SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA

SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA
Lamaran


__ADS_3

Pesta baru saja dimulai. Semua tamu undangan segera mendekati Serly untuk memberi ucapan selamat dan juga kado. Serly terlihat sangat bahagia di tengah kumpulan keluarganya.


"Serly. Selamat ulang tahun sayang. Semoga kamu bahagia selalu." Ucapan yang penuh drama muncul dari Tamara.


"Selamat ulang tahun keponakan aunty. Kamu terlihat sangat cantik sekali hari ini." Kata Risa yang juga ikut memberi ucapan selamat kepada Serly.


"Terimakasih mamah. Terimakasih juga aunty Risa." Balas Serly sambil memeluk. Kemudian Serly pergi meninggalkan mamah nya.


Risa merasa heran kenapa sikap Serly ahir-ahir ini serasa berbeda. Apalagi sama mamah nya sendiri. Dia menjadi lebih cuek dan gak peduli kehadiran mamah nya.


"Kak lihat deh. Bahkan sekarang pun Serly gak peduli sama sekali pada kakak."


"Benar! Ahir-ahir ini Serly banyak berubah." Sambung Tamara yang melihat perubahan sikap Serly.


"Apa jangan-jangan Serly udah punya mamah baru." Tamara memukul tangan adiknya yang sedang memberikan tebakan.


"Jangan sembarangan kamu! Kamu tau kan Ricky gak semudah itu mendapatkan wanita pengganti kakak." Tamara menjelaskan kebenaran tentang Ricky.


"Iya sih. Tapi kalau benar kak Ricky udah punya calon istri baru. Gimana tuh?"


"Jika pun iya dugaan kamu benar. Aku gak akan tinggal diam. Aku akan melakukan sesuatu agar Ricky tidak menikah lagi." Ucap Tamara yakin.


Risa yang mendengar penjelasan kakaknya hanya angkat bahu. Dia tidak habis pikir dengan kakaknya. "Setelah mengecewakan kak Ricky apa kakak pikir masih ada kesempatan untuk kembali?" Begitu yang dipikirkan Risa.


***


Acara sudah selesai. Pesta ditutup dengan pemotongan kue. Serly memberikan potongan kue pertama pada ayah dan Sintia. Sintia yang melihat perlakuan Serly menjadi gugup saat Serly ingin menyuapi kue tersebut.


Loh bukannya potongan kue pertama itu untuk orang spesial ya? Tapi kenapa si Tia mendapatkan itu. Arini


Ada apa dengan mu Serly. Kenapa kamu memberikan ini untuk ku. Sintia


Sebelum membuka mulutnya, Sintia sempat melirik Ricky seakan meminta penjelasan. Tapi Ricky hanya membalas dengan anggukan kepala. Begitu pun dengan Bu Mira.


"Tante ayo buka mulutnya." Pinta Serly sambil tersenyum.


"I, iya Serly. Makasih." Balas Sintia. Ahirnya Sintia pun membuka mulutnya untuk menerima potongan kue itu.


Setelah itu Bu Mira naik ke depan para tamu undangan. Dia menyampaikan terimakasih atas kedatangan para tamunya. Kemudian Bu Mira memanggil Ricky dan Serly untuk mendekat.


"Ricky. Serly sini sayang." Panggil Bu Mira. Kemudian melanjutkan bicara nya. "Mohon maaf semuanya saya sudah memperpanjang waktu acara ini. Tapi saya harus menyampaikan ini. Karena ini merupakan momen yang tepat."


"Ada apa ya kak?" Tanya Risa pasa Tamara.

__ADS_1


"Kakak juga gak tau. Kita lihat aja apa yang akan terjadi."


"Jadi begini. Kalian sudah pada tau kan kalau anak sulung saya Ricky sudah tidak lagi mempunyai istri? Ya setelah di tinggal kan oleh wanita munafik itu, Ricky belum lagi mencari pendamping hidupnya." Suara bicara Bu Mira sudah seperti menyindir seseorang.


Sial. Wanita itu menyinggung ku. Tamara


Apa! Kenapa Bu Mira seperti menyindir kak Tama? Risa


Kemudian Bu Mira melanjutkan pembicaraan nya.


"Tapi belakang ini hidup Ricky sudah terlihat hangat kembali. Itu semua karena seorang wanita yang mampu merubahnya." Terlihat Bu Mira seperti mengambil nafas sebelum melanjutkan bicaranya. "Dan pada kesempatan ini Ricky anak saya akan melamar wanita itu. Silahkan Ricky." Bu Mira memberi Ricky kesempatan bicara.


"Baik semuanya. Seperti yang sudah dikatakan mamih saya. Kalau saat ini ada seorang wanita yang bisa membuat hidup saya kembali berwarna. Dan saya akan melamar nya saat ini juga. Perlu kalian tahu bahwa wanita itu bernama Sintia Rahayu." Ucapan Ricky sangat jelas terdengar saat menyebutkan nama Sintia.


Tamara dan Risa sangat terkejut mendengar ini. Begitu pun dengan Arini, sahabat dekat Sintia. Yang di sebutkan namanya gelagapan karena terkejut. Mungkin seperti mimpi di siang bolong seorang lelaki terpandang bisa memilih dirinya untuk di jadikan istri.


Apa! Ricky benar-benar sudah punya calon istri. Tamara


Nah kan dugaan ku benar. Kak Ricky sudah punya calon pendamping baru. Risa


Apa! Sintia? Maksudnya Sintia sahabat gue ini? Arini


Sintia tidak bisa berpikir apa-apa. Dia masih cukup kaget dengan kejadian ini.


"Rin. Ini maksudnya apa Rin." Sintia malah bertanya pada Arini saking tidak percaya nya.


Melihat Sintia yang masih ter bengong Bu Mira menyuruh Serly untuk nyamperin Sintia.


"Tante." Sintia tersadar saat Serly memanggilnya.


"I, iya Serly."


"Ayo tante." Belum sempat Sintia menjawab Serly sudah menarik tangan Sintia.


Sekarang Sintia sudah berada di dekat Ricky, Serly dan juga Bu Mira. Jantung Sintia semakin berdetak kencang.


Gila. Baru kali ini jantung ku berdetak sekencang ini.


Tidak menunggu lama lagi. Ricky mengungkapkan niatnya untuk melamar Sintia. Dia mengutarakan perasaan nya di depan semua orang. Setelah mengucapkan semuanya Ricky menunggu jawaban dari Sintia.


"Tante." Panggil Serly saat Sintia belum juga menjawab.


Gimana ini. Aku harus jawab apa?

__ADS_1


"Kalau kamu menolak anak saya, saya pastikan kamu gak hidup tenang. Kamu tahu kan siapa saya?" Bisik Bu Mira di telinga Sintia.


Apa! Bukankah itu seperti ancaman ya.


Batin Sintia mengurutuk. Tapi saat mendengar ancaman dari Bu Mira Sintia langsung menjawab lamaran dari Ricky.


"Jadi gimana Tia? Apa kamu mau jadi istri dan ibu dari Serly?"


"I, iya. Saya mau."


Semua orang bersorak saat Sintia menjawab lamaran dari Ricky. Namun dua sosok wanita merasa tidak suka melihat lamaran Ricky pada Sintia. Mereka adalah Tamara dan juga Risa.


Awas aja kamu ya. Gak akan ku biarkan kamu sampai menikah dengan Ricky.


Hati Tamara merasa hancur melihat kejadian semua itu. Dia langsung pergi meninggalkan pesta. Lamaran Ricky pada Sintia membuat Tamara benar-benar prustasi.


"Kak kendalikan dirimu!" Teriak Risa saat Tamara mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi.


"Aaa. Aku gak terima wanita itu jadi istri kamu Ricky." Tamara berteriak keras di dalam mobil.


Kenapa serem banget ya kalau liat kak Mara marah begini.


"Kaka harus tenang dulu, okay. Yaudah biar aku yang bawa mobilnya." Bisa mati aku kalau kak Mara tetap mengemudi, pasti celaka.


Dirumah utama para tamu undangan sudah mulai berpamitan untuk pulang. Arini dan Sintia merasa canggung yang masih berada di rumah itu.


"Tia. Apa kita gak akan pulang?" Tanya Arini sambil memainkan ponsel nya.


"Kalian gak akan pulang. Kalian nginap disini aja, lagi pula ini udah larut malam." Kata Ricky yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


"Nggak usah. Kita pulang aja ya kan Rin." Kata Sintia sambil menyenggol lengan Arini.


"I, iya. Kita pulang aja Pak." Balas Arini sambil menganggukan kepala.


"Kalau saya suruh kamu nginep disini. Apa kamu masih mau nekat pulang juga." Tiba-tiba Bu Mira muncul dari arah dapur.


Mendengar ucapan Bu Mira, Sintia hanya membuang napas kasar. Seperti pasrah. Apapun akan dilakukan kalau berurusan dengan Bu Mira.


Yee malam ini gue bisa tidur di kamar mewah rumah ini. Arini


Sebenarnya gue males nginep disini, tapi dari pada urusannya jadi panjang. Mmm yasudah lah. Sintia


Hallo semua, apa kabar?

__ADS_1


Maaf minggu ini baru bisa up tiga episode. Jangan lupa dukungan nya ya dengan cara vote, like, dan komen. Biar aku juga makin semangat up lebih banyak episode lagi setiap minggunya.🤗


__ADS_2