kamu suka yang mana, Nah sekarang bilang suka cokelat apa?" Pungkas Keenan diselingi pertanyaan.


"Suka semua sih😂" Jawab Vilia.


Keenan hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah akan sang istri, Vilia nyengir-nyengir tanpa beban sebelum akhirnya mengajak Keenan untuk menikmati menonton Drakor yang Vilia tonton.


Pada waktu jam makan siang keduanya dipanggil untuk makan siang bersama-sama, Vilia dan Keenan juga sudah bersiap-siap untuk pergi mengunjungi Fifi, mereka berdua akan berangkat setelah makan siang bersama keluarga.


"Kalian mau pergi kemana? Rapi banget." Tanya Papi Raden memerhatikan penampilan Vilia dan Keenan.


OUTFIT KEENAN👇 ✨



OUTFIT VILIA 👇🌹

__ADS_1



"Iya tuh, Anak mami ganteng banget sih sayang🥰" Timpal Mami Windy menatap Keenan.


"Aku emang udah ganteng dari lahir Mam😌" Balas Keenan membanggakan diri.


"Hahah iya iya, anak mami emang ganteng dari lahir😊" Puji Mami Windy terkekeh.


"Sudah sudah saling pujinya, Ayo kita makan atau keburu sore nanti." Lerai Papi Raden.


Keenan tersenyum dan mengangguk, Kemudian mereka semua duduk di tempat masing-masing untuk mulai makan siang bersama.


Hanya suara dentingan antara tabrakan piring dan sendok yang terdengar, tak ada yang bicara satupun. Keenan menyelesaikan makan siangnya lebih dulu diikuti Vilia dan Papi Raden, kemudian Keenan dan Vilia pamit pergi, Tinggal kedua orang tua Keenan di meja makan.


_


_


Keenan sudah siap di atas sepeda motor, ia menunggu Vilia yang masih mengenakan helm untuk naik, setelah selesai Vilia pun naik dalam boncengan Keenan sebelum akhirnya Keenan tancap gas meninggalkan wilayah rumahnya.


Mereka memutuskan untuk mengunjungi Syifa terlebih dahulu, sebelum itu Vilia sudah menghubungi Syifa untuk bertanya ada dimana ia sekarang, dan ternyata Syifa ada di kampusnya, namun Syifa masih mempunyai waktu yang cukup jika Vilia ingin bertemu.


Hampir 30 menit waktu yang Keenan gunakan menyetir sepeda motornya menuju kampus Syifa, Syifa kaget melihat penampilan Keenan yang berbeda, sangat tampan! Begitulah Keenan terlihat kali ini.


"Wahh kak Lia pacaran ya sama kakanya?" Tanya Syifa mengintrogasi Vilia seraya melirik Keenan.


"Bukan pacaran lagi ih! Dia ini sekarang suami kakak." Jawab Vilia tersenyum.


"Wahh cakep kak! Carikan aku satu dong yang begini haha😆" Pekik Syifa di akhiri candaan.


"Yang modelan begini tuh limited edition, susah nyarinya." Balas Vilia.


"Ya gapapa, aku bakal nunggu sampai dapat😏" Ucap Syifa percaya diri.


"Kamu ini~" Gemas Vilia mencubit hidung Syifa.


"Aku mau kasih ini buat kamu, Bagikan sama temen kamu juga boleh." Sambung Vilia menyodorkan 2 paket cokelat.


"Wahhh asyik cokelat, makasih kak🤩" Ucap Syifa girang.


"Sama-sama, Yasudah gih masuk, kita juga mau pergi ada urusan." Tutur Vilia.


"Ohh pantes rapi cantik dan ganteng banget begini, Hmm ya sudah bye kak Lia, Bye kakak ipar." Tukas Syifa memanggil Keenan kakak ipar seraya berlari pergi.


"Semacam mengunjungi adik sungguhan saja." Celetuk Keenan termangu.


"Kan emang iya, adik. walaupun benar bukan adik kandung." Timpal Vilia nyengir di akhir kalimatnya.


"Kalo kamu senang, Aku bakal sering-sering bawa kamu ketemu Syifa." Ujar Keenan tersenyum.


"Serius?😯" Tanya Vilia dan Keenan mengangguk.


"Wahh terimakasih, Kamu memang yang terbaik!" Pekik Vilia girang.


"Mujinya nanti lagi aja, Ayok jalan." Tutur Keenan meraih helm dan di pakaikan kepada Vilia.


*Ngomong-ngomong aku sepertinya mulai terbiasa dengan kehidupan baru ku ini, Sudahlah, yang penting aku bisa memanjakan Vilia dengan identitas ini.* Batin Keenan setelah memakaikan helm pada Vilia dan meraih helm nya sendiri.


Setelah sama-sama menggunakan helm, keduanya pun mulai menghilang dari area kampus Syifa sedikit demi sedikit dengan sepeda motor yang mereka gunakan.


APA?! INDENTITAS BARU CUMA BUAT MANJAIN ISTRI? MBA VILIA, TUKAR TEMPAT YOK SAMA SAYA😬😭


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2