
Besoknya bu Mira dan Serly pergi ke butik untuk memesan gaun ulang tahunnya Serly. Dia pergi bersama supir pribadinya. "Pak kita pergi ke SINTIA BOUTIQUE di jalan XX ya"
"Baik nyonya"
Sepanjang perjalanan serly bercerita sambil tertawa bahagia bersama neneknya.
Sesampainya di depan butik bu Mira terkagum dengan keadaan butik yang terbilang mewah. Mmm... butik nya lumayan mewah sepertinya dia benar-benar gadis yang pekerja keras.
"Ayo sayang kita masuk" Serly dan neneknya masuk ke dalam butik dan menemui salah satu karyawan di butik tersebut.
"Permisi, saya mau bertemu dengan pemilik butik ini" ucap bu Mira ramah pada karyawan itu.
"Baik bu, silahkan tunggu sebentar saya akan panggil mbak Sintia nya dulu."
Lia pergi meninggalkan bu Mira menuju ruangan Sintia. Lia mengetuk pintu kemudian ada balasan suara dari dalam menandakan dia boleh masuk.
"Ada apa li? " tanya Sintia tanpa beralih dari pekerjaannya.
"Di depan ada tamu yang ingin bertemu dengan mbak"
"Siapa? Saya tidak ada janji bertemu seseorang"
__ADS_1
"Saya juga gak tau mbak"
"Yaudah suruh aja dia masuk li"
"Baik mbak" lia pergi ke tempat dimana bu Mira menunggu tadi.
"Maaf bu mbak sintia sedang ada di dalam ruangannya, mari saya antar"
"Aaa baiklah" kemudian lia berjalan menuju ruang Sintia diikuti bu mira dan Serly di belakangnya.
Setelah bu Mira dan Serly dipersilahkan duduk di sofa mereka mulai berbincang.
"Ahh maaf saya sudah mengganggu ya"
"Apa ada yang bisa saya bantu?"
"Ini loh cucu saya mau ulang tahun beberapa hari lagi, bisakah kamu merancang gaun u untuk cucuku? "
"Tante bisa kan buatkan Serly gaunnya" kata serly penuh harap.
Sebenarnya aku lagi sibuk merancang pesenan yang lain, tapi melihat anak ini rasanya aku gak tega harus menolaknya.
__ADS_1
"Baiklah saya bisa buatkan gaun untuk mu" seru sintia sambil berjongkok di depan serly.
"Makasih tante" serly mendekat lalu memeluk Sintia walaupun kaget tapi Sintia membalas pelukan Serly. Sedangkan bu Mira dia terlihat senyum bahagia melihat tindakan Serly pada sintia. Sepertinya aku gak salah kau berniat mau jadikan gadis ini jdi bundanya serly.
Karena Serly ingin rancangan gaunnya beres waktu itu juga, terpaksa sintia mendesain saat itu juga sambil di bumbui perbincangan dengan bu Mira. Setelah selesai mendesain sintia memberikan desainnya pada Serly.
"Wah... ini bagus sekali aku sangat suka." Serly terkejut saat melihat gaun hasil desain yang dibuatkan Sintia.
"Kamu suka? tante senang kalau kamu suka."
"Aku suka, suka banget malah."
Setelah itu bu Mira dan Serly pamit untuk pulang. Sebelumnya bu Mira meminta untuk dibuatkan desain juga untuk anggota keluarga lainnya. "Jdi kamu bisa kan buatkan seragaman buat keluarga saya? "
"Tapi bu." Bagaimana ini apa aku bisa menyelesaikan semua ini, bahkan acaranya sudah di depan mata.
"Saya percaya padamu." bu Mira meyakinkan Sintia yang terlihat bingung.
"Oh iya, saya boleh minta no handphone kamu? biar saya bisa hubungi kamu."
"Boleh nyonya." Sintia mengetikan no handphone nya di HP bu Mira kemudian bu Mira pamit pulang. "Yaudah saya pulang dulu ya."
__ADS_1
"Baik bu"
"Ya Tuhan. Bukannya aku menolak rezeki, tapi bagaimana ini waktu acaranya sudah sangat dekat. Apa aku bisa menyelesaikan secepat itu?" Gumam Sintia setelah kepergian Bu Mira dan Serly.