SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA

SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA
Laporan


__ADS_3

Sore hari suasana jalanan sangat macet. Banyak para pekerja kantoran yang keluar perusahaan menggunakan kendaraan pribadi namun banyak pula yang menunggu angkutan umum di depan halte.


Sintia dan Arini yang biasanya menggunakan angkutan umum kini sudah terikat dengan Bella. Supir sekaligus asisten pribadi yang dikirim Ricky untuk melindungi Sintia. Keberadaan Bella membuat Sintia susah bergerak bebas dalam melakukan segala hal. Sintia yang tadinya bisa hidup bebas sekarang dia harus di atur oleh Bella. Parahnya lagi semua yang Bella lakukan harus di laporkan pada Ricky.


"Bella bisa turun dulu di depan sana?" Sintia menunjukkan tempat dimana biasanya dia membeli makanan kesukaannya.


"Baik nona." Jawab Sintia sambil menepikan mobil di pinggir jalan.


"Kamu tunggu disini aja ya. Biar aku dan Rini yang membeli makanan." Sintia gak mau kalau Bella ikut. Karena dia sudah menduga kalau sampai Bella ikut bisa jadi semua makanan yang akan di beli Sintia pasti dilarang. "Ayo Rin."


"Nona saya akan ikut." Balas Bella sambil keluar dari mobil.


"Hey ada apa dengan mu? Kita hanya mau membeli makanan. Kita gak akan kenapa-napa jadi tunggu aja di mobil gak akan lama juga kok." Protes Arini saat melihat Bella juga ikut pergi ke tempat jualan makanan.


"Tapi saya."


"Sudah jangan ribut! Bella kalau kamu mau ikut ayo pergi. Tapi, jangan larang apapun yang kami lakukan." Sintia bicara dengan penuh penekanan. "Kamu paham?"


"Tergantung nona. Selagi tidak melanggar saya akan turuti kemauan nona." Jawab Sintia sambil tersenyum.


"Hey..." Arini yang mau protes tangan nya di tarik Sintia. Jangan bantah dia toh kita juga yang akan kalah.


Gila nih orang baru sehari bersamanya udah bikin gue naik darah aja. Arini


Pokoknya aku akan berusaha untuk menghentikan Bella. Bisa gila kalau dia lama-lama jadi asisten ku begini. Sintia


Benar-benar terjadi apa yang ditakutkan Sintia. Bella terkejut saat melihat berbagai macam pedagang makanan yang ada di pinggir jalan itu. Mungkin menurut Sintia dan Arini itu adalah makanan favorit mereka. Sintia sering mampir kesini sehabis pulang dari butik. Tapi tidak dengan Bella. Bella merasa akan melakukan kesalahan besar kalau sampai Sintia memakan makanan pinggir jalan itu.


"Aaa udah lama aku gak kesini Tia. Aku mau rujak." Arini yang sudah lama tidak merasakan jajan ini sejak kepergian nya ke luar kota.


"Ah iya Rin pesan buat aku juga ya." Teriak Sintia. "Bella apa kami juga mau rujak?" Tawar Sintia pada Bella.


Bukannya menjawab, Bella malah kelihatan panik mendengar tawaran dari Sintia.

__ADS_1


"Aaa kamu gak suka rujak ya. Kalau begitu mau apa? Ini atau ini?" Membeberkan jenis makanan ke depan Bella. Saking seneng nya Sintia tidak menyadari wajah panik Bella.


"Loh ada apa dengan mu Bella?" Arini yang menyadari wajah panik Bella langsung bertanya.


"Maaf nona. Seharusnya anda tidak boleh memakan makanan yang beginian."


"Apa?" Teriak Sintia dan Arini bersamaan.


"Kalau Pak Ricky tau nona makan makanan seperti ini, pasti saya kena marah." Balas Bella.


"Hey Bella bilang ke Pak Ricky! Kalau kita udah biasa makan beginian. Ini rujak, tau rujak? Coba deh ini enak sekali." Kata Arini sambil memasukkan rujak ke dalam mulutnya.


"Sudahlah jangan dipikirkan Rin. Dan kamu Bella kalau Pak Ricky marah biar aku yang ngomong langsung. Emang apa salahnya sih makan rujak." Suara Sintia sudah semakin kesal saja.


Baiklah kalau memang nona suka silahkan makan saja. Aku paham mungkin nona belum terbiasa dengan cara hidup Pak Ricky.


***


Setelah sampai di sebuah kontrakan yang di tempati Sintia kembali terjadi perdebatan tiga wanita itu. Bella yang mau ikut menginap di kontrakan itu membuat Sintia dan Arini jengah.


"Iya benar. Lagian kamu kan cuma di suruh Pak Ricky menjaga Sintia saat diluar kan. Kenapa sekarang malah mau nginap disini." Arini yang lebih geram dari Sintia sudah tidak habis pikir pada Bella.


"Tapi nona ini semua."


"Berhenti mengatakan ini semua perintah Pak Ricky. Aku tau kamu ada dibawah perintah Pak Ricky. Tapi aku gak suka perlakuan kamu yang seperti ini."


Setelah perdebatan panjang lebar ahirnya Bella pergi juga. Sintia berhasil meyakinkan Bella untuk pulang. Dia bisa gila kalau sampai Bella menginap di kontrakannya apalagi melihat sikap Arini yang selalu heboh. Sudah bisa di pastikan akan terjadi perdebatan sepanjang malam kalau sampai Bella menginap.


Di ruang kerja Ricky dan Zaky sedang menyelesaikan pekerjaannya. Terdengar suara ponsel Ricky yang menandakan ada panggilan masuk. Saat dilihatnya sebuah nama Ricky langsung mengangkat telpon itu.


Sintia melaporkan semua sikap berlebihan Bella terhadap dia. Dari mulai apa yang gak boleh Sintia lakukan sampai hal semacam makanan pun diatur oleh Bella. Mendengar pengaduan Sintia Ricky malah tertawa membuat Sintia heran dan kesal saja.


"Tia apa kamu tau? Yang dilakukan Bella itu benar. Dia gak salah dan dia gak berlebihan." Kata Ricky.

__ADS_1


"Apa? Kenapa begitu? Aku gak suka kalau hari-hariku diawasi seperti ini. Pokoknya aku gak mau Bella jadi asisten ku lagi."


"Nanti aku akan pertimbangan lagi." Begitu ahir dari percakapan Ricky dan Sintia lewat telpon.


"Zaky apa Bella udah datang?" Tanya Ricky setelah mengakhiri telponnya dengan Sintia.


"Sepertinya sudah Pak."


"Panggil dia kemari." Zaky segera keluar dari ruang kerja Ricky dan menghampiri Bella di ruang depan.


"Bella kamu sudah datang?" Bella langsung memasukkan ponselnya saat mendengar ada yang memanggilnya.


"Iya asisten Zaky."


"Pak Ricky menyuruh mu masuk ke ruang kerjanya." Bella berjalan di belakang Zaky menuju ruang kerja Ricky.


Sesampainya disana Ricky bertanya mengenai Sintia. Bella menceritakan semuanya yang dilakukan Sintia tanpa dikurangi dan tanpa dilebihkan juga. Ricky menampakkan wajah tidak suka mendengar dari cerita Bella. Ricky tidak suka siapapun orang yang menurutnya berharga makan makanan sembarangan dan yang lebih parahnya Bella melaporkan kalau Sintia banyak berinteraksi dengan lawan jenisnya.


Huh. Terdengar Ricky menghela nafas setelah apa yang dia dengar dari Bella.


"Tadinya aku mau melepaskan dia dari penjagaan mu. Tapi mendengar saja apa yang dia lakukan membuat ku kesal apalagi kalau aku melihatnya langsung."


"Sepertinya Bella memang harus tetap mengawasi nona Sintia Pak Ricky. Melihat dari sikap nona yang seperti itu."


Kalau Bella berhenti mengawasi pekerjaan ku pasti akan banyak sekali.


Zaky yang sibuk dengan pekerjaan kantor nya. Jika tidak ada Bella untuk mengawasi nona Sintia pasti pekerjaannya akan tambah banyak. Apalagi harus menghadapi sikap Sintia yang susah di atur itu akan membuat Zaky pusing sendiri.


"Kamu terus awasi dia. Jangan sampai dia melakukan hal yang membuat ku kesal seperti ini. Buat dia terbiasa dengan aturan-aturan dari ku." Kata-kata Ricky menunjukkan kalau dia gak mau Sintia melakukan apa yang hari ini dia lakukan.


Sepertinya aku belum bisa melepaskan mu. Aku akan melepaskan mu setelah kau terbiasa dengan aturan-aturan dari ku. Ricky


Hmm. Sampai kapan aku harus menjaga nona. Baru sehari aja aku udah banyak adu argumen dengannya apalagi nona bersama temannya. Bella

__ADS_1


Zaky hanya bisa tersenyum penuh kemenangan. Dia akan tetap fokus pada pekerjaannya dan hanya sedikit membantu pekerjaannya Bella jika sudah terjadi hal yang diluar kendali.


__ADS_2