SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA

SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA
Menyusun Rencana


__ADS_3

Setelah selesai makan semua anggota keluarga Pak Jaka berkumpul di ruang keluarga. Hanya Ricky yang langsung masuk ke ruangan kerjannya karena ingin menyelesaikan pekerjaannya. Sementara di ruang keluarga Bu Mira membuka pembicaraan tentang rencana anak sulungnya dengan Sintia.


"Mamih kok mamih nekat banget mau jodohin kak Ricky dengan wanita asing." Riyan protes dengan rencana mamih nya.


Karena yang Riyan tau mamih nya hanya mengenal Sinta pemilik butik itu hanya sebatas pesanan baju.


"Iya mih. Kaya gak tau kak Ricky aja dia kan masih trauma soal pernikahan." Anna ikut nimbrung dalam obrolan itu.


Sedangkan Serly dan Pak Jaka hanya tersenyum melihat perdebatan antara anak dan istrinya.


"Udah deh kalau kalian gak tau apa-apa jangan sewot begitu." Jawab ibu kesal karena kedua anaknya yang sok tau.


Ricky yang baru keluar dari ruang kerjanya langsung ikut gabung dengan keluarga. Ricky duduk di sebelah ibunya.


"Ada acara apa sampai ngumpul begini?" Tanya Ricky datar.


"Ini loh kak mamih mau menjodohkan kaka dengan wanita asing pilihan mamih." Ucap Anna sewot mengadu pada kakaknya yang mau di jodohkan.


"Apa! Di jodohkan? Mamih kenapa mamih."


"Tenang! Semua tenang dulu okay." Ucapan Ricky terpotong oleh mamih nya. "Mamih tau latar belakang gadis itu Ric, dia gadis yang baik juga mandiri." Ricky mendengus kesal dengan pernyataan mamih nya.


"Pokonya aku gak mau mih."


"Ricky dia pantas menjadi pendamping mu dan bunda bagi Serly. Dia juga mandiri." Bu Mira berusaha meyakinkan anak sulung nya. "Kemandirian nya bisa dilihat dari usaha butiknya. Dia mampu membangun usaha butik dari kecil sampai sekarang butiknya udah termasuk butik favorit."


Ricky yang mendengar usaha butik langsung antusias melihat ke arah mamih nya.


Usaha butik? Apa yang mamih maksud wanita itu adalah Sintia?


" Apa wanita yang di maksud mamih adalah Sintia?"

__ADS_1


"Apa kaka kenal sama dia?" Tanya Anna antusias.


"Iya. Aku pernah bertemu sama dia." Jawab Ricky datar.


"Ya jelas pernah bertemu lah. Kan waktu pengukuran untuk baju kaka mamih nyuruh mbak itu datang langsung ke kantor kan karena kaka sibuk kerja." Sambung Riyan.


"Huh. Aku pernah bertemu jauh sebelum mamih menyuruh dia datang ke kantor." Ucapan Ricky membuat semua orang terkejut. Hanya Serly dan pak Jaka yang terlihat biasa karena sudah mengetahui semuanya.


"Ricky sudah tau lebih jauh tentang Sintia." Kata Pak Jaka datar.


"Maksudnya apa? Ada apa ini sebenarnya?" Ibu terlihat kesal karena ada yang di sembunyikan darinya.


"Ricky sudah cerita soal pertemuan pertama kalinya dengan Tia mih. Ricky juga punya rencana ingin melamar Tia setelah pertemuan kedua kami di kantor." Jelas Ricky.


"Hey kaka. Kenapa kaka gak beritahu kami?" Anna yang sewot sedari tadi ngomel terus.


"Aku udah banyak cerita sama papih. Sama Serly juga."


Pagi hari setelah selesai sarapan Ricky pergi ke taman di samping rumah untuk menikmati hari liburnya. Dia ingin bersantai di pinggiran kolam rrenang sambil memainkan handphone. Pak Jaka menghampiri Ricky yang sedang duduk bermain handphone sambil senyam senyum.


"Ricky."


"Papih. Ada apa?"


"Harusnya papih yang nanya ada apa sama kamu. Apa yang membuat mu senyum begitu melihat handphone." Tanya pak Jaka penasaran dengan tingkah anaknya.


Ricky menceritakan semuanya. Dari awal pertemuan pertama dengan Sintia sampai pertemuan di kantor waktu pengukuran. Semua dia ceritakan tanpa ada yang di lewati.


"Apa kamu menyukai gadis itu?" Tiba-tiba pak Jaka menanyakan hal penting pada anaknya.


"Dia gadis yang baik pih. Aku udah memastikan nya." Karena penasaran Ricky meminta orang suruhan nya untuk mencari informasi tentang Sintia.

__ADS_1


"Kalau memang kamu yakin pada gadis itu gak ada salahnya kamu deketin dia Ric. Sekarang kamu harus mulai membenahi jalan hidup mu lagi." Kata Pak Jaka sambil menepuk bahu Ricky. "Papih yakin kamu bisa menentukan pilihan yang tepat. Papih akan selalu mendukung mu nak." Ucapan Pak Jaka meyakinkan Ricky dengan pilihannya.


"Makasih pih selalu ada dibelakang Ricky." Kata Ricky sambil tersenyum.


Flashback off


***


"Kenapa kalian gak ngasih tau mamih sih kalau kalian punya rencana ini." Kata Bu Mira kesal karena tidak diberi tahukan soal rencana anaknya.


"Tadinya aku tidak mau terburu-buru mih. Tapi mamih sudah punya rencana tersendiri ternyata."


"Gimana kalau kaka melamar mbak Tia saat ulang tahun Serly?" Usul Anna.


"Gila lo Na. Mana bisa acara lamaran mendadak begitu." Riyan yang sewot tidak menyetujui usulan dari Anna.


"Kalau menurut papih ada bagusnya juga ide Anna. Lagian Ricky dan Sintia juga udah kenal lama kan?"


"Gimana Ric? Kalau dari mamih gimana baiknya menurut kamu aja."


"Baiklah aku akan melamar Sintia saat pesta ulang tahun Serly. Gimana sayang menurut kamu?" Tanya Ricky pada putrinya.


"Kalau Serly sih yes aja." Jawab Serly sambil tertawa.


"Kak kalau misalkan mbak Tia nya belum siap atau mungkin nolak lamaran kaka gimana?" Riyan yang masih ragu dengan semua rencana.


"Nolak? Apa kamu gak tau semua orang ingin bisa ada di samping kaka. Banyak wanita yang bermimpi untuk jadi istri kaka. Jadi gak mungkin Tia menolak kaka." Jelas Ricky sambil tertawa dengan ucapan nya sendiri.


What! Sudah sejak lama kak Ricky gak alay begini. Apa karena wanita itu kak Ricky berubah gini? Riyan


Gila sepertinya kak Ricky benar-benar menginginkan wanita itu. Anna

__ADS_1


__ADS_2