
Di rumah utama. Serly merasa bosan jika ahir pekan ini diem dan hanya bermain di kamar. Serly pergi keluar kamar mencari neneknya. Dia menuju ruang keluarga dan mendapatkan nenek dan kakek nya sedang nonton televisi.
"Grandma."
"Iya sayang ada apa?"
"Grandma Serly bosen d rumah terus. Serly mau jalan-jalan, kita ke mall yu."
"Kasihan sekali cucu grandma. Baiklah kalau kamu mau pergi ke mall kita berangkat sekarang."
"Beneran grandma? Makasih ya." Ucap Serly sambil memeluk neneknya.
"Sudah sana siap-siap dulu."
"Okay nek."
***
Di kontrakan, Sintia dan Arini sudah siap berangkat ke mall. Mereka pergi menggunakan taxi online.
"Tia ayo keluar, taxi nya udah di depan tuh."
"Iya tunggu sebentar ambil tas dulu. Kamu tunggu di luar." Sintia berlari ke kamar mengambil tas.
"Ayo!"
Sesampainya di mall Sintia ngajak Arini pergi ke toko boneka untuk membeli kado buat ulang tahun Serly.
"Rin kita ke toko boneka dulu ya."
"Kamu mau beli boneka?"
"Iya, dua hari lagi aku akan pergi ke pesta ulang tahun anak teman ku Rin."
"Teman? Sejak kapan lo punya teman selain Arini yang cantik ini." Kata Arini sambil tertawa dengan pengakuan nya sendiri.
"Ini teman gak sengaja Rin."
"Maksudnya? Emang ada ya teman gak sengaja?" Arini memikirkan apa yang dimaksud sahabat nya itu.
"Udahlah jangan di pikirkan. Oh iya nanti lo temenin pergi ke acaranya ya."
__ADS_1
"Apaan. Gak mau ah nanti di kira tamu gak di undang."
"Nanti deh gue bilang dulu ke nyonya Mira kalau gue mau bawa lo biar ada temen."
"Itu lagi. Siapa nyonya Mira?" Membuat Arini prustasi sendiri karena sahabat nya itu. Setahu dia Tia gak terlalu banyak kenalan di sini apalagi teman.
"Aaa dia neneknya yang mau ulang tahun. Sudah jangan banyak mikir pokoknya lo ikut gue aja ya."
"Okay baiklah." Mengalah demi sahabat nya.
Setelah membeli boneka dan berkeliling mall Sintia dan Arini pergi ke tempat makan. Karena dari tadi Arini merengek terus pengen makan.
"Tia ayo kita beli makanan dulu di sana."
"Iya, iya baiklah."
Setelah mereka duduk di meja yang kosong seorang pelayan menghampiri mereka.
"Silahkan di pilih menu nya."
"Saya pesan pizza sama jus jeruk. Kamu pesan apa Rin?"
"Baik tunggu sebentar ya mbak."
***
Serly dan Bu Mira yang baru sampai ke mall langsung pergi ke tempat makan. Saat masuk kedalam Serly langsung melihat seseorang yang sangat dia kenal.
"Grandma liat ada tante Tia disana." Ibu yang mendengar ucapan Serly antusias melihat ke arah yang di tunjuk Serly.
"Kita samperin tante Tia yu."
"Iya ayo sayang kita kesana."Serly dan nenek nya menghampiri Sintia dan Arini.
"Tante" Panggil Serly sedikit berteriak. Sintia yang merasa dirinya di panggil langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Serly." Sintia memeluk Serly sambil tersenyum bahagia.
"Aku kangen sama tante."
Bu Mira tersenyum melihat kedekatan Serly dengan Sintia. Dia merasa Sintia pantas untuk menjadi bundanya Serly.
__ADS_1
Sepertinya Serly akan bahagia bersama kamu Tia. Aku juga sudah tau latar belakang kamu dan itu sangat baik. Bu Mira
Si Tia ko sekarang jadi banyak teman nya ya. Sampai bocah kecil begini dia jadikan teman. Arini
"Serly kenalin ini tante Arini, teman tante. Rin ini Serly, dia..."
"Serly calon anaknya Tia." Kata bu Mira memotong perkataan Tia. Arini kaget mendengar ucapan Bu Mira.
Apa! Calon anak. Ada dengan mereka? Kenapa si Tia gak pernah cerita ke gue ya. Arini
Calon anak? Kenapa nyonya Mira ngomong begitu? Dan liat ekspresi terkejut si Rini. Sintia
Serly tampak tidak terkejut ataupun protes. Dia malah merasa senang kalau Sintia bisa menjadi bundanya.
***
Setelah selesai makan Sintia dan Arini pamit pulang duluan pada Bu Mira dan Serly. Sepanjang perjalanan Tia masih terngiang-ngiang dengan ucapan Bu Mira tentang calon anak.
Apa maksudnya coba Bu Mira bilang kalau Serly calon anak ku.
"Sintia." Teriakan Arini mengagetkan Sintia yang sedari tadi melamun.
"Apaan sih Rin teriak-teriak."
"Lagian lo kenapa sih bengong terus. Udah gue panggil sampai seratus kali gak nyaut-nyaut lo."
"Dih kalau bohong juga ada batasnya kan. Mana ada lo panggil gue sampai seratus kali." Kata Sintia sambil memukul pundak Arini.
Kemudian taxi berhenti di depan gang kontrakan, Sintia langsung saja berjalan cepat tanpa menunggu Arini.
"Hey tunggu gue napa." Kata Arini sambil setengah berlari mengejar Sintia yang sudah agak jauh.
Setelah sampai di kontrakan, Arini langsung menatap lekat Sintia seperti ingin mengorek sesuatu. "Kenapa sih ko liatin sampai gitu amat?"
"Apa yang sembunyikan dari gue. Apa maksud nyonya Mira tadi. Calon anak."
"Gue juga gak tau." Jawaban singkat Sintia membuat Arini frustasi. "Udah ya gue mau mandi dulu." Sintia berlalu ke kamar mandi.
"Sintiaaa" Teriak Arini karena di cuekin oleh sahabat nya.
Huh! Jangan elo Rin gue aja gak tau maksud dari ucapan nyonya Mira tadi.
__ADS_1