
Hari ini merupakan hari yang paling mengesalkan bagi Arini. Hari ini tidak seperti biasanya, hari ini dia bangun kesiangan. Mungkin karena malamnya telah begadang karena nonton drama korea. Belum lagi pas mau berangkat ke kantor taxi online yang dia tumpangi itu mengadadan mogok sehingga dia harus berhenti di tengah jalan.
"Aduh kenapa sih bisa begini hari ini, udah mah bangun kesiangan sekarang taksi online nggak ada akhlak mendadak mogok lagi." Arini mengerutu sambil berdiri di pinggir jalan.
"Benar-benar menyebalkan hari ini."
Sat Arini sedang uring-uringan dan berdiri di pinggir jalan tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan Arini. Arini pun langsung menengok ke arah mobil itu. Terpancar wajah kebahagiaan dalam hatinya.
Ya ampun! Inikah yang dinamakan malaikat tak bersayap? Seseorang menolong ku di saat seperti ini.
Arini terperanjak saat kaca mobil di turunkan dan melihat siapa pemilik dari mobil itu.
"Kamu!" Mood Arini kembali berubah menjadi kesal.
"Hai cewek rese. Ngapain kamu disini?"
Hari ini Arini sangat semakin kesal karena dia tahu bahwa Rian akan meledeknya karena dia harus berdiri di depan pinggir jalan.
"Apa yang kamu lakukan di sini. Apa kamu tidak akan masuk bekerja?" Tanya Riyan sambil tersenyum liciknya.
"Saya akan masuk ke kerja kok cuma tadi ada gangguan sedikit" Riyan mengernyit saat mendengar alasan Arini.
"Ahh tadi taksi online yang saya tumpangi mendadak mogok makanya saya harus berhenti di sini."
Sebenarnya Arini gak mau memberi tahu alasan karena tau kalau Riyan akan menertawakan nya. Melihat wajah seperti Riyan yang seperti itu yang sedang menahan tawa meledek Arini semakin geram melihat tingkah Riyan.
"Silakan Tuan Riyan tertawa saja sepuas Anda berhak menertawaiku."
"Ya sudah ayo kita berangkat. Saya nggak mau punya karyawan yang telat datang ke kantor."
Berangkat bersama kamu.
"Hei apa yang kamu lakukan! Apa kamu akan terlambat pergi ke kantor? Kalau kamu terlambat 1 detik saja maka aku akan memotong gajimu" Ancam Riyan kepada Arini.
Mendengar itu Arini membelakakan matanya tidak percaya takut-takut apa yang dikatakan Riyan benar-benar terjadi.
Apa yang dibicarakan Rian itu benar-benar terjadi!
Arini buru-buru membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil di belakangnya. Belum juga mobil berjalan Riyan sudah terlihat kesal lagi dan melihat ke arah Arini.
"Hai emang kamu pikirin aku ini sopir mu apa! duduk di depan."
__ADS_1
"Biasa aja kali gak usah pakai teriak-teriak." Gerutu Arini sambil membanting pintu mobil belakang.
"Hai kamu itu ya! Gimana sih ini mobil mahal tahu kenapa kamu jedor jedor." Riyan mengerutu saat Arini membanting pintu mobil.
"Kamu itu ya bukan terimakasih udah dikasih tumpangan malah mengurut yang tidak-tidak sampai membanting pintu segala lagi."
Maaf tuan Rian kalau memang anda nggak ikhlas membantu saya gak papa saya nanti juga ada pacar saya yang jemput."
"Pacar? Apa cewek rese kayak kamu tuh punya pacar ya?"
Gila ya ini orang ngeselin banget.
"Aku harap kamu enggak punya pacar." Arini membelakakan matanya mendengar ucapan Riyan. Tapi dia tidak membalas omongan Riyan karena malas untuk berdebat. Arini pun tidak bicara lagi. Dia memilih memandang ke arah luar lewat jendela.
Sebelum sampai di gedung Arini meminta Riyan untuk berhenti di pinggir jalan. Arini tidak mau kalau kebersamaannya bersama Riyan itu membuat karyawan lain bergosip tentang nya.
"Pak saya turun di depan aja."
"Pak. Pak emang aku ini bapak mu apa!"
Huh. Sabar sabar. Arini menghela nafas panjang
"Tuan Riyan saya minta turun d depan aja ya. Soalnya takut ada karyawan yang lihat kita." Cekytttt... tiba-tiba Riyan mendadak rem mobil membuat arini kaget.
"Kamu sendiri yang minta saya berhenti disini." Jawab Riyan santai.
Arini tidak mengela perkataan Riyan. Dia buru-buru keluar dan berlari menuju kantor. Sesampainya di kantor tiba-tiba ketua HRD memanggil Arini.
"Arini sini sebentar!"
"Ya kak ada apa?"
"Hari ini kan ada pertemuan penting bersama CEO baru kita. Jadi kamu persiapkan semuanya dan ini materinya."
"Loh kenapa mendadak begini bukannya kalau ada pertemuan itu biasanya dijadwal atau diberitahukan paling lambat dari malam." Arini pun terkaget karena tiba-tiba dapat info kalau hari ini ada meeting penting.
"Lah kan aku sudah ngasih tahu kamu. Kenapa emang kamu nggak baca pesan saya?"
Arini pun melihat handphone nya dan benar-benar ada pesan pemberitahuan bahwa hari ini adalah ada meeting penting. Ya ampun Arini kamu ini kenapa sih sampai Serempong ini bahkan hari ini saya sangat apes banget dari tadi pagi. Arini benar-benar sedang frustasi dengan semua ini. Ketua HDR mengernyitkan dahinya melihat tingkah Arini yang aneh.
"Ada apa dengan mu Arini?" Tanya ketua HRD.
__ADS_1
"Sa, Saya tidak apa-apa kak."
"Ya sudah kamu pergi sana dan siapkan semuanya. Pertemuan akan dimulai setengah jam lagi." Arini membelakakan matanya.
Kenapa hari ini harus ada pertemuan sih lagian tadi aku habis debat sama si reset itu.
***
Rapat pun dimulai. Para karyawan juga petinggi perusahaan sudah ada di ruangan. Saat Riyan memasuki ruangan Semuanya berdiri dan menunduk hormat. Setelah itu Riyan mempersilahkan semuanya duduk.
Riyan sudah mulai berbicara untuk membuka Meeting itu. Semua orang dan karyawan beserta sstaff masih endengarkan pembicaraan Riyan dengan seksama tidak ada yang mereka lewati satu kata pun.
Kemudian Riyan merubah mengumumkan bahwa ada perpindahan jabatan dari setiap karyawan tersebut di karenakan ada pemindahan karyawan paling bagus untuk masuk ke dalam gedung pusat Royal Group. Maka dari itu Rian harus merilis kembali orang-orang kepercayaan nya untuk bisa bekerja dengan nya.
Meeting pun berakhir setelah 1 jam lamanya. Meeting hari ini memutuskan bahwa ada peningkatan jabatan untuk orang-orang yang benar-benar sudah layak berada dinjajaran terdepan anak perusahaan yang di pimpin Riyan ini. Riyan pun memilih Arini sebagai ketua divisi yang ditempatkan di bagian terpenting. Entah karena Riyan melihat sosok Arini yang cerdas atau karena kedekatan nya.
Tapi sepertinya karena kecerdasan Arini, Riyan mempercayai nya untuk menjadi ketua humas di perusahaan nya. Karena Riyan memiliki sifat kepemimpinan sama seperti Ricky. Selalu profesional dan tegas serta disiplin dalam menduduki jabatan CEO tersebut. Ricky dan Arini akan selalu berhubungan dengan Ricky atau sekretarisnya. Dalam hati, Arini menunjukkan kesenangannya karena atas kenaikan jabatannya. Namun hati yang lain juga menyatakan bahwa Arini berprasangka bahwa Riyan sengaja mengarahkan Arini ke ketua humas agar mereka bisa selalu bersitatap.
Semua sudah keluar dari ruangan meeting. Arini yang baru saja keluar dari ruangan sempat mendengar beberapa karyawan bergosip tentang Riyan. Arini pun penasaran dengan apa yang mereka gosipin.
"Hai guys. Kalian sedang gosipin CEO rese itu ya. Hayo ngaku!"
"Arini suttt."
"Arini bisa-bisanya kamu itu bilang tuan Riyan CEO rese. Asal kamu tau ya dia itu mirip kaya oppa."
"Halu kamu! Kebanyakan nonton drama Korea tuh."
"Eh kalian ini gimana sih. Ceo baru kita itu."
"Arini." Tiba-tiba Riyan datang entah darimana.
"Tuan Riyan." Kata mereka bersamaan. Semua orang berubah menjadi semakin panik terlebih muka Arini.
"Ke ruangan saya sekarang!"
"Ba, baik pak."
Mati aku sudah ketahuan bergosip tentangnya.
**Hai para readers 👋👋👋👋👋
__ADS_1
Maaf ya beberapa minggu ke belakang author tidak bisa up karena masih sibuk dengan tugas-tugas. Mulai sekarang author akan usahakan untuk sering up ya🤗
Jangan lupa juga dukungan nya biar author makin semangat untuk terus berkarya**.