
Selesainya dari latihan, Mereka masuk ke kamar hotel
Rencananya, Imran ingin menginap dihotel ini satu malam lagi. Namun tiba-tiba Kinan mengajak Imran untuk berkunjung kerumah kakaknya yaitu Ken
"Boleh ya, Mas??"
Entah mengapa Imranpun mengangguk pasrah
Sesampainya disana mereka disambut dengan ramah oleh pasangan Ken dan Lasmi
"Masuk, masuk. Kalian pasti capek" Ken berdiri ditengah pintu untuk mempersilahkan
Kinan masuk sedangkan Imran mengikuti di belakangnya
Imran memasuki rumah ini sudah kedua kali ini, namun rasanya seperti asing
"Nginep ya. Sekali-kali biar pernah" Bujuknya pada adik kandung dan adik iparnya
Kinan menoleh meminta persetujuan Imran
Imran lagi-lagi mengangguk
"Nah gitu dong. Sana mandi mumpung masih agak sorean. Kalau kemalaman dingin" Ucap Ken kemudian
Daerah rumah Ken agak tinggi. Maka dari itu hawa yang tercipta sedikit dingin
Kinan berjalan kearah dapur untuk memasakkan air untuk Imran mandi
Sebelum air itu mendidih, Kinan kedepan untuk memanggil Imran
Ternyata Imran masih asyik mengobrol dengan Ken
Rupa-rupanya mereka mengobrol begitu akrab dan hangat. Membuat Kinan lega
'Kukira mas imran itu juteknya dibawa kesini. Ternyata enggak. Untung enggak' Bathinnya
"Dek"
Lamunan Kinan ambyar
"Eh, iya A'"
"Kok Kamu belum mandi?"
"Mas Imran dulu A'. Sana Mas mandi. Airnya sudah siap" Bohong Kinan padahal belum
Imran berdiri dan mengikuti Kinan berjalan kebelakang
Begitu mereka sampai dibelakang air tersebut telah mendidih
Kinan memindahkan air tadi kedalam ember dan membawanya kekamar mandi
"Air itu untuk mandi?" Tanya Imran
"Iya buat mandi Mas Imran" Ucapnya sambil menggayung air dan Ia masukkan kedalam ember
"Memangnya perlu ya?" Imran mulai menapakkan kakinya kelantai kamar mandi
"Eh ,coba mas Imran. Sanggup nggak kalau mandi pakai air dingin seperti ini" Tangan Kinan menggayung air tersebut dari dalam kolam "Pegang"
Imran memegangnya "Ssss" Imran terlihat terkejut
"Ternyata airnya sangat dingin"
"Gimana? Sanggup mandi dengan air itu aja. Air hangatnya biar Aku yang pakai"
"Ss, nggak usah mandi aja ya?" Imran akan keluar dari kamar mandi
Kinan langsung menariknya "Hiii jorok, nggak mau. Nanti kalau nggak mandi, tidur dikolong" Ucapnya melepas tangan Imran, lalu melangkah akan meninggalkan kamar mandi
Sekarang Imran yang gantian menarik tangan Kinan
__ADS_1
"Apaan??"
"Handuknya mana?"
"Oh iya lupa. Sebentar Aku ambilkan" Kinan berlari menuju kamar tidur. Setelah mendapat yang Ia inginkan, Kinanpun kembali kekamar mandi
Suara air sudah terdengar menyiram sesuatu dan pintunya juga sudah tertutup
"Mas!! Mas Imran!!" Panggil Kinan sambil mengetok pintu
Imran menghentikan kegiatan
"Ini handuknya!" Teriak Kinan lagi
"Masuk aja!!"
"Masuk aja??" Gumamnya "Memangnya nggak dikunci ?!" Kinan berteriak kembali
Tiba-tiba Imran membuka pintunya secuil dengan tangan yang menjulur meraba-raba
Kinan menyambutnya dengan handuk yang akan Ia serahkan pada Imran
Namun diluar dugaan. Imran sengaja menariknya hingga Kinan terjerembab dalam pelukan Imran
Imran segera mengunci pintunya
Mata Kinan melotot "Mas !!" Kinan berbalik malu. Karena tubuh Imran sudah polos dan basah
"Kinan!!" Teriak Ken sambil mengetuk pintu dari luar
Kinan yang panik berbelok menatap Imran kembali "Gimana nih"
"Dek, Kamu didalam??" Tanya Ken lagi
Kinan belum menjawab "Mas" Bisik Kinan "Gimana nih??"
Imran hanya mengendikkan bahunya cuek. Kemudian melepas baju Kinan begitu saja. Membuat Kinan kembali menjerit "Mas!!"
"Ah iya A'. Aku didalam" Jawab Kinan pada akhirnya
"Oh.. Imrannya kemana ya.. Aku cari kok nggak ketemu" Ucap Ken lagi
"Dikamar kali A'"
"Oh, dikamar ya"
Kemudian suara Ken sudah tak terdengar lagi
Kinan menatap Imran geram "Mas sih, bikin masalah"
"Ya udah tinggal mandi ini"
"Hadeww. Handuknya cuma satu Mas. Nanti gimana Kita"
"Ya entar pakai barenglah"
Kinan sudah polos gara-gara Imran tega melucutinya
Imranpun sudah tak canggung berdiri tanpa sehelai benangpun yang menempel dibadannya . Sedangkan Kinan berusaha menutupi kedua aset berharganya dengan kedua tangannya
Imran mulai mengguyur tubuh Kinan. Kemudian menyabuninya
Imran berusaha menyingkirnya kedua tangan tadi yang menutupi sesuatu yang sekarang menjadi jamaan favoritnya "Buka aja. Kenapa sih ditutupi"
Kinan menghentak-hentakkan kakinya kesal
"Sudah ikhlas aja, kenapa sih. Orang biasa Aku lihat juga"
Mulut Imran benar-benar tak bisa dikontrol
Kinan mencubit lengan Imran "Iiiiiih menyebalkan"
__ADS_1
Imran memejamkan matanya menahan sakit "Adda....."
Kinan melepasnya "Sukurin"
Imran hanya melihat tangannya yang terluka kemudian kembali menyabuni dirinya
Saat Imran sengaja memegang kepunyaannya, Kinan kembali menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya
Imran berbisik "Masih tidur, aman"
"Iiiih" Kinan kembali mencubit Imran sekenanya
"Addda dadada"
Kinan membuka matanya. Ternyata yang dicubit, lengan tadi yang kulitnya sudah terkelupas
"Tuh, berdarah kan?" Ucap Imran
Kinan meraih lengan Imran. Kemudian menghempaskannya kesal "Mas sih. Salah sendiri. Bikin kacau"
-
Mereka sudah selesai. Setelah selesai mereka mengeringkan badannya dengan satu handuk yang sama. Saling berebutan, jelas karena ulah Imran, Kinan kena getahnya
Kinan merebut handuk tersebut kemudian memakainya
Imran berkomentar "Kamu nggak malu, pakai handuk dengan paha yang terlihat gitu"
Kinan mengabsen kebawah "Ih... Ini gara-gara Mas Imran" Kesalnya sambil melempar handuk yang tadi membungkusnya
Imran tersenyum sambil menangkap handuk tadi lalu memakainya
Imran melewati Kinan "Sabar ya sayang. Aku ambilkan baju dan handuk kering. Emmuah" Imran mencium pelipis Kinan diakhir kata
-
Imran keluar ternyata ada Ken yang sengaja duduk didepan kamar mandi dengan kursi yang sengaja Ken pakai, padahal tadi tidak ada
Mereka saling bertatap. Namun Ken sengaja cuek dan fokus pada ponselnya lagi
Beberapa detik berlalu Imran muncul lagi dengan membawa keperluan Kinan. Masih melewati Ken yang sibuk dengan ponselnya
-
Kinan segera meraih handuk tersebut dari Imran
"Dalemannya mana Mas? Nggak dibawain?" Ucapnya setengah gondok
"Maaf. Aku bawanya handuk sama baju doang" Kemudian, Imran membantu memakaikan baju tersebut
"Terus, Aku pakai baju tapi Aku nggak pakai ini dan nggak pakai ini, Mas?" Tunjuk Kinan pada dadanya sendiri dan juga pada selangka ngannya sendiri
"Darurat, sayang"
"Ihhh" Kinan mempraktikkan ingin menelan Imran
Imran hanya tersenyum lebar
Setelah puas dengan aksinya, Kinan membuka pintu kamar mandi
Dan betapa terkejutnya, Ken menatap Kinan lekat "Oh.... Pantesan lama. Mainan dikamar kan bisa. Kenapa harus dikamar mandi" Ledeknya membuat Kinan malu semalu malunya
-
Didalam kamar
"Ini gara-gara Mas !! Aku malu tau. Iiiiiiih" Kinan kembali mencubit lengan Imran. Dan anehnya lengan tadi yang sudah luka dicubitnya lagi hingga berdarah
"Addaaa dadada, sakit Kinan.." Aduhnya kesakitan
BERSAMBUNG.....
__ADS_1