Suamiku Kakak Iparku

Suamiku Kakak Iparku
Uang pelangkah


__ADS_3

"Honey... Bajuku mana !!!" Teriak Altaaf yang sudah keluar dari dalam kamar mandi


Kinan berlari sambil membawa kemeja yang barusan disetrikanya "Sabar. Ini" Ucapnya sambil mengulurkan kemeja yang berhanger dari tangannya


Altaaf menjemur handuk kepalanya pada jemuran handuk yang berada dikamarnya. Kemudian berbelok dan menerima kemeja tersebut dari tangan istrinya. Altaaf memakainya serta dibantu oleh Kinan


"Hari ini Kamu jadi ada pertemuan ?" Tanya Altaaf


Kinan berhenti dari kegiatannya mengancingkan baju suaminya "Pertemuannya kan besok di Semarang. Masa Aa' lupa. Tapi seperti biasa ya, Aa' temenin. Aku suka deg-degan tau A'. Nervous gitu jika sudah berbicara pakai mikrofon"


"Hahaha.. Iya. Aku ingat. Aku hanya becanda" Altaaf tertawa. Istrinya padahal sering ada pelatihan menjadi narasumber sekaligus Owner toko roti yang sudah digelutinya sejak usia remaja


Kinan adalah gadis yang pandai berniaga sejak dirinya duduk dibangku SMA. Setiap pagi Kinan selalu memoles dagangannya yaitu kue donat untuk dititipkan dikantin sekolah. Mulanya Kinan hanya usaha dirumah sederhananya bersama kakak kandungnya yang kini telah berkeluarga setelah Kinan menikah dengan Altaaf


Altaaf adalah kawan SMAnya Ken. Kakak kandung dari Kinan. Mereka berdua sahabat lama. Namun mereka berpisah karena Altaaf kuliah diluar negeri, sedangkan Ken kuliah didalam negeri yaitu dikota Bandung


Kinan tumbuh besar atas perjuangan kakaknya. Hingga Ken lulus kuliah, Ken tidak ingin menikah sebelum adiknya menikah duluan


Hingga akhirnya, Altaaf dan Kinan bertemu dan mengenalnya kembali


Karena ada gadis yang Altaaf incar, akhirnya Altaaf memutuskan untuk bekerja di Bandung


Keluarga Altaaf tadinya menolak. Tidak menyetujui putra keduanya harus bekerja dirumah sakit milik orang lain. Bukankah keluarga Altaaf keluarga dokter. Dan ayahnya yaitu dokter Hanan Putra Zayn ( Menikahi IPar ) pemilik rumah sakit ibu dan anak yang berada dikota Semarang. Jika bukan anaknya sebagai penerusnya, lalu siapa


Putra pertama dokter Hanan yaitu Imran. Kakak dari Altaaf, Ia sudah berdikari dengan perusahaannya sendiri meneruskan usaha dari sang kakek. Imran jelas menolak. Karena dirinya ingin seperti kakek dan pamannya yaitu Fariz, saudara kembar quadruple dari sang ayah


Kembali ke Altaaf


Karena putranya ngotot ingin mencari pengalaman, akhirnya sang ayah menyetujui keputusan Altaaf sang putra


Hingga akhirnya, Altaaf bekerja dirumah sakit dimana Ken juga bekerja disana sebagai accounting dirumah sakit yang sama dengan Altaaf


Setelah berkenalan kembali, akhirnya Altaaf memberanikan diri untuk melamar Kinan


Altaaf membawa Kinan ke Semarang, dimana kedua orang tuanya tinggal


Tak banyak drama, Papa Hanan dan Bunda Alana menyetujui keinginan Altaaf untuk menikahi gadis cantik dari Bandung


Sebelumnya keluarga Hanan sudah mengenal Ken saat Ken dan Kinan tinggal di Semarang, dimana saat kedua orang tua Ken dan Kinan masih hidup. Dan, setelah kematian kedua orang tua Ken dan Kinan karena kecelakaan, keduanya pindah ke Bandung, ke tempat nenek dari ibu mereka berdua


Dan betapa terkejutnya. Selama kurang lebih lima tahun tidak berjumpa, Altaaf akhirnya bertemu kembali dengan Ken dan adiknya. Dari sinilah cerita cinta Altaaf bersemi


Beberapa bulan yang lalu, sebelum Altaaf resmi menikahi Kinan. Dan betapa terkejutnya. Imran menginginkan uang pelangkah dari adiknya, saat Altaaf meminta izin untuk melangkahinya


"Berapa yang harus Aku bayar Kak" Ucap Altaaf pada waktu itu


"Memangnya Kamu sanggup memberi uang pelangkah padaku?" Imran tersenyum sinis "Kau melangkai Aku, dan calon istrimu juga melangkahi kakaknya. Sombong sekali Kamu. Baru bisa cari duit. Eh, bini yang Kau dapat. Mana terima kasihmu pada Bunda dan Daddy. Tinggal kerja dirumah sakit sendiri. Eh, malah belaga kerja ditempat lain"


"Berapa yang Kakak minta" Ucapnya lagi tanpa basa-basi


"Kau tidak akan sanggup, Altaaf. Aku maunya barang yang mahal. Aku tidak mau harga jutaan"

__ADS_1


"Sebutkan saja"


"Baiklah.. Mobil. Aku mau mobil" Imran kembali tersenyum mengejek "Bahkan Kau sendiri belum bisa beli mobil"


"Aku pasti bisa"


"Apanya??!"


"Beli mobil"


"Mimpi Kamu. Palingan, Kau minta pada Daddy. Aku mau, hasil dari uangmu sendiri. Bukan dari orang tua. Sanggup??!"


Altaaf memutar otak. Kenapa kakaknya tiba-tiba menindasnya. Dulu Imran tidak setega ini. Kenapa sekarang berubah. Jika masalah jodoh, kenapa kakaknya tidak sanggup mencarinya. Padahal Kakaknya jelas-jelas berduit


Oke. Pernikahan Altaaf akhirnya ditunda karena uang pelangkah yang terlalu mahal


Altaaf lesuh menemui Kinan


"Kenapa murung A' ?" Tanyanya pada Altaaf


Altaaf menatap Kinan lesuh. Altaaf menghela nafas "Apa, Ken minta sesuatu padamu??" Tanyanya tiba-tiba


Kinan bingung "Maksudnya??"


"Emm.. Minta uang pelangkah gitu-gitu" Ucapnya agak bingung


"Pelangkah apa A' ??"


"Ya jadilah A'. Kak Ken menyetujui"


"Ikhlas??"


"Ikhlaslah"


"Enggak minta apa-apa?"


Kinan menggeleng "Enggak. Maksud Aa' apaan sih"


Altaaf duduk dengan tegak "Begini, Abangku bersedia Aku langkahi, jika Aku sanggup memberinya sebuah mobil"


"Apa??! Mobil ??"


Altaaf mengangguk pasrah "Aku aja masih mikir-mikir mau beli mobil karena uangnya belum cukup. Eh, ada aja masalah"


"Beliin aja mobil bekas" Celetuk Kinan


Altaaf menoleh tak percaya


"Tega banget" Gerutunya bersambung


"Mana mau Kak Imran mobil bekas. Selera Dia tinggi"

__ADS_1


"Ih, pantesan nggak laku-laku" Ejek Kinan spontan


"Kinan, Dia calon kakak iparmu. Enggak baik loh ngomongin Dia dibelakang"


"Yaudah didepannya juga Aku berani"


"Bener??"


"Iyalah. Cowok kok celamitan"


Altaaf menjembel bibir Kinan yang sudah meruncing


"Ih, apaan sih"


"Punya mulut itu dijaga. Jangan ngata-ngatain orang yang belum Kamu kenal. Belum apa-apa dosa loh"


"Lagian. Berat amat ujiannya" Keluh Kinan pada akhirnya


Altaaf terdiam. Kinanpun sama sambil mencari solusi


Cetuk


Kinan menjentikkan jemarinya "Ha.. A' gimana kalau Aku buka kursus online cara bikin donat"


"Maksudnya?"


"Gini... Setiap member, ada biayanya untuk mendapatkan ilmu membuat donat. 1 kelas, harus 100 orang atau member. Aa' bantu dong biar Aku cepet dapat cuan. Nanti gantian, kubantu Aa' untuk membelikan mobil ke siapa tu?"


"Kak Imran"


"Ha iya. Dato Imran"


"Bukan. Kakakku bukan dato. Tapi bujang tua" Altaaf tersenyum semringah


"Iya bujang lapuk penumpuk harta, dan penindas adiknya. Bujang tua kejam"


"Hus"


"He he" Cengirnya saat Altaaf tidak terima jika kakaknya dijelek-jelekkan dibelakangnya "La terus, gimana nih"


"Oke deh, Aku terima sarannya ya"


Akhirnya, uang pelangkah untuk sang calon kakak ipar, sudah ada solusinya


Satu bulan berlalu. Ternyata peminat kursus online diluar dugaan. Dalam satu bulan, kelas online yang didapat oleh Kinan sudah mendapat dan membina 5 kelas. Member onlinenya sudah berjumlah 500 member dengan uang pendaftaran lima ratus ribu rupiah permember. Seperti mendapatkan durian runtuh, Kinan benar-benar mendapatkan apa yang ingin Ia bantu pada calon suaminya


"Aa' uangku sudah banyak"


Altaaf tersenyum "Aku juga iya"


Akhirnya, meskipun Altaaf belum bisa membeli mobil untuk dirinya sendiri, Ia harus menuruti keinginan sang kakak sebagai uang pelangkah

__ADS_1


...BERSAMBUNG........


__ADS_2