SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA

SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA
Kebahagiaan Serly


__ADS_3

Ketika semua orang sudah berkumpul di rumah keramaian akan terjadi. Setelah pulang dari urusan masing-masing kini keluarga tuan Jaka berkumpul menunggu waktu makan malam. Seperti biasa serly selalu di temani Anna untuk mengisi waktu luangnya. Sedangkan ricky , Riyan dan tuan jaka sedang berada di ruangan kerja. Nyonya mira dan Sintia lebih memilih untuk menonton televisi sambil mengobrol.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Para pelayan menyiapkan jamuan untuk makan malam. Entah sudah menjadi kebiasaan sejak dulu atau kebiasaan setelah menikah, Sintia selalu membantu pelayan dalam menyiapkan makanan.


“Bunda.”


“Iya sayang.”


“Kok bunda ikut nyiapin buat makan malam kita?”


“Iya kan ini semua bunda yang pengen bantu bibi untuk nyiapin makan malam.”


“Ayah mana bun?”


“Ayah lagi di ruangan kerja sama grandpa dan uncle.” Serly manggut-manggut mendengar jawaban Sintia. “Yaudah kamu duduk dulu sebentar lagi siap.”


Setelah selesai membicarakan pekerjaan Ricky, Riyan, dan tuan Jaka keluar dari ruang kerja nya. Melihat nyonya Mira yang hanya berdua dengan anna membuat Ricky bertanya tentang keberadaan istrinya.


“Mih Sintia kemana?” Tanya Ricky sambil mendekat ke arah sofa yang di duduki nyonya mira.


“Aku disini.” Jawab Sintia sambil mendekat ke arah Ricky dan ikut duduk di samping Ricky.


“Darimana aja kamu?” Tanya Ricky sambil mencubit hidung Sintia.


“Aku? Aku habis dari dapur membantu menyiapkan makan malam kita.” Jawab Sintia polos.


Namun terlihat dari wajah Ricky tidak suka kalau Sintia selalu ikut serta dalam pekerjaan rumah.


“Hey kenapa? Aku hanya membantu menyiapkan makan malam, apa yang salah?”


“Apa di rumah ini kurang pelayan sehingga kamu harus turun tangan urusan dapur?” Tanya Ricky yang sudah mulai datar.


Sintia merasakan sinyal berbahaya mulai datang. Jika dia menjawab pertanyaan Ricky bisa jadi Ricky langsung meminta Zaky untuk mencari orang untuk di jadikan pelayan. Sebenarnya di rumah ini bukan kekurangan pelayan karena yang terlihat sangat banyak pelayan yang bekerja dan setiap pelayan memiliki tugas masing-masing. Tapi Sintia hanya ingin menunjukkan bahwa dia pantas di sebut seorang istri dengan membantu pekerjaan pelayan untuk melayani suami dan mertuanya.


“Haha sayang bukan begitu.” Berusaha mencari jalan pintas agar semua nya baik-baik saja. “Eh aku udah masak ikan pedas loh. Kata mamih kamu suka banget sama ikan pedas.” Kata Sintia sambil memasang wajah semanis mungkin untuk meluluhkan hati Ricky.


Istriku kenapa kau sangat manis begini coba.


“Ikan pedas? Aku sangat menyukai nya kaka ipar.” Teriak Riyan yang baru saja muncul.


“Jangan ada yang makan ikan pedas! Sintia kan membuat khusus hanya untuk ku, suami tercintanya. Iya kan sayang?” Riyan mengernyit kan dahi mendengar ucapan Ricky.


Mulai deh kata-kata alaynya keluar. Riyan


Ya ampun kak Ricky sampai segitunya. Riyan


Gara-gara kaka ipar sikap kak Ricky jadi kekanak-kanakan begini. Anna.


Nyonya mira hanya tersenyum melihat tingkah Ricky yang sekarang.

__ADS_1


“Aku masak ikan pedas nya banyak kok. Jadi siapa aja boleh memakannya.”


“Gak boleh! Kamu apa-apaan sih katanya buat aku.” Semua orang hanya angkat bahu. Sepertinya semakin hari sikap Ricky semakin ketergantungan sama Sintia.


“Yaudah iya sayang. Ayo kita makan.” Sintia menarik tangan Ricky menuju meja makan. Sedangkan Riyan masih saja ngomel-ngomel tentang kakanya.


“Mih lihat tuh sikap kak Ricky. Kalau di kantor kak Ricky menunjukkan sikap seperti itu sudah pasti semua karyawan berserta staff nya pada pingsan.”


Benar saja. Semua orang yang mengenal Ricky tidak akan percaya kalau Ricky berubah seperti ini. Karena yang orang lain tau Ricky memiliki sikap yang dingin kepada semua orang.


“Makanya cepat nikah kak biar ada yang masakin kaya kak Ricky tuh.” Celetuk Anna sambil tertawa mengejek kakaknya yang sampai sekarang masih dingin terhadap lawan jenisnya.


“Suttt kalian ini malah banyak bicara begitu. Sudah biarkan kaka kalian itu merasakan kebahagiaan yang sempurna setelah lukanya di masa lalu.” Karena yang terpenting untuk nyonya mira adalah memulihkan kebahagiaan Ricky setelah kesedihan masa lalu nya.


Selesai sudah makan malam yang penuh dramatis. Kenapa begitu? Ya karena lagi-lagi Ricky protes karena ikan pedas yang di masak Sintia harus berbagi dengan yang lain. Semua orang suka dengan masakan Sintia tapi Ricky selalu melarang masakan Sintia di makan orang lain karena menurutnya hanya dia dan Serly yang boleh memakannya.


“Kalau tau begini aku gak akan biarkan Sintia masak lagi.” Begitu yang di ucapkan Ricky ketika orang lain ingin mencicipi masakan Sintia.


Sintia prustasi sendiri dengan suaminya yang super rese dan aneh ini. Bagaimana bisa masalah makanan saja di perdebatan kan padahal maksud Sintia memasak tentu untuk semuanya bukan hanya untuk Ricky dan Serly. Setelah meyakinkan Ricky ahirnya makan malam bisa berlangsung damai juga.


Setelah makan malam semuanya kembali ke urusan masing-masing. Riyan dan Anna langsung masuk kamar sedangkan nyonya mira dan tuan Jaka memilih untuk menonton di ruang keluarga. Ricky yang sudah mau mengajak Sintia masuk kamar terhenti ketika Serly meminta Sintia menemani dia sampai tidur. Ahirnya Ricky mengalah dan membiarkan Sintia bersama Serly.


“Setelah Serly tidur segera kamu nyusul ke kamar ya.” Bisik Ricky sambil mengedipkan mata sambil berjalan menuju kamarnya. Sintia membalas dengan senyuman manisnya.


“Ayo sayang.” Ajak Sintia pada Serly. “Oh iya apa kamu sudah menyelesaikan tugas sekolah mu?”


“Sudah bun, tadi aku di bantu aunty Anna mengerjakannya.”


“Aku sayang bunda.” Tiba-tiba Serly memeluk Sintia dengan sangat erat membuat Sintia bengong.


“Kenapa sayang?”


“Bunda tau? Sudah sejak lama gak ada yang nemenin Serly tidur. Aunty Anna sibuk dengan tugas kuliahnya, uncle dan grandpa sibuk dengan kerjaan begitupun ayah. Dan grandma ya begitulah.” Kata Serly sambil angkat bahu.


“Tapi sekarang Serly senang karena Serly punya bunda yang akan nemenin Serly tidur. Sekarang Serly gak kesepian lagi deh.” Ucap Serly bersemangat.


Serly melihat mu bahagia seperti ini membuat ku senang karena kamu bisa menerima aku sebagai bundamu walupun aku ini bukan dari kalangan yang sepadan dengan keluarga ini.


“Bunda.”


“Eh iya sayang.”


“Bunda harus janji ya, kalau bunda gak akan pergi ninggalin aku dan ayah seperti mamah Tamara.”


Eh kenapa Serly bertanya seperti itu?


“Serly sayang. Bunda akan disini bersama Serly, ayah dan yang lainnya. Bunda gak akan pergi kemana-mana kok.” Jawab Sintia dengan yakin.


“Bunda janji? “

__ADS_1


“Janji.” Balas Sintia sambil menyelipkan jari kelingking nya di jari Serly.


“Makasih Bunda.”


“Yaudah sekarang kamu tidur ya udah malem loh nanti kesiangan sekolah nya.”


Tidak di sangka Sintia juga ikut tertidur di kamar Serly. Mungkin karena Serly dan Sintia saling memeluk menjadikan mereka menyalurkan kasih sayang satu sama lain hingga bisa tertidur lelap seperti itu. Serly yang bisa merasakan kembali pelukan seorang ibu dan Sintia yang sudah menganggap Serly sebagai anak sendiri walupun dia tidak pernah melahirkan Serly.


Di kamar Ricky sudah mulai mengantuk tapi belum juga tertidur. Ricky yang menunggu Sintia belum juga datang ke kamarnya membuat dia bangun dari tempat tidur. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.40 tetapi Sintia belum juga kembali ke kamar. Ricky memutuskan untuk keluar kamar dan berjalan menuju kamar Serly. Sesampainya di kamar Ricky mencari sosok istrinya dan dia melihat istrinya sedang tidur berpelukan dengan Serly. Sungguh pemandangan yang indah bagi Ricky melihat anak dan istrinya barunya terlihat manis saat mereka sedang tertidur lelap.


Ricky duduk di tepi tempat tidur. Dia menyelipkan rambut Sintia yang menghalangi wajahnya. Tangan Ricky tidak bisa diam di wajah istrinya. Dia membelai pipi Sintia sesekali menusuk-nusuk dengan jari tangan nya tapi tidak ada reaksi dari Sintia membuat Ricky sedikit tertawa.


“Manis sekali istri ku ini kau sampai tidur nyenyak begini.” Gumam Ricky sambil terus menyelusuri wajah istrinya.


“Sayang. Tia sayang apa kamu tidur semalaman disini?” Bisik Ricky lembut di telinga Sintia.


Saat mulai membuka matanya Sintia ter lonjak kaget karena ketiduran di kamar Serly apalagi melihat Ricky yang ada di samping nya.


Aduh bagaimana bisa aku ketiduran disini. Hah dia marah ya tapi kok malah senyum begitu.


“Sayang maaf aku ketiduran ya.”Kata Sintia dengan hati-hati.


“Aku nungguin kamu di kamar dari tadi.” Kata Ricky dengan sedikit nada kesalnya.


“Maaf aku ketiduran sayang. Yaudah sekarang ayo kita ke kamar.”


Sintia yang sudah berdiri mau berjalan tangannya di tarik Ricky sampai jatuh ke pelukan Ricky. Ricky mencium bibir mungil milik Sintia membuat Sintia memberontak karena mendapat serangan mendadak dari Ricky.


“Hey apa yang kamu lakukan. Jangan berisik nanti Serly bangun lagi.” Kata Ricky sambil mencubit hidung Sintia.


“Maaf sayang. Kamu juga yang mulai kan?” Protes Sintia sambil memasang wajah cemberut nya.


Lagian aneh-aneh saja. Kalau Serly melihat bagaimana?


“Manisnya.” Lagi-lagi Ricky mencubit hidung Sintia karena gemas.


“Sayang!” Sintia menahan bibir Ricky yang ingin menciumnya lagi.


Suamiku kenapa sih main nyosor aja kalau Serly bangun dan melihat kami berciuman bagaimana coba.


Benar saja. Serly terbangun karena mendengar percakapan ayah bunda nya. Serly sempat kaget melihat Sintia yang ada di pelukan Ricky tapi dia mudah menguasai diri. Serly pura-pura tidur dan sesekali mengintip kelakuan jahil ayahnya terhadap Sintia.


“Sayang sudah kalau Serly bangun gimana.” Ricky tidak peduli dengan ocehan Sintia membuat Sintia kesal sendiri.


“Yaudah ayo kita ke kamar ya gak enak disini kalau Serly bangun berabe tau.” Sintia memasang wajah ngambek tapi menurut Ricky itu adalah wajah imut Sintia. Ricky malah mengecup bibir Sintia dan berlari keluar kamar sambil tertawa.


Ya ampun ini orang yaa.


Sintia mengepalkan tangan kesal dengan kelakuan Ricky yang seenaknya itu.

__ADS_1


Setelah Sintia keluar serly membuka matanya dia tersenyum melihat ayah dan bundanya barusan.


“Makasih bunda sudah membuat ayah tersenyum kembali.” Gumam serly dan dia kembali tidur tanpa Sintia di sampingnya.


__ADS_2