
Altaaf mendudukkan pantatnya dikursi meja makan. Wajahnya yang berseri dan rupawan selalu menyejukkan hati Kinan
Seperti biasa Kinan tidak memasak yang aneh-aneh. Hanya memasak air untuk membuat teh, dan nasi saja. Sedang lauknya seperti biasa beli diwarung makan dekat dengan rumahnya
"A', bosen enggak beli lauk terus" Ucapnya sambil mengambilkan nasi untuk suaminya
Altaaf menatap wajah Kinan "Bosen nggak bosen kalau makanan masih layak makan, Aku makan. Aku tidak pilih-pilih menu. Apapun yang Adik sediakan pasti akan Aku santap" Altaaf menunduk sebentar karena sedang menyendok makanannya kemudian mengangkat wajahnya kembali "Kenapa?"
Kinan mengaduk aduk makanannya "Aku enggak bisa masak" Jujurnya tak enak
Altaaf tersenyum "Aku tau. Dan itu memang sudah dari dulu kan?"
Kinan menunduk resah
Tangan Altaaf mengulur mengusap wajah Kinan dan menyingkirkan poni rambutnya yang terlihat timbul keluar dari hijabnya "Tapi Adik pandai loh bikin hidangan yang manis-manis. Aku menyukainya" Jujurnya membuat kedua pipi Kinan memerah
Kinan membenahi jambulnya
Hari ini untuk pertama kalinya Kinan memakai hijab. Itupun Altaaf yang memintanya. Keduanya, Kinan juga malu kepada ibu mertuanya yang selalu mengenakan hijabnya. Dengan kata lain, Kinan masih belajar meskipun terpaksa
Setelah selesai sarapan, Altaaf membantu Kinan membenahi meja makannya. Sedangkan Kinan mencuci piring bekas mereka sarapan barusan
"Selesai"
Altaaf segera keluar menuju carport. Kali ini Ia sudah mampu membeli mobil hasil kontengan dengan istrinya
Beberapa menit berlalu Kinan keluar dari rumahnya serta mengunci pintu utama
"Sudah siap??" Tanya Altaaf dari balik kemudi
"Sudah"
"Baiklah, Kita berangkat"
-
Sementara ditempat lain
Imran baru bangun dari tidurnya
Kamar mewahnya berantakan karena semalam tidak bisa tidur memikirkan pacarnya yang meminta ingin dikenalkan dengan kedua orang tuanya
Imran menyugar rambutnya frustasi
Pernah suatu ketika Imran mengunggah kebersamaannya dengan sang pacar distorynya dalam sosmed miliknya. Alana sang Bunda langsung berkomentar pedas "Siapa wanita itu Kak. Bukan calonmu kan? Kalau bukan ya sudah. Syukurlah colonmu pasti punya baju yang lebih sopan bukan"
Kekasih Imran memang sexy. Dari cara berpakaian, bersepatu, memilih tas semuanya modis. Tapi ada yang tidak disukai oleh Alana yaitu cara berpakaian. Gadis itu selalu mengenakan pakaian yang terlalu minim
Imran sangat faham gelagat Bunda nya yang tidak suka dengan kostum pacarnya. Galaulah hati Imran. Padahal sang pacar sudah seperti istrinya dan sering menginap dirumahnya
Imran beranjak dari kasurnya menuju kekamar mandi
Beberapa menit kemudian Imran keluar dari kamar mandi. Tak berapa lama Ia pun sudah berubah tampan dengan jas hitam yang melekat dibadannya
Imran segera keluar dari rumahnya dan segera kekantor dimana Ia mencari duit disana
__ADS_1
Dikantor
Imran segera meminta OB untuk memesankan sarapannya. Itu terjadi sudah sangat lama
"Permisi"
Imran mengangkat kepalanya "Masuk"
"Ini sarapannya Pak"
"Iya. Taruh disitu" Kemudian Imran berdiri dan berjalan mendekati sofa dimana sang OB meletakkan makanan dimeja tersebut
OB pun melenggang setelah meletakkan makanan beserta uang kembalian disisi makanan tersebut
"Mas mas" Panggil Imran
OB pun berhenti dan berbelok "Iya. Bapak memanggil Saya?" Tanyanya ragu
"Iya. Ambillah kembaliannya. Makasih ya"
Dengan ragu, sang OB mengambil sisa uang kembalian
"Iya ambil. Dan lanjutkan pekerjaanmu"
"Makasih Pak"
Imran mengangguk kecil sebagai jawaban 'Iya'
-
Altaaf sudah mengantarkan istrinya diruko yang mereka sewa untuk usaha menjual donat-donatnya
Kinan langsung menata etalasenya "Emm, kemarin lupa donat ini enggak kebawa kerumah untuk si Aa'. Biarinlah biar kumakan sendiri aja. Untuk si Aa' sisa hari ini aja. Kalau sisa, he" Cengirnya sendiri
Sebelum Mbak Tati sang asisten datang, Kinan segera kebelakang untuk membuat adonan donat
Kinan sudah menimbang tepung, gula, ragi, mentega, susu, air es dan lain sebagainya
Disaat dirinya menyalakan mixer untuk mulai mengulen, Mbak Tati datang
"Assalamualaikum Mak" Panggilan akrab untuk mereka berdua
"Waalaikumusalam Mak" Jawabnya menoleh sekejab. Kemudian mulai sibuk kembali
"Maaf ya Mak. Anaku tadi rewel jadi terlambat" Ujar Tati tak enak dengan bosnya. Meskipun usia Kinan lebih muda dari dirinya, Tati tetap menghormatinya karena Ia bekerja padanya
"Enggak pa-apa Mak. Aku juga baru sampai kok"
"Oh gitu ya"
Tati segera menata toko kecil milik Kinan, agar konsumen menjadi betah jika ruangannya sudah tidak berantakan
Setelah depan rapi, Tati segera kebelakang untuk membuat aneka kue untuk teman donat
Saat Tati menata kue yang sudah matang, beberapa pembeli mulai berdatangan
__ADS_1
Dan tak berapa lama
"Anget anget anget" Kinan membawa baki berisikan donat yang sudah mendingin
"Donatnya dong Mbak" Ujar pembeli yang sibuk memilih toping
"Topingnya yang mana, Mbak?" Ucap Kinan sambil membuka toples-toples berisikan glaze beraneka warna dan rasa serta meses kacang sangrai dan lain sebagainya sebagai pelengkap agar donat menjadi cantik dan menarik
"Tiramisu, blueberry, keju, coklat, taro sama strawberry"
"Oke, komplit ya?" Jawab Kinan
"Iya Mbak biar komplit rasanya"
"Siap"
Kinan segera melayani dengan riang. Disaat dirinya sibuk, Tati tidak lupa meneruskan kegiatan kebelakang untuk menggoreng donat-donatnya yang belum kelar
-
Sementara sang suami ditempat kerja yaitu rumah sakit umum yang berada dikota Bandung
Pasiennya selalu ada dan mengular disetiap harinya
Dokter tampan ini memang sungguh mempesona. Seperti halnya kakeknya dulu yaitu dokter Ilham. Altaaf juga menjadi incaran para ibu muda yang tengah hamil
"Kalau anakku cowok, anakku akan aku kasih nama Altaaf. Kalau enggak Altaaf ya Zayn atau enggak.. Hanan. Boleh kan dok?" Ucap pasien saat pasien tersebut selesai diperiksa
Imran tersenyum mengangguk "Boleh"
"Yes!! Biar anakku tampan seperti dokter" Pujinya membuat Altaaf kembali tersenyum
Seluruh rekan kerjanya, jarang yang tau kalau Altaaf telah menikah. Mereka semua mengira jika dokter tampan ini masih bujangan
Altaaf bekerja dirumah sakit ini belum lama. Dan saat Altaaf menikah, Ia tidak mengambil cuti. Altaaf termasuk petugas medis baru, jadi belum mendapatkan hak cuti. Ditambah wajah ganteng nan baby face, siapa sangka Altaaf telah menikah
Beberapa menit berlalu pasien tadi keluar, muncullah pasangan suami istri yang Altaaf kenal karena suami pasien ini pemilik rumah sakit dimana Altaaf mengais rezeki
"Selamat pagi menjelang siang Pak, Bu" Sapanya sambil menyambut dengan ramah
Pasien tadi adalah Alisha bersama Ghani sang pemilik rumah sakit ini
"Dok, tolong bantu istriku untuk diperiksa" Ucap Ghani to the point
"Baiklah. Mari Bu silahkan rebahan dulu nanti Saya periksa"
Alisha mengangguk. Kemudian berjalan diiringi Ghani sang suami
Setelah pemeriksaan selesai, pasangan inipun keluar dari ruangannya
Sepertinya sang pemilik rumah sakit ini tidak menyukai Altaaf. Bukan Karena kepiawaiannya menjadi seorang dokter, tetapi pada kewajah tampannya
Dari sorot mata Ghani, sepertinya Altaaf akan segera dideportasi dari dirinya duduk sekarang
BERSAMBUNG.....
__ADS_1