
Perkenalan Tokoh dan Cerita
Sintia Rahayu
Seorang gadis tegar yang hidup sendiri. Ayah dan ibunya sudah meninggal sejak lama karena kecelakaan. Kehidupan tanpa keluarga membuat Sintia menjadi gadis yang mandiri. Hingga dia memiliki usaha butik yang dinamakan SINTIA BOUTIQUE. Sintia ditakdirkan bertemu dengan seorang duda kaya dan ahirnya mereka menikah.
Ricky Wijaya Dharmanto
Dialah seorang duda kaya tampan namun memiliki sikap dingin apalagi terhadap lawan jenis. Sikap dinginnya terjadi ketika dia di tinggalkan istrinya karena perceraian. Perceraian itu terjadi karena istrinya Ricky ketahuan berselingkuh dan pada ahirnya Ricky menceraikan istrinya sehingga menjadi duda di usia yang masih cukup muda.
Ricky memiliki satu anak perempuan bernama Serly Tamara. Dia masih kecil. Serly merupakan anak yang paling di jaga dengan penuh kasih sayang oleh keluarganya semua keinginannya pasti akan di penuhi baik itu oleh ayahnya, kakek dan neneknya bahkan kedua adik dari ayahnya.
Suatu hari bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Serly meminta pada ayahnya agar dibelikan gaun ulang tahun hasil rancangan dari butik.
"Ayah kali ini aku ingin gaun ulang tahunku rancangan dari butik." Ibu antusias saat mendengar permintaan dari cucunya.
"serly sayang, gaun yang seperti apa yang kamu inginkan? " Kemudian ibu mendekat pada serly.
"Teman grandma ada yang merekomendasikan salah satu butik, katanya rancangannya bagus-bagus. "
__ADS_1
"Bukannya mamih sudah punya butik langganan ya?" Kata Anna menyambar perkataan mamih nya.
"Iya mamih memang sudah punya butik langganan keluarga kita. Tapi gak salah juga kan kalau mau coba dari butik yang lain. Serly juga gak keberatan kan sayang?"
"Iya grandma. Serly percaya kok pilihan grandma pasti yang terbaik buat Serly."
" Yaudah kamu gak papa kan pergi ke butik nya bersama grandma?"
"Iya ayah serly gak papa kok."Nenek pun tersenyum sambil membelai rambut serly.
"Yaudah besok kita langsung pergi ke butik nya ya sayang." Ahirnya rencanaku akan segera terlaksan.
Riyan yang datang ntah dari mana tiba-tiba menjitak kepala Anna. "Berisik!"
Anna yang mendapat serangan tiba-tiba langsung ter lonjak kaget sambil memegang kepalanya. "Kaka. Apa-apaan sih sakit tau."
"Kalian sedang kumpul begini bicara kok pake toa. Kaya yang lagi jauh-jauhan aja." Mengerutu ke semua orang.
"Uncle bukan kita yang bicara pake toa. Tapi aunty Anna aja yang bicaranya pake toa mesjid." kata Serly sambil tertawa.
__ADS_1
Anna yang di tertawakan Serly cemberut masam. "Loh kenapa jadi aunty."
"Kalian ini ya, lihat tuh kak Ricky. Dia tidak pernah banyak bicara seperti kalian apalagi sampai bertengkar." Kata Papih melihat anak sulungnya hanya melihat pertengkaran sepele kedua adiknya.
"Papah kak Ricky kan jadi dingin begini karena." Belum sempat Anna menyelesaikan ucapannya sudah melihat mata Ricky melotot membuat Anna bungkam mulut.
"Haha. Jitak aja kepalanya kak." Kata Riyan.
Sedangkan ibu sedari tadi senyum-senyum sendiri lagi memikirkan rencana yang akan di jalankan olehnya.
Pak Jaka yang melihat senyuman Bu Mira angkat bahu sambil geleng kepala tahu maksud dari semua yang dipikirkan istrinya.
Mamih ini masih saja berusaha menjodohkan Ricky.
Itulah awal dari rencana mamihnya menjalankan rencana.
Kisah akan segera dimulai, selamat membaca😉
Jangan lupa vote ya😊
__ADS_1