SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA

SUAMIKU SEORANG DUDA KAYA
Persiapan Pesta


__ADS_3

Cahaya sinar matahari masuk melewati jendela kamar utama milik anak sulung rumah utama ini. Ricky yang masih berada di bawah selimut mengeliat pelan sambil mengerjapkan matanya. Dia mengeliat sambil berguling ke kanan ke kiri. Ricky ter lonjak kaget saat melihat jendela, matahari sudah nampak diluar sana. Berarti dia kesiangan.


Jam berapa ini? Kenapa aku bisa kesiangan begini.


Ketika mengingat kejadian semalam Ricky langsung tersenyum. Semalam dia video call sama Sintia sampai larut malam. Entah apa yang mereka bicarakan yang jelas membuat mereka semakin lebih dekat lagi. Aku kan akan melamar Tia saat pesta ulang tahun Serly. Tiba-tiba teringat dengan rencananya untuk melamar Sintia.


"Apa yang aku pikiran! Bahkan aku belum membeli cincin tunangannya." Hardik Ricky memaki dirinya sendiri. Dia yang menginginkan pertunangan ini tapi dia juga belum mempersiapkan semuanya. Bahkan cincin tunangan pun belum dia beli.


Ricky bangun dari tempat tidurnya lalu pergi dengan cepat ke kamar mandi untuk segera bersiap-siap. Setelah rapih dengan pakaiannya Ricky menuruni tangga dengan terburu-buru. Di rumah banyak orang yang lagi merias ruangan untuk acara ulang tahun Serly. Ibu dan Serly melihat Ricky yang sedang terburu-buru seperti mau pergi ke suatu tempat.


"Ayah." Panggil Serly sambil berlari mendekati ayah nya. "Ayah mau kemana?"


"Ayah mau pergi ke luar sebentar sayang."


"Kamu mau kemana Ric? Ini persiapan ulang tahun Serly. Kamu gak boleh pergi ke kantor atau bekerja." Ibu yang melihat anaknya mau pergi segera mendekat.


"Bukankah aku akan melamar Sintia di pesta nanti?" Tanya Ricky pada mamih nya.


"Jangan bilang kamu mau bertemu Sintia dan bilang kalau kamu mau melamar nya?" Tanya ibu antusias mendengar pertanyaan Ricky. "Jangan beritahukan Sintia Ric. Biar ini jadi kejutan." Jelas ibu pada Ricky.


"Aku gak akan menemui Sintia mih. Tapi aku mau pergi beli cincin tunangannya. Aku lupa belum membeli cincin nya."


"Ya ampun" Ucap Ibu sambil menepuk keningnya. "Gara-gara kamu mau melamar Sintia mendadak sampai lupa beli cincin tunangan nya. Ibu pun gak kepikiran Ric." Kata ibu kesal sekaligus merasa konyol dengan semua rencana pertunangan anaknya.


Dia yang menginginkan anaknya melamar tapi persiapan untuk itu belum ada sama sekali. Bahkan cincin tunangan yang paling penting.


"Yaudah Ricky berangkat dulu ya mih."


"Iya sayang. Hati-hati."


Ricky dengan terburu-buru pergi meninggalkan rumah untuk membeli cincin tunangan nya.

__ADS_1


***


Sementara itu. Di sebuah kontrakan tempat Sintia tinggal Arini merengek minta ikut ke butik sama Sintia.


"Tia. Ayolah aku ikut ya. Gue janji gak bakal ribut sama si Lia ko." Masih tetap merengek seperti anak yang gak mau di tinggal pergi ibunya.


"Oke lo boleh ikut. Tapi awas kalau lo ribut-ribut sama Lia."


"Beneran? Makasih sahabatku" Kata Arini sambil memeluk Sintia kesenangan.


"Apaan sih lebay banget. Pake main peluk-peluk segala lagi." Kata Sintia kesal sambil melepaskan pelukan Arini. "Awas kalau lo ribut." Mengingat kan kembali.


"Iya. Bawel amat sih. Si mamat udah gak bawel sekarang."


Arini sama Lia memang kalau mereka lagi bersama pasti ribut. Tapi itu hanya ribut remeh. Selalu ada aja yang mereka ributkan kalau mereka bersama. Bahkan hal remeh pun mereka masih suka adu mulut.


"Ayo kita pergi. Let's go!" Teriak Arini sambil menggandeng tangan Sintia.


***


Setelah sampai di depan mall miliknya Ricky segera menuju toko perhiasan.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" Karyawan toko itu kaget sekaligus kagum melihat ketampanan Ricky.


"Saya mau beli cincin tunangan. Yang paling bagus dan terbaru." Pelayan itu terdiam sambil menatap Ricky dengan kagum. "Mbak."


"I, iya. Maaf Pak" Karyawan itu tersadar saat Ricky memanggilnya.


"Bisa berikan cincin tunangan yang harganya mahal dan keluaran terbaru?" Kata Ricky datar dan terlihat kesal.


"I, iya Pak. Sebentar saya ambilkan."

__ADS_1


Dia sangat tampan dan gagah tapi sayang nya dia angkuh dan dingin begitu.


"Ini Pak silahkan dipilih."


Ricky melihat-lihat cincin yang berjejer itu. Dia mendapatkan cincin yang menurut nya cocok untuk Sintia.


"Saya beli yang ini aja. Berapa harganya?"


"150 juta Pak." Gila dia benar-benar beli cincin ini. Beruntung nya wanita yang akan jadi tunangan dia.


Ricky mengeluarkan sebuah kartu dan memberikan pada karyawan untuk membayar cincin itu.


Setelah selesai membeli cincin Ricky langsung pergi meninggalkan mall. Tiba-tiba dia bertemu seseorang di parkiran.


Huh. Kenapa harus bertemu wanita matre itu di saat seperti ini.


"Ricky " Panggil wanita itu sambil mendekati Ricky.


"Kamu tahu kan kalau hari ini ulang tahun Serly? Karena kamu bagaimana pun kamu adalah ibu nya. Aku harap kamu datang nanti malam ke pesta itu." Ricky bicara to the poin. Karena bisa muak kalau lama-lama harus bersama Tamara.


Tamara adalah mantan istri Ricky. Dia ketahuan selingkuh hingga membuat Ricky menceraikan nya. Dia wanita yang gila harta. Pernikahannya dengan Ricky karena perjodohan. Tamara mau di jadikan Ricky sebagai istri karena melihat harta melimpah dari keluarga Ricky.


"Ricky bisa kah kamu maafkan aku? Sekarang aku."


"Aku tidak punya banyak waktu untuk melayani pembicaraan mu. Aku lagi sibuk." Tegas Ricky memotong pembicaraan Tamara. Lalu dia pergi meninggalkan Tamara.


"Aku akan berusaha mendapatkan mu kembali Ricky." Gumam Tamara dalam hati melihat kepergian Ricky.


Lihat bahkan kau masih belum menikah setelah bercerai dengan ku. Kau pasti masih menginginkan ku kan.


Batin Tamara semakin yakin bahwa dirinya bisa kembali pada Ricky. Melihat Ricky yang masih belum menikah seperti ada jalan untuk kembali pada Ricky.

__ADS_1


__ADS_2