
Sore harinya. Kinan telah bersiap-siap mempersiapkan pertemuannya untuk latihan bareng dengan para membernya dikota Semarang besok
Kebetulan, jadwal yang Kinan inginkan selalu jatuh dihari dimana sang suami libur
Seperti biasa jika Altaaf libur Ia selalu membantu apapun yang dibutuhkan oleh Kinan
Seperti sore ini. Kinan dan Altaaf mengemas barang-barangnya untuk terbang ke Semarang
Setelah mereka menikah, Mereka sering melakukan apapun selalu berdua. Saling bantu dan saling mensuport satu sama lain. Ibarat kata, mereka selalu bersama kemanapun mereka pergi
Beberapa jam kemudian, mereka telah tiba dirumah kedua orang tua Altaaf
"Bund !! Lihatlah depan. Siapa yang datang!" Teriak dokter Hanan yang pulang membawa anak dan menantunya
Sebelumnya, Altaaf sudah janjian dengan Daddynya jika dirinya dan Kinan, akan mampir ke rumah sakit milik ayahnya. Tentu saja Hanan menunggunya untuk membawa serta kerumahnya
Alana berjalan cepat kedepan
Untuk sesaat Alana mematung menatap siapa yang datang
Semuanya tersenyum menatap sang istri, mama, mama mertua terlihat bengong terkejut
"BUND !!" Ucap Hanan dan Altaaf bersamaan
"Altaaf !?" Akhirnya kata itu terlontar juga dari bibir sang Mama
Altaaf mendekat, kemudian memeluknya erat
"Apa kabarmu, Nak??"
Mereka mengurai
"Kabar kami baik alhamdulillah, Bund" Altaaf berbelok, kemudian tangannya meraih Kinan
Kinan faham, kemudian memeluk Alana sang mertua
"Apa kabarmu, Sayang?" Tanya Alana pada Kinan
"Baik Bund. Bunda bagaimana kabarnya?"
Merekapun mengurai
"Duduklah. Bunda kabarnya baik" Jawabnya sambil meraih tangan suaminya "Daddy kok bisa bareng. Nggak ngomong dulu jika daddy bawa mereka"
"Kan surprise bund"
Alana membantu melepas jas putih milik suaminya. Lalu menoleh pada pasangan muda yang telah menikah melangkahi kakaknya "Kalian akan tinggal disini lama kan??"
"Senin harus kerja bund. Mana bisa tinggal lama disini" Saut Altaaf memberi alasan
"Kenapa tidak bekerja dirumah sakit daddy. Pindahlah kemari" Bujuk Alana agar putranya pindah dirumah sakit milik keluarganya
"Aku terikat kontrak Bund"
"Jadi enggak bisa?!"
"Belum. Belum bisa"
"Kalau begitu, bikin surat pengunduran diri"
"Mana bisa seenak itu bund"
__ADS_1
"Jadi susah, gitu?" Akhirnya Alana bertanya seperti itu
"Mudah bund. Tapi harus bayar denda pinalti jika kontrak itu Aku langgar"
"Berapa dendanya?" Tanya Alana kembali
"Kurang faham, bund. Kan Aku enggak ada niat"
"Altaaf !! Kamu susah banget sih dibilangin. Bunda tidak ingin anak Bunda kesusahan dikota lain. Jika hidup itu bisa dibikin gampang, kenapa kamu cari yang susah"
"Kami ingin mandiri, Bund"
"Kamu dikasih rumah menolak. Bahkan mobil saja belum punya, tapi sanggup memberikan hadiah mobil pada kakakmu" Alana belum tau jika Altaaf sudah membeli sebuah mobil "Bunda yakin, Kak Imran tidak memakai mobil yang kamu berikan sebagai uang pelangkah"
"Sudahlah bund. Kami ikhlas kok. Sedikit demi sedikit, tabungan Kami juga sudah terkumpul. Dan kami sudah bisa membeli mobil. Betulkan dik?"
Kinan mengangguk
"Benarkah? Kau tidak hutangkan?"
"Tidak bund. Kami membelinya bersama-sama. Kami kontengan, Bund"
"Oiya"
"Kinan pandai membantu ekonomi. Diam-diam Dia juga punya murid banyak loh bund" Sanjung Altaaf pada istrinya
Kinan tersenyum simpul mendengar pujian dari suaminya
"Murid apaan?? Anak TK ??"
"Bukan"
"Latihan? Latihan apa"
"Kursus membuat donat secara live, Bund. Biasanya lewat video online. Kini mereka akan bertatap muka langsung dengan suhunya" Ucap Altaaf menepuk pelan lengan Kinan
"Oh.. Dimana??"
"Dihotel dekat rumah sakit Kita" Saut Hanan, Altaaf mengangguk
"Oh, benarkah?"
"Iya bund. Ini pertama kalinya latihan bareng keluar kota"
"Oh.. Syukurlah. Ternyata Kau berbakat menjadi pengajar" Puji Alana bangga
"Oiya bund. Berhubung Kinan pandainya hanya membuat donat, Bunda dan Daddy telah Kinan bikinin spesial untuk Bunda dan daddy" Ucap Kinan sambil memberikan box berukuran martabak yang berisi kue buatan Kinan
Alana menerimanya lalu membukanya "Apa ini. Donat kok enggak bolong tengahnya. malah bolong dipinggir"
"Itu bomboloni bund. Semacam donat, tapi Kinan isi dengan filing"
"Wah.. Sepertinya kesukaan sikembar ya, Dad ??"
Hanan mengangguk
"Zira dan Arin jarang pulang Bund" Kini Altaaf yang bertanya
"Jarang. Biarin. Mereka biar lebih mandiri"
-
__ADS_1
Pagi harinya dihari minggu
Altaaf meminjam mobil bundanya untuk pergi bersama Kinan ke hotel dimana mereka akan melaksanakan latihan bareng
Sesampainya dihotel, Altaaf segera membantu keperluan yang kinan butuhkan
Didepan sudah ada meja yang ditata memanjang. Kemudian, semua glaze utuh sudah tertata didepan dengan rapih beraneka rasa yang masih bersegel didalam wadah-wadahnya
Tidak ketinggalan ada sebuah kompor gas, wajan, minyak padat, tepung, dan seluruh kebutuhan penunjang membuat donat sudah tertata rapih diatas meja
Jam telah menunjukkan pukul 9 .Dimana acara akan segera dimulai
Para peserta mulai berdatangan. Dan dalam sekejab, quota yang terdapat diundangan sudah memenuhi syarat.
Kinan kedepan untuk segera berpraktik didepan khalayak. Dibantu oleh Altaaf, Kinanpun mahir dan layak menjadi moderator sungguhan
Para member sudah ada yang ditunjuk untuk maju kedepan. Mempraktikan secara offline dimana cara mengulen step by step dengan benar
Setelah praktik mengulen, Kinan mengajarkan cara menimbang dan merounding dengan benar
"Nah, sekarang adonan ini ditutup diistirahatkan atau istilahnya profing. Kita tutup dengan plastik oke. Kita tunggu agar adonan mengembang"
Kinan berjalan mengecek ke seluruh member yang sedang praktik langsung
Setelah seluruh membernya melakukan dengan benar, Kinan kembali kedepan dimana adonan yang tadi Ia tutup untuk segera dibukanya
"Taraaaa.. Hasilnya sudah mengembang ya mak. Sekarang proses cetak"
Masing-masing member telah membawa peralatan dari rumah masing-masing. Agar praktiknya sesuai dengan ekspektasi seperti sang guru ajarkan
Kinan mengambil cetakan donat. Dari alat yang terbuat dari cetakan stanlis sampai cetakan dari kayu. Para member juga beragam memiliki cetakan tersebut. Jadi, Kinan yang harus menyesuaikan kepunyaan milik para murid-muridnya
Setelah proses cetak "Kita diamkan lagi ya mak. Setelah didiamkan baru deh siap goreng"
Beberapa menit setelah penggorengan "Kita kipas-kipas dulu mak. Biar adem"
"Sudah adem Mak !!" Teriak salah satu member
"Oke. Proses selanjutnya, cara menoping" Ucap Kinan
Altaaf segera kedepan untuk membantu membukakan seluruh glaze yang disediakan oleh pabrik glaze yang telah mensponsori acara tersebut
Kinan mulai beraksi. Ia mengambil plastik segitiga kemudian memasukkan beberasa glaze beraneka rasa kemasing-masing plastik. Kemudian mengikatnya dan menyingkarkan
Kemudian, Kinan mulai mengambil satu donat, lalu mencelupkan ke salah satu glaze yang berada diwadah "Rasa green tea ya mak. Suamiku paling suka rasa ini"
Altaaf tersenyum. Serasa dirajakan oleh sang istri
Semua memberpun ikut tersenyum
Setelah Kinan mencelupkan donat tersebut, Ia mengambil glaze tadi yang berada diplastik segitiga tadi lalu mengguntingnya diujung kemudian menopingnya sedikit diatas donat yang telah ditoping
Kinan mengambil tusuk gigi, kemudian mencoret-coretkan diatas donat tersebut, dan jadilah donat bertoping glaze yang berbentuk bunga
"Wih, cantik mak"
"Iya dong. Ini khusus untuk suamiku"
Setelah bermacam-macam bunga yang sudah di praktikan diatas donat, akhirnya selesai sudah latihan bareng saat ini. sebelum makan siang bersama, Mereka mengadakan sesi foto bersama sebagai dokumentasi bahwa hari ini Kinan sukses mengumpulkan sebagian para member yang berada dikota Semarang dan sekitarnya. Untuk selanjutnya, Kinan akan berkeliling dikota lain untuk latihan bareng selanjutnya
BERSAMBUNG....
__ADS_1