SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA

SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA
Asisten Pribadi


__ADS_3

Selama dalam perjalanan tidak ada yang bicara. Zaky hanya fokus mengemudi sedangkan Ricky fokus dengan handphone nya. Sintia merasa canggung dengan situasi ini. Dia mengambil handphone nya di dalam tas. Belum sempat Sintia memainkan handphone Ricky sudah bicara duluan.


"Simpan ponsel mu." Ucap Ricky datar.


Sintia tidak menggubris perkataan Ricky. Dia menyala kan ponsel nya. Tapi ternyata Ricky melarang Sintia untuk bermain ponsel.


"Simpan ponsel mu atau aku yang akan menyimpan nya." Perintah Ricky.


"Kenapa?" Tanya Sintia heran. Kenapa dia gak boleh memainkan ponsel nya.


Ricky membalas dengan sorot mata kesal. Seperti berkata jangan bantah perintah ku. Ahirnya Sintia memasukan kembali ponsel nya.


Dih ketus amat. Dia aja main ponsel sejak tadi.


Untuk mencairkan suasana canggung ahirnya Sintia memilih bertanya. Sekalian dia juga penasaran tujuan Ricky mengajak Sintia untuk mencari gaun pengantin.


"Maaf Pak. Kenapa kita harus cari gaun pengantin dari sekarang? Bukankah pernikahan kita masih ada waktu satu minggu?" Tanya Sintia dengan hati-hati.


Ricky tidak menjawab pertanyaan Sintia. Dia malah masih sibuk dengan ponselnya. Kemudian Sintia bertanya lagi.


"Pesta pernikahan nya gak mungkin di percepat kan?" Ricky masih tidak bergeming. "Oh iya. Kalau boleh request aku mau pernikahan kita biasa-biasa aja. Gak perlu mewah ya." Karena Sintia tidak suka dengan kemewahan. Hidup mandiri sejak dulu membuat Sintia tidak terlalu suka hal apapun berbau kemewahan.


Tapi Sintia sudah benar-benar geram. Bicara panjang lebar tidak ada yang menanggapi nya. Baik Ricky maupun Zaky. Ahirnya Sintia bicara dengan nada kesal.


"Apa sekarang aku sedang tidak bersama manusia." Suara Sintia meninggi dan menekankan kata manusia.


Ricky terkejut mendengar ucapan Sintia. Dia mematikan ponsel nya kemudian di simpan di samping nya. Ricky menghadap ke arah Sintia lalu memegang wajah Sintia dengan tatapan datar.


Ya ampun orang ini sempurna dia sangat tampan. Eh tapi bukan itu masalah nya. Ada apa dengan nya? Apa dia marah?


"Kenapa?"


Kenapa? Situ yang kenapa.


"Kenapa kamu begitu banyak bicara hah. Asal kamu tau aku gak suka sama wanita yang banyak bicara." Ucapan Ricky membuat Sintia terkejut. "Sudah diam! Jangan banyak tanya lagi." Kata Ricky sambil melepaskan wajah Sintia.


Kenpa? Kenapa dia terlihat kesal. Sintia ingin sekali bertanya pada Zaky. Namun setelah mendapat peringatan dari Ricky nyali nya menciut seketika.

__ADS_1


***


Saat mobil sudah berada di parkiran gedung Royal Group Zaky turun untuk membuka kan pintu mobil. Sintia heran dengan dua orang lelaki yang membawa nya itu.


Loh kenapa kesini. Bukannya tadi mau cari gaun pengantin ya. Masa iya nyari nya ke perusahaan.


Sintia masih bediri di tempat nya. Belum selangkah pun berjalan. Sintia masih bergelut dengan pikiran nya. Kenapa di bawa kesini, bukannya kita akan mencari gaun kan. Begitu kira-kira yang di pikirkan Sintia.


"Sampai kapan kamu berdiri disana?" Teriak Ricky menyadarkan Sintia dari lamunan nya.


"Ma, maaf Pak." Sintia segera berlari mengejar Ricky dan Zaky.


Saat mereka sudah berada di dalam lif khusus presdir Sintia kembali bertanya. Dia lupa peringatan tadi yang gak boleh banyak bicara.


"Pak ngapain kita kemari?" Tanya Sintia dengan sangat hati-hati.


Ricky hanya mendelik saat mendengar pertanyaan Sintia. Seperti bicara jangan banyak tanya! Setelah melihat Ricky kesal Sintia langsung menutup rapat mulut nya.


Gila. Ini orang serem banget ya.


Perusahaan ini sangat mewah. Dan yang paling aku kagumi lagi perusahaan ini milik calon suami ku sendiri.


"Tia." Panggil Ricky.


"I, iya Pak."


"Ayo."Sintia berjalan mengikuti Ricky.


"Kamu duduk dulu dana d sofa. Aku mau memeriksa berkas dulu sebentar." Sintia hanya menurut saja. Dia berjalan menuju sofa.


Sintia memerhatikan Ricky yang sedang membaca dokumen. Sintia tiba-tiba tersenyum seketika. Entah kenapa dia merasa asik memperhatikan Ricky yang sedang bekerja. Matanya sampai tidak berkedip melihat nya.


"Baru tau ya kalau aku tampan." Kata Ricky membuat Sintia terkejut.


Aduh kenapa sampai ketahuan sih kalau aku memerhatikan dia.


Ricky menutup berkasnya dan berjalan mendekati sofa.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa ngeliatin ku seperti itu tadi?" Tanya Ricky setelah duduk di samping Sintia.


Sintia hanya tertunduk tidak menjawab. Dia malu karena sudah ketahuan memperhatikan Ricky yang sedang meriksa berkas.


Mati aku. Kenapa aku ngeliatin dia sih tadi kan jadi malu aku.


Ricky menyandarkan kepala nya ke sofa sambil melihat ke arah Sintia. Yang di lihat malah salah tingkah. Sintia berusaha menguasai dirinya, dia melihat-lihat ke arah lain.


Aku tau kamu wanita yang baik. Makanya aku yakin untuk memilih mu bahkan sebelum mamih merekomendasikan mu. Aku janji aku akan melindungi mu dari siapapun termasuk Tamara yang punya niat buruk terhadap mu. Ricky semakin lekat melihat ke arah Sintia


Nah kan. Sekarang kenapa lagi dia melihat ku seperti itu. Sintia


Tiba-tiba suara ketukan pintu membuat Ricky tersadar. Ricky mempersilahkan masuk pada Zaky dan orang suruhan Ricky. Zaky dan seorang wanita segera menghadap ke Ricky dan Sintia yang sedang duduk di sofa.


"Pak ini orangnya." Kata Zaky sambil menunjuk ke arah seseorang.


"Kapan kamu datang?" Tanya Ricky.


"Dua hari yang lalu. Saya di suruh kembali sama tuan untuk ikut mempersiapkan pernikahan anda Pak." Jawab Bella.


Bella adalah salah satu orang kepercayaan keluarga Dharmanto. Bella di tugaskan untuk memantau perusahaan yang ada di luar kota. Dan dia kembali atas perintah Tuan Jaka dan Nyonya Mira untuk ikut mengurus pernikahan Sintia dan Ricky.


"Tapi kamu tau kan alasan saya manggil kamu kesini?" Tanya Ricky.


"Iya Pak. Tadi asisten Zaky sudah menjelaskan nya."


"Baiklah. Tugas kamu cuma satu yaitu menjaga Sintia. Lakukan apa semestinya kamu lakukan. Kamu mengerti? "


"Baik Pak. Saya mengerti dan saya akan menjaga nona Sintia dengan baik." Ucap Bella sambil menganggukkan kepala.


Apa sih yang mereka bicarakan. Apa Pak Ricky membawa Bella untuk jadi bodyguard ku. Dan apa itu tadi perintah nya. Apa Bella mengerti bagaimana pekerjaan nya setelah penjelasan singkat tadi aku aja bingung begini.


"Baiklah aku percaya padamu. Sekarang aku mau pergi mencari gaun pengantin. Dan kamu pergi ke dealer bawa mobil keluaran terbaru setelah itu jemput Sintia di butik."


Apa! Pergi ke dealer dan bawa mobil? Gila semudah itu dia mendapatkan mobil. Seperti membeli kerupuk warteg aja kali ya.


Sintia gak habis pikir dengan cara berpikir orang aneh itu. Memang benar seorang Ricky dengan mudahnya mendapatkan apa yang dia mau.

__ADS_1


__ADS_2