
Pagi harinya
Seperti biasa Altaaf selalu mengantarkan Kinan ketokonya
Setelah sampai diruko kecil, mobil tersebut berhenti
"Aku turun ya A'. Aa' hati-hati" Kinan mengambil tangan Altaaf lalu menciumnya
Setelah Kinan turun dari mobil, Ia segera meraih konci ruko lalu membukanya. Tiba-tiba dari belakang Altaaf memeluk Kinan begitu erat
Kinan menjerit kaget
"Sayang, ini Aku"
Kinan mengabsen lengan seseorang yang mengunci badannya. Sebuah jam tangan mahal, cincin kawin yang sangat Ia kenal. Dan jaz putih yang membungkus lengan tersebut
Kinan berbalik "Aa' kok tumben ikut turun"
"Aku malas berangkat kerja" Jawab Altaaf sambil menciumi pipi Kinan dengan gemas
"Kok gitu. Entar terlambat loh. Semangat dong. Katanya ingin bebas hutang. Jangan malas"
"Nanti hutang itu juga lunas sendiri"
"Ish"
"Bungkusin donat dong. Buat teman"
Kinan langsung geli mendengar penuturan suaminya
"Teman kok donat"
"He-em"
"Ya sudah. Tunggu ya?"
Akhirnya Kinan mengambil box, lalu memasukkan donat yang sudah diberi toping amburadul. Jauh dari kesukaan Altaaf
"Yakin Aa' mau memakannya semua?"
Altaaf hanya mengangguk, kemudian keluar begitu saja
Kinan kembali menggelengkan kepalanya "Aa' kenapa sih. Heran"
-
Seperti sebelum-sebelumnya
Toko donat milik Kinan selalu dikunjungi para ibu-ibu yang sebagian besar membawa anak-anaknya
"Mau yang mana?" Tanya sang pembeli pada anaknya
"Warna biru ,Ma" Jawab sang anak
"Oh, biru rasa apa ya Mbak? Tanyanya pada Kinan
"Bubble gum, Teh" Jawab Kinan ramah
"Bubble gum apa, Ma?" Tanya sibocah tadi
"Permen karet"
__ADS_1
"Ha iya. Iyan suka permen karet Ma"
"Itu bukan permen karet yang alot. Rasanya saja yang permen karet"
"Oh, jadi yang bisa dimakan ya Ma?"
"Iya bisa. Iyan mau berapa?"
"Tiga" Jawab bocah itu tegas
"Tiga Mbak warna biru dan buat papanya keju deh"
Kinan langsung teringat pada Altaaf suaminya
Tadi Altaaf meminta toping keju kesukaannya. Padahal kesukaan Altaaf hanya rasa green tea
Tiba-tiba hati Kinan serasa diremas. Ada apa ini. Rasanya sedih sekali. Apalagi ingin donat untuk teman. Memangnya mau kemana
Fikiran Kinan kembali berkelana
Setelah pembeli tadi keluar dari tokonya, Kinan menghubungi Altaaf
Panggilan pertama tidak diangkat
"Mungkin Aa' sibuk. Tumben nggak ngabarin. Biasanya dikit-dikit chatting lewat pesan"
Tiba-tiba gawainya bergetar. Tandanya ada pesan masuk
"Sayang, kenapa sayang telepon. Sayang kangen ya..." Altaaf mengirimkan pesan dan tak lupa mengirimkan gambar dirinya yang sedang sibuk diruangannya tetapi sudah tidak ada pasien disana
"Aa' longgar, nggak ada pasien?"
"Ada. Masih banyak. Tadi baru saja keluar. Sudah ya, Aa' tutup lagi karena pasien berikutnya sudah masuk" Jawabnya membuat Kinan heran
Disamping kesibukannya yang padat, Kinan sekali-kali mengecek grup membernya yang dijadikan satu itu
Kinan sengaja membuka class online nya di media facebook yang berbayar. Jika ada akun yang masuk dan bukan membernya, otomatis tertolak karena tidak punya password kecuali para membernya
Grup chat ini isinya dua ratusan lebih anggota asuhannya, tetapi sudah banyak yang keluar dan mengikuti Kinan lewat media facebook saja. Kinan juga sering membagikan video kesehariannya perihal urusan perdonatan dan bomboloni
Sesi tanya jawab jika sang member mengalami kesusahan dalam berkarya
"Ini hasil karyaku hari ini, Mak. Makasih ya @Mak Kinan. Setelah Aku bisa bikin donat, Aku pede aja berdagang. Ternyata laku keras" Pesan chat dan juga gambar donat-donat cantik yang tertata rapih dietalase milik sang member tadi
"Alhamdulillah.. Hari ini Aku ada pesanan 150 pcs donat jadul. Makasih ya @Mak Kinan"
Lagi-lagi Kinan tersenyum. Dua ribuan member salah berapanya ada yang telah sukses menyerap ilmunya
Di grup ini masih banyak lagi yang menampilkan hasil karya membernya. Kinan tersenyum bangga. Ilmu yang Ia ajarkan setidaknya bisa mengurangi beban suami untuk membantu mencari rezeki lewat berniaga
-
Sore ini, Kinan pulang sendiri. Altaaf bilang tidak bisa jemput karena ada rapat para dokter
Kinan sudah bebenah semuanya. Makan malam yang Ia siapkan masih rapih didalam tutup saji.
"Aa' kenapa lama banget pulangnya ya?" Kinan mondar-mandir dipintu ruang tamu. Kinan mengintip dari selah hording yang biasa Ia lakukan saat suaminya akan pulang
Malampun tiba, perut Kinan yang lapar berubah penuh saat terdengar gawainya menjerit-jerit minta diangkat
"Hallo" Jawab Kinan. Disana tercantum nomor telepon duduk. Kalau bukan nomor perkantoran nomor siapa??
__ADS_1
Ternyata benar. Nomor tersebut dari rumah sakit dimana suami dan kakaknya yaitu Ken bekerja disana
Tiba-tiba pintu depan terdengar suara ketukan
Kinan langsung berlari mengira itu ketukan dari suaminya
"A' Ken?" Kinan menatap Ken sedikit acak-acakan "Aa' kok kemari malam-malam. Aa' dari mana Kusut banget"
"Ikut Aa' yuk"
"Kemana?"
"Ambil cardiganmu"
"Buat apa sih A'. Aku nungguin A' Altaaf. Kenapa Aa' ngajakin Aku keluar. Nanti Aa' bagaimana?"
"Sudah ambil saja cardiganmu"
Ken sudah berhasil membawa Kinan dengan penuh drama.
"A' bisanya Aa' membawaku kerumah sakit. Ada apa ini A'?" Tanya Kinan semakin bingung
Kinan sebenarnya risih. Pakai pakaian piyama berkarakter dora emon. Ditambah tidak berhijab
Ken memang belum tau jika adiknya sudah berhijab. Namun karena tarikan Ken yang kuat, akhirnya Kinan keluar apa adanya
"Ayo masuk"
"Ini ruangan apa A'?" Tanyanya bingung sambil membaca ruangan apa yang sedang Ia masuki bersama kakaknya "ICU?? Siapa yang didalam A'?? Aku lagi nggak ulang tahun loh A'. Aa' jangan becanda"
Ken tetap berjalan dan tidak menjawab pertanyaan adiknya
Setelah kebingungan Kinan belum terjawab, Ken tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berdiri disalah satu brankar nomor 1. Kinan juga berhenti mengikutinya
"A' , Siapa??"
Ken merangkul pundak Kinan bermaksud memberi jawaban "Perhatikan dengan benar. Siapa Dia" Tunjuk Ken pada pasien yang berbaring lemah
Samar-samar Kinan perhatikan dari wajah yang sudah dipenuhi alat medis
Hidung, mulut, semuanya penuh dengan selang kecil
"Apa itu A'?" Ujarnya berkaca-kaca
Ken mengangguk dengan wajah sedih
"A' Altaaf?"
Ken mengangguk kembali
Tangis Kinan pecah seketika "Aa'...!!"
Ken langsung meraup Kinan. Disamping peringatan ruangan ini dilarang berisik, disisi lain juga mengganggu pasien lain yang sedang dalam perawatan
Ken membawa Kinan keluar. Namun Kinan menolak "A', biarkan Aku disini. Aku ingin tau A' Altaaf itu kenapa?"
"Aa' akan ceritakan. Tapi tidak disini. Kita harus keluar"
"Aku tidak mau" Kinan kembali berontak dan menubruk tubuh Altaaf
"Dek, jangan melawan. Altaaf harus ditangani intensif. Ayo keluar"
__ADS_1
Kinan geleng-geleng menolak "Aku tidak mau"
BERSAMBUNG.....